Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 23 : Fakta Tiga Unsur (Bagian 3)


__ADS_3

"Aku akan menghilang tanpa sisa."


"Itulah Frank! Coba Mengertilah. Itu yang namanya cinta dari orang tua. Dia akan rela Mengorbankan cita-cita dan keinginannya demi kebahagiaan dan kehidupan dari anak-anaknya."


Frank terdiam.


"Justru yang dilakukan Kakek adalah bukti kalau dia benar-benar menganggapmu sebagai anaknya."


Frank menunduk merenungi apa yang dikatakan Kai.


"Bukankah tadi kau bilang kalau Kakek Arya memiliki kemungkinan menang yang kecil? Bila begitu. Kemungkinan besar, dia akan mati kan? Kupikir alasan dia rela melepaskan sistem adalah untuk memberikanmu kehidupan walaupun dia telah tiada. Disamping itu juga... Bukankah Kakek sudah bertarung dengan Samiri satu kali? Itu kan artinya dia memang sudah sempat berusaha menghadapi Samiri..."


Mereka berdua kembali membisu dalam jangka waktu terlama dari semua jeda bisu yang terjadi dalam percakapan panjang ini.


"Ngomong ngomong... Apakah sistem Kakek sama dengan ku?" ada sebuah pertanyaan yang cukup mengganjal bagi Kai. Yang tidak ada hubungannya dengan apa yang sedang mereka bicarakan sebelumnya.


"Sistem kamu namanya apa Kai?" Frank balik bertanya pada Kai.


"Uang saku"


"Lalu bagaimana caramu mendapatkan experience?"


"Dengan membelanjakan uangku."


"Berarti sangat berbeda. Sistem Tuan adalah sistem King of the Kings. Kakekmu akan mendapatkan experience setiap kali ada orang yang menuruti perintahnya."


"Itu berarti kalau Kakek dihadapkan dengan situasi yang sama seperti aku barusan. Belum tentu dia bisa mencapai level maksimal secara instan seperti aku dong..."


Kai mulai merasa tuntutan naik level instan dari Frank sesungguhnya tidak masuk akal.


"Tentu saja bisa. Tuan Arya adalah orang yang sangat kreatif dan selalu menemukan cara di situasi tersulit sekalipun."


"Lalu bagaimana jadinya kalau tadi aku gak nemuin cara buat naik level secara instan?"


"Artinya kamu tidak layak menjadi penantang bagi Samiri."


"Dan aku akan mati."


"Sudah kubilang kan... Kau tidak akan mati hanya dengan serangan ringan begitu. Tapi mungkin aku akan memaksamu untuk melepaskan sistem."


"Oh bisa ya melepaskan sistem sebelum level maksimal?"


[Seandainya seorang Host tidak menginginkan keberadaan Sistem. Sistem akan pergi.]


Sistem dalam diri Kai turut menambahkan.


"Lalu kenapa kalian ingin membunuh Samiri. Bukankah kalau dia menjadi manusia yang korup, yang rugi adalah dia sendiri. Kalian juga nggak akan rugi-rugi amat."


"Kai. Samiri adalah sosok dibalik para pemimpin pemerintahan dunia. Dan dia sudah terlalu lama menguasai dunia. Membuat dunia kita berada dalam segala kebobrokannya.


"Dimana dia berada?"


"Jangankan aku. Bahkan Yoram pun tak tahu keberadaannya."


"Kok bisa? Bukankah dunia ini sangat kecil untuk pengguna Sistem seperti Yoram?"


"Kau pikir bumi ini hanya sebesar ini saja Kai?" tanya Frank penuh selidik.


"Jangan bilang kalau bumi itu datar Frank!?" Kai penasaran dengan fakta sesungguhnya dibalik perdebatan yang tak ada akhirnya tersebut.


"Ya memang bulat. Tapi tidak sekecil ini. Dibalik kutub selatan masih ada bagian bumi lain yang tidak terjamah. Dan di dalamnya terdapat makhluk-makhluk seperti yang ada di negeri dongeng."


"Be... Benarkah? Jadi seberapa luas bumi ini sebenarnya?" tanya Kai kembali antusias.

__ADS_1


"Jika kau hanya berjalan lurus tanpa henti. Maka waktu yang dibutuhkan hingga kau sampai ke ujung kutub bumi adalah 50 tahun. Sedangkan jika kamu mengelilingi dunia saat ini. Lamanya tak akan sampai 10 tahun."


"Jadi bumi yang kita tahu hanya seperlima dari ukuran yang sebenarnya saja?"


"Ya benar. Kalian sesungguhnya hanya terkurung di kutub selatan Bumi."


"Apa yang kau katakan ini terdegar seperti kisah Baluqiya Frank. Kukira itu hanyalah mitos belaka."


"Tidak Kai. Kisah itu benar adanya."


"Apakah alasan kenapa kami para manusia bisa mempercayai semua fakta sains ini adalah ulah dia juga?"


"Tentu saja. Dia yang mengatur dunia. Dia juga yang akan mengatur fakta, teori dan juga ilmu pengetahuan yang boleh kalian miliki."


"Itu semua demi dia bisa menyembunyikan keberadaannya."


"Ya benar."


"Terus gimana dong cara kita agar bisa menemukan Samiri?" Kai ragu bila dia dapat menemukan targetnya.


"Gak usah dicari. Dia yang akan datang untuk menemukanmu jika kau sudah menunjukkan kualitasmu di ujung selatan dunia ini."


Kai mulai paham dengan segala maksud dari perkataan Frank. Dia juga kini tahu. Kalau cita-citanya untuk menguasai dunia. Sebenarnya hanya sebuah cita-cita untuk menguasai seperlima dari dunia ini saja.


