Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 23 : Fakta Tiga Unsur (Bagian 1)


__ADS_3

Ya. Memang seharusnya. Dengan Frank yang mengetahui keberadaannya sebagai pemilik Sistem saja, itu sudah begitu mengherankan.


Yang pertama adalah karena Kai sudah benar-benar merahasiakan hal ini dari siapapun. Tidak ada yang mengetahui hal ini selain dia dan Sistem.


Yang kedua. Karena menurut keterangan Sistem. Semua kejadian yang aneh yang berkaitan dengan Sistem akan dicitrakan berbeda di mata orang-orang yang melihatnya. Jadi akan sulit bagi seseorang untuk mengetahui seseorang itu adalah pemilik sistem atau bukan. Bahkan bila orang itu telah mengetahui rahasia keberadaan dari Sistem.


"Jadi Kenapa kau tiba-tiba ingin membunuhku?" Kai mengganti topiknya sejenak. Dia benar-benar ingin tahu alasan dibalik penyerangan barusan.


"Ayolah! Pemilik sistem tidak akan mati hanya karena serangan ringan seperti itu."


"Serangan ringan katamu?" Kai menoleh untuk melihat sebuah lintasan mengerikan yang membentang antara gunung salak dan kota Bandung. Sebuah lintasan yang tercipta bersamaan dengan terus berpindahnya lokasi pertarungan mereka.


'Sampai jadi begini dia sebut ringan?' Kai menjadi ragu dengan persepsi kewajaran di mata Frank.


"Aku hanya ingin mengetahui sejauh mana kemampuanmu yang sebenarnya. Selain itu juga. Sedari awal aku ingin kau meningkatkan kekuatanmu hingga mencapai level maksimal secara instan," Frank menjelaskan alasan. Membuat dirinya seakan merupakan pahlawan di balik Kai yang berhasil mencapai singkronisasi sempurna.


"Alah! Alasan!" Kai berbalik tak mau menatap wajah Frank yang malah tersenyum lebar setelah dibuat babak belur seperti sekarang.


"Memang benar. Setelah memerintahkan salah satu anak buahku untuk mengikutimu sejak di rumah sakit waktu itu. Setiap fakta yang kutemukan membuatku semakin yakin kalau kau adalah pemilik Sistem yang baru," jelas Frank kembali.


Kai hanya diam mendengarkan penjelasan Frank yang mulai dirasa masuk akal.


"Dan sebagai orang yang mengetahui banyak hal soal Sistem. Sudah tugasku untuk memaksa pemilik sistem baru agar segera mencapai level maksimal," Frank menjeda perkataannya karena teringat sesuatu.


"Tugasmu?" Kai tak tahan untuk balik menatap lawan bicaranya.


"Ya. Itu adalah tugasku," Frank membenarkan dengan singkat.


"Oh iya... Aku hampir sangat yakin kalau kau adalah pemilik dari sistem yang baru. Namun pada awalnya aku penasaran kenapa seorang pemilik sistem berpura-pura menjadi pewaris keluarga Prayoga yang tidak akan ada apa-apanya bila dibandingkan dengan yang akan kau dapatkan dengan memaksimalkan keuntunganmu sebagai pemilik Sistem."


"Jadi?" Kai minta Frank untuk langsung menyimpulkan.


"Jadi kupikir kau hanyalah seorang pemilik Sistem yang benar-benar payah."


Ya... Kalau sudut pandangnya seperti itu jadinya wajar. Sebagai pemilik kekuatan dari alam semesta, seharusnya seorang pemilik Sistem tidak mungkin menjadi seorang penipu.


"Tapi ternyata kau memang Kai yang kutemui beberapa kali di gubuk itu. Karena cuman Kai yang bernama asli Oka lah yang mengenalku sebagai Bonar."


"Pantas barusan kau sepertinya sedikit terkejut."


"Ya... Aku sama sekali lupa kalau sistem juga bisa memberikanmu pilihan avatar sehingga kau bisa hidup sebagai orang yang berbeda."

__ADS_1


'Dia tahu soal Avatar juga?' Kai menggaruk kepalanya yang tak gatal karena memang Frank tidak bohong saat mengatakan kalau dia mengetahui banyak hal soal Sistem.


"Pilihan Avatar yang bagus by the way..." Frank memuji penampilan Kai yang sekarang.


"Jadi sekarang kamu percaya kalau aku memang benar-benar cucu angkat dari Kakek Arya?"


"Tentu aku mempercayaimu. Nggak ada untungnya aku tidak percaya pada pemilik sistem seperti dirimu."


"Kai..." Frank mengingat sesuatu.


"Waktu itu... Apa yang terjadi dengan dirimu sehingga kau tidak ada di gubuk itu saat aku berniat untuk menyusulmu?"


