
Kai berjalan melewati genangan darah tersebut dengan santai. Seluruh tubuhnya memerah akibat pancaran cairan kematian yang menyirami tubuhnya barusan. Wajah Kai menunjukkan ekspresi dingin penuh dengan amarah. Kai menghampiri Sila.
Kai lalu menggendong Sila agar Sila tidak perlu merasakan sensasi genangan darah yang memenuhi seluruh gudang di kakinya. Kai pengertian. Mendengar suara ledakan, aroma amis, serta sensasi cipratan hangat saja sudah sangat menakutkan bagi Sila. Apalagi kalau Sila sadar kalau di hadapannya kini telah tercipta kolam merah yang sangat mengerikan. Lebih mengerikan dari pemandangan yang ada di tukang jagal.
Kai yang sedang menggendong Sila akhirnya menggunakan kakinya dengan cara menendang, agar pintu gudang tersebut terbuka.
“Duang! BRUGH!” suara yang mengerikan memekakan telinga. Tenaga yang dihasilkan oleh bela diri kuno ternyata membuat pintu gudang tidak hanya membuat pintu gudang terbuka, tapi juga menyebabkan pintu tersebut runtuh rata dengan tanah.
‘Akh! Tenagaku terlalu besar,’ dalam hati Kai menjulurkan lidahnya karena salah memperkirakan tenaga yang dia gunakan.
Selain bela diri kuno memiliki jurus-jurus yang efisien. Kemampuan bela diri ini juga bisa turut meningkatkan kecepatan dan juga kekuatan fisik dari penggunanya. Sayangnya Kai belum bisa sepenuhnya mengendalikan dan memaksimalkan kemampuan spesialnya ini.
Kai keluar dari gudang bersiap untuk menggunakan kemampuan spesial pulung untuk pergi meninggalkan tempat ini dengan lebih cepat. Tapi Kai melihat ratusan mobil dan juga motor sedang bergerak mendekati gudang ini.
Kai yang penasaran dengan siapakah yang datang. Lalu menggunakan kemampuan spesial penglihatan detektifnya. Dari plat nomor, jenis kendaraan, serta berbagai pertanda lainnya. Kai mengetahui kalau rombongan yang datang adalah anggota dari ormas PMI yang tersisa.
Ormas PMI terdiri dari seribu lebih anggota inti. Tapi tidak mencapai dua ribu. Kai tidak menyangka, kalau untuk mengurusi Sila, ormas ini harus mengerahkan seluruh anggota inti dari ormas ini. Kai menduga, kalau ormas PMI begitu serius mengurusi hal ini karena bayaran yang mereka terima untuk menghabisi Sila sangatlah besar. Sehingga hanya ada satu biang kerok yang mungkin melakukan hal itu.
Ya. Siapa lagi kalau bukan Prians Group. Sebagai grup bisnis terbesar ketiga di Indonesia. Tentu membayar ormas milik Sandi dengan bayaran yang ekstra besar bukanlah perkara yang terlampau sulit bagi mereka. Terlebih lagi, saat terakhir kali Sila bersama Kai, Sila jelas telah mempermalukan Gugun dan seluruh keluarga mereka.
Kai tidak jadi pergi dari tempat ini. Kai ingin sekalian menghabisi seluruh anggota ormas milik Sandi saat ini juga. Bukan sekedar karena Sandi dan ormasnya berani macam-macam dengan sepupunya, tapi juga karena alasan lain yang begitu penting untuk mengembangkan jaringan bisnis yang tengah dibangun oleh Kai.
‘Bagus, dengan begini aku akan membantu pergerakan Laksa Perkasa ke depannya,’ ujar Kai yang kembali menurunkan Sila dari gendongannya. Setelah memposisikan Sila di tempat yang aman. Kai berdiri bersiap untuk membantai ormas yang selama ini menjadi hambatan bagi Laksa Perkasa.
__ADS_1
Mobil dan motor berhenti beberapa meter dari tempat Kai berdiri. Mereka semua bisa membaca sedikit banyaknya tentang apa yang baru terjadi di dalam gudang kumuh yang mereka sewa. Bagaimana tidak. Yang pertama barusan Kai terlihat menggendong Sila. Yang kedua, seluruh tubuh Kai dan Sila tampak memerah bermandikan darah yang masih basah.
