
Sudah sepekan berlalu sejak Kai menghilang dari rumahnya untuk menyelamatkan Sila. Ketiga sahabat Kai mulai merasa galau karena mereka seakan sudah kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi hidup mereka. Walaupun begitu, mereka semua berusaha untuk tetap
“Udah ada kabar dari Kai?” tanya Yono pada Udin yang sedang santai di lantai dua istana milik Kai.
“Belum,” jawab Udin sambil memperhatikan beberapa proposal di tangannya.
Udin memang sedang bersantai. Tampak dari segelas kopi dingin dan sebungkus rokok di atas meja. Tapi sesantai-santainya Udin saat ini, dia bukan lagi Udin yang dulu hanya bisa ngeronda dan maen gaple setiap hari. Udin tetap harus bekerja bahkan saat matanya sedang terpejam.
Tumpukan proposal di atas meja mungkin berjumlah lebih dari lima puluh buah. Dan proposal pengajuan pinjaman ini merupakan yang terpilih dari sekian banyak proposal yang sampai ke koperasi mereka. Tugas Udin adalah memberikan seleksi final mengenai perusahaan mana yang memang cukup menjanjikan bila diberikan pinjaman modal.
Dengan kemampuan insight ahli manajemen serta insight yang merupakan serpihan kecil dari kemampuan spesial penglihatan seorang cenayang membuat Udin bisa menilai potensi sebuah perusahaan dengan sangat baik. Sehingga hampir semua penilaian yang Udin lakukan adalah sama dengan benar.
“Kamu juga belum dapat kabar apa-apa dari Kai?” Yono tak puas dan kembali bertanya pada Kika yang sedang mengontrol para editornya.
“Tidak,” jawab Kika sambil mengecup lembut bibir Yono.
Yono dan Kika memang akhir-akhir ini sudah secara terang-terangan menunjukkan hubungan yang mereka jalin. Terlebih lagi saat mereka sadar bila Kai pun seperti yang merestui hubungan mereka. Yah… Sebenarnya Kai bukan merestui, tapi lebih kepada tidak peduli.
Bila Yono dan Kika merasa mereka lebih bahagia dengan menjalani hubungan. Ya silahkan saja! Kai tidak pernah merasa rugi. Karena dua minion Kai yang berdaya tarik sempurna, Kristal dan Yeyen, adalah dua sosok yang selalu siap dengan senang hati menyediakan lahan garapan untuk ditanami oleh singkong hitam milik Kai.
“Kalau kata Kristal sih Kai nggak usah dikhawatirin, dia baik-baik saja,” jelas Kika pada Yono.
“Ya. Tuan baik-baik saja. Kalian tidak perlu khawatir. Dia hanya sedang mempersiapkan sesuatu yang sangat penting,” ujar Kristal yang turun dari lantai empat. Tempat dimana kamarnya berada.
Kristal telah beberapa pekan sudah tidak lagi mengenakan pakaian ultra formal. Dia sudah menuruti permintaan Kai yang menginginkannya untuk bertingkah lebih manusiawi.
“Tapi wajar lah kami khawatir, kan Kai pergi itu pas Bandung ngalamin bencana alam kemarin,” Udin membela kedua sahabatnya.
“Iya… Aku paham…” jawab Kristal.
Di hari kepergian Kai. Diketahui terjadi bencana alam yang cukup dahsyat di kota Bandung. Bencana itu merupakan gempa yang cukup dahsyat yang berhasil menghancurkan seperempat bagian dari kota Bandung. Dan tidak hanya di kota Bandung. Gempa itu terjadi di sejumlah daerah lainnnya, seperti di Cimahi, Cianjur, hingga ke Gunung Salak.
__ADS_1
Dan gempanya pun cukup unik. Karena dia seperti bergerak merayap dengan cepat. Dimulai dari distrik sekitar apartemen Sila.
“Tapi benar Tuan Udin… Tuan Kai baik-baik saja…”
“Ya… Bukan aku tidak percaya sama kamu. Tapi yang namanya khawatir ya khawatir,” tegas Udin yang heran kenapa sulit sekali membuat Kristal bisa mengerti arti dari kata ‘khawatir’.
Lagipula walaupun Udin percaya sama yang dikatakan oleh Kristal. Tetap saja Udin tidak mengerti dari mana Kristal bisa tahu kabar Kai padahal Kai itu handphone nya ketinggalan. Dan Kai memang sama sekali tidak menghubungi Udin dan kawan-kawan selama sepekan ini.
