
Fragmen 53 : Hancur Lebur
Wung Wung Wung...
Kai perlahan bangkit berdiri. Cahaya biru membentuk tentakel bergerak cepat mengelilingi tubuh Kai.
Bzzt... Bzzt...
