
Author's Note :
Novel ini tengah mengalami revisi total. Sehingga gue sarankan teman-teman untuk berhenti membaca sampai di sini.
Karena temen-temen tidak akan bisa mendapatkan kabar up. Temen-temen bisa membuka kembali Bab ini saat senggang.
Bila pesan ini menghilang, itu berarti gue udah melakukan update.
Update Terakhir : 5 Mei 2023
...— x —...
Peringatan!
Bab ini mengandung adegan pertarungan dengan kekerasan yang berlebihan. Jadilah pembaca yang bertanggung jawab.
(Revisi ketiga! Semoga lulus review Plisss...)
Tumbukan keras yang dilancarkan oleh Kai langsung membuat wajah orang tersebut terjengkang ke belakang.
'Akh!' pekik Kai.
Akan tetapi batu besar yang ditumbukkan tersebut memang terlalu berat bagi tangan kiri Kai sehingga batu itu langsung terlepas dari genggaman tangannya.
Kai langsung kehilangan senjata satu-satunya pada serangan pertama.
Untung saja!
Preman yang barusan ditumbuk wajahnya menggunakan batu oleh Kai, tanpa sengaja melepaskan sebatang balok besar yang hendak dia pergunakan sebagai senjata untuk menghabisi Kai.
Balok tersebut berputar-putar melayang di udara.
'Pulung!'
Kai langsung memulung balok yang sedang melayang karena terlepas dari pemilik yang sudah tidak sadarkan diri tersebut.
Karena serangan Kai yang masih sangat lemah, Kai sangat membutuhkan senjata untuk menghabisi seluruh lawan-lawannya saat ini.
Dikarenakan Kai sekarang sedang memulung benda yang tengah melayang di udara, sehingga Kai juga secara otomatis turut melayang berakrobat saat memulung benda tersebut.
Sebelum benar-benar menapaki tanah, Kai kembali memindahkan benda yang dipulungnya barusan ke tangan kiri dengan cepat. Karena kemampuan spesialnya membuat Kai harus memulung dengan tangan kanan, sehingga serangannya hanya bisa Kai lancarkan dengan tangan kiri.
'Pulung!' Kai tidak bisa mengambil resiko dengan tetap berada di dalam kerumunan ini. Kai berpindah memulung bagian tubuh orang yang berada di paling belakang barisan para preman.
Duagh!
Kai lalu mengayunkan balok di tangan kirinya hingga membuat orang tersebut juga terjengkang dan jatuh.
"Hiyaaat!" sebuah serangan bergerak ke arah Kai dari sisi kiri pandangannya.
'Pulung!' bukannya menjauh, Kai malah mengambil kuping orang yang sedang berusaha menyerangnya tersebut.
'Gawat!' gumam preman itu saat serangan yang dilancarkannya hanya mengenai udara kosong.
Kembali Kai secara otomatis melakukan gerakan akrobat saat memulung telinga preman tersebut.
__ADS_1
Kai yang sedang melayang di sebelah kuping sang preman langsung mengayunkan balok di tangan kirinya untuk memukul tengkuk orang tersebut dengan sekeras-kerasnya.
Duagh!
Mata orang tersebut terlihat langsung memutih akibat serangan yang dilancarkan oleh Kai.
Brugh! Guling-guling!
Begitu dia mendarat, Kai langsung terjatuh hingga berguling tiga kali karena dia tidak terbiasa dengan gerakan akrobat yang dia lakukan secara tiba-tiba tersebut.
'Tiga tumbang! Tujuh belas lagi!' bisik Kai menghitung di dalam hatinya.
'Pulung!' kembali Kai bergerak cepat seakan ber teleportasi. Kai coba untuk mengambil sejumput rumput yang terdapat di antara kaki seseorang yang paling besar di antara semua preman di sana. Mungkin tinggi preman ini sama seperti tinggi Rindaman dari serial Crows Zero yang sempat populer di kalangan penikmat anime dan juga manga.
Kai seketika itu juga terlihat tengah berbaring berada tepat di antara kedua kaki panjang orang tersebut. Lalu Kai mencoba untuk menyerang bagian terlemah dari orang tersebut menggunakan balok di tangan kirinya.
Jleb!
"Aaaaargh!" raksasa tersebut langsung menjerit kesakitan tak terkendali.
"Pulung!"
Duagh!
"Pulung!"
Jesh!
"Pulung!"
Tiga buah serangan Kai lancarkan secara beruntun kepada tiga orang preman yang lainnya. Hal ini langsung membuat ketiga preman itu tumbang menyusul raksasa yang Kai tumbangkan barusan.
Duagh!
"Ohok!" Kai langsung terbatuk. Lagi-lagi sebuah serangan dilayangkan pada Kai. Hanya saja kali ini Kai merasa kaget dan tidak bisa menghindari serangan yang dilancarkan pada dirinya. Selain karena serangan tersebut begitu cepat dan mendadak. Serangan itu dilancarkan dari arah titik buta Kai.
Kai terpental jauh hingga berguling-guling di atas tanah karena dihempaskan oleh serangan maha dahsyat tersebut.
