Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 1)


__ADS_3

"Baik Tuan," jawab Kristal yang lanjut menurunkan celana Kai sambil berlutut.


'Eh! Benarkah?!' Kai terkejut kembali dengan betapa ringannya Kristal menjawab permintaannya tersebut.


'Ternyata benar! Kristal benar-benar dapat memenuhi ‘seluruh’ kebutuhanku sebagai tuannya.'


Tanpa diajarkan kembali, Kristal langsung memberikan pelayanan terbaiknya pada batang singkong Kai yang sudah mencuat sempurna.


Suara decak saliva terdengar saat Kristal dengan telaten memberikan batang legam Kai pijatan-pijatan khas dengan menggunakan tangan dan juga mulut seksinya.


'Oh... Hidupku... Indahnya...' bisik Kai sambil memandang wajah cantik yang sedang melakukan tugasnya di bawah sana.


Malam itu Kai mengayuh menulusuri sungai nafsu. Bukan bersama Kika. Melainkan bersama dengan Kristal sang Sekretaris Pribadi yang memiliki nilai daya tarik sempurna ‘100/100’.


Walaupun status Kristal adalah minion, tapi Kristal bukan minion 'koneng' ala Illumination. Dia adalah makhluk paling sempurna yang pernah Kai lihat hingga saat ini.


Mulai dari kamar mandi hingga ke atas ranjang. Kai dan Kristal melakukan percocok tanaman hingga beberapa ronde.


Dan saat sinar fajar mulai menyingsing, akhirnya mereka berdua pun tertidur dalam keadaan berdekapan tanpa mengenakan sehelai pun busana.


Ini adalah malam ketiga sejak Kai kehilangan keperjakaannya. Kai selalu melakukan olahraga nikmat ini setiap hari.


Ditambah lagi, dengan begitu kurang ajarnya Kai sudah mendapatkan pelayanan dari dua orang wanita yang berbeda. Dimana keduanya adalah sosok yang cantik luar biasa.


Sehingga sambil memejamkan mata lelahnya, Kai yang selama ini merasa bahwa dirinya adalah manusia yang sangat sial, kini merasa bahwa dia adalah orang yang paling beruntung di seluruh dunia.


➖ 📱📱📱 ➖


Keesokan harinya. Pagi hari menjelang siang. Kai membuka matanya yang masih terasa berat akibat stamina yang cukup terkuras setelah bergulat selama semalam suntuk.


Kai yang masih enggan untuk langsung duduk memilih untuk memiringkan posisi tidurnya menghadap ke ambang ranjang.


'Eh...'


Kai melihat sebuah meja dorong terparkir di sisi ranjang. Di atas meja tersebut terdapat menu sarapan yang lengkap dan terlihat lezat.


'Tampaknya ini untukku,' begitu pikiran sederhana Kai berkata.


'Kristal lagi mandi,' Kai kemudian menyadari kalau sosok Kristal sudah tidak ada lagi di sebelahnya. Ditambah lagi, Kai juga mendengar suara siraman air shower dari dalam kamar mandi.


Kai yang masih belum berpakaian pun memilih untuk mengenakan pakaiannya terlebih dahulu sebelum menyantap sarapannya.


Cklek!


Setelah Kai tuntas mengenakan pakaian seadanya, pintu kamar mandi terbuka.

__ADS_1


Sosok Kristal yang seksi sempurna keluar dari dalam kamar mandi tanpa mengenakan pakaian. Hanya sebuah kimono handuk yang sengaja tidak ditalikan hingga bagian depan tubuh Kristal terpampang dengan begitu jelas.


Kai yang melihat pemandangan indah tersebut berusaha untuk cuek dan bersikap tidak peduli.


"Apa ini?" tanya Kai menunjuk makanan yang tersaji.


"Sarapanmu Tuan," jawab Kika sambil melepaskan kimononya hingga seluruh keindahan tubuh Kristal tak ada lagi yang tertutupi.


"Siapa yang bikin?" tanya Kai.


"Koki di rumah ini," jawab Kristal sembari mengenakan satu per satu pakaiannya.


Sejenak barusan Kai lupa kalau sekarang dia sudah merekrut seorang koki untuk memasak di rumah megahnya ini.


"Bukan Kika?" tanya Kai saat menduga kalau Kika tak lagi mendapatkan jatah pekerjaan pekerjaan rumah tangga lagi di sini.


"Nona Kika sudah tidak ada pekerjaan seputar rumah tangga lagi."


