Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 25 : Suganda (Bagian 4)


__ADS_3

"Kris. Kira-kira kapan kamu bisa menggelar pernikahan Yono dan Kika?" tanya Kai pada Kristal. Sang asisten yang siap mengurusi banyak hal.


"Secepat-cepatnya bisa diadakan setelah tiga hari dari sekarang," jawab Kristal setelah sempat diam sejenak untuk sedikit berhitung


"Terus bagaimana untuk anakku dan calon mantuku ini?" tanya Pasal tak sabar kepada Kristal.


"Karena sebelumnya kita sudah mengadakan pernikahan Tuan Yono dengan Nona Kika. Berarti untuk Tuan Kai dan Nona Sila nggak usah ada persiapan lagi," jelas Kristal.


"Lalu?" Pasal sudah tidak sabar untuk langsung pada kesimpulannya.


"Bisa dilaksanakan keesokan harinya atau malamnya juga bisa langsung


dilakukan."


"Ya sudah! Malamnya saja!" sambar Pasal cepat.


"Ba... Baik..." jawab Kristal.


"Tolong ya Kris... Dalam tiga hari ke depan, Yono dan Kika akan menikah. Lalu malamnya giliran aku dan Sila yang akan menikah. Tolong kau siapkan semuanya ya," simpul Kai.


"Siap Tuan!" jawab Kristal.


"Eh Kai! Jangan lupa!" tegur Frank mencegah Kai menutup pertemuan kali ini.


"Oh iya!" Kai lupa kalau dia belum menarik kesimpulan untuk hal yang tidak kalah penting dari pernikahan nya dengan Sila.


Kai berdiri bersiap untuk mengatakan sesuatu yang sangat besar bagi dirinya dan bagi seluruh Laksa.


"Aku resmikan! Mulai hari ini... Keluarga Suganda resmi dibentuk!" teriak Kai yang disambut oleh teriakan bersemangat dari Udin, Mbak Ati, dan juga Kika.


"Aduh!" tapi berbeda dengan reaksi ketiga kawannya, Yono malah menepuk jidatnya keras-keras.


"Ha ha ha ha ha..." Kai kembali ditertawakan oleh Pasal.


"Bukan begitu cara untuk meresmikan sebuah keluarga kartel yang baru Kai!" beritahu Pasal sambil sekaligus mengejeknya.


"Tuan... Bolehkah aku bantu Kai...?" Frank meminta izin dengan sopan kepada Pasal untuk membimbing tata cara membentuk sebuah keluarga baru sesuai dengan kode etik di dunia kriminal.


"Ya. Tentu saja boleh," jawab Pasal pada Frank.

__ADS_1


Zing!


Belum habis nafas dari huruf H yang diucapkan oleh Pasal. Frank dengan cepat mengambil sebuah pisau belati di pinggangnya untuk kemudian melemparkan nya tepat mengarah ke batang leher Kai.


Apa yang dilakukan Frank langsung membuat Mbak Ati, Kika, dan Udin berteriak histeris. Uniknya, pitch teriakan Udin jauh lebih nyaring daripada teriakan Mbak Ati dan juga Kika.


Tap!


Untung saja Kai bukanlah orang yang sembarangan. Kai dapat menangkap belati yang dilemparkan tersebut dengan begitu mudahnya.


"Kenapa kau berikan belati ini padaku?" Kai paham kalau Frank tidak bermaksud untuk membunuhnya. Tapi Kai tak paham apa yang dimaksud oleh Frank dengan menyerahkan belati itu kepadanya.


Mendengar pertanyaan dari Kai. Yono yang sudah terlebih dahulu terjun ke dunia bawah langsung menjelaskan. "Untuk mengangkat seseorang menjadi anak, cucu dan sebagainya. Dalam kode etik kami, kita harus melakukan ritual perjanjian darah."


"Bagaimana caranya?"


"Jadi setiap anak harus meminum darah calon orang tua angkat mereka," jawab Frank.


"Apa?!" teriak Kika dan Udin merasa mual.


"Apakah Yono sudah pernah melakukan ritual ini dengan Kakek?" Kai tahu kalau Yono belum pernah melakukannya. Tapi Kai hanya ingin memastikannya kembali.


Kai lalu coba mengingat-ingat. Seandainya kode etik yang dijelaskan oleh Yono itu benar-benar ada. Berarti waktu itu dia juga pernah meminum darah dari Arya dong. Karena kan Arya tidak mungkin mengangkatnya jadi cucu tanpa melakukan ritual ini.