Yah… Walaupun untuk urusan transfer sih tetep lancar.
➖ 📱📱📱 ➖
Sore harinya di dalam kamarnya. Mbak Ati yang sedang bersantai rebahan sambil baca novel online. Tiba-tiba dikejutkan dengan pintu kamarnya yang diketuk.
Mbak Ati yang notabene dalam pelarian, belum pernah mendapatkan tamu ke kamarnya. Bahkan Kai sekalipun seperti membiarkan Mbak Ati untuk menggunakan waktunya sebaik mungkin untuk dapat beradaptasi dan recovery dari apa yang sudah dilakukan oleh Juragan Agung pada dirinya.
Jadi memang yang menyebabkan Yono terlambat adalah karena dia dan kawan-kawan berusaha menyelamatkan Mbak Ati dari suaminya.
Saat itu, Juragan Agung yang mengetahui kalau Mbak Ati telah membantu Kika menyelamatkan diri. Sempat menyeret Mbak Ati yang terluka parah, mengelilingi Desa Cijagung tanpa mengenakan busana. Kehilangan aset paling berharganya, Juragan Agung seperti yang kesetanan dan secara terang-terangan menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya di hadapan seluruh penduduk desa.
Siapa yang jadi korban? Tentu saja seluruh penduduk Desa. Merasa menjadi penyebab dari penderitaan banyak orang. Mbak Ati akhirnya banyak diam dan menyalahkan dirinya sendiri. Dan Mbak Ati seakan malu untuk bertemu dengan orang-orang. Apalagi rata-rata penghuni rumah ini adalah mantan penduduk Desa Cijagung.
“Siapa?” tanya Mbak Ati menyelidiki sosok yang mengetuk kamarnya.
“Aku Kristal Nona…” ujar suara lembut yang berada di balik pintu.
“Oh… Kristal… Silahkan masuk…” sahut Mbak Ati pada gadis yang begitu dia kagumi kecantikannya.
“Nona Melati…” sapa Kristal begitu memasuki kamar Mbak Ati.
“Ya… Ada apa Kris?”
__ADS_1
“Begini… Barusan Tuan Kai menghubungi, katanya dia perlu bertemu dengan Nona Melati,”
“Oh ya? Kapan?”
“Sekarang juga…”
“Baiklah, aku akan bersiap-siap dulu,” jawab Mbak Ati cepat tanggap.
“Apakah perlu aku bantu?” tawar Kristal.
“Tidak perlu lah… Emangnya aku Kai…” celetuk Mbak Ati pada Kristal.
“Baiklah kalau begitu, aku tunggu di bawah ya Non… Sekalian aku kabari Yeyen agar menyiapkan kendaraan,” jelas Kristal,
“Ya… Terima kasih… Mungkin aku dandannya agak lama,” izin Mbak Ati.
“Kami akan menunggu,” jawab Kristal sambil meninggalkan kamar Mbak Ati lalu menutup pintunya kembali.
➖ 📱📱📱 ➖
“Benarkah Kai sudah menghubungi?” tanya Udin pada Kristal saat tahu kalau Kai meminta Mbak Ati untuk menemuinya.
“Ya Tuan… Baru saja Tuan Kai menghubungi saya,” jawab Kristal.
“Syukurlah…” bisik Udin.
“Tapi apakah Kai tidak ingin menemui kami?” Tanya Udin sambil turut menunjuk Yono dan Kika.
“Tidak Tuan, Tuan Kai hanya ingin menemui Mbak Ati. Bukan karena Tuan enggan bertemu dengan kalian. Tapi karena Tuan Kai sedang mempersiapkan sesuatu yang cukup besar,” jawab Kristal.
“Baiklah kalau begitu,” Udin sedikit merasa tidak puas dengan jawaban dari Kristal.
__ADS_1
“Untuk Tuan Udin, Tuan Yono, dan Nona Kika. Tuan Kai sudah mempercayai kalian semua. Sehingga walaupun Tuan Kai tidak menemui kalian saat ini, kalian tetap bisa menjalankan Laksa dengan baik,” Kai barusan seperti yang tahu akan datangnya aroma ketidakpuasan dari ketiga kawannya. Sehingga dia menitipkan pesan seperti itu kepada Kristal.
➖ Bersambung ➖