Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 15 : Laksa (Bagian 7)


__ADS_3

'Hmmm...' Udin penasaran dengan bagaimana cara Kai akan membuatkannya Tattoo.


Melihat Udin yang tampak ragu, Kai kemudian berkata, "Dan sekarang aku juga akan memberikan kalian hadiah yang pasti kalian suka. Terutama kamu Din... Aku yakin kamu akan sangat suka dengan hadiah yang akan kuberikan ini."


"Apa itu?" tanya Udin yang jadi penasaran.


"Ya nanti. Sekarang Yono dulu ya..." goda Kai pada Udin.


Yono yang mengerti langsung membukan bajunya. Otot-otot yang ditunjukkan oleh Yono membuat Kai, Udin, dan juga Kika meneguk ludah mereka. Otot yang dimiliki oleh Yono memang sangat sangat menakjubkan. Ditambah dengan wajahnya yang putih juga rupawan sangat wajar jika nilai daya tarik yang dimiliki oleh Yono hampir mendekati sempurna.


Yono berdiri dan hendak berjalan mendekati Kai sebelum berhenti saat Kai memintanya untuk berdiri di tempat.


Kai mendekati Yono lalu memegang pundak Yono. Ingin sekali Yono bertanya apa yang sedang kalian lakukan namun dia tidak berani untuk menanyakannya.


Tidak hanya Yono, Udin dan Kika pun menjadi penasaran dan memperhatikan dengan seksama apa yang akan dilakukan oleh Kai kepada Yono.


Dengan menggunakan kemampuan spesial dokter sihir dan juga dewa pematung. Kai mulai mengukir tattoo dengan merekayasa darah dan juga pigmen kulit punggung Yono.


Yono tampak sedikit merintih saat punggungnya terlihat mengeluarkan asap seperti yang sedang dibakar. Kai bisa saja menghilangkan sensasi sakit dari Yono. Tapi kalau yang namanya di tato tapi nggak sakit kan jadi hilang esensi tato nya.


Perlahan kepulan asap di punggung Yono perlahan menghilang. Udin dan Kika begitu terkagum dengan tato naga hitam yang tiba-tiba muncul memenuhi hampir seluruh permukaan punggung Yono.


Selain karena betapa instan nya Kai dalam melakukan hal ini. Tato yang diukir dengan kemampuan spesial dewa pematung itu juga tampak begitu indah dan menakjubkan.


Tidak sampai di situ saja. Masih dengan kemampuan seni dan pahatnya yang setara dengan Dewa, Kai mencoba untuk meningkatkan daya tarik Yono hingga maksimal.


Dengan kemampuan spesial dewa pematung. Kai yang dapat membuat ukiran, lukisan, dan juga patung yang paling indah.


Dan dengan kemampuan dokter sihir yang bisa memanipulasi struktur otot dan tulang, Kai kini sedang mengukir ulang tubuh Yono.


Sambil memperhatikan angka daya tarik yang ditunjukkan oleh penglihatan seorang gigolo, Kai membuat nilai daya tarik Yono menjadi 100/100.


Kedua sahabat Kai yang lain langsung sadar kalau Yono memang terlihat semakin tampan. Walaupun tidak tampak begitu drastis karena Yono kan memang dasarnya sudah tampan dari sananya.


"Wah... Kamu tidak hanya akan membuatkan kami tato, tapi kamu juga mau membuat kami semakin tampan?" simpul Udin saat Yono kembali mengenakan pakaiannya.


"Ya. Benar. Itu modal yang sangat kalian butuhkan dalam menghadapi dunia ini. Selain uang yang banyak, daya tarik fisik yang menarik akan turut mempermudah hidup kalian," jawab Kai.


Udin senang bukan main. Bagi dirinya yang bertampang biasa saja. Tentu apa yang akan dilakukan oleh Kai pada dirinya. Merupakan hadiah yang luar biasa.


Benar saja. Setelah Kai selesai mengukir tato dewi Ameterasu yang sangat cantik. Perubahan pada wajah dan tubuh Udin sangat terlihat jelas. Udin benar-benar terlihat seperti orang yang berbeda. Hanya kalau diperhatikan dengan seksama, barulah kita akan sadar kalau ini adalah sosok Udin yang sama.

__ADS_1


"Wah... Luar biasa!" tidak segera memakai bajunya, Udin langsung mengaca dan mengagumi sosoknya.


Melihat Udin sudah selesai di vermak. Dan berarti sekarang giliran Kika. Yono langsung pamit dan pergi meninggalkan ruangan sebelum langsung turun ke lantai tiga. Sementara Udin diam di tempat ingin menonton apa yang akan dilakukan Kai pada Kika.


"Hei! Gila lu ya?!" protes Kika pada Udin yang menunggunya membuka pakaian.


"Lah... Kai boleh liat, masak aku nggak?!" protes Udin pada Kika.


"Ya nggaklah! Pergi pergi!" usir Kika.


"Ogah!" Udin tidak bergeming.


