Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 5)


__ADS_3

‘Akh! Sial!’ Untung Kai sempat melihat pergerakan tak terduga itu. Kai lalu mengaktifkan keampuan spesial yang lain. Dengan menggunakan kemampuan spesial pulung. Kai bergerak secepat cahaya. Dia menotok beberapa orang yang hendak mendekati Sila. Membuat mereka meledak sepersekian detik kemudian.


Kai lalu mengambil Sila dan berpindah ke berlari menjauhi para Preman. Dengan kemampuan spesial pulung Kai bergerak cepat mencari wilayah yang tak mungkin dijangkau oleh para preman.


Para Preman kebingungan karena Kai tiba-tiba menghilang dari pandangan.


“Cari dia!” teriak Sandi panik. Dia sudah kehilangan banyak hal akibat Kai.


Dia sudah kehilangan target operasinya yaitu Sila. Dia kehilangan kemungkinan mendapatkan uang yang sangat banyak. Dia kehilangan reputasinya sebagai orang yang tidak pernah gagal dalam misi. Dan yang pasti, dia sudah kehilangan ratusan nyawa anak buahnya yang berharga.


➖ 📱📱📱 ➖


Kai menemukan sebuah gubuk yang berjarak satu kilometer kemudian. Kai berpikir bahwa ini sudah cukup jauh.


“Tunggulah di sini! Aku akan kembali!” ujar Kai pada Sila sambil membuka bandana yang menutupi mata Sila.


Sila agak bergidik ngeri saat melihat Kai yang berwarna merah dan berbau amis.


“Bukankah lebih baik kalau kita selesaikan ini lain kali saja?” sebut Sila.


“Tidak, mereka akan mencari dan menemukan kita cepat atau lambat,” Kai tidak salah menduga. Sandi yang panik akan melakukan segala cara agar misinya tetap dapat dia selesaikan secepatnya.


“Aku bisa melaporkan hal ini kepada Frank,” bisik Sila pada Kai.


‘Bang Bonar…’ bisik Kai dalam hati saat mengingat nama dari sosok yang disebutkan oleh Sila.


“Ya. Tapi bukankah dia tidak bisa menjagamu hingga kamu bisa diculik seperti ini?” sindir Kai.


Kai tahu kalau Frank yang dia kenali sebagai pria bernama Bonar adalah sosok yang luar biasa. Tapi bagaimanapun juga, diculiknya Sila saat ini tentu juga merupakan salah dari Frank dan para anak buahnya yang nggak becus dalam melakukan penjagaan.


Sila tidak menjawab. Dia hanya berkata dalam hati karena tidak mau menyinggung pahlawannya, ‘Kai, mungkin kamu pikir kau kuat, tapi Frank bisa jadi lebih kuat daripada dirimu.’


Sila pernah melihat Frank bertarung satu kali. Waktu itu, terjadi pemberontakan di tubuh keluarga Prayoga. Dan dengan gagah berani Frank harus menjaga Sila dari serangan ribuan pengkhinat. Saat itu Sila melihat seseorang yang lebih kuat dan cepat dari siapapun. Seseorang yang bagaikan Superman. Frank itu sekuat gunung, secepat kilat, dan selincah air.


“Tapi, lebih baik kita memikirkan ini lebih masak lagi,” bujuk Sila.


“Tidak, lebih cepat lebih baik,” balas Kai yang berlalu meninggalkan Sila.


Lalu Kai tiba-tiba menghilang dari hadapan Sila.


‘Seperti Frank!’ ujar Sila saat melihat pergerakan secepat cahaya yang dilakukan oleh Kai di depan matanya.

__ADS_1


➖ 📱📱📱 ➖


“Sudah ketemu?!” bentak Sandi pada anak buahnya.


“Belum Boss!” teriak anak buahnya menjawab Sandi.


“Nyari aku?” tanya Kai yang tiba-tiba muncul di belakang Sandi.


Kai ayunkan tangannya hendak menghabisi Sandi dengan satu kali serangan.


Namun dengan gesit Sandi bergerak mundur menghindari serangan dari Kai.


“Wah… Lincah juga!” puji Kai.


“Boss!” melihat Boss mereka dalam bahaya, para anak buah Sandi langsung berlari untuk melindungi Boss mereka.


Beberapa anak buah Sandi langsung melancarkan serangan dari titik buta Kai.


Tapi…


Blam! Blam! Blam!


Dengan instingnya Kai berhasil menghindari serangan tersebut dan menyerang balik dengan pukulan ringan penghancur tubuh.


Blam! Blam! Blam!


Puluhan tubuh meledak dalam jangka waktu beriringan. Tak ada satupun dari anak buah Sandi yang dapat mengikuti kecepatan gerak dari Kai. Yang mereka lihat hanyalah sosok Kai yang tiba-tiba muncul di sini. Dan tiba-tiba muncul di sana. Kai berhasil membuat lebih dari seratus orang anak buah Sandi meledak setelah Kai rubah menjadi sebuah Bom Manusia.


