Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 1)


__ADS_3

Pada akhirnya, nafsu muda yang dimiliki oleh Kai membuatnya terus meminta jatah pada Kika hingga akhirnya mereka terus bermain sampai hari mulai beranjak terang.


“Kika…” ujar Kai dengan singkong raksasa yang masih menancap di dalam tanah berumput pendek nan subur.


“Udah ah!” bentak Kika sambil menyentil jidat Kai.


“Kenapa?” tanya Kai dengan polosnya.


“Aku capek Kai…!” jawab Kika sambil geregetan.


“Atuh lah… Kika…” Kika berusaha untuk tidak mendengar kalimat permohonan yang dihaturkan oleh Kai. Kika memilih untuk langsung berdiri dari pangkuan Kai hingga singkong ultra size itu tercabut dari tanah yang lembab.


“Mau kemana?” tanya Kai.


“Mau mandi lah!” jawab Kika pendek.


Mata Kai terus melekat bagaikan lem super mengikuti setiap pergerakan Kika yang berlalu meninggalkan Kai mencari kamar mandi terdekat. Kai perhatikan bagaimana Kika bolak-balik, keluar masuk kamar untuk mencari kamar mandi.


Akhirnya, setelah memasuki salah satu kamar yang terletak tidak jauh dari tempat Kai rebahan, Kika tidak keluar lagi.


‘Hehe…’ kekeh Kai dalam hatinya. Entah mendapatkan keberanian darimana, Kai kemudian melenggang berjalan mengikuti Kika untuk memasuki ruangan berkamar mandi yang barusan dimasuki oleh Kika.


“Kaaai!” teriakan Kika langsung terdengar saat Kai masuk ke dalam kamar mandi.


Rengekan protes Kika terdengar menggema dari dalam kamar mandi beserta beberapa suara tamparan dan pukulan manja. Sepertinya Kika sedang berusaha menolak Kai yang mulai tidak mampu untuk menahan dirinya.


Namun berbagai protes yang dilayangkan oleh Kika hanya berlangsung beberapa menit saja. Karena tak lama setelahnya, yang terdengar dari dalam kamar mandi adalah suara benturan kulit bersamaan alunan irama dengan pitch tinggi dan juga patah-patah.


Hadeuh… Kalau cowok baru ngerasain kenikmatan bereproduksi dengan pasangannya… Ya… Seperti si Kai inilah kelakuannya! Nggak ada puasnya!


➖ 📱📱📱 ➖


Setelah Kai dan Kika selesai menuntaskan kegiatan mandi bersama, mereka pun berpakaian dengan pakaian yang sudah tersedia di dalam setiap lemari yang ada di rumah ini. Ternyata rumah ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai pakaian berbagai gender dan usia. Mulai dari bayi hingga orang dewasa. Mulai dari laki-laki hingga perempuan.


“Waaa…!” suara jeritan Dede yang terbangun sendirian di dalam kamar lain pun langsung terdengar.


‘Eh! Si Dede baru bangun… Makasih ya sayang… Kamu pengertian sekali sama aku,’ bisik Kai dalam hati sambil berjalan santai mengikuti Kika yang setengah berlari menuju kamar Dede. Selama bermain enak-enak sama Ibunya, Kai sempat lupa dengan keberadaan Dede saking nyenyaknya Dede tertidur.


Sementara Kai mensyukuri Dede yang selalu terbangun di saat yang paling tepat. Sebagai seorang Ibu Kika menduga kalau betapa nyenyaknya Dede tertidur adalah gara-gara dia kelelahan setelah melakukan perjalanan panjang tadi malam.


“Kai!” jerit Kika kaget saat melihat Kai memasuki kamar.

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Kai.


“Susuku kok tidak keluar ya?” keluh Kika saat dia coba untuk memberikan ASI kepada Dede.


‘Halah! Aku lupa!’ Kai tertawa kecil di dalam hatinya karena dia kelupaan sesuatu. Tadi malam Kai telah membuat alat penghasil ASI itu kembali perawan. Yang otomatis alat itu jadi tidak bisa mengeluarkan ASI seperti biasanya.


Kai lalu dengan tenang duduk di sebelah Kika. Kai belai punggung Kika sambil mengaktifkan kemampuan spesial Dokter Sihir miliknya.


“Tenang… Nanti juga keluar,” ujar Kai coba untuk menenangkan Ibu muda tersebut.


Dengan kemampuan spesial dokter sihir, dengan mudah Kai mengembalikan kemampuan Kika dalam menghasilkan cairan bergizi tinggi tersebut.


