
Kai tidak habis pikir kenapa Kika tercetus ide untuk menggunakan stroller. Padahal Kika tidak tahu bila Kai saat ini sudah memiliki mobil. Sehingga pasti yang ada di dalam pikiran Kika, kalau saat ini mereka tidak naik taksi, berarti naik motornya si Udin.
Dan bisa dibayangkan betapa repotnya si Kika bila mereka harus pergi ke Mall dengan menggunakan motor milik Udin sambil bawa-bawa stroller.
'Eh! Iya! Kami kan datang ke sini dengan terbang, motor si Udin kan udah ditinggal di TKP,' Kai lupa dengan betapa luar biasanya dia bisa sampai ke rumah ini.
Setelah Kika dan Dede masuk ke dalam mobil. Giliran Kai yang merasakan kenyamanan sempurna dari mobil mewah miliknya. Ditambah lagi, mobil ini ternyata memiliki banyak tombol yang Kai tidak tahu fungsinya apa saja.
Alhasil saat ini Kai merasa begitu gatal ingin mencoba seluruh tombol yang ada di sana. Tapi saat dia menyadari kalau ada Kika di sebelahnya, Kai mengurungkan niatnya.
'Jangan kampungan!' Kai menyadarkan dirinya sendiri.
Kai bertekad akan mencoba seluruh tombol itu lain kali. Mungkin nanti saat Kai melakukan perjalanan tanpa ditemani oleh Kika.
'Ah... Mungkin sepulang dari mall nanti, aku pergi saja dengan alasan mau ngisi bensin kali yakβ¦' dalam hati Kai merasa kalau dirinya sangat jenius.
Sementara itu di sebelah Kai. Kika juga tampak meremasi jarinya yang gatal ingin turut mencoba tombol-tombol yang ada di depannya.
β π±π±π± β
Sepanjang perjalanan menuju lokasi tujuan, mobil mereka menjadi pusat perhatian setiap pengguna jalan. Mulai dari yang melihat ke arah mereka tanpa berkedip, sampai yang memfoto mobil mewah Kai dengan menggunakan handphone mereka.
Tentu seluruh perhatian yang mereka dapatkan ini membuat Kai dan Kika merasa cukup tidak nyaman. Ditambah lagi perjalanan mereka kali ini akan cukup lama.
Lokasi rumah Kai yang berada di pinggiran kota Bandung membuat mereka membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk bisa sampai ke Mall elektronik terbesar di kota tersebut.
Yah... Dalam hati mereka berdua sadar. Walaupun seluruh perhatian yang didapatkan itu membuat mereka gugup, tapi mereka harus membiasakan diri karena mereka akan mengalami hal semacam ini setiap hari untuk ke depannya.
β π±π±π± β
Sesampainya di lokasi tujuan, Yeyen menurunkan Kai, Kika, Dede, dan Kristal di depan pintu masuk Mall sebelum dia membawa mobil ke area parkir basement.
Karena proses menurunkan Dede yang lumayan ribet, akhirnya mereka menjadi perhatian orang-orang yang mencuri pandang. Terlebih lagi karena setelan ultra formal yang saat ini tengah dikenakan oleh Kristal dan juga Yeyen.
Jika sebulan kemarin tidak mungkin ada orang yang akan menilai Kai sebagai orang kaya. Saat ini tidak mungkin ada orang yang akan menyangka Kai adalah orang kaya baru.
Dengan garis wajah muda yang dimiliki oleh Kai, semua orang tentu akan menilai Kai sebagai bagian dari keluarga Crazy Rich yang tidak pernah merasakan hidup susah sedari dia kecil.
Seperginya Yeyen, akhirnya mereka melenggang perlahan memasuki Mall.
Gugup seketika merasuki Kai dan Kika. Selain ini adalah kali pertama mereka masuk ke dalam Mall ini. Delikan mata yang memandang membuat suasana menjadi semakin awkward.
Kai yang belum tahu dimana lokasi toko handphone lalu bertanya pada Sistem, 'Sistem bisakah kau tunjukkan padaku lokasi toko Handphone yang terpercaya?'
"Tuan, mari saya tunjukkan toko yang cocok untuk Tuan," ujar Kristal.
Kai bertanya pada sistem. Tapi Kristal lah yang menjawab pertanyaannya.
"Baik, tunjukan padaku," jawab Kai berwibawa.