Tapi Kai benar-benar lupa kapan dia pernah melakukan ritual itu.


"Kau juga pernah melakukannya Kai. Saat aku memberikan padamu jamu merah China," jelas Frank seakan bisa membaca isi pikiran dari Kai.


Oh iya. Kai langsung teringat kalau dulu Bang Bonar memang pernah mengantarkan Kai segelas jamu berwarna merah yang katanya berasal China. Alasannya biar Kai waktu itu cepat tinggi dan kuat.


Dan satu hal yang paling Kai ingat. Jamu tersebut aromanya sangat amis dan juga tidak enak. Kai merasa mual saat dipaksa oleh Kakek dan Bang Bonar untuk meminumnya.


"Apakah mereka harus meminum segelas penuh darahku?" tanya Kai yang lagi-lagi disambut gelak tawa Pasal.


"Segelas penuh?! Lucu sekali kamu Kai! Matilah kamu!" Bapak ini memang senang sekali mengejek ketidaktahuan orang lain.


"Tidak Kai. Cukup beberapa tetes saja," jawab Yono.


"Lalu kenapa aku waktu itu..." Kai kembali bertanya-tanya karena darah yang dia minum waktu itu sebanyak satu gelas penuh.

__ADS_1


"Tuan Arya waktu itu sangat senang dan bersemangat saat tahu kalau dia akan mengangkatmu sebagai cucu. Sehingga beliau menjadi sedikit berlebihan," jawab Frank menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Sedikit berlebihan?! Yang benar saja! Kai waktu itu meminum segelas penuh loh... Segelas Peeeee nuh!


Setelah mengutuk Kakek Arya di dalam hati atas pengalaman buruk di masa kecilnya, Kai berdiri dari kursi. Bersiap untuk melakukan ritualnya.


"Tunggu Kai!" cegah Kika tiba-tiba.


"Kenapa Ka?" tanya Kai dengan nada terganggu.


"Seperti halnya dengan Sila. Kalau aku menikah dengan Yono nanti. Bukankah otomatis aku akan jadi bagian dari keluarga Suganda?" tanya Kika pada Kai.


"Ya benar," jawab Pasal mewakili Kai.


"Kalau begitu... Aku tidak akan meminum darahmu," sambar Kika yang sudah merasakan mual saat membayangkan kalau dia harus meminum darah milik Kai.


"Walaupun nanti kalian bersaudara karena ikatan perjanjian darah. Tapi kalian masih bisa menikah kok..." jelas Frank pada Kika.


"Nggak papa. Kalau ada cara lain. Aku memilih cara yang lain itu," sambar Kika cepat. Dalam hati dia merasa lega karena bisa terhindar dari ritual memualkan ini.


"Dasar penakut!" ejek Udin pada Kika. Kika balas cibiran Udin dengan ngejulurin lidah manisnya. Kika tahu kalau sebenarnya Udin iri pada dirinya.


"Ya sudah kalau begitu. Kai sudah benar. Berdiri saja di situ. Lalu kalian bertiga berjajarlah di depan Kai dimulai dari yang paling tua dari kalian," ujar Frank mengarahkan mereka untuk menjalankan ritual perjanjian darah.


Sret!


Kai genggam belati milik Frank sekuat tenaga dengan bagian tajam mengarah ke telapak tangannya. Gerakan Kai membuat telapak tangannya langsung sobek dan berdarah.


Kai kepalkan genggaman tangannya sekuat tenaga sehingga darah Kai terperas keluar dari celah jemarinya.


Secara bergantian Mbak Ati, Yono, dan Udin berjongkok di bawah kepalan tangan Kai untuk meneguk tetesan darah yang keluar dari tangan Kai.


Dengan selesainya ritual ini. Kai telah resmi menjadi Godfather bagi Melati sebagai anak Pertama, Yono anak Kedua, dan Udin sebagai anak ketiga.


"Baiklah! Dengan ini keluarga Suganda sudah resmi terbentuk! Dan dalam beberapa hari lagi. Kika akan jadi Istri dari anak Kedua Suganda. Dan Sila akan jadi Istri dari sang Godfather di keluarga Suganda!" teriak Pasal sambil berdiri dari kursinya dan menelentangkan tangannya.


"Hormat kami pada Ayah!" Yono berteriak dan bersujud di hadapan Kai.


"Hormat kami pada Ayah!" Mbak Ati dan Udin kompak mengikuti tindakan Yono. Bersujud di hadapan sang Godfather baru.

__ADS_1


➖ Bersambung ➖


__ADS_2