
Dikarenakan Kai orang yang cukup bertanggung jawab, sehingga Kai tidak mau mengambil resiko dengan melakukan percobaan pertama pada orang lain. Dia harus mencobanya pada dirinya sendiri terlebih dahulu.
Perlahan Kika duduk memparkir bokongnya pada barstool yang berada tepat di sebelah Kai. Kai tersenyum kecil saat melihat Kika yang datang dengan membawa kotak P3K.
"Kita tak memerlukan itu," ujar Kai.
"Sepertinya begitu," jawab Kika sambil membelai wajah Kai yang sudah sudah mulus kembali tanpa sedikitpun luka.
Kika lalu menggenggam lembut dagu Kai dan menggerakkan kepala Kai ke kiri dan ke kanan. Sementata kedua bola matanya dengan teliti memperhatikan setiap inci dari kulit wajah Kai.
"Kau sudah melihat kemampuan rahasiaku kan?" Kai coba untuk membuka gerbang logika milik Kika.
"Ya. Aku sudah menyaksikan semuanya," jawab Kika.
Tidak hanya menyaksikan, Kika pun turut mengalaminya dengan terbang bersama Kai dua jam yang lalu.
"Jadi, Menurutmu apakah kemampuan rahasiaku itu?" tanya Kai.
"Hmm... Kupikir... Saat aku lihat caramu bertarung. Mulai dari kekuatan tenaga dalam yang bisa membuatmu mengangkat mobil dan motor. Sampai jurus peringan tubuh yang membuatmu bisa seakan terbang. Kupikir kau adalah pewaris dari sebuah bela diri kuno," simpul Kika
'Oh... Jadi itu persepsi yang dia dapatkan dari sistem...', bisik Kai mengangguk dalam hati.
'Baguslah... Dengan begini aku bisa dengan mudah mempraktekkan seluruh kemampuan spesialku tanpa dicurigai.'
"Kau benar. Tapi bisakah kau rahasiakan ini dari orang lain? Cukup orang-orang terdekatku saja yang mengetahuinya," kata Kai.
"Baiklah... Tentu saja," wajah Kika bersemu merah. Kalimat Kai barusan seakan menegaskan kalau di mata Kai, Kika adalah salah satu orang terdekatnya. Selain Yono dan Udin tentu saja.
"Jadi sekarang aku akan coba untuk menyembuhkanmu dengan ilmu yang diwariskan oleh nenek moyangku padaku."
"Ya. Aku tahu," jawab Kika sambil diam-diam mencari apakah ada luka yang tersisa di wajah dan juga tubuh Kai.
"Kau siap?" tanya Kai sambil menggenggam erat kedua tangan Kika. Kika mengangguk.
"Aku akan alirkan tenaga dalamku segera. Apabila sedikit terasa sakit, gatal, atau panas. Coba kau tahan saja," Kai memberi peringatan pada Kika tentang sensasi yang sempat Kai rasakan saat dia coba untuk menyembuhkan dirinya sendiri barusan.
Kai lalu mengaktifkan kemampuan spesial Dokter Sihir yang dimilikinya.
➖➖➖➖➖
__ADS_1
Dokter Sihir
Dengan mengkombinasikan sihir dengan pengetahuan seputar anatomi, tidak ada satupun penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Seorang Dokter Sihir dapat mengontrol struktur anatomi dan zat tubuh seseorang agar dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita. Bahkan seorang dokter sihir dapat menyembuhkan kebutaan yang diderita semenjak lahir.
➖➖➖➖➖
Seketika itu juga Kai dapat melihat seluruh anatomi tubuh Kika. Mulai dari anantomi luar sampai ke anatomi dalam. Mulai dari tulang, otot, darah, hormon tubuh, saraf hingga aliran energi. Semuanya dapat Kai lihat. Tidak hanya sekadar melihat, Kai juga saat ini dapat mengontrol dan mengubah seluruh anatomi yang tercitra di kepalanya tersebut.
Kai tanpa sengaja melihat ada bagian tulang Kika yang tampak tak normal. Sepertinya ini sudah berlangsung cukup lama. Kemungkinan diakibatkan karena Kika pernah terjatuh waktu dia masih kecil.
Untuk mengurangi rasa sakit, Kai coba untuk mengontrol beberapa hormon dan zat di dalam tubuh Kika terlebih dahulu. Lalu dengan hati-hati Kai coba mengembalikan struktur tulang Kika kembali ke posisi normal.
Kretek. Kretek.
Walaupun sudah dikurangi persepsi rasa sakitnya, namun tetap saja Kika terdengar sedikit mengerang karena rasa sakit yang dihasilkan dari perbaikan struktur tulang memang sangat luar biasa menyakitkan.
'Berhasil!' bisik Kai.
Karena kelainan struktur tulang tersebut sudah terjadi sangat lama, sehingga ada kelainan pertumbuhan yang menghasilkan perbedaan panjang antara rangkaian tulang sebelah kiri dan sebelah kanan.