'Argh... Sial!' gumam Kai sambil berusaha bangkit secepat mungkin. Kai merasakan cairan hangat mengalir dari bagian pelipis dan juga mulutnya.
Tapi, para preman tersebut tentu saja tidak ikhlas bila Kai dibiarkan untuk bersantai terlalu lama.
"Aaargh!" sebuah teriakan dari salah seorang preman yang berada paling dekat dengan Kai terdengar. Preman tersebut tampak melancarkan sebuah serangan sekuat tenaga dengan menggunakan palu di tangannya.
Kai yang sadar kalau nyawanya dalam bahaya dengan cepat mencoba untuk memfokuskan pandangannya pada apapun yang kini terlihat olehnya.
'Pulung!' Kai berhasil menghindari serangan dengan bergerak maju memulung mobil jeep yang terparkir lumayan jauh dari kerumunan para preman.
'Hampir saja!' Kai merasa sedikit lega karena barusan Kai hampir saja kehilangan nyawanya.
Para preman terlihat sedikit ketakutan sekaligus bimbang. Serangan bertubi yang dilancarkan oleh Kai barusan telah berhasil menumbangkan empat orang sekaligus. Sehingga kini sudah tujuh orang yang berhasil Kai tumbangkan.
Sedangkan di sisi lain, mereka semua baru bisa mendaratkan sebuah serangan telak kepada Kai.
"Grhg... Sial!" raksasa yang tadi berhasil ditumbangkan oleh Kai berusaha untuk bangkit kembali sambil memegangi area pusaka nya.
__ADS_1
'Sial! Kalau mereka terus bisa bangkit kembali seperti ini, mereka nggak akan habis-habis!' Kai mengeluh setengah putus asa dalam hatinya.
Kini ada empat belas orang preman yang masih bisa berdiri dan menyerangnya. Sedangkan Kai mulai merasakan tubuh tak terlatihnya rontok karena rasa nyeri dan juga kelelahan.
'Ayo... Pikir...!' Kai memang harus menggunakan kepalanya untuk mengalahkan mereka semua. Tidak mungkin Kai bisa memenangkan pertarungan ini jika Kai hanya mengandalkan tenaganya saja.
Sepersekian detik kemudian...
'Itu dia!' Kai tiba-tiba terpikirkan sebuah ide yang menurutnya cukup brilian namun juga mengerikan.
"Ini nekad sih… Tapi harus kucoba!' simpul Kai.
Kai sentuh mobil Jeep yang kini sedang berada di sebelahnya dengan telapak tangannya. Kai kemudian memejamkan matanya untuk membulatkan tekad.
Drap drap drap drap!
Entah karena putus asa ataukah karena yakin akan menang. Ke empat belas preman tersebut serempak berlari menyerang Kai. Mereka mencoba untuk menumbangkan Kai dengan cara yang lebih agresif.
'Tolong berhasil lah...!' ujar Kai sambil mengambil sebuah kerikil kecil di dekat telapak kakinya.
"Aaaaaaa!' teriak para preman yang kini sudah berjarak tinggal beberapa langkah lagi dari Kai.
Kai lempar sekuat tenaga kerikil di tangannya ke langit.
"Pulung!" Kai menggenggam kerikil di udara. Mobil Jeep kendaraan para preman yang disentuh oleh telapak tangan Kai ikut ber teleportasi bersama dengan Kai.
Para preman itu seketika mendongak saat mereka lihat Kai dan mobil Jeep itu sedang melayang tepat di atas ke empat belas orang preman tersebut.
'Ku... Kuat sekali... Dia bisa melempar mobil?' gumam salah satu preman dalam hati karena hanya itu persepsi paling masuk akal yang bisa dimanipulasi oleh sistem.
"Pulung!" ujar Kai yang langsung berpindah menggenggam batang pohon di sebelah Kika dan Dede berada.
Bruagh!
Mengenaskan. Kai dan Kika dapat melihat bagaimana Mobil jeep tersebut jatuh menimpa kerumunan Preman yang terletak seratus meter di depan mereka.
Pemandangan mengerikan langsung terhampar di hadapan Kai dan Kika. Mobil tersebut langsung hancur memimpa para preman.
Tapi, mobil jeep tidak cukup besar untuk menimpa seluruh preman. Sehingga, walaupun sudah terkena mental akibat betapa mengerikannya kemampuan yang dimiliki oleh Kai, lebih dari setengah preman-preman itu masih dapat berdiri sehat wal afiat.
'Pulung! Pulung! Pulung!'
Jelegur! Bruakh! Jeleger!
Kai langsung bergerak menghabisi mereka semua dengan menggunakan cara yang kurang lebih sama. Sehingga mobil jeep, dan motor yang dimiliki oleh para preman itu berjatuhan dari langit bagaikan hujan.
Kika gemetaran saat dia melihat betapa kuatnya pria yang baru saja dia ambil keperjakaannya tersebut. Di dalam persepsi Kika, Kai adalah manusia super yang saking kuatnya bisa melemparkan mobil dan juga motor.
[Selamat Host!]
[Misi telah berhasil diselesaikan.]
[Seluruh hadiah telah Host terima.]
➖ Bersambung ➖
__ADS_1