'Jadi seluruh minion bisa mendengar pembicaraanku dengan Sistem?'
__ADS_1
[Ya Host. Bisa dikatakan mereka mewakili Sistem untuk banyak hal.]
'Kau luar biasa Sistem,' puji Kai tulus.
[Sistem mendeteksi ketulusan dari kalimat Host. Sistem sangat berterima kasih untuk itu.]
Setelah naik beberapa elevator, akhirnya mereka sampai di sebuah toko handphone berlogo buah.
"Inikah tempatnya Kristal?"
"Benar tuan," jawab Kristal.
"Bisakah kau memilihkan untukku?"
"Baik Tuan," jawab Kristal kembali.
Kristal tampak serius bernegosiasi dengan pelayan toko sementara Kai dan Kika asyik duduk sambil menggoda Dede. Setelah beberapa menit berlalu sepertinya mereka sudah mulai terbiasa dengan seluruh perhatian yang diberikan oleh orang-orang kepada mereka.
"Tuan..."
"Ya?"
"Aku sarankan Tuan untuk membeli handphone ini," Kristal menunjukkan sebuah handphone termahal dengan harga 32 juta.
"Beli dua," ujar Kai dengan ringannya.
"Baik tuan," jawab Kristal kembali.
"Kai... Serius nih?" bisik Kika pada Kai.
"Serius. Kamu belum punya handphone kan?" tanya Kai.
"Punya," jawab Kika.
Kai merasa sudah ditampar karena dia sadar kalau ternyata hanya dia yang tidak memiliki handphone di lingkungan pergaulannya.
"Tapi kemarin ketinggalan di Cijagung," lanjut Kika
"Iya maksudku begitu... Kamu harus beli yang baru karena kita tidak mungkin balik lagi ke Cijagung kan..." Kai meralat kata-katanya agar dia tidak terlalu kehilangan muka karena salah bicara.
"Tapi ini mahal banget Kai..." bisik Kika kembali.
"Tidak untukku," jawab Kai sedikit sombong.
"Terima kasih Kai," bisik Kika.
Sejujurnya Kika sangat senang sekali karena Kai bersedia untuk membelikannya handphone. Apalagi handphone ini adalah handphone yang sangat mahal.
[Selama Host! Host telah Naik Level.]
[Selama Host! Host telah Naik Level.]
__ADS_1
[Selama Host! Host telah Naik Level.]
Setelah membeli dua buah handphone, Kai langsung naik level sebanyak tiga kali.
βWahβ¦ Ini kayak habis lawan Boss di dalam game aja!β hati Kai merasa sangat senang karena dia langsung naik level sebanyak tiga kali.
βStatus!β
βββββ
Jenis Sistem : Uang Saku
Host : Kai Prayoga
Level 7 (15.000.000/64.000.000)
Uang Saku Harian : Rp.1.500.000,-
Pendapatan Harian : Rp.2.500.000,-
βββββ
Kai sekarang sudah level tujuh, dan uang sakunya kini sudah mencapai angka jutaan rupiah per hari. Bahkan jika Kai malas-malasan pun, Kai sudah bisa hidup dengan cukup nyaman.
[Sistem akan meninggalkan Host jika Host malas-malasan.]
Sistem memberikan peringatan kepada Kai.
'Aku tahu,' jawab Kai.
βββββ
Universe Coin :
66.080.000 Coin
βββββ
Kai juga merasa sangat senang karena Universe Coinnya kini sudah cukup banyak. Sekarang Kai bisa membeli beberapa kemampuan spesial sekaligus dari toko sistem.
βMungkin aku akan mengatur statusku nanti kalau sudah santai di rumah,β bisik Kai yang berencana untuk mulai mengupgrade dirinya saat dia sudah sampai ke rumah nanti malam.
"Tuan," Kristal kembali bersuara menarik keluar Kai dari dalam ruang pikirnya.
"Ini handphone Tuan dan Nona. Tuan dan Nona sudah bisa langsung gunakan sekarang juga. Bahkan aku juga sudah memasukkan nomor handphoneku, Yayan, Yeyen, Yono, Udin dan juga nomor kalian berdua di dalamnya," Kristal dengan bangga menceritakan hasil kinerjanya.
"Terima kasih Kristal..." ujar Kai dan Kika nyaris bersamaan.
"Oh iya Kristal..." lanjut Kai sambil menyakukan handphonenya.
β Bersambung β
__ADS_1