
Sebuah suara serak nan dingin menyeramkan muncul dari mulut Sandi.
“Aku?” tanya Kai pada Sandi yang kerasukan. Apakah dengan adanya Sistem akhirnya para Jin juga turut tunduk kepada Kai?
“Oh… Yowis… Ngobrol aja dulu…” jawab Kai sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
Kai menyalakan rokoknya. Dia bersedia menunggu Sandi untuk menyelesaikan transformasinya. Ya memang… Sebenarnya Kai bisa saja menyerang Sandi dengan mudah saat ini juga. Tapi bagi Kai, sportifitas adalah yang utama. Kai tidak rela kalau dirinya harus menang karena menyerang Sandi di saat dia tidak siap seperti sekarang.
“Kenapa?” suara yang keluar dari mulut Sandi berubah menjadi suaranya sendiri.
Bagaikan seseorang dengan kepribadian ganda, suara lain kembali keluar dari mulut Sandi.
“Lakukan saja! Aku tidak peduli dengan kondisi tubuhku!” teriak Sandi pada dirinya sendiri.
Jelas para Jin itu kembali.
“Apa itu Sistem?” tanya Sandi.
“Maksud kalian?”
“Aku bisa jelasakan!” ujar Kai yang masih merokok di kejauhan.
Para Jin keheranan dengan betapa santainya Kai saat ini.
“Apa itu Sistem?” tapi Sandi penasaran.
‘Aku boleh menjelaskan yang kutahu tentang kamu kan Sistem?’
[Boleh Host. Para Jin itu sudah tahu rahasia dari Sistem.]
‘Baiklah…’
“Jadi Sandi…” Kai menghembuskan asap rokoknya. Lalu menjelaskan dengan kalimat yang sengaja dieja dan dipatah-patah seakan sedang berbicara dengan anak-anak.
“Aku… Di… Bantu… De… Wa… Ka… Mu… Di… Bantu… Siluman… Aku Dewa! Kamu Siluman!” jelas Kai pada Sandi.
[Bodoh!]
Sistem mengumpat.
Jin tepok jidat.
“Tuh kan benar dugaanku…” Sandi sepakat.
“Karena lawanku adalah representasi dari Dewa. Dan aku adalah representasi dari Siluman. Apa salahnya kalau kalian bertarung. Aku juga penasaran antara Dewa dan Siluman siapa yang akan jadi pemenang,” simpul Sandi.
Kai mengangguk bangga Sandi bisa memahami maksudnya.
“Aaaaaargh!” Sandi berteriak kesakitan setelah seluruh Jin yang sedari tadi mengantri secara sekaligus ingin memasuki tubuh Sandi.
“Udah transformasinya?” ujar Kai yang tiba-tiba sudah memegang tubuh Sandi.
jawab para Jin.
__ADS_1
“Kelamaan! Rokokku sudah habis!”
Blam!
Kai dengan mudah menghancurkan tubuh Sandi hingga porak poranda. Kai yang awalnya ingin sportif. Kalah sabar dengan habisnya sebatang rokok yang dia hisap barusan.
‘Ih… Serem banget!’ Kai menggigil ketakutan karena barusan saat Kai akan meledakkan tubuh Sandi dengan kemampuan dokter sihirnya. Kai dapat melihat sosok-sosok Jin yang sedang berusaha menjejali tubuh Sandi.
Sementara itu di alam Jin.
“Tuan, jadi sekarang kita nganggur nih? Kita harus cari inang lagi dong?” tanya seorang Jin kepada Jin lainnya.
“Aku trauma brother… Kayaknya aku sekarang mau pensi dulu… Mau jadi tuyul aja dulu… Lebih ringan tugas mereka…” ujar sang Raja Jin yang menggigil ketakutan saat barusan dalam sepersekian detik dia tanpa sengaja melihat wujud sesungguhnya yang dimiliki oleh Sistem.
➖ 📱📱📱 ➖
Kai kini telah sampai di tempat dia meninggalkan Sila. Sila ternyata telah menyempatkan dirinya untuk membersihkan diri ala kadarnya di kolam yang berada di dekat gubuk.
“Yuk…” Kai mengulurkan tangannya kepada Sila. Terbang memegang udara
“Ayo,” jawab Sila yang sekujur tubuhnya masih basah karena menceburkan airnya ke dalam kolam barusan.
Berbeda dengan Kai, setidaknya kini Sila tidak lagi berwarna merah dengan serpihan organ menempel di tubuhnya.
“Naiklah!” Kai menawarkan punggung miliknya kepada Sila.
“Nggak mau mandi dulu?” tanya Sila pada Kai.
“Nanti saja! Aku ingin cepat pergi dari sini,” jawab Kai yang merasa akan berbahaya kalau mereka terus berada di dekat TKP.
Walaupun enggan dengan bau amis yang terpancar dari tubuh Kai, Sila akhirnya tetap mengiyakan tawaran Kai lalu nemplok di punggung Kai.
“Mau kemana?” tanya Kai.
“Apartemenku saja,” jawab Kika.
‘Sistem, tunjukkan jalan ke apartemen Kika,’ ujar Kai pada Super GPS miliknya.
[Baik Tuan]
‘Pulung!’
Wush!