'Sudah kuduga,' bisik Kai sambil mulai menyantap sarapannya.


Sambil makan Kai membuka ponsel pintarnya. Dia membaca ada beberapa pesan dari Yono.


Intinya, Yono berjanji akan sampai ke rumah Kai sekitar besok jam lima pagi. Dia berencana akan berangkat dari Cijagung pada jam tiga dini hari. Hal ini dikarenakan masih ada banyak urusan yang harus Yono selesaikan terlebih dahulu.


Suapan demi suapan Kai lakukan bersama dengan Kristal yang sedang mengenakan seluruh pakaiannya dengan santai di hadapan Kai.


Kalau begini. Disaat perut Kai sekarang sedang diisi oleh makanan bergizi, mata Kai juga mendapatkan suplemen keindahan liuk tubuh dari seorang wanita nan sempurna.


'Kalau gini mah... Perut sama mata bakal sama-sama kenyang dong...' celetuk Kai bahagia.


Kristal akhirnya selesai berpakaian. Seperti kemarin, Kristal memilih setelan pakaian ultra formal untuk menutupi keseksian yang dimilikinya. Dan Kai hingga saat ini masih belum menyelesaikan sarapan mewahnya.


Tok tok tok...


Terdengar suara pintu kamar yang diketuk.


"Nona Kika," Kristal memberi tahu tanpa mengintip ataupun membukakan pintu.


"Biarkan dia masuk," ujar Kai pada Kristal.


Kristal lalu membukakan pintu kamar dengan perlahan sebelum Kika masuk ke dalam kamar Kai.


Kai tidak menangkap sedikitpun keterkejutan dari Kika saat gadis ini melihat sosok Kristal berada di dalam kamar Kai.


Kika yang sudah terbiasa kerja di rumah Juragan Agung. Sehingga Kika sudah tidak merasa aneh jika dia menemukan seorang perempuan random di dalam kamar orang orang kaya. Apalagi posisi Kristal di sini adalah seorang Sekretaris Pribadi. Bukan sekedar seorang 'wanita random'.

__ADS_1


"Enak banget ya hidup kamu..." sindir Kika saat dia lihat Kai menyantap sarapannya dalam kondisi masih setengah rebahan.


Sebulan terakhir ini Kika hanya melihat Kai berusaha keras tanpa henti. Baru kali ini Kika mendapati Kai begitu santai makan di atas ranjang.


"Kai..." Kika membuka pembicaraan.


"Ya?" sahut Kai


"Aku bingung," keluh Kika sambil setengah menunduk.


"Bingung kenapa?" Kai sebenarnya sudah tahu apa yang membuat Kika merasa bingung.


"Aku gak tahu harus ngerjain apa lagi. Semua pekerjaan yang biasa aku lakukan, sudah di handle semua oleh karyawanmu."


'Sesuai dugaanku,' seru Kai dalam hati. Tanpa sengaja Kai tertawa kecil karena dia berhasil menerka semuanya tanpa menggunakan kemampuan spesial meramal.


"Kok ketawa?" protes Kika.


"Maaf-maaf... Aku cuman udah menduga akan hal ini."


"Jadi gimana dong?" Kika setengah memelas.


Kai kemudian berpikir. Mungkin untuk Kika, langkah awal pondasi strateginya bisa dimulai lebih dulu daripada Yono dan Udin.


"Kristal," Kai memegur Kristal


"Ya Tuan?"


'"Tolong transfer satu milyar ke Kika," titah Kai pada Kristal.


"Baik Tuan."


"Buat apa uang sebanyak itu?" Kika terkejut mendengar jumlah uang yang begitu luar biasa baginya.


"Aku ingin kamu menyiapkan berbagai perlengkapan untuk mulai usaha di berbagai Sosmed."


"Usaha di sosmed bagaimana maksudnya?" tanya Kika yang selama ini hanya menikmati Sosmed hanya untuk hiburan pribadi nya saja.


"Katanya kamu tertarik buat jadi artis?" Kai bertanya balik.


"I... Iya."


"Aku pikir akan bagus jika kamu mengawali langkah pertamamu dengan menjadi Youtuber, Selebgram atau Tiktoker. Di era sosmed seperti sekarang ini. Kupikir ini adalah langkah yang tercepat yang bisa kau lakukan untuk menjadi artis terkenal," Kai menjelaskan isi kepalanya.


➖ Bersambung ➖

__ADS_1


__ADS_2