Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 2)


__ADS_3

"Jadi uang ini kau gunakanlah untuk membeli berbagai peralatan syuting. Nanti aku akan minta Yeyen untuk menemanimu," tambah Kai pada Kika.


Kika masih terdiam. Apakah ini reaksi seseorang bila ditampar oleh uang satu milyar?


"Jam berapa mobil yang kita beli kemarin akan datang?" tanpa menunggu jawaban Kika, Kai bertanya pada Kristal.


"Sampai di sini sekitar jam sepuluh an Tuan," jawab Kristal.


"Ya udah. Pas banget berarti."


"Terus? Setelah belanja?" Kika menduga satu milyar adalah jumlah yang masih terlalu besar untuk digunakan membeli peralatan dan perlengkapan.


"Simpan uang yang tersisa. Untuk langkah berikutnya, kamu harus merekrut orang lain untuk menjadi tim kamu," jelas Kai.


"Tapi Kai... Aku tidak tahu tim apa saja yang aku butuhkan."


"Kristal bisa bantu?" tanya Kai kembali pada Kristal.


"Bisa Tuan. Karena Nona Kika masih nge blank soal seputar dunia sosmed. Aku sarankan untuk merekrut manager saja dulu. Biar nanti manager ini yang akan mengarahkan setiap langkah dari Nona Kika."


"Yaudah... Gas aja!"


"Siap Tuan."


"Kalau begitu aku mau siap-siap dulu..." Kika undur diri. Kalau mobil yang akan dia gunakan tiba jam sepuluh. Berarti waktu yang Kika butuhkan untuk bersiap diri tinggal sedikit lagi. Apalagi Kika harus menyiapkan Dede juga.


“Oh iya… Mumpung aku inget!” seru Kai kepada Kika.


“Kenapa Kai?”


“Apakah kamu ada babysitter buat ngurus Dede?”


“Belum,” jawab Kika.


Mana ada Kika kepikiran buat rekrut babysitter, Selama ini juga kerjaan dia kan memang seputar urusan rumah tangga. Masak pembantu merekrut pembantu.


“Jangan posisikan dirimu sebagai pembantu lagi. Kamu harus rekrut orang yang bisa membantumu. Setidaknya membantumu untuk mengurus Dede,” titah Kai.


“Tapi…” Kika ingin beralasan.


“Kristal. Tolong rekrutkan babysitter sekarang. Untuk penggajian, aku yakin uang yang Kika miliki nanti akan bisa digunankan,” Kai tidak mau mendengarkan alasan dari Kika.


“Baik Tuan,” Kristal langsung menelpon agen penyedia babysitter profesional.


"By the way... Apa rencanamu hari ini?" Kika yang pasrah dengan keputusan Kai lalu bertanya pada Kai sebelum meninggalkan kamar tersebut.


"Ada beberapa hal yang harus kulakukan." jawab Kai singkat tanpa benar-benar menjawab pertanyaan dari Kika.

__ADS_1


Walaupun begitu Kika paham. Apa yang dimaksud dari jawaban nggak jelas Kai itu adalah, “Sekarang aku akan melakukan sesuatu yang penting, tapi kamu tidak mungkin bisa membantuku. Jadi lakukan saja yang kuminta.”


“Baiklah… Aku pamit kalau begitu…” Kika benar-benar meninggalkan Kai dan Kristal di kamar tersebut.


Kika keluar kamar Kai dengan wajah yang masih tampak bingung. Walaupun begitu. Setidaknya Kika tidak menolak peluang yang Kai berikan.


Kai inget nasihat dari Kakek Arya, “Orang yang selalu sigap pada setiap peluang dan tidak pernah menolak kesempatan walaupun belum paham. Mereka akan terus-menerus belajar. Walaupun terpaksa. Dan cepat atau lambat, orang seperti ini pasti akan dapat meraih sukses.”


Seperginya Kika Kai berkata pada Kristal, “Aku mau mandi dulu.”


Kai mulai merasa badannya agak nggak enak karena sejak bangun tidur dia memang belum mandi. Jadi buat Kai bohong tuh lagu anak-anak bangun tidur langsung mandi. Buat Kai, habis bangun tidur, langsung makan.


“Mau dimandikan lagi Tuan?” Kristal menawarkan diri.


“Nggak perlu. Aku ingin sendiri,” jawab Kai dingin.


Bagi Kai hubungan suami istri bukanlah sesuatu yang utama. Yang paling utama bagi Kai adalah bagaimana caranya dia bisa terus berkembang hingga mencapai puncak kejayaan yang dia impikan. Sedangkan kesenangan ini hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhannya sebagai lelaki sekaligus sebagai peluruh segala penat akibat beban pikiran yang luar biasa beratnya.


[Aku bangga padamu Host.]


