
"Tidak. Itu adalah pilihan. Kau juga bisa memilih untuk tidak mengajukan permintaan dan tetap menjadi pengguna sistem untuk selamanya."
Kai terdiam. Sebuah pertanyaan yang mengganjal seketika muncul di benak Kai.
"Lalu kenapa Kakek Arya yang merupakan pemilik Sistem bisa meninggal karena penyakit mematikan."
"Yang pertama, itu bukan penyakit mematikan."
"Bukan?"
"Ya."
"Tuan Arya telah dibunuh oleh seseorang."
"Di... Dibunuh?"
"Ya. Dan fakta yang kedua, saat bersamamu, selama delapan tahun itu, Tuan Arya sudah bukan seorang pemilik sistem lagi," sebuah penjelasan dari Frank yang kembali mengejutkan Kai.
"Saat itu dia sudah melepaskan Sistem?"
"Ya Kai... Dia telah menggunakan permohonannya saat itu."
"Apakah permohonan yang diajukan oleh Kakek?"
"Tuan Arya saat itu memohon agar aku menjadi manusia biasa dan terlepas dari sistem sepenuhnya."
Kai termenung memikirkan alasan dibalik keputusan Kakek Arya tersebut.
"Dan demi pengabulan permohonannya itu, dia hidup sebagai manusia biasa saja di sisa-sisa hidupnya. Dan tahukah Kai?"
"Hmh?"
"Dia benar-benar merasakan kebahagiaannya setelah hidup sebagai gelandangan selama delapan tahun terkahir hidupnya."
'Benarkah Kakek bisa merasakan kebahagiaan dengan melepaskan Sistem dan hidup sebagai gelandangan? "
[Ya. Dia berbeda. Dia tidak terfitnah kekuatan seperti pemilik Sistem kebanyakan. Baginya Sistem bukanlah segalanya. Kebahagiaan mempunyai arti yang berbeda bagi dirinya.]
Kai mengingat berbagai nasihat Kakek Arya. Dia akhirnya sedikit lebih paham. Kenapa bagi Kakek, hidup sebagai gelandangan yang serba keterbatasan adalah hal yang membahagiakan.
"Lalu siapakah orang yang bisa membunuh Kakek Arya. Padahal kan walaupun sudah menjadi 'manusia biasa' kembali. Pasti Kakek masih memiliki banyak sekali kemampuan spesial yang sempat dia kumpulkan," Kai menggunakan isyarat kutip saat mengatakan 'manusia biasa'.
Frank terdiam. Membiarkan hening merangsek pada suasana percakapan ini.
Frank menarik nafas panjang. Kemudian lanjut bercerita.
"Apakah tadi kau dikasih tahu oleh sistem kalau kau telah memiliki kekuatan alam semesta yang tak tebatas?" Frank mengkonfirmasi sesuatu pada Kai.
"Ya!"
"Faktanya. Kau memang telah memiliki kekuatan alam semesta. Tapi tidak seratus persen Kai. Kau hanya memiliki sepertiga dari kekuatan alam semesta saja."
"Sepertiganya?"
"Ya. Itu karena dunia ini membutuhkan tiga unsur untuk tetap menjaga keseimbangan. Sehingga akan selalu ada tiga pemilik Sistem. Dimana setiap kali ada pemilik sistem yang meninggal ataupun memilih untuk melepaskan sistem, maka akan terpilih satu pengguna Sistem yang lain."
__ADS_1
"Biasanya jangka waktu kemunculan antara pemilik lama dan pengganti yang baru itu butuh berapa lama?"
"Bisa beberapa hari, beberapa tahun, atau bahkan berabad-abad. Sistem sangat selektif dalam memilih pemiliknya."
"Kedua pemilik sistem lain selain diriku? Sekuat apakah mereka?"
"Sangat kuat. Mereka kini telah berusia ribuan tahun."
"Ribuan tahun?!"
"Berhati-hatilah Kai. Bahkan melawan mantan minion seperti aku saja kau sudah kerepotan begini. Apalagi melawan mereka berdua yang sudah hidup bersama dengan sistem selama ribuan tahun."
"Kau mengetahui siapakah mereka?"
"Aku pernah bertemu salah satunya. Dia bernama Yoram. Orang-orang mengenalnya dengan nama Yahweh," jelas Frank.
"Bukankah Yahweh itu adalah istilah dari orang Yahudi untuk menyebut Tuhan?"
"Ya. Yoram lahir di saat bangsa Yahudi baru saja terbentuk."
"Dimanakah Yoram berada?" tanya Kai penasaran.
"Sekarang Yoram berada di Indonesia. Dia sedang bermain peran sebagai Yahya. detektif kepolisian paling disegani di negara ini."
"Kenapa dia bisa ada di Indonesia?"
"Awalnya untuk bertemu dan bekerja sama dengan Kakekmu. Tapi..."
"Tapi apa?"
"Tapi kakekmu merasa tak sanggup untuk mengemban tugas dari Yoram,"
"Yoram ingin Tuan Arya membantunya untuk menghabisi pemilik sistem yang lain."
"Siapakah dia?"
"Dia adalah Samiri."
