Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam


__ADS_3

Fragmen 56 : Soulmate


Keesokan harinya di salah satu kamar Villa yang disulap jadi ruang perawatan kubuka mataku perlahan. Aku lihat Laela tengah duduk di sisi ranjang. Menggenggam tanganku sambil tertidur lelap


"Eh. Kau sudah bangun Kai?" tanya Laela yang turut terbangun.


"Kenapa Kau tidak tidur di kamarmu La?" tanyaku.


"Di sini saja. Aku merasa lebih tenang saat sedang bersamamu," Laela beralasan.


Jiwaku bergetar. Tapi sekuat hati Aku menolak untuk tersentuh akan ketulusan yang diberikan olehnya. Segala pengalaman buruk yang telah kualami membuatku menjadi lebih waspada terhadap segala pengkhianatan yang mungkin saja terjadi.


Tring!


[Pet baru telah didapatkan.]


Eh?! Apa ini?! Siapa yang tiba-tiba jadi Petku?!


Karena merasa penasaran aku segera membuka tampilan antarmuka Pet.


I... Ini kan Pak Yono?!


Aku semakin terkejut saat kulihat nama Sugiyono Prakasa tertera di sana. Tepat di bawah nama Laela Ramlan.


Aku kini mengetahui kalau usia Pak Yono sudah 57 tahun. Padahal dari casing nya, Pak Yono terlihat seperti masih berusia tiga puluhan.


Apakah karena aku telah memberikan Pak Yono kewenangan penuh atas Gaharu Hill? Masak dengan begitu saja Pak Yono bisa menjadi pengikut setiaku?


'Sistem.'


[Ya Tuan.]


'Bolehkah aku memastikan sesuatu darimu?' tanyaku sambil memandangi Laela yang sedang mengupaskan buah untukku.


[Boleh Tuan.]


'Beberapa kali kudapatkan Kau memintaku untuk memberikan nama akan banyak hal," muqodimahku.


[Ya. Tuan benar.]


'Aku ingin merubah sesuatu darimu boleh?' tanyaku pada Sistem. Sebenarnya aku merasa kalau permintaanku untuk merubah Sistem terlalu mengada-ada. Tapi aku tidak memiliki pilihan lain selain mencoba untuk setidaknya bertanya terlebih dahulu.


[Apakah itu Tuan?]


'Pet Sistem merupakan Sistem yang membuat jiwaku menyatu dengan jiwa Yono dan Laela bukan?'


[Ya benar Tuan. Dan sampai kapanpun mereka tidak akan pernah mengkhianati Tuan.]


Mendengar kata pengkhianatan sebuah pertanyaan meluncur begitu saja, 'Benarkah mereka tidak akan pernah berkhianat padaku apapun yang terjadi?'


[Sistem menilai seperti itu. Dan Sistem akan menjaganya tetap seperti itu.]


Aku memandangi Laela kembali dengan peraaan bersalah. Mungkin kewaspadaanku pada Laela selama ini tidaklah berdasar.

__ADS_1


'Kalau memang begitu, bisakah kau merubah nama fitur Pet dengan nama yang lain?' tanyaku kembali kepada Sistem. Sejujurnya Aku merasa jengah saat Sistem menyebut Laela dan Yono sebagai peliharaanku.


[Tentu saja bisa Tuan. Nama apakah yang Tuan inginkan?]


'Karena jiwa kami terkoneksi oleh Sistem seperti yang Kau bilang. Aku minta untuk mengganti nama fitur Pet menjadi fitur Soulmate.'


[Pilihan nama yang bagus Tuan.]


[Pergantian nama fitur telah berhasil dilakukan.]


[Pet System kini telah berubah menjadi Soulmate System.]


'Terima kasih Sistem.'


[Senang bisa membantu Tuan.]


...— Bersambung —...


Fragmen 57 : Talent


Sambil mengunyah buah yang Laela kupas barusan, kuperhatikan sebuah keterangan hologram yang terdapat di atas kepala Laela.


Dimana panel keterangan hologram tersebut kulihat untuk pertama kalinya saat aku terbangun dari pingsanku kemarin. Kemunculan panel ini disebabkan oleh sebuah Skill yang baru kudapatkan karena berhasil menyelesaikan Main Quest untuk memberikan pengamanan kepada Laela. Dan skill tersebut bernama Talent Scout Grade F.


Kemarin Sistem sudah menjelaskan kepadaku bahwa skill ini akan memberitahukanku tentang reputasi dan bakat yang dimiliki oleh seseorang.


