
"Tapi kok cuman sementara?" celetuk Udin.
Yono langsung melotot tidak suka dengan celetukan Udin. Kai yang sudah sedikit paham dengan sifat Udin hanya tertawa kecil.
"Karena mobil yang sebenarnya akan kuberikan pada kalian baru akan datang ke sini besok lusa," jelas Kai.
"Apa...?! Serius?!" Udin gak nyangka dia benar-benar di kasih mobil oleh Kai.
"Aku benar-benar berterima kasih Kai," ujar Yono.
"Nggak masalah..." jawab Kai.
"Terus mereka semua ini siapa?" Udin menunjuk orang-orang yang tampak sibuk mengurus rumah Kai. Tapi pandangan Udin terpatri pada sosok Kristal yang sedari tadi berada sedikit di belakang Kai.
"Kalau ini sekretaris pribadiku. Sementara mereka semua adalah orang-orang yang bertugas mengurus seluruh kebutuhan di rumah ini," jawab Kai sambil menunjuk Kristal lalu menunjuk beberapa orang yang lain.Β
"Yang ngurus rumah kamu banyak juga ya..." celetuk Udin yang sejak datang merasa heran dengan betapa banyaknya orang yang ada di rumah ini.
"Apa kamu sanggup ngurus rumah segini gede sendirian?" Yono nyinyir.
Udin pengen melotot pada Yono karena ngerasa kalau sindiran Yono tepat sasaran. Tapi Udin gak berani.
Kai hanya tersenyum kecil.
'Ini semua berkat sistem,' bisik Kai dalam hati.
[Terima kasih pujiannya.]
Sistem langsung menjawab.
[Tapi Sistem berkembang sesuai dengan siapakah Hostnya.]
Lanjut Sistem membalikkan pujian pada Kai.
"Kristal, tolong antar semua orang yang ada di sini ke bagian rumah mereka masing-masing," Kai sebenarnya tidak tahu bagaimana rumah ini dibagi hingga bisa muat untuk semua orang yang baru datang dari Cijagung.
Tapi karena memang Kristal sudah mengatakan kalau dia telah membagi rumah ini sehingga bisa menampung semuanya. Jadi untuk sekarang Kai percaya saja samaw penilaian Kristal.
"Dan kalian semua aku harap beristirahat dulu. Dan tengah hari nanti kita akan mulai rapat tentang apa yang akan kita lakukan ke depan. Agar kita bisa merebut kembali Cijagung dari Juragan Agung," ujar Kai.
Saya tidak mungkin mengatakan kalau tujuannya yang sebenarnya jauh lebih besar daripada sekedar merebut kembali Cijagung. Tapi berhubung semua orang yang ada di sini memiliki dendam yang sama kepada Juragan Agung. Untuk sementara Kai gunakan alasan ini.
Kai tidak perlu mengatakan semuanya saat ini. Kai khawatir hal itu nantinya malah akan membebani pikiran mereka semua sehingga mereka tidak bisa tidur dan beristirahat.
"Dimana rapatnya?" tanya Udin.
__ADS_1
"Di lantai empat Tuan..." Kristal menjawab mewakili Kai.
'Tu... Tuan...' dalam hati Udin terkejut.
Pikiran Udin langsung melayang membayangkan adegan dalam film kartun haram dengan monster-monster bertentakel.
"Di lantai empat ada ruang buat rapat?" Udin basa-basi.
"Ada Tuan..." jawab Kristal.
Udin ketagihan disebut dengan panggilan Tuan. Sehingga dia lanjut berbasa-basi, "Ada apa aja di lantai empat?"
"Seluruh lantai empat bisa dikatakan sebagai area pribadi milik Tuan Kai," jawab Kristal.
"Semuanya...?" cecar Udin kembali.
"Ya Tuan. Seluruh lantai empat. Dan di sana ada kamar tidur, ruang kerja, ruang olahraga, dan juga ruang rapat."
"Komplitnya..." Udin kagum sedikit iriΒ
"Kalau bagian kami?" kini giliran Yono yang bertanya.
"Di lantai tiga. Kebetulan lantai tiga bisa digunakan sebagai tempat tinggal empat keluarga. Tuan Yono, Tuan Udin, Nona Kika, dan Nona Ati semuanya tinggal di sana," jelas Kristal.
"Tenang saja Tuan," potong Kristal.
"Rumah ini cukup besar. Dan saya yakin antara keluarga satu dengan keluarga yang lain tidak akan saling mengganggu," potong Kristal.
"Tapi aku tidak ingin menghalangi kalian kalau ingin memiliki rumah sendiri. Tapi jangan sampai kalian semua melakukannya hanya karena merasa sungkan," tegas Kai.
Yono mengangguk paham. Sementara si Udin langsung kegirangan. Mimpi apa dia bisa tinggal di rumah semewah ini.
"Mari Tuan... Nona..." Kristal mengajak mereka semua untuk mengikutinya.
Kedua pria dan satu wanita bersama keluarga mereka langsung mengikuti Kristal menuju ke lantai tiga.
Sementara itu Yayan dan Yeyen langsung mengajak seluruh anak buah Yono untuk menuju ke ruangan mereka yang ada di lantai satu.
Lantai satu memang rencananya akan dipergunakan untuk para tamu, anak buah Yono, dan juga para karyawan Kai.
"Lantai ini dipakai apa?" tanya Udin saat sampai di lantai dua.
"Lantai dua akan dipergunakan sebagai ruang kerja Tuan Yono, Tuan Udin, dan Nona Kika. Bisa dikatakan lantai ini adalah markas besar kalian," jelas Kristal matang.
Kika sendiri sudah mengetahui hal ini. Dia kemarin sudah diminta untuk menyulap salah satu ruangan di lantai dua menjadi studio pribadinya. Hal ini terlihat dari berbagai peralatan keperluan syuting yang memenuhi salah satu ruangan di sana.
__ADS_1
β π±π±π± β
Tengah hari akhirnya tiba. Di sebuah ruangan rapat yang terdapat di lantai empat. Yono, Kai, Udin dan Kika tampak serius. Kristal yang ada di sana juga tidak mengatakan apa-apa.
"Kupikir kita semua sepakat. Kalau untuk merebut kembali Cijagung kita harus menggalang kekuatan yang tidak biasa," Kai mengawali pembicaraan.
"Bukankah sekarang kekuatanmu sudah cukup besar?" tanya Udin masuk akal.
"Ya. Tapi setiap kekuatan besar memerlukan pondasi sistem yang kokoh," jawab Kai.
Yang lain diam mendengarkan.
"Aku memang memiliki kekuatan besar. Tapi kalian belum. Selama kalian semua belum memiliki cukup kuat secara kuasa dan finansial. Rencana ini tidak bisa dijalankan," Kai ingin menceritakan soal Laksa pada mereka bertiga.Β
"Oleh karena itu aku ingin membentuk sebuah kelompok yang besar dengan pergerakan yang lebih terstruktur," jelas Kai.
"Semacam Cartel?" tanya Yono.
"Ya!"
Yono kemudian bertanya, "Kau ingin menamai Cartel ini apa?"
"Aku tidak akan menamai kelompokku, tapi aku akan menamai kelompok kalian sebagai associatesku," jawab Kai.
"Associates?" tanya Udin heran.
"Ya. Intinya aku ingin membentuk buah besar dimana setiap kelompok menguasai sebuah bidang," jawab Kai.
"Aku ingin menjadikan kalian bertiga sebagai pemimpin dari kelompok-kelompok ini," lanjut Kai.
"Tapi apakah aku bisa?" Kika merasa tidak yakin dapat melakukan tugasnya.
"Tenang saja. Ada waktu untuk belajar. Dan aku tidak akan membebani kalian bidang yang tidak sesuai dengan keahlian kalian."
"Jadi, bidang apa saja yang harus kami kuasai?"
"Yono. Kau adalah pemimpin dari Laksa Perkasa," ujar Kai.
"Nama kelompokku Laksa Perkasa?" tanya Yono konfirmasi.
"Ya. Aku ingin kau melanjutkan apa yang sudah kau lakukan selama ini. Bergerak memulung kejayaan di dunia bawah. Menjalankan berbagai bisnis yang bersinggungan dengan hukum," Kai menjelaskan apakah Laksa Perkasa yang sebenarnya.
"Aku setuju. Memang itulah keahlianku. Tapi mengapa kau begitu tertarik dengan bisnis bawah tanah?" Yono penasaran. Kai bisa saja menjalankan bisnis yang sah dengan segala kekayaan yang dia miliki. Tapi mengapa dia tetap tertarik dengan model bisnis berbahaya seperti ini.
β Bersambung β
__ADS_1