Kai langsung melesat ke udara. Tanpa adanya benda yang dia pulung. Dengan kreatifitasnya Kai kembali meningkatkan kemampuan dari Pulung. Kai kini tengah memulung udara yang tidak dapat terlihat.
‘Pulung!’
Boom!
Kai memulung udara di hadapannya, hingga membuatnya melesat dengan begitu jauh bagaikan sebuah jet tempur. Meninggalkan ledakan udara di belakangnya.
Sila yang sudah terbiasa dengan segala fenomena mistis yang dia alami dalam satu jam terakhir ini menjadi tidak terkejut dengan yang bisa Kai lakukan. Bahkan Sila pernah dengar kabar kalau Kakek Arya juga punya kekuatan mistis yang membuatnya bisa menciptakan api dari tangannya atau menggerakkan benda dari kejauhan.
Beberapa dari anak buah Kakek pernah cerita kalau Kakek juga mempunyai kemampuan untuk terbang seperti Superman.
➖ 📱📱📱 ➖
Di sebuah tempat sekelompok Bapak-Bapak sedang mengobrol dengan santai sambil bermain gaple.
Salah seorang dari mereka tiba-tiba tercekat sambil menatap langit. Wajahnya pucat pasi.
“Kenapa Pak Abot?”
“I… Itu Pak…” jawab Pak Abot menunjuk langit.
Apa yang dilakukan Pak Abot membuat semua orang di sana turut menatap langit.
“Gak ada apa-apa kok Pak?” ujar Bapak-Bapak yang lain. Walaupun gak ada apa-apa yang mereka lihat. Tapi reaksi alami dari Pak Abot membuat mereka semua cukup terkejut dan turut pucat pasi.
“Bapak lihat apa Pak?” tanya yang lain Pada Pak ABot.
__ADS_1
“Ku… Kuyang…” jawab Pak Abot yang barusan melihat sekilas bagaimana Sila yang sedang digendong oleh Kai yang berlumuran darah dan juga dipenuhi oleh serpihan organ.
➖ 📱📱📱 ➖
Lokasi kejadian perkara kini sudah dipenuhi oleh polisi.
“I… Ini mengerikan sekali…” ujar salah seorang polisi kepada polisi lainnya.
“Ini mirip dengan yang terjadi di Cijagung,” jawab polisi yang lain.
“Ya benar. Apakah benar ini masih berkenaan dengan fenomena mistis?” tanya lawan bicara polisi tersebut.
“Anggap saja begitu,” ujar salah seorang pria berbadan super gagah dan besar berjaket kulit yang berjalan melewati mereka.
“Ko… Komandan!” kedua polisi yang ngegosip itu langsung memberikan hormat kepada pria tak berseragam tersbeut.
“Dimana saksinya?” tanya sang Komandan kepada polisi yang lainnya lagi.
“Disana Komandan!”
“Antarkan saya!”
“Ba… Baiklah Komandan!”
➖ 📱📱📱 ➖
Kai menyisakan satu orang saksi hidup dari kejadian ini. Dia adalah pria yang Kai pinjam bandananya. Kai berterima kasih pada pria itu karena telah meminjamkan bandana dengan cara membiarkan pria tersebut tetap hidup.
“Kai… Kai… Kaiju… Kaiju… Kai… Kaiju…” pria tersebut hanya duduk sambil mengatakan kata yang sama.
“Dari tadi dia begitu?” tanya Komandan.
“Ya Komandan! Tidak ada keterangan apapun yang bisa diambil dari saksi ini.”
“Kaiju ya… Hmm… Menarik…”
[Tuan. Sepertinya…]
Ujar suara seperti robot kepada sang Komandan. Suara itu bergema di dalam kepala sang Komandan.
‘Benar Sistem… Sepertinya dia adalah Host pengguna Sistem yang baru,’ jawab Komandan kepada Sistemnya.
[Jadi sekarang…]
‘Ya. Pengguna Sistem telah lengkap kembali,’ jawab Komandan.
[Apakah dia bisa mengalahkan Samiri?]
Tanya Sistem pada Hostnya.
‘Tidak tahu, tapi yang pasti sepertinya dia belum cukup menarik bagi Samiri,’ jawab sang Komandan.
‘Lagipula aku ragu dia adalah orang yang bisa mengalahkan Samiri,’ lanjut pria gagah tersebut.
[Aku mengerti Tuan Yoram.]
Sistem memanggil nama dari Hostnya.
‘Panggil aku Yahya. Saat ini aku adalah Komandan Yahya,’ Komandan Yahya yang bernama asli Yoram mengingatkan Hostnya.
[Baik Komandan Yahya. Ngomong-ngomong… Setelah ini apa yang akan Host lakukan selanjutnya…?]
‘Hahahahahahaha…’ Yoram atau Yahya tertawa di dalam hatinya.
‘Aku akan memperhatikannya dulu. Jika dia sama bejatnya dengan Hitler, Ramses ataupun Napoleon, aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri,’ lanjut Yoram.
[Lalu kau akan menuliskan sejarah palsu?]
‘Seperti biasa bukan?’
[Ya Host… Seperti biasanya…]
__ADS_1
Tutup Sistem kepada orang yang oleh sebagian manusia kerap disebut sebagai Yahweh.
➖ Bersambung ➖