Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Bab 26 Bagian 4


__ADS_3

...• Bab 26 •...


...Altar Berdarah...


...– Bagian 4 –...


...•••...


...[Rating 21+]...


...Selain mengandung unsur kekerasan fisik dan juga kekerasan psikis, cerita ini juga dibumbui oleh hubungan tanpa ikatan pernikahan serta berbagai unsur yang berhubungan dengannya....


...Walaupun banyak referensi yang diambil dari fakta juga sejarah di dunia nyata. Tapi cerita ini merupakan sebuah kisah fiksi yang terjadi di alam semesta yang berbeda dengan dunia nyata....


...•••...


"Gimana? Enak?" ejek Yono pada keempat orang tersisa yang hanya bisa terperangah bengong tanpa sempat mengenakan pakaian mereka.


Sebelum orang-orang yang tersisa tersadar dari keterkejutan dan menyerang secara berhamburan, Yono terlebih dahulu menerjang ke arah mereka.


Dua buah serangan cepat Yono lancarkan. Membuat dua orang yang mengelilingi meja langsung terjengkang.


Melihat temannya tumbang, satu orang yang lain mengambil sebilah belati lalu mengayunkannya ke arah Yono.


Grep! Krek!


"Terima kasih," ujar Yono sambil dengan mudahnya merebut belati tersebut setelah meremukkan genggaman tangan preman ber belati.


Srat!


"Uaaagh!" sebuah teriakan histeris langsung terdengar memekakan telinga.


Yono ayunkan belati itu pada batang yang masih menancap di ladang si Mbak hingga si batang terlepas dari tubuh pemiliknya. Orang itu terjengkang dengan darah menyembur dari arteri yang barusan berhasil membuat singkong sang Preman berdiri.


Yono tak berniat membunuh dengan cepat, Yono biarkan Pria tak berbatang itu mati dengan kehabisan darah.


"Maaf Mbak!" Yono cabut batang tak bertuan dari liang lembab milik si Mbak.


Grep!


"Uogh!" suara tersedak langsung terdengar begitu Yono jejalkan batang tak bertuan itu pada mulut preman yang barusan sempat mengayunkan belati.


"Enak nggak hah batang temanmu?!" ejek Yono yang sekuat tenaga menekan batang itu hingga menyumbat jalan napas sang preman.


Preman itu ambruk berguling-guling. Berusaha keras untuk mendapatkan kembali jalan nafas. Tapi percuma, batang itu sudah tertanam begitu dalam hingga tak mungkin lagi bisa dikeluarkan.

__ADS_1


Sret! Jleb!


"Uakh!"


Dua preman tanpa pakaian yang barusan mendapatkan dua serangan awal, berhasil bangkit berdiri kembali. Namun Yono dengan cepat melemparkan belati hingga menancap ke leher salah satu di antara mereka.


Brug!


Serangan cepat tersebut berhasil membuat kawannya yang baru saja berdiri langsung terduduk kembali karena ketakutan.


Srak!


"Grooook..."


Yono dengan dinginnya mencabut belati dari batang leher sang preman yang barusan Yono serang. Yono dengan tenang membiarkan tubuhnya semakin basah oleh semburan berbagai golongan darah.


"He he he he..." Yono mentertawakan satu preman yang terduduk tanpa tenaga saking ketakutannya. Yono memang sengaja menyisakan satu orang untuk menjawab satu buah pertanyaan darinya.


"Kasih tahu aku siapa yang menyewa kalian kalau kamu masih mau hidup," tanya Yono pada orang tersebut.


"A... Aku tidak mengenalnya... Tapi kami berencana untuk membawa anak ini ke Cijagung," jawab pria tersebut dengan ekspresi sangat ketakutan.


"Ah... Dia toh dalangnya!" Yono meregangkan kedua tangannya ke udara seperti orang yang baru bangun tidur setelah mendengar kalau Juragan Agunglah yang berada di balik ini semua.


Yono langsung menyimpulkan kalau Juragan Agung berniat untuk menculik Dede demi dapat memancing Kika agar dengan sukarela mendatangi dirinya.


Srak!


"Uwaaaaaagh!" dengan menggunakan pisau belati di tangannya Yono memotong hidung milik satu-satunya preman yang tersisa.


"Souvenir!" ujar Yono sambil mengayun-ayunkan hidung preman tersebut.


Preman itu terus berteriak menangis sambil menahan aliran darah yang memancar dari hidungnya.