"Samiri? Kalau gak salah dalam kepercayaan sebagian dari kalangan Ummat Islam, Samiri itu adalah..."
"Ya. Dia seringkali disebut sebagai Dajjal. The False Messiah."
"Itu berarti Samiri berasal dari zaman yang sama dengan masa pemerintahan Ramses II?"
"Ya."
"Berarti Yoram lebih tua daripada Samiri?"
"Betul."
"Kenapa Yoram tidak membunuh Samiri saja kalau memang dia lebih senior dari Samiri?"
"Tidak bisa. Walaupun Yoram jauh lebih tua, tapi kekuatan mereka bisa dikatakan setara."
"Aku penasaran. Mereka berdua saat ini sudah hidup selama ribuan tahun. Lalu kenapa satu pemilik sistem yang lain selalu berganti-ganti."
__ADS_1
"Karena Yoram dan Samiri selalu membunuh mereka semua sebelum mereka menjadi benar-benar kuat."
"Untuk apa para pemilik Sistem itu dibunuh?"
"Jika Yoram adalah representasi dari kebaikan. Maka samiri adalah representasi dari keburukan. Yoram adalah contoh host yang tidak menjadi buruk dengan adanya sistem di tubuh mereka. Dan Samiri adalah contoh host yang menjadi korup dengan memiliki kekuatan dari sistem."
Kai mendengarkan dengan seksama. Dia mulai mengerti arah pembicaraan dari Frank ini.
"Jika ada pemilik sistem yang bersih. Maka Yoram akan sekuat tenaga melindunginya. Di lain sisi, Samiri akan berusaha untuk membunuhnya. Begitupun sebaliknya. Jika ada host yang korup. Samiri akan melindunginya. Dan Yoram akan berusaha untuk membunuhmya."
"Jangan-jangan maksud dari penjelasanmu ini adalah?" Kai terpikirkan sesuatu.
"Ya Kai. Kakekmu dibunuh oleh Samiri. Lokasi bertarung mereka hampir menghilang dari peradaban. Dan semua situs berita mengatakan kalau kehancuran itu disebabkan oleh likuifaksi."
"Bukankah kau katakan kalau Kakek sudah tidak memiliki Sistem saat itu?" tanya Kai yang merasa penasaran dengan motif yang dimiliki oleh Samiri dalam membunuh Kakeknya.
"Ya Kai."
"Kenapa dia tetap membunuhnya?" Kai meninggikan suara.
"Entahlah... Siapa yang bisa benar-benar tahu apa yang dipikirkan oleh Pria itu. Bisa saja dia melakukannya karena hanya sedang iseng belaka," Frank berkata setengah berbisik.
"Menarik... Lalu kenapa kau ingin aku mencapai sinkronisasi sempurna secepatnya?" kali ini Kai menanyakan motif di balik penyerangan Frank barusan.
"Karena sama seperti Yoram. Kakekmu sebenarnya ingin membunuh Samiri juga."
Kau mengurut jidatnya.
"Jadi kau ingin mengatakan kalau kau sebenarnya sedang mencari penerus dari cita-cita Kakek?"
"Ya."
Kai terdiam lalu menyimpulkan, 'Jadi ini yang Frank maksud dengan {sudah menjadi tugasnya}?'
"Dan semua ini sebenarnya tidak akan terjadi jika Tuan Arya tidak memilih untuk menyerah sebelum bertanding," terlihat raut kekecewaan tersirat di wajah Frank.
"Apa maksudmu dengan menyerah sebelum bertanding?"
"Dia menggunakan permintaannya hanya untuk menjadikanku manusia dan terlepas dari ikatan sistem. Padahal akan lebih berguna kalau dia bertahan dan menggunakan kekuatannya. Yah... Setidaknya untuk tetap berusaha melawan Samiri. Walaupun kemungkinan dia memenangkan pertaempuran tersebut sangatlah rendah."
Kai memandangi Frank. Kai bisa melihat sirat kesedihan yang sangat mendalam di wajah Frank. Kai menduga Frank bukan hanya kecewa kepada keputusan dari kakek Arya. Frank juga merasa bersalah karena akibat dirinyalah kakek Arya menanggalkan seluruh kekuatannya.
Kai mendesah panjang. Memejamkan matanya sambil membayangkan senyum lebar Kakek Arya.
"Sepertinya ada satu hal yang kau tak mengerti dari Kakek Arya Frank."
Frank terdiam. Terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kai. Dia tidak mengerti soal Tuannya? Apakah itu? Dia adalah minion dari Arya yang notabene sudah mengerti segala hal mengenai pria tua tersebut.
"Berapa minion yang Kakek miliki?"
"Hanya aku."
"Apakah Kakek menganggap kamu sebagai 'minion' nya atau sebagai 'manusia'?" Kai memberikan penegasan saat mengatakan minion dan manusia.
"Lebih dari manusia. Dia mengganggapku sebagai anaknya sendiri."
__ADS_1
"Lalu... Apa yang akan terjadi jika kamu tidak dibebaskan dari sistem. Dan Kakek Arya meninggal dunia?"
➖ Bersambung ➖