
Setelah berlari turun seperti selayaknya manusia normal. Kai akhirnya sampai juga di lantai bawah dan langsung menyapa Udin dan Yono. "Hai semuanya..."
"Kaaaaai..." Udin yang melihat sosok Kai langsung berlari mendekati. Dia berteriak bahagia. Udin langsung melompat hendak memeluk Kai.
Kai yang melihat Udin melompat tinggi melayang di udara langsung mengaktifkan kemampuan spesial Bela Diri Kuno miliknya. Kai menghindari terjangan Udin dengan satu gerakan kecil. Gagal memeluk Kai, Udin terjerembab ke tanah dengan wajah yang mendarat terlebih dahulu.
"Hai Yon..." tanpa mempedulikan Udin yang mengaduh kesakitan, Kai menyapa Yono dengan ramah sambil menjulurkan tangannya.
Yono menyambut uluran tangan Kai hingga akhirnya mereka pun bersalaman.
"Kau bawa semua anak buahmu?" Kai megawali pembicaraan.
"Ya. Gak papa kan? Mungkin mereka akan tinggal di sini sampai kami dapat basecamp yang baru," izin Yono.
"Seterusnya gak papa kok... Rumah ini cukup besar buat menampung semuanya," jawab Kai tak keberatan.
'Siapa itu?' Kai sedikit terkejut saat melihat seorang wanita yang tidak dia kenal berada di belakang Yono.
Seorang wanita setengah baya yang cantik jelita. Skor daya tariknya berdasarkan penglihatan seorang gigolo adalah 95/100. Nilainya sepuluh poin di atas Kika. Padahal dari segi usia, wanita itu tampak jauh lebih tua daripada Kika.
Kika yang skornya 80 an saja sudah digolongkan kepada kembang desa. Apalagi wanita ini!
"Oh... Ini Mbak Ati," melihat Kai yang terperana akan kecantikan yang terpancar, Udin yang sudah bangkit berdiri kembali langsung mengenalkan.
"Mbak Ati adalah istri dari Juragan Agung," tambah Yono.
"Mantan!" Mbak Ati protes dengan suara yang pelan namun dingin.
Kai melihat Mbak Ati yang katanya mantan istri Juragan Agung dengan lebih seksama dengan penglihatannya. Namanya Melati Asmara. Usianya sudah empat puluh tahun lebih.
Berdasarkan penglihatan seorang detektif, Kai langsung mengetahui semuanya. Mbak Ati ikut kabur bersama Yono dan Udin karena Juragan Agung mengetahui kalau Mbak Ati lah yang membantu Kika meloloskan diri Kika dua hari yang lalu.
Kai juga mengetahui kalau upaya Yono dalam menyelamatkan Mbak Ati dari Juragan Agung lah yang membuat mereka semua terlambat datang. Seandainya mereka tidak harus membantu Mbak Ati kabur dari Cijagung, maka mereka mungkin sudah datang dari kemarin. Walaupun harus membawa orang sebanyak ini.
__ADS_1
"Mbak Ati...!" Kika yang habis jalan pagi bersama Dede dengan menggunakan stroller langsung berlari dan memeluk Mbak Ati. Bagi Kika, Mbak Ati adalah pahlawan wanitanya
Melihat bagaimana Kika dan Mbak Ati berpelukan, Kai melirik ke arah Udin. Udin yang paham akan maksud dari lirikan Kai langsung menggaruk kepala yang tak gatal.
Kalau cewek melakukan lompatan buat meluk kayak gitu kok lucu ya... Kalau cowok yang melakukannya, kok terasa menjijikkan.
Kai lihat orang-orang yang mondar-mandir di sekitarnya. Sesuai dugaan dari Kai, Yono dan Udian tidak mungkin datang sendiri. Selain anak buah Yono, Kai yakin kalau Udin dan Yono juga akan membawa keluarga mereka.
"Oh iya Kai... Ini Ibuku..." Udin mengenalkan Kai pada keluarganya.
"Dan yang dua ini?" Kai melihat dua orang gadis kembar berusia tujuh belas tahun yang tidak terlalu cantik.
"Mereka berdua adalah adikku," jawab Yono.
Dengan penglihatannya, Kai kini mengetahui segalanya. Udin adalah anak yatim sejak kecil. Atau bisa dikatakan dipaksa Yatim. Ayah Udin sebenarnya masih hidup. Namun Ayah Udin memilih untuk berselingkuh. Pria tak bertanggung jawab itu kemudian pergi meninggalkan keluarganya dan tidak pernah kembali hingga saat ini.