Para jawara dari PMI berjajar di hadapan mereka. Sandi yang berbadan tidak terlalu besar. Lalu berjalan membelah kerumunan para Preman. Sandi berdiri di hadapan para anak buahnya dengan penuh kesombongan. Walaupun di sisi lain dia agak bergidik ngeri saat melihat pemandangan yang ada di dalam gudang.
“Kau siapa?” tanya Sandi.
“Kai Prayoga,” jawab Kai.
“Oh… Fans berat keluarga Prayoga rupanya,” nyinyir Sandi.
“Terserah kamulah…” jawab Kai tidak peduli.
“Ada kata-kata terakhir?” tanya Sandi pada Kai.
Kepalang tanggung, mereka kini harus bertarung. Dan semengerikan apapun Kai. Baik Sandi dan ratusan anak buahnya yang ada sekarang tidaklah setara dengan mereka yang ada di dalam gudang. PMI memang ormas kecil. Tapi ilmu kanuragan yang mereka semua miliki membuat ormas ini berpotensi menjadi jaringan gelap terbesar di Indonesia dalam jangka waktu tak lama lagi.
Bahkan keluarga Prayoga pun turut menaruh hormat dan berhati-hati dengan keberadaan ormas PMI.
“Tak perlu! Aku tidak akan mati di sini,” jawab Kai percaya diri.
“Hoooh… Begitukah?” cibir Sandi.
Sandi mengangkat tangannya.
__ADS_1
“Bersiaplah…” ujar Sandi pada anak buahnya yang direspon dengan seluruh anak buah yang memasang kuda-kuda siap berlari.
“Benarkah tidak ada pesan terakhir?” teriak Sandi bertanya kembali.
Kai tidak menjawab. Dia hanya menjulurkan tangannya dengan posisi telapak tangan menghadap langit. Lalu dia menggerakkan empat jarinya sebagai isyarat tantangan kepada Sandi.
“Cih!” bisik Sandi. Sandi mengayunkan tangan ke depan yang disambut lolongan ratusan anak buah yang berlari dalam kecepatan sangat tinggi.
Melihat anak buah Sandi mulai bergerak menyerangnya. Kai turut berlari mendekati kerumunan masa.
Bentrokan terjadi. Kai bertarung dengan ratusan anak buah Sandi. Pertarungan kali ini lumayan cukup sengit bila dibandingkan dengan pertarungan sebelumnya di dalam gudang.
‘Sial!’ bisik Kai dalam hati sambil menghindari serangan dan berusaha menyerang dalam jangka waktu nyaris bersamaan.
Walaupun jumlah lawan Kai kali ini tidak lebih banyak daripada lawan yang ada di dalam gudang. Tapi kemampuan Kai akui kalau kemampuan mereka luar biasa. Kai menduga kalau rata-rata dari mereka dibekali seni bela diri tingkat tinggi. Terbukti dari banyaknya serangan yang Kai lancarkan, banyak pula dari mereka yang dengan mudah dapat menghindari serangan dan gerakan dari jurus-jurus yang dimiliki oleh seni bela diri kuno.
Blam! Blam! Blam!
Beberapa serangan Kai berhasil memporakporandakan tubuh lawan. Namun seakan tidak terkejut dengan apa yang terjadi terhadap kawan mereka. Para anak buah Sandi ini terus melancarkan serangan bertubi kepada Kai.
Kai mulai berkeringat. Itu berarti mereka semua berhasil mengimbangi Kai. Bahkan beberapa serangan Kai rasakan mendarat di pelipis dan juga perutnya. Hal ini menyebabkan Kai harus mengaktifkan kemampuan spesial dokter sihir dengan menyentuh tubuhnya sendiri. Kai tidak akan membiarkan dirinya terluka dan merasa lelah di tengah pertarungan. Karena Kai menduga jika pertarungan ini akan cukup panjang.
Karena jumlah yang tidak berimbang, banyak anggota dari PMI yang tak kebagian jatah melancarkan serangan. Hal ini membuat beberapa dari mereka tampak berinisiatif untuk mendekati tempat Sila diamankan.
__ADS_1
➖ Bersambung ➖