“Oh iya. Udah keluar lagi,” kata Kika.


“Apa kubilang…” Kai tersenyum lebar.


“Mungkin karena aku sempat stress gara-gara semalam ya…” simpul Kika.


“Bisa jadi,” Kai jawab asal saja.


Mahendra lalu membelai kepala Dede untuk memeriksa kondisi bayi ini menggunakan kemampuan Dokter Sihir. Kai melihat kalau secara garis besar Dede cukup sehat. Dia hanya sedang luar biasa kelelahan saja. Sehingga sebagai seorang Om yang baik, Kai lalu coba untuk menghilangkan rasa lelah yang tengah Dede rasakan sambil mencoba untuk menidurkan Dede dengan memainkan beberapa hormon dan aliran energi yang terdapat di tubuh Dede.


Kika merasa lega karena Dede sudah kembali tertidur kemudian Kika membaringkan Dede di tempat tidurnya semula.


“Apa lagi?!” Kika mulai emosi.


“Yuk…”


“Eh Busyet! Masak nambah lagi sih?” protes Kika.


“Aku harus istirahat Kai…” lanjut Ibu muda tersebut.


“Ayolah…” bujuk Kai.


“Pergi!” Kika dengan kasar mengusir Kai dengan mendorongnya keluar dari dalam kamar.


Brug!


Kika menutup pintu dengan kasar setelah sebelumnya sempat menjulurkan lidahnya dengan genit pada Kai. Kai hanya merespon kelakuan Kika dengan menggaruk pelan belakang kepalanya.


Merasa aman karena Kai sudah tidak ada di dekatnya, Kika lalu mencoba untuk menidurkan dirinya yang sudah melakukan pejalanan jauh di malam hari yang dilanjutkan dengan berenang tandem di lautan nafsu hingga berkali-kali. Tapi anehnya… Kika merasa segar sehingga sulit untuk tidur.

__ADS_1


Sulitnya Kika tidur, terjadi dikarenakan barusan Kai diam-diam telah mengembalikan stamina Kika sekaligus menghilangkan rasa kantuknya. Tapi Kika yang secara psikologis merasa kalau dirinya sudah sangat lelah, akhirnya berhasil tertidur setelah melamun memandangi langit-langit kamarnya selama hampir satu jam lamanya.


➖ 📱📱📱 ➖


Merasa terusir, Kai lalu berbaring di atas ranjang yang berada di kamar yang lain.


‘Hmmm… Aku sebenarnya cukup penasaran sih ini…’ sambil berebah Kai berbisik di dalam hatinya.


Dari berbagai sensasi dan kontrol yang dia rasakan dengan mengaktifkan kemampuan spesial dokter sihir atas tubuh orang yang dia sentuh, Kai jadi terpikirkan sebuah ide yang benar-benar gila.


‘Kalau benar seperti apa yang kupikirkan, ini bakalan gila banget sih…’ bisik Kai sambil menyentuh dirinya sendiri sebelum mengaktifkan kemampuan spesial dokter sihir pada dirinya sendiri.


Belasan menit pun belalu.


Selama belasan menit ini Kai terus menerus melakukan berbagai percobaan dengan menggunakan kemampuan spesial dokter sihir pada dirinya sendiri. Dan berbagai percobaan ini berakhir saat…


Uhuk!


Kai terbatuk dan mengeluarkan sebuah gumpalan darah dari dalam mulutnya.


Nafas Kai tampak begitu terengah-engah. Seluruh kulit Kai tampak begitu basah setelah mengeluarkan keringat yang berjumlah begitu banyak.


‘Ini luar biasa sekali…’ ucap Kai sambil tersenyum lebar namun sedikit mengerikan.


[Host! Sistem tidak menyangka kalau Host akan terpikirkan hal yang mengerikan seperti ini.]


‘Entahlah Sistem,’ jawab Kai tak mengerti dari mana ide-ide ini bisa dia dapatkan.


[Harap berhati-hatilah Host. Yang Host temukan sungguh di luar nalar Sistem sekalipun.]


‘Aku tak tahu apakah kau memujiku atau bukan. Tapi… Makasih…’, jawab Kai.


Kai yang merasa lelah karena sudah memforsir kemampuan spesialnya barusan memutuskan untuk tidur sejenak.


‘Sistem. Bisakah kamu membangunkanku saat hari sudah siang?’ tanya Kai.


[Bisa Host. Jam berapa Host ingin dibangunkan?]


Tanya sistem.


‘Jam 13:00 ya…’

__ADS_1


[Baik Host. Selamat beristirahat.]


➖ Bersambung ➖


__ADS_2