Puji sistem setelah melihat reaksi Kai ketika ditawari pelayanan ekstra enak oleh Kristal.


➖ 📱📱📱 ➖


Di bawah siraman air hangat Kai terus berpikir. Menghitung dan menimbang setiap langkah serta kemungkinan yang bisa terjadi hari ini. Berbagai ide jangka panjang dan jangka pendek berseliweran di dalam kepala Kai.


Sambil mengeringkan tubuhnya dan mengenakan kimono handuknya. Kai telah memutuskan apa yang akan dia lakukan hari ini.


‘Ya aku akan melakukan ini saja! Apakah memungkinkan?’ Kai bertanya pada Sistem


[Memungkinkan untuk dilakukan. Tapi…]


‘Tapi apa?’


[Tapi hasinya harus Host lihat sendiri.]


‘Baiklah… Aku paham,’ angguk Kai dalam hati.


Kai bisa saja menggunakan kemampuan spesial Meramal untuk mengetahu hasil dari setiap strateginya. Tapi seperti yang Sistem katakan, semakin jauh Kai menerawang, semakin banyak Kai mencoba kemungkinan, maka kemampuan ini akan menghasilkan rasa sakit yang semakin besar. Sejujurnya, Kai cukup trauma dengan rasa sakitnya. Selain itu, Kai juga tidak bisa meramalkan apa yang akan terjadi pada Status Sistemnya.


Begitu keluar dari dalam kamar mandi, Kristal langsung menyambut Kai dengan membukakan Kimono dan memakaikan pakaian kasual pada Kai. Dengan telaten Kristal membantu Kai, yang perlu Kai lakukan hanyalah merentangkan tangan dan biarkan Kristal merapihkannya.


‘Serasa jadi orok,’ begitu pikir Kai.


Kai lihat jam dinding. ‘Sudah jam sembilan pagi.’


Kai hari ini memang berniat untuk menyelesaikan misi kemampuan spesialnya. Mungkin Kai tidak dapat menyelesaikan ketiganya. Tapi setidaknya Kai bisa menyelesaikan satu atau dua buah misi. Memiliki sebanyak mungkin Kemampuan Spesial adalah pondasi yang harus Kai dirikan di awal pergelutannya di kota besar ini.

__ADS_1


➖ 📱📱📱 ➖


Kai saat ini sudah duduk di dalam ruang kerjanya masih dengan ditemani oleh Kristal.


‘Status!’ Kai mengecek salah satu bagian dari statusnya.


➖➖➖➖➖


• Penglihatan Seorang Detektif


Memperhatikan suatu benda selama enam jam tanpa jeda. Pelajari dan catat berbagai tanda-tanda yang bisa kamu temukan dari benda tersebut.


Hadiah Misi :


• [Kemampuan Spesial] Penglihatan Seorang Detektif


Hukuman Misi :


• Tidak Ada


➖➖➖➖➖


‘Karena sekarang sudah jam sembilan, berarti kalau aku menyelesaikan misi Penglihatan Seorang Detektif, maka misi ini akan selesai nanti jam 15,’ pikir Kai.


[Benar Host.]


‘Ya sudah, misi ini dulu saja.’ simpul Kai.


Kai memandang sekeliling lalu berkata pada Kristal, “Tolong ambilkan pajangan kayu yang ada di lemari itu.”


Kai menunjuk sebuah patung kayu berbentuk manusia yang sedang duduk yang ada di salah satu sudut lemari buku besar ruangan itu. Sembari menunggu Kristal mengambilkan pajangan tersebut, Kai mengambil sebuah buku kecil dan juga pulpen dari laci meja kerjanya. Kai juga mengeluarkan sebuah belati mungil yang tanpa sengaja Kai temukan di dalam laci meja kerja tersebut.


“Ini tuan,” Kristal menyerahkan pajangan kayu pada Kai.


“Tinggalkan ruangan ini. Selama enam jam ke depan aku tidak ingin diganggu,” ujar Kai pada Kristal.


Untuk menyelesaikan misi ini, Kai harus benar-benar berkonsentrasi.


“Apakah termasuk makan?”


“Makan, minum, kencing, berak. Aku tidak akan melakukan satupun dari keempatnya.”


Kai tahu arti dari enam jam tanpa jeda di misi tersebut yang sebenarnya. Sedikit saja konsentrasi Kai terjeda, maka misi ini akan gagal.


“Baik Tuan,” jawab Kristal menurut.


Berbarengan dengan Kristal yang pergi. Kai membuka laptopnya dan mulai melakukan tugasnya. Memperhatikan pajangan kayu ini selama enam jam tanpa jeda. Mempelajari dan mencatat berbagai tanda-tanda yang bisa Kai temukan dari benda tersebut.

__ADS_1


➖ Bersambung ➖


__ADS_2