Kai lalu tampak berdiri di atas atap gudang. Mengejek Sandi dan kawan-kawan.


“Hahahahahahahaha”, Kai tertawa terbahak-bahak.


Tawa yang Kai keluarkan begitu dingin dan mengerikan. Jauh lebih mengerikan dari tawa apapun yang pernah mereka dengar. Tawa yang terdengar bagaikan peringatan dari malaikat pencabut nyawa.


“Sandi! Katanya mau bunuh aku? Mana?!” ejek Kai pada Sandi.


Sandi bergidik ngeri mendengar ejekan dari Kai. Tidak hanya Sandi, seluruh orang yang ada di sana turut gemetar ketakutan akibat segala kenyataan yang telah mereka lihat.


“Semuanya, kerahkan seluruh ilmu kalian. Berhati-hatilah. Kalian semua adalah pendekar. Kalian tahu kalau di atas langit akan ada langit. Tapi kalian juga paham, sebagai seorang pendekar kalian tidak bisa lari dari peperangan. Kalian telah dibesarkan sebagai seorang pendekar. Maka kalian semua harus mati sebagai seorang pendekar,” sebagai sesama jawara, Sandi sangat mengerti apa yang dipikirkan oleh para anak buahnya. Dia hanya perlu mengingatkan mereka semua tentang nilai-nilai yang sudah dipelajari sebagai seorang ahli bela diri.


Benar saja. Aura dari seluruh anak buah Sandi menjadi berubah. Mereka mengerahkan seluruh prana yang mereka miliki. Beberapa di antara mereka mulai mengaktifkan seluruh godam dan isim yang sudah mereka tanam di dalam diri mereka.

__ADS_1


Selain bersiaga, mereka semua kini berusaha untuk menjadi lebih berhati-hati. Mereka semua berkonsentrasi.


“Wah… Wah… Godam satu godam dua… Banyak juga godam kalian ya?” kembali Kai mengejek.


Kai tidak dapat melihat makhluk halus, tapi Kai bisa tahu dari berbagai pertanda yang berhasil dibaca dengan baik oleh kemampuan spesial penglihatan seorang detektif.


‘Wah… Ternyata ada yang seperti ini?’ Kai terkagum dalam hati.


Kai barusan memang mengejek. Tapi di dalam hatinya Kai baru sadar kalau yang namanya Isim dan Godam ternyata nyata adanya.


“Siap-Siap ya…” ejek Kai kembali.


‘Pulung!’ Kai bergerak hendak memulung kepala seseorang di bawah sana.


‘Eh!’ Kai terkejut karena orang tersebut ternyata berhasil menghindari serangan dari Kai.


Kai lancarkan serangan kombinasi pulung dan bela diri kuno hingga puluhan gerakan. Tapi dengan mengandalkan insting dan juga godam yang para preman tersebut miliki, sebagian besar dari mereka berhasil menghindari dan bahkan melancarkan serangan yang sukses mendarat pada tubuh Kai.


‘Sial!’ gerutu Kai dalam hati.


‘Dasar licik! Kalian semua pake bantuan Jin!’ umpat Kai dalam hati.


[Host juga licik. Masak ngandalin Sistem.]


Sistem tiba-tiba bersuara membela para preman.


‘Ah! Diam kamu!’ Kai tidak suka dengan pembelaan yang dilakukan oleh Sistem.


Saat ini nyawa Kai dalam bahaya. Bukannya membantu sang Host, kini Sistem malah mengejeknya.


‘Masih ada satu cara!’ bisik Kai.


‘Pulung! Pulung! Pulung!’


Kai lalu melakukan cara yang sebelumnya dia lakukan saat melarikan diri dari Cijagung. Dengan segala kendaraan yang kini tersedia. Kai dengan mudahnya membuat hujan kendaraan yang membombardir tanah di bawahnya.


Namun dengan sangat luar biasanya. Lagi-lagi serangan dahsyat yang Kai lakukan seakan merupakans sebuah serangan yang mentah. Sebagian besar dari para preman dapat bergerak kendaraan yang jatuh dari langit dengan ilmu peringan tubuh yang mereka miliki. Sebagian lagi, menahan serangan dengan menggunakan perisai sihir yang diciptakan oleh Jin yang mereka pelihara.


Kai terus mengulangi proses penghujanan ini. Dia terus menambahkan jumlah mobil yang dijatuhkan. Apalagi saat ini sudah tidak ada Sila sehingga tidak ada kemungkinan Sila akan terdampak oleh serangan dari Kai.


Tapi percuma… Serangan mentah tetaplah mentah.

__ADS_1


Serangan dahsyat bagi para preman Cijagung tampak seperti mainan anak-anak bagi para jawara ormas PMI.


➖ Bersambung ➖


__ADS_2