"Pergilah ke rumah sakit! Aku menepati janjiku dengan tidak membunuhmu loh..." ujar Yono dingin.


Preman itu kesakitan. Tapi diapun langsung bersyukur karena telah dibiarkan untuk tetap hidup. Dengan sekuat tenaga preman itu berlari menuju pintu besi yang telah tertutup kembali dengan sendirinya.


'Ini?!' Yono terkejut saat sebuah pancaran hawa membunuh yang begitu besar Yono rasakan dari balik pintu besi. Yono segera berlari untuk meraih Dede yang masih terbaring di Sofa lalu menjauhi pintu.


'Apakah masih ada orang dari komplotan mereka?! Tampaknya orang ini benar-benar kuat!' Yono bertanya-tanya dalam hati. Sejujurnya, Yono merasa sedikit ketakutan.


Glar!


Pintu besi tersebut didobrak oleh kekuatan yang sangat besar. Pintu besi yang sangat berat tersebut langsung terlepas melesat ke tembok ruangan.

__ADS_1


Untung saja barusan Yono masih sempat menjauhkan Dede dari dekat pintu.


Duar!


Pintu besi itu membentur tembok ruangan. Membuat preman tak berhidung yang hendak membuka pintu turut terdorong hingga tubuhnya hancur di sandwich tembok dan pintu besi.


'Akh... Mati juga kamu!' Yono menepok jidat menyayangkan nasib buruk preman tanpa hidung.


Asap tebal mengepul akibat tembok yang hancur bagaikan kumpulan bubuk kapur.


'Gila... Siapa sebenarnya orang ini?!" Yono melihat bayangan seorang pria yang sedang berpose seperti baru saja melakukan tendangan.


Wajar bila Yono merasa tidak nyaman akan kehadiran tamu misterius ini. Di tengah Yono yang harus menunggu sedikit dibukakan pintu untuk dapat mendobrak memasuki ruangan ini. Tendangan si pria misterius dapat membuat pintu besi yang berat itu terdorong dengan sangat jauh.


Trap trap trap trap


Tampaklah Kai yang sedang berjalan melewati asap tebal memasuki ruangan. Dia tampak menepuk-nepuk pakaiannya untuk membersihkan pakaian yang kini sedang dikenakannya.


"Apakah aku terlambat?" tanya Kai pada Yono. Wajah tegang Yono berubah menjadi lega saat sosok yang dia kira adalah musuhnya ternyata adalah bosnya sendiri.


"Ya. Aku sudah menyelesaikan semuanya," Yono menjawab dengan penuh rasa bangga.


"Maaf. Tadi aku harus berlari dari rumah sampai sini. Ternyata ilmu peringan tubuhku tidak dapat membuatku sampai dengan tepat waktu," Kai beralasan. Sebenarnya Kai hanya berpura-pura saja. Barusan Kai datang ke sini dengan cara berteleportasi. Kai hanya tidak mau mengganggu Yono dalam menyelesaikan masalahnya sendiri.


Kai kemudian memeriksa kondisi Dede yang kini sedang berada di dalam dekapan Yono.


"Gawat Yon!" ujar Kai. Membuat Yono terkejut.


"Dede memang masih hidup. Tapi anak ini baru saja dibius dengan dosis cukup tinggi. Ditambah lagi, cengkraman yang berlebihan membuat beberapa sendi Dede jadi bergeser," jelas Kai.


"Kau bisa menyembuhkannya?" Yono berkata sambil menatap garang ke onggokan mayat yang memenuhi ruangan.


"Ya. Tentu saja!"


Dengan kemampuan spesial dokter sihir miliknya, Kai langsung menyembuhkan luka luar dan juga luka dalam yang Dede derita.


"Sudah!" Kai memberitahukan. Yono jawab dengan sebuah anggukan penuh rasa syukur.


Kai kemudian berjalan mendekati sang babysitter untuk menolongnya. Si Mbak memang tampak terluka jauh lebih parah daripada Dede. Tapi luka terbesar si Mbak terlihat dari pancaran matanya yang penuh dengan trauma.


"Siapa pelakunya"? tanya Kai sambil menyembuhkan luka si Mbak.


"Siapa lagi?" jawab Yono singkat.


"Juragan Agung?" tanya Kai sambil membuka kemejanya untuk dikenakan oleh si Mbak yang sudah sembuh total.

__ADS_1


...• Bersambung •...


__ADS_2