"Ya udah, kita lakukan di kamarku saja kalau kamu malu," melihat perdebatan yang sepetinya tidak akan berujung Kai kasih saran pada Kika.


Kalau Udin gak bisa diusir, ya tinggal mereka saja yang pergi.


Kai meninggalkan ruang kerjanya diikuti Kika yang mengacungkan jari tengahnya pada Udin. Udin tanggapi kelakuan Kika dengan tertawa.


Hari ini Udin sebenarnya sudah merasa begitu beruntung sekaligus bahagia. Dia saat ini sudah punya wajah ganteng yang dimana memimpikan nya saja Udin tidak sanggup. Dan dengan modal ini, Udin bisa menggandeng cewek manapun yang dia mau.


Tapi biarpun begitu, kalau ada rejeki recehan kayak liat punggung polos Kika. Apa salahnya kalau Udin sedikit usaha. Ya nggak?!


➖ 📱📱📱 ➖


Pintu kamar langsung Kai tutup sesampainya Kai dan Kika di dalam kamar milik Kai. Samar Kai melihat Udin menuruni tangga meninggalkan lantai empat area privasinya.


Srek.


Kika membuka atasan yang dia kenakan lalu membiarkannya jatuh perlahan menyentuh lantai. Walaupun sudah pernah menikmati wanita yang lebih sempurna dari Kika semacam Kristal. Tetap saja terkuaknya keseksian bagian atas tubuh Kika langsung membuat singkong Kai menjadi tumbuh dan berkembang.


Sret.


Kai membelai punggung halus Kika perlahan.


"Kai..." keluh Kika. Kai hanya tersenyum saat mendengar teguran dari gadis tersebut.


Kika tahu belaian barusan Kai lakukan bukan sebagai gerakan yang harus dilakukan untuk menghasilkan tattoo terindah. Kika tahu belaian itu Kai lakukan karena naluri kelelakian saat menghadapi sehampar keindahan.


Kai mengaktifkan dua emampuan spesialnya. Di punggung seksi milik Ibu beranak satu tersebut Kai membuat sebuah Tattoo Dewi Artemis.


Seandainya Udin dibuatkan Tattoo Dewi Amaterasu. Seorang Dewi Matahari dari mitologi Jepang. Maka Kika Kai buatkan Tattoo Dewi Rembulan dari mitologi Yunani.

__ADS_1


Kai menghembuskan nafas panjang dan puas dengan Tattoo yang dia hasilkan.


"Sebentar," bisik Kika yang langsung berdiri dan membalik badannya di depan kaca. Kika ingin melihat bentuk Tattoo baru yang ada di punggungnya.


"Wah... Ini indah sekali Kai..." puji Kika.


"Kau suka?" tanya Kaia sambil merekatkan tubuhnya pada tubuh Kika.


"Ya. Aku suka."


"Sekarang pejamkan matamu. Ada yang belum kulakukan padamu," ujar Kai sambil memeluk Kika.


'Oh iya! Kai belum memberikanku oplas mistis,' bisik Kika dalam hati.


Kika menurut lalu memejamkan matanya. Beberapa detik kemudian Kai telah selesai menyempurnakan daya tarik Kika. Menaikkan angkanya sekitar 20 poin.


Kai balik tubuh Kika yang matanya masih terpejam.


"Buka matamu," bisik Kai dengan bibir melekat pada cuping telinga Kika.


Perlahan Kika membuka matanya dan mendapati citranya tampak di permukaan cermin.


"Wah... Kai... Ini luar biasa sekali!" Kika terkagum sendiri dengan kecantikan yang kini dimilikiya.


"Eh! Kai!" Kika terkejut saat dari balik punggungnya Kai mendaratkan kedua tangan miliknya di atas gundukan daging kenyal yang kini semakin kencang dan juga menawan.


"Kai..." Kika protes manja. Menggeliat namun tak ingin Kai melepaskan.


"Temani aku tidur ya..." bisik Kai sambil mengecup leher jenjang Kika.


Kika tidak menjawab. Dia hanya membiarkan bibir Kai berjalan menlusuri halusnya kulit putih halus bak hamparan sutra.


Kika menggapai handphonenya lalu menelpon babysitter Dede yang sudah dia rekrut sejak hari kemarin.


"Teh... A... Ah... Kuh... Adah... Urusanh... Titiph... Dedeh yah..." Kika tidak bisa bertutur dengan benar saat serangan Kai membuatnya nafasnya menjadi tersengal.


"Siap Bu..." jawab Bibi terdengar di seberang sana.


Kika melempar handphonenya ke atas raniang. Dia berbalik hingga kedua pasangan kini berhadapan. Kika balas aksi Kai barusan dengan menikmati bibir seksi pria berkulit legam tersebut dengan katupan kedua bibirnya.


Kai yang sudah kelewat ngantuk sehingga akan sulit untuk tertidur akhirnya menjadikan tubuh baru nan sempurna milik Kika sebagai obat tidurnya.

__ADS_1


➖ Bersambung ➖


__ADS_2