Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 1)


__ADS_3

Seorang siswa tampak terkapar tidak sadarkan diri. Siswa dan siswi lain mengerumuni pemuda yang terkapar tersebut dengan perasaan khawatir. Hidung pria muda tersebut tampak mengeluarkan darah. Sedangkan dari sudut bibirnya tampak cairan kental merembes keluar dari dalam mulutnya.


Di depan pria muda tersebut berdirilah seorang remaja culun berkacamata yang masih mengepalkan tangannya. Wajah remaja yang berdiri tersebut tampak pucat pasi. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Nama remaja culun itu adalah Yono.


Kita bisa melihat dengan jelas kalau saat ini nafas Yono sedang tersengal sengal karena terlalu banyak kejutan yang dia alami dalam beberapa detik terakhir ini. Dia sama sekali tidak menyangka kalau satu buah pukulan yang dilancarkannya barusan dapat membuat preman sekolah yang paling ditakuti itu kini tidak sadarkan diri.


Berdasarkan jiwa Otaku yang dia miliki. Dia yakin betul kalau dirinya bukanlah Kenshiro dari Tinju Bintang Utara yang yang dapat menghabisi seseorang hanya dengan satu pukulan saja.


“Yono! Apa yang terjadi?!” sentak salah seorang guru pada Yono.


“Tadi Yono memukul Hakim Pak…” jawab salah seorang siswi perempuan.


Memang benar kalau dia memukul Hakim. Siswa ternakal di sekolah ini. Tapi satu hal yang tidak diketahui oleh Siswi perempuan tersebut. Alasan Yono memukul Hakim karena Hakim melayangkan pukulannya terlebih dahulu. Dan alasan Hakim memukul Yono adalah karena Yono tidak mau meminjamkan koleksi komik bergenre hentai yang Yono miliki.


Yono tahu betul. Seandainya dia meminjamkan komiknya kepada Hakim. Maka komik itu tidak mungkin kembali lagi. Yono tidak rela kehilangan komiknya. Apalagi dengan komik yang berharga semacam ini.


➖ 📱📱📱 ➖


Keesokan harinya di pagi hari tampak sekelompok polisi datang ke rumah Yono yang mungil.


“Pak… Tolonglah… Anak saya ini masih kecil. Dan Bapak tahu sendiri kan kalau dia itu tidak sengaja…” mohon Ayah Yono pada salah seorang polisi.


“Tidak bisa Pak… Kami mengerti apa yang Bapak katakan. Tapi di sisi lain kami di sini hanyalah melaksanakan tugas saja,” jelas Pak Polisi yang tidak bisa mengabulkan permohonan dari Ayahnya Yono.


Hari itu, Yono harus digelandang ke kantor polisi atas tuduhan kasus pembunuhan. Remaja yang Yono pukul tadi siang sekarang sudah tiada. Tidak hanya membuat remaja tersebut pingsan. Satu pukulan dari Yono ternyata telah membuat pemuda tersebut menghembuskan nafasnya yang terakhir.


Yono yang selama ini hanya merasa bangga kalau dia adalah generasi awal otaku di Indonesia. Tidak menyangka kalau satu pukulannya benar-benar bisa membunuh seseorang.

__ADS_1


‘Seandainya aku tidak melindungi hentai ini dari rampasan Hakim,’ bisik Yono menyesal dalam hatinya.


Selain telah membunuh salah seorang kawan sekolahnya. Kini Yono juga tetap kehilangan koleksi komik hentainya yang berharga. Karena komik-komik itu turut dibawa oleh para polisi sebagai barang bukti.


➖ 📱📱📱 ➖


Sembilan bulan kemudian, persidangan yang dilakukan pada Yono akhirnya berakhir. Keluarga Yono yang uangnya pas-pasan harus terpaksa menerima keputusan pengadilan yang mengatakan kalau seorang remaja culun bernama Yono kini harus mendapatkan pendidikan moral di Lembaga Pemasyarakatan khusus Anak.


Tentu saja alasan membela diri, ketidaksengajaan, dan juga kecelakaan sangat bisa dijadikan alibi agar Yono tidak mendekam di dalam penjara. Tapi apa daya. Kehidupan keluarga Yono tidaklah setara dengan keluarga Hakim yang super kaya raya. Dendam yang bersemayam di dalam keluarga Hakim membuat mereka hanya merasa puas jika Yono dipenjara dalam waktu yang sangat lama. Sehingga dengan memanfaatkan segala kesejahteraan yang mereka miliki, keluarga Hakim benar-benar berupaya keras agar Yono tidak akan pernah lagi menghirup udara bebas selama hidupnya.


Hukuman penjara empat tahun yang diterima Yono sebenarnya adalah hukuman yang terlalu berat untuk seorang anak remaja. Akan tetapi bahkan hukuman empat tahun yang akan dijalankan oleh Yono tidak membuat keluarganya Hakim merasa puas.


➖ 📱📱📱 ➖


Tiga bulan kemudian. Pada suatu siang Yono dipanggil oleh penjaga LP untuk memasuki ruang jenguk.


“Yono,” ujar penjaga yang mengantarkan Yono pada penjaga lain yang menjaga pintu ruang jenguk.


“Ke sini…” ujar penjaga pintu ruang jenguk gantian mengantarkan Yono.


Di sebuah meja Yono melihat bibinya ada di sana.


“Bibi… Ada apa?” tanya Yono pada bibinya sambil duduk di atas kursi.


Bibi Yono tidak lantas langsung menjawab. Bibi Yono hanya diam seperti sedang menunggu sesuatu yang entah apa itu.


“Yono… Aku ingin ngasih tahu kamu sesuatu,” ujar Bibi Yono yang tiba-tiba bicara memecah keheningan antara mereka berdua.

__ADS_1


“Ada apa Bi?”


“Baca ini Yon…” Bibi Yono menyerahkan hapenya yang menampilkan sebuah berita.


Begitu Yono membaca judulnya, perasaan Yono langsung tidak enak. Judul berita tersebut adalah ‘Seorang Ayah Tega Menghilangkan Nyawa Seluruh Keluarganya Sebelum Gantung Diri.’


Yono membaca kalau kejadian tersebut terjadi di Desanya. Yono membaca bahwa ketiga anak dan istri dari pelaku dibunuh dengan cara yang membabi buta. Sedangkan Sang Ayah ditemukan gantung diri di kamar mandi rumah.


Yono kemudian langsung gemetaran saat dia lihat nama-nama dalam berita tersebut adalah Ayah, Ibu dan ketiga adik perempuannya.


Yono merasa hatinya semakin sakit. Karena ada surat yang ditulis oleh Ayahnya sebelum gantung diri. Dimana dia merasa malu karena salah satu anaknya kini mendekam di balik jeruji besi.


“Be… Benarkah kabar ini Bi?”


“Ya… Benar Yon…” jawab Bibinya Yono.


“Tapi Bi… Nggak mungkin Ayah bunuh diri. Apalagi membunuh seluruh anggota keluarga terlebih dahulu. Karena setahuku Ayah adalah orang yang paling pantang mengatakan menyerah terhadap berbagai problematika hidup. Selain itu aku tahu betul bagaimana Ayah sangat mencintai Ibu dan Adik-Adikku,” ujar Yono tidak percaya.


“Terkadang rasa sayang dapat membuat seseorang melakukan sesuatu yang diluar akal sehat Yon…” ujar Bibi sedih.


“Rasa malu karena memiliki anggota keluarga yang mendekam dalam penjara. Serta hujatan serta nyinyiran orang-orang di sekitar tentu membuat seluruh anggota keluargamu malu. Oleh karena itu. Saking sayangnya Ayahmu pada anggota keluarganya. Sehingga dia tega melakukan hal yang keji dan menyeramkan seperti ini.” tambah Bibinya Yono.


Yono merasa begitu terpukul karena yang jadi alasan kematian Ayahnya dan seluruh anggota keluarganya yang diketahui oleh orang-orang saat ini adalah karena dirinya yang sangat memalukan. Tapi Yono entah kenapa merasa begitu yakin kalau yang membuat seluruh keluarganya meninggal dunia bukan karena bunuh diri atau apapun itu.


Yono entah mengapa merasa yakin kalau ini semua adalah perbuatan yang disengaja atau sebuah pembunuhan berencana. Dimana Yono yakin kalau pelakunya adalah keluarganya Hakim yang sangat dendam pada dirinya. Yono pikir, tujuan mereka tega melakukan ini adalah agar Yono juga merasakan bagaimana rasanya ditinggal meninggal oleh anggota keluarga.


Namun yang Yono tidak habis pikir. Kenapa kok bisa-bisanya mereka membayar satu nyawa dengan empat nyawa. Membayar pembunuhan yang dilakukan tanpa sengaja dengan pembunuhan yang begitu terencana.

__ADS_1


➖ Bersambung ➖


__ADS_2