Dan saat Kai bisa membuat dirinya jadi penguasa sebagian besar dari seperlima dunia ini saja. Itu sudah cukup untuk memancing Samiri untuk mendatanginya.


"Kai..." Frank menjulurkan tangannya. Meminta untuk dibantu berdiri. Kai tanpa ragu menolong Frank.


Bener kata orang bilang. Laki-laki dapat menjadi akrab setelah melakukan obrolan dengan menggunakan kepalan tangan mereka.


Frank lalu mengeluarkan sebungkus rokok berwarna merah lalu menyalakannya.


"Sebat dong..." Kai meminta rokok pada Frank. Tadi rokok miliknya tertinggal di rumah.


Mereka lalu hanya dia tanpa berkata-kata. Menikmati hembusan asap rokok bersama-sama. Walaupun terlihat santuy dan nggak ada kerjaan. Tapi pikiran mereka sesungguhnya berputar dengan begitu cepat.


"Serahkan saja sama pemerintah. Itu sudah bukan urusanku. Paling banter juga itu bakal disebut sebagai bencana alam yang dahsyat."


"Ya... Kaulah bencana alam itu."


Disindir oleh Kai. Frank malah tertawa datar.


➖ 📱📱📱 ➖


Beberapa menit kemudian. Satu batang rokok sudah selesai mereka habiskan. Sistem kembali mengajukan pertanyaan pada Kai.


[Apakah host sudah punya satu permintaan yang ingin dikabulkan?]


Kai terdiam tidak menjawab. Dia masih berpikir penuh keragu-raguan.


"Oh iya. Yoram dan Samiri. Sampai sekarang masih menyimpan permohonan mereka kan?" Kai memastikan lagi apa yang dia dengar barusan.


"Ya."


"Kenapa? Kan keinginan terbesar mereka bisa terkabul langsung jika mereka mengucapkannya bukan?"


"Ya. Tapi keduanya tidak ingin mengucapkan keinginan mereka duluan."


"Kok gitu?" Kai keheranan.


"Bila Samiri meminta permohonan duluan. Maka Yoram akan dapat mengajukan permohonan yang dapat membatalkan keinginan Samiri. Dan jika Yoram yang bilang duluan. Maka Samiri akan melakukan yang sama pada permohonan Yoram."


"Ah... Oleh karena itulah keberadaan host yang ketiga akan membuat jumlah permohonan menjadi ganjil. Sehingga permohonan dari host yang ketiga akan membuat perbedaan. Apakah itu Samiri ataukah Yoram yang keinginannya akan dikabulkan."

__ADS_1


"Ya. Tergantung kepada siapakah Host ketiga ini memihak."


"Jadi bisa dikatakan kalau keberadaan Host yang ketiga adalah pencetus dari perseteruan antara Yoram dan Samiri?


"Ya... Perang antar pengguna sistem."


"Hmm... Semuanya kini jadi masuk akal. Itulah kenapa host ketiga selalu mati terbunuh atau dipaksa melepaskan sistem?"


"Ya."


"Tapi kalau mau hitung-hitungan. tetap saja Yoram lebih banyak membunuh Pemilik sistem daripa Samiri."


"Karena lebih banyak pemilik sistem yang menjadi korup daripada yang tidak korup?"


"Ya benar. Jadi. Kira-kira apakah permohonanmu Kai?" Frank penasaran


"Sama sekali belum terpikirkan. Yang pasti aku masih ingin mencoba dulu sejauh mana kemampuan sistem yang kumiliki ini?"


"Ya itu pilihan yang cukup bijak."


[Jadi Host ingin menyimpan permohonan Host terlebih dahulu?]


'Ya Sistem. Tolong simpan dulu pengabulanku!'


[Baik. Host.]


"Oh iya... Kalau gak salah Yono dari Laksa perkasa itu orangmu ya Kai?"


"Ya. Kenapa emang?"


"Iya! Pantas saja. Akhir-akhir ini di kota Bandung muncul kelompok baru bernama Laksa Perkasa yang cukup merepotkan perkembangan bisnis keluarga Prayoga di kota Bandung."


Kai tersenyum bangga dengan masuknya Yono dan kawan-kawan ke dalam radar pemantauan keluarga Prayoga.


"Dugaanku. Bukan cuman Laksa Perkasa saja yang menjadi bagian dari rencanamu dalam membangun kejayaanmu kan Kai?"


"Ya. Kau benar."


"Apakah seluruh pondasi dari rencanamu sudah lengkap?" Frank dengan jeli bisa membaca jalan pikiran dan strategi Kai.


"Belum."


"Segera sempurnakan langkahmu. Lalu setelah kamu siap. kita akan ngobrol lagi perihal bagaimana rencana kita yang selanjutnya."


"Baiklah... Aku setuju."


"Yuk balik lagi. Bentar lagi orang-orang dari pemerintahan pasti akan segera datang ke mari." ajak Frank pada Kai.


"Ya. Tapi sebelumnya." Kai lalu menyembuhkan luka parah yang dialami oleh Frank dengan kemampuan spesial dokter sihir.


"Terima kasih," ucap Frank sebelum melesat ke udara seperti peluru. Ternyata Frank juga mengalami kemampuan untuk terbang bagaikan Superman.


'Jauh lebih keren dari pulung,' bisik Kai iri.


'Aku bisa terbang kayak gitu juga?'


[Bisa Tuan.]


'Apakah aku juga punya kemampuan berteleportasi?'


[Tentu saja ada Tuan.]


'Itu kayaknya lebih keren...' bisik Kai sambil nyengir sendiri.

__ADS_1


Tempat pertarungan di gunung salak itu langsung kosong saat Kai tiba-tiba menghilang setelah menggunakan kemampuan teleportasinya.


➖ Bersambung ➖


__ADS_2