Berdasarkan penilaian Sistem, Laela saat ini memiliki keterangan yang berbunyi,


[National Talent Grade C.]


Selain Laela, akupun sudah melihat keterangan yang dimiliki oleh Pak Yono saat dia memasuki ruang perawatanku kemarin. Aku merasa kagum sekaligus kecewa karena Pak Yono yang memiliki reputasi baik, ternyata memiliki bakat yang sangat rendah.


[Legendary Talent Grade F.]


Begitulah keterangan yang tertera di atas kepala Pak Yono. Bila mengingat Pak Yono sudah menginjak kepala lima. Sebenarnya ini adalah hal yang sangat wajar terjadi.


"La..." tanyaku yang penasaran pada Laela.


"Ya Kai?"


"Bisakah kau ambilkan aku cermin? tanyaku tiba-tiba.


Walaupun seharusnya aku tidak perlu merasa khawatir karena sudah terkoneksi dengan Sistem. Tapi entah mengapa aku tetap merasa penasaran dengan reputasi dan bakat yang aku miliki.


Laela lalu merogoh tasnya dan mengambil kotak bedak miliknya. Aku pun mengaca dan memperhatikan pantulan citra diriku di sana.


[Unknown Talent Grade M]


Akibat telah terkoneksi dengan Sistem, tentu saja aku kini memiliki bakat dengan Grade yang maksimal. Tapi saat kulihat reputasiku yang begitu rendah, aku jadi semakin paham dengan cara Sistem memberikan penilaiannya.


Aku merasa cukup senang dengan keberadaan dari Skill penglihatan ini. Karena mulai saat ini aku dapat menilai siapakah yang akan berguna bagi diriku dan siapakah yang hanya akan menjadi figuran belaka.


...— Bersambung —...

__ADS_1


Fragmen 58 : Panggil Saya Yono


Tok tok tok...


"Siapa?"


"Saya Yono Tuan..."


"Silahkan masuk Pak..."


Pak Yono lalu masuk ke dalam ruang perawatanku dengan wajah yang berseri-seri.


"Terima kasih banyak Tuan! Benar yang Tuan katakan kemarin. Aku sangat terkejut dengan solusi yang Tuan ambil."


"Apakah Bapak bisa mengemban tugas ini?"


"Tentu Tuan! Tapi sebelum itu aku punya permintaan."


"Apa itu Pak?"


"Tolong jangan panggil aku dengan 'Pak'. Aku tak pantas Tuan panggil dengan panggilan kehormatan seperti itu."


"Baiklah Yon!" jawabku cepat.


Jawabanku langsung membuat Laela tercengang seakan berkata, 'Basa basi nolak dulu kek... Gak sopan banget sih!'


"Untuk mempromosikan Villa, apakah kamu setuju untuk menggunakan pihak ketiga seperti yang kulakukan selama ini?" aku membuka pembahasan yang lebih serius.


"Demi memberikan bargaining yang lebih tinggi, memang sebaiknya kita membuat sebuah kantor pemasaran di bawah bukit. Tapi untuk mempromosikannya, akan lebih baik kalau kita bekerja sama dengan pihak lain. Malahan aku berencana untuk menjalin kerja sama dengan lebih banyak pihak lagi," Yono menjelaskan jalan pikirannya.


"Baiklah Yon. Aku setuju dengan strategimu," jawabku pada Yono.


"Lalu berapakah uang yang kau butuhkan untuk membangun kantor pemasaran?" tanyaku kembali.


"Aku akan membuat RAB nya dulu. Kuupayakan selesai sore ini."


"Baiklah..."


"Kalau begitu saya pamit dulu Tuan. Sekali lagi saya berterima kasih atas kepercayaan yang Tuan berikan."


"Ya Yon... Sama-sama..." Yono pun pergi meninggalkan ruangan.


Ceklek!


"Kenapa Kai? Kenapa Pak Yono bersikap begitu?" tanya Laela begitu melihat Yono telah benar-benar pergi.


"Oh... Aku baru saja membeli seluruh bukit ini dan menyerahkan manajemen bukit ini sepenuhnya pada Yono."


"Apa?! Benarkah?!" Laela terkejut hingga berdiri.


Tentu saja Laela pasti bertanya-tanya tentang seberapa besar kekayaan yang kumiliki. Tapi aku tersinggung saat tangan kanan Laela memegang keningku dan tangan kiri Laela memegang keningnya.


Tolong ya La... Aku tidak sedang sakit panas dan akupun tidak gila! Semua ini kulakukan sepenuhnya dalam keadaan sadar.

__ADS_1


...— Bersambung —...


__ADS_2