"Kai... Mana?" dengan menggunakan isyarat tangan, Udin menanyakan keberadaan motornya kepada Kai.
"Maaf Din... Motormu udah hancur saat kami berusaha kabur," jawab Kai yang sebenarnya sengaja meninggalkan motor Udin di lokasi kejadian.
Yono sudah menduga itu adalah hasil perbuatan dari Kai. Namun berdasarkan jejak yang tertinggal, nampak mustahil kalau itu dilakukan oleh manusia. Sehingga disimpulkan kalau itu adalah sebuah fenomena gaib.
Mendengar motornya telah raib, Udin kemudian melirik Yono. "Yon... Berarti hutangku sudah lunas kan?"
Yono pura-pura gak mendengar Udin. Dia kemudian turut mengenalkan keluarganya kepada Kai.
"Ini anakku," ujar Yono menunjuk anak lelaki yang ada di sana.
"Wah... Siapa namanya?" tanya Kai ramah.
"Nama anak ini adalah Asta Gilang Perkasa. Panggil aja Gilang. Usianya sekarang sebelas tahun. Masih kelas 6 SD," jelas Yono sambil mengacak rambut anaknya.
"Salim sama Om Kai!" perintah Yono.
__ADS_1
Anak itu menuruti perintah Yono tanpa sedikitpun membantah.
'Anak yang sopan. Gak kayak Bapaknya,' begitu pikir Kai saat tangan kanan nya dikecup anak tersebut.
Lagi-lagi penglihatan Kai memberitahukan sebuah fakta yang mengejutkan. Selain karena Kai baru tahu kalau Yono ternyata adalah seorang duda beranak satu.
Ternyata Yono memiliki sebuah masa lalu yang cukup kelam. Istrinya telah meninggal dunia. Dan yang membunuh istrinya adalah Yono sendiri.
Alkisah, dulu sewaktu muda, Yono jatuh cinta kepada seorang wanita tuna susila. Mereka menjalin hubungan cinta yang luar biasa walaupun profesi yang dimiliki oleh istrinya adalah profesi yang menjijikkan di mata orang-orang.
Hanya saja istrinya harus menderita karena sebuah penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya. Karena waktu itu Yono bukanlah orang yang sekaya sekarang. Mereka tidak bisa memberikan pengobatan yang maksimal untuk istrinya.
Di saat anaknya berusia dua tahun. Yono menjatuhkan istrinya di sebuah jurang dengan tujuan untuk menghilangkan penderitaan yang dirasakan oleh istrinya tersebut.
'Kika, Udin, dan sekarang Yono. Kenapa semuanya mempunyai masa lalu yang berat?' bisik Kai dalam hati.
Kai tidak berpikir kalau sebenarnya dia juga memiliki masa lalu yang tidak kalah beratnya. Mereka semua bisa berkumpul di sini karena mereka memiliki frekuensi yang sama. Di mana mereka semua tetap sanggup bercita-cita tinggi walaupun hidup mereka begitu berat.
'Berarti dengan begini Laksa Perkasa sudah memiliki calon penerusnya,' bisik Kai.
Walaupun masih SD. Tapi pada dasarnya usia Gilang cuman empat tahun lebih muda daripada Gugun sang sepupu laknat. Seandainya Gugun bisa ditunjuk sebagai ahli waris dari Prians Group. Tentu saja itu berlaku juga untuk Gilang.
"Gila Kai... Rumah kamu dahsyat banget," Udin menyatakan kekagumannya dengan rumah megah milik Kai.
"Kau benar. Aku nggak nyangka kalau aku juga bakal tertipu kayak begini, Yono turut mengagumi.
Yono tidak sakit hati saat dia berpikir kalau selama ini Kai telah menipu mereka dengan menyembunyikan identitasnya sebagai orang super kaya.
"Mobil kamu ada lima?" tanya Udin yang sebenarnya tidak bertanta. Udin memuji kelima mobil MPV mewah Kai yang terparkir berjajar dan memiliki warna yang sama.
"Dua dari lima mobil itu untuk sementara kuberikan pada kalian," ujar Kai pada Yono dan Udin.
"Benarkah?" Udin tampak senang bukan main.
__ADS_1
Yono pun tersenyum dan mengangguk sebagai tanda berterima kasih.
➖ Bersambung ➖