Kai terdiam. Dia tidak ingin mengingat kejadian paling menjijikkan yang pernah dia alami.


Melihat Kai terdiam. Frank sedikit banyak paham apa yang terjadi.


"Kukira kau sudah mati. Karena iblis itu mengatakan kalau dia telah membunuhmu. Tapi tenang saja Kai. Aku telah menghabisinya dengan tanganku sendiri," Frank menjelaskan apa yang telah dia lakukan pada pria yang telah menggenapkan penderitaan hidup Kai saat itu.


'Jadi iblis itu telah tiada?'


Kai lega. Karena dia tidak akan melihat pria itu lagi. Dan Kai tidak perlu menodai tangannya dengan darah kotor iblis itu.


"Kau bilang menaikkan levelku adalah tugasmu?"


"Kenapa kau harus menaikkan levelku?"


"Hmm... Tahukah kamu Kai...? Kalau kau baru bisa dikatakan menjadi pemilik sistem yang sebenarnya setelah level sistem berhasil dihilangkan."


"Maksudmu?"


"Yah... Bisa dikatakan kalau ini seperti game bertipe End Game seperti World of Warcaft ataupun Raganarok klasik. Dimana petualangan yang sesungguhnya akan dimulai setelah kau mencapai level maksimal."


Kai tidak tahu referensi game yang dikatakan oleh Frank. Tapi Kai mengerti apa yang Frank maksud.


'Jadi kau telah berjasa membuatku seperti sekarang ya Frank?' cibir Kai pada Frank di dalam hatinya.


"Ok. Jadi kenapa kau tahu banyak soal Sistem? Bahkan kau mengetahui apa yang aku tidak tahu."


"Itu karena Tuan Arya..." Frank menjeda kalimatnya saat mengingat kalau Tuannya telah tiada.


"Itu karena kakekmu adalah pemilik dari Sistem sebelum dirimu," jelas Frank.

__ADS_1


'Kakek arya? Benarkah?' Kai mengkonfirmasi pernyataan mengejutkan dari Frank kepada Sistem.


[Ya. Itu benar. Arya Prayoga adalah Host sistem sebelum dirimu.]


Jawab sistem ramah pada Kai.


"Dan darimana kau tahu kalau Kakek Arya adalah pemilik Sistem sebelumnya? Bukankah seharusnya dia merahasiakan keberadaan sistem dari siapun."


"Oh... Itu karena saat Kakekmu memiliki Sistem, aku adalah mantan minion milik Kakekmu."


"Hah?! Seperti Kristal?!"


"Aku tidak tahu siapakah Kristal? Apakah dia adalah minionmu?"


"Ya."


"Berarti benar seperti itu."


Kai dan Frank terdiam sejenak. Dalam waktu singkat. Sudah terlalu banyak fakta yang Kai dengar meluncur dari bibir Frank. Dan Frank kini tengah berpikir fakta apa lagi yang harus dia ungkapkan kepada Kai.


"Oh iya... Sebenarnya ada satu keuntungan besar setelah kau berhasil menghilangkan levelmu," Frank kembali bersuara.


"Apa itu?"


"Jadi, setelah levelmu mentok dan tersingkronisasi dengan sempurna dengan Sistem. Kamu bisa meminta satu permintaan apapun kepada sistem. Tapi sebagai konsekuensi dari pengabulan keinginan tersebut. Sistem akan menghilang," jelas Frank.


"Benarkah?" Kai heran karena Sistem belum mengatakan apapun padanya.


[Ya benar. Baru saja Sistem akan mengatakan hal tersebut kepada Host.]


'Telat!' sentak Kai bersungut-sungut kepada Sistem.


Tapi sebenarnya sangat disayangkan. Kai kini telah memiliki kekuatan tak terbatas dari alam semesta. Mulai dari kekayaan tanpa batas. Hingga kemampuan spesial yang bisa Kai pilih sesuka hati. Dan Kai harus melepaskan semua itu?


"Apakah bila aku melepaskan Sistem kekuatanku akan tersisa?" tanya Kai.


"Lihatlah aku!" Frank menjawab tanpa benar-benar menjawab.


Memang benar. Seorang mantan minion pun tetap memiliki kekuatan sedahsyat ini. Apalagi bagi para mantan pemilik sistem.


"Kecuali keuntungan dari sinkronisasi sempurna yang kau dapatkan saat ini. Seluruh kemampuan spesial dan keuntungan lainnya yang telah kau kumpulkan akan tetap tertinggal pada dirimu."

__ADS_1


"Apakah aku benar-benar harus mengajukan permintaan?"


➖ Bersambung ➖


__ADS_2