
Fragmen 46 : Ternyata Masih Lemah
Hari ini adalah hari terakhir dari misiku untuk memberikan perlindungan kepada Laela. Lebih tepatnya hanya tinggal dua belas jam sebelum Main Quest ini benar-benar berakhir.
Damai. Hanya itu yang kurasakan hingga saat ini. Membuatku merasa semakin waspada. Jangan-jangan sebuah badai akan hadir di menit-menit akhir perjalanan misi.
...— x —...
Semenjak aku mengetahui bahwa ketujuh karyawanku merupakan seorang Jawara. Aku memanfaatkan hal tersebut untuk berlatih tanding demi menguji Quebracho Style Grade M yang kumiliki.
Akan tetapi...
Ketujuh orang itu selalu dapat mengalahkanku dengan mudah. Fakta ini membuatku tersadar bahwa Quebracho Style Grade M bukanlah aliran beladiri paling tangguh yang ada di dunia.
Ternyata memang...
Perjalananku dalam mengembangkan diriku masihlah panjang. Aku sempat sombong karena telah mengalami transendensi. Padahal transendensi bukanlah sebuah prestasi. Dia adalah berkat yang diterima tanpa usaha yang berarti.
Karena di dunia beladiri. Kerja keras jauh lebih dihargai daripada hadiah undian judi.
"Semuanya tentang kontrol Tuan..." nasihat Yono padaku beberapa hari yang lalu.
"Tuan memiliki prana yang lebih tinggi dari bocah itu, tapi kontrol Tuan saat menggunakan prana sangatlah buruk," lanjut Yono sembari menunjuk Tukang Kebun yang sedang menyuapi bangau dan memangku kura-kura.
Tukang Kebun memiliki usia yang sama dengan usiaku sebelum dimudakan oleh Sistem. 18 Tahun. Tapi bocah itu telah memiliki prana 25 ribu tahun. Hanya lebih rendah 5 ribu tahun daripada prana yang kumiliki.
Tapi kontrol yang dimilikinya terhadap prana berada pada tingkat yang sangat tinggi. Tidak ada sumbatan ataupun kebocoran.
Aku memang memiliki skill Jalan Prana Grade M. Tapi skill itu tidak berkaitan dengan kontrol terhadap prana, melainkan tentang potensi dari kapasitas pranaku yang tak memiliki batas.
Aku bertekad. Setelah berhasil menyelesaikan misi ini, aku tidak akan tinggal diam dan bermalasan. Aku akan tetap bekerja keras demi mencapai puncak kejayaan yang kuidamkan.
...— Bersambung —...
Fragmen 47 : Dungeon Quest
Kai berbaring di atas ranjang bertelanjang dada. Sementara Laela berbaring di sisi Kai. Menjadikan lengan gagah sang pria sebagai bantalan kepala.
Kai yang masih segar pasca bercinta. Mencoba untuk melihat tabel status yang sudah lama tidak dilihatnya.
'Eh!' Kai kaget.
'Kapan ini semua meningkat?' tanya Kai saat melihat skill Driving, Biking, dan Cycling miliknya sudah naik menjadi Grade M.
[Itu adalah hadiah dari Sistem yang Tuan dapat setelah berhasil menciptakan aliran beladiri baru. Sistem merasa kecewa karena Tuan sangat jarang sekali memeriksa status. Sistem sedih. Sudah belasan hari Tuan tak membuka status.]
Sistem terdengar mengoceh nggak jelas.
'Maafkan aku Sistem. Aku ingin menjalankan usahaku tanpa terpaku pada status. Aku hanya menganggap perkembanganku yang tertulis di tabel status ini sebagai bonus belaka,' Kai beralasan.
'Hmm... Seluruh kemampuan mengemudiku kini sudah mencapai Grade maksimal. Aku jadi penasaran...' bisik Kai yang sedang membayangkan adegan kejar-kejaran bagaikan film Hollywood.
Tring!
[Side Quest baru telah didapatkan.]
__ADS_1
'Akhirnya badai itu datang juga...' Kai tersenyum karena ini sesuai dengan dugaannya.
[Taklukkan Dungeon Grade C.]
'Wah... Aku dapat Dungeon Quest!'
Kai girang. Di dalam dunia game VRMMORPG, Dungeon adalah sebuah tempat yang ditempati oleh banyak monster yang kuat. Saat seorang Player berhasil menaklukkan Dungeon, maka mereka akan mendapatkan hadiah yang sangat banyak.
[Tuan benar. Kecuali perkara hadiahnya. Hadiah yang akan diberikan Sistem tidak berubah.]
Penjelasan Sistem membuat Kai sedikit merasa kecewa.
[Gerbang Dungeon akan dibuka dalam waktu 30 Menit.]
[Hitungan mundur dimulai.]
[Dungeon Break akan terjadi dalam waktu 6 jam.]
[Hitungan mundur dimulai.]
Kalau ada Dungeon, tentu saja ada Dungeon Break. Dimana Dungeon Break adalah kondisi saat monster-monster yang berada di dalam Dungeon akan keluar untuk menyerang para Player. Satu-satunya cara yang harus dilakukan untuk mencegah Dungeon Break adalah dengan menyelesaikan Dungeon Quest yang didapatkan.
Kai kemudian melihat sebuah peta hologram yang menunjukkan lokasi Dungeon.
'Oh... Hanya berjarak 20 menit dari sini,' gumam Kai saat menyadari bila Dungeon yang dimaksud lokasinya nggak jauh dari Villa.
"Kenapa Kai?" tanya Laela yang heran saat melihat Kai cengengesan sendiri.
"Nggak papa..." jawab Kai sambil mengecup kening Laela.
"Mau nambah lagi nggak Kai?" tanya Laela mencoba pengertian.
...— Bersambung —...
Fragmen 48 : Solo
Tanpa berpamitan, Kai langsung pergi menuju Dungeon.
[Tuan. Sebaiknya Tuan membentuk party.]
Sistem memberi saran. Karena kesulitan yang dimilikinya, Misi Dungeon memang sebaiknya dikerjakan dalam sebuah kelompok. Di dalam dunia game biasa disebut sebagai party.
'Apabila aku membentuk party dengan Yono dan kawan-kawan, bukankah mereka akan menyelesaikan Dungeon ini dengan mudah?'
[Ya. Tuan benar.]
'Ah! Nggak seru!' jawab Kai yang sangat menyukai tantangan.
[Tapi ini terlalu berbahaya Tuan.]
'Berapa persen kemungkinanku selamat jika datang sendirian?'
[Hanya 15%.]
'Itu sudah cukup.'
__ADS_1
[Tapi Tuan...]
'Matilah bersamaku Sistem pengecut,' ejek Kai pada Sistem.
[Tuan...]
Jika Sistem memiliki mata, pastilah dia sudah menangis.
...— Bersambung —...
Fragmen 49 : Memasuki Dungeon
Kai menuruni bukit dengan menggunakan motor trail KTM 500 EXC-F berwarna orange. Motor yang memiliki harga 165 ribu Haipur ini baru Kai beli dari Toko Sistem.
Dengan Biking Grade M yang dimilikinya, Kai mengendarai motor tersebut seakan sedang berjalan kaki. Kai merasa dapat mengendalikannya dengan sangat mudah. Bahkan Kai dapat berakrobat sambil bersin jika dia mau.
Kai terus mengikuti petunjuk arah hingga sampailah ia di sebuah sekolah tua yang terbengkalai. Seharusnya Kai baru akan sampai ke lokasi ini dalam lima belas atau dua puluh menit. Tapi karena skill Biking Grade M yang dimilikinya, Kai bisa sampai ke lokasi Dungeon hanya dalam waktu lima menit saja.
'Masih tersisa sepuluh menit sebelum Dungeon terbuka,' ujar Kai sambil melihat angka hologram di hadapannya.
Agar tidak bosan menunggu, Kai memutuskan untuk menghisap sebatang rokok sambil duduk di atas motor trail yang di standar ganda.
Lima menit kemudian rokok di tangan Kai masih belum habis. Puluhan mobil jeep hitam terlihat memasuki area sekolah tua.
'Ah... Ternyata maksud dari Dungeon belum dibuka itu adalah karena belum ada orang di tempat ini toh..' simpul Kai begitu melihat timer yang menunjukkan waktu masih tersisa lima menit lagi sebelum Dungeon dibuka.
'Sebentar lagi. Sepertinya aku harus menunggu mereka bersiap-siap dulu,' bisik Kai sambil menghembuskan asap rokoknya.
...— x —...
Waktu di timer akhirnya habis. Kai langsung turun dari motornya dan berjalan memasuki area sekolah.
Kai berdiri sejenak di gerbang sekolah. Kai diam memperhatikan. Dia memperkirakan ada sekitar tiga ratusan orang di lapangan depan sekolah.
"Hei! Siapa kamu?! Ngapain di situ?!" teriak salah seorang dari mereka sambil berjalan mendekati Kai diikuti oleh dua orang yang lain.
"Hei! Denger nggak?! Budeg ya?!" teriak pria yang lain.
"Pergi! Pergi!" usir salah satu dari mereka yang berjalan menghampiri Kai.
"Ah... Pantas saja disuruh berlatih bikin aliran diri baru. Kalau aku yang dulu, pasti tidak akan sanggup menghadapi mereka semua," Kai tersenyum mengerti.
Tak menanggapi ancaman, Kai dengan santai tetap berdiri di gerbang sambil menikmati rokok yang masih tersisa beberapa hisapan lagi.
"Eeeeh... Songong juga ya Lu" ujar salah seorang dari mereka saat sudah berada tiga langkah dari tempat Kai berdiri.
Kai jatuhkan rokok lalu menginjaknya dengan kuat. Kai kemudian menatap mata ketiga orang yang berjarak satu setengah jangkauan tangan itu dengan tajam.
[Quebracho Style Snake Flow diaktifkan.]
Tiga buah pukulan Kai lancarkan. Langsung menumbangkan ketiga orang tersebut dalam waktu kurang dari satu detik.
Cuh!
Kai ludahi wajah pria yang tampangnya Kai rasa paling songong di antara ketiganya.
__ADS_1
"Segini doang?" ejek Kai pada ketiga pria yang terkapar.
...— Bersambung —...