Oleh karena itu Kai mencoba untuk memanjangkan beberapa tulang dan memendekkan tulang yang lain agar struktur tulang Kika menjadi lebih berimbang.
Berikutnya Kai harus melakukan tujuan utamanya yaitu menyembuhkan berbagai luka yang terdapat di sekujur tubuh Kika akibat perbuatan dari Juragan Agung. Sehingga Kai mencoba untuk memusatkan konsentrasinya pada aliran darah di tubuh Kika.
Bermaksud untuk menyembuhkan luka Kika, tanpa sengaja Kai malah menghentikan aliran darah di tubuh Kika. Hal ini jelas membuat Kika terhenyak karena merasakan rasa sakit yang tiba-tiba.
'Aduh! Jangan sampai salah Kai... Ilmu ini sangat berbahaya kalau kau tidak berkonsentrasi hingga salah dalam mengontrolnya!' Kai mengingatkan dirinya sendiri yang cukup terkejut dengan kesalahan fatal yang dia lakukan barusan.
Kai lalu mencoba untuk mengontrol beberapa hormon dan zat yang terkandung dalam darah agar dapat meningkatkan regenerasi untuk menyembuhkan luka yang terdapat di sekujur tubuh Kika.
Dan benar saja, dalam sekejap luka-luka dan juga lebam-lebam yang diderita oleh Kika menjadi sembuh dengan sempurna. Seakan tidak pernah terluka.
Tidak lupa Kai juga perbaiki beberapa kerusakan organ yang ternyata dimiliki oleh Kika karena kesalahan pola hidup yang dia jalani selama ini.
Selain itu, tumpukan lemak berbahaya serta zat penyebab kanker yang Kai temukan pun turut Kai hancurkan seluruhnya.
Entah apa yang dipikirkan oleh Kai, dia dengan isengnya juga mencoba untuk mengembalikan selaput dara Kika serta mengencangkan otot di dada dan garis kelahiran Kika. Sehingga tubuh Kika kini kembali kencang nan ranum, tidak ubahnya seperti gadis yang belum pernah bercinta.
'Hehehe...' Kai terkekeh dalam hati. Tentu kita semua sudah bisa menebak apa sih yang terdapat di dalam isi kepala Kai saat ini.
__ADS_1
'Ah. Aku coba sekalian ah..." karena Kika kini sudah sembuh total dan bahkan menjadi jauh lebih sehat dari sebelumnya. Sebuah ide kotor terbersit di kepala Kai.
Kai dengan isengnya menambah produksi hormon yang dapat melipatgandakan keinginan Kika untuk bereproduksi.
Dan benar saja!
Kika langsung bergoyang-goyang gelisah sambil sedikit mengeluarkan suara khas yang memanjakan telinga Kai.
'Luar biasa!' puji Kai dalam hati.
Barusan Kai gunakan kemampuan ini hanya untuk menyembuhkan dirinya saja. Dan kini dia sadar kalau kemampuan ini benar-benar dapat mengontrol seluruh anatomi, hormon, dan energi tubuh seseorang. Lebih dari sekedar menyembuhkan penyakit.
Merasa sudah cukup iseng-isengnya. Kai mengembalikan hormon Kika pada kondisi normal hingga Kika tidak lagi gelisah-gelisah menggoda.
"Selesai," ujar Kai sambil melepaskan genggaman tagannya pada Kika.
"Bagaimana?" tanya Kai pada Kika
"Luar biasa! Semua lukaku langsung sembuh. Dan badanku yang dari dulu terasa kaku-kaku kini begitu ringan dan nyaman untuk digerakkan!" puji Kika sambil berdiri dan menggoyang-goyang pinggangnya.
Sambil menunggu Kika selesai merasa-rasa tubuhnya yang baru diremajakan. Kai menyiapkan gelas dan menuangkan beberapa es ke dalam gelas tersebut.
"Mau minum?" tanya Kai pada Kika.
"Cola aja. Aku lagi menyusui," jawab Kika.
"Oh iya," Kai menepuk jidatnya sendiri.
Sambil bersantai, selama beberapa saat mereka lalu mengobrol ringan sambil diselingi oleh canda dan juga tawa.
"Ngomong-ngomong kita belum makan ya?" celetuk Kika yang tiba-tiba merasakan lapar setelah berbagai ketegangan yang dia alami benar-benar berakhir.
"Lanjut ngobrol nya di dapur aja yuk..." sahut Kai.
"Dimana dapurnya?" tanya Kika.
"Ikuti aku!" jawab Kai sok tahu.
'Sistem. Tunjukkan aku di mana dapurnya?' Kai yang belum hafal denah rumah ini bertanya pada Sistem.
__ADS_1
[Lurus ke depan, lalu lorong ketiga belok kanan.]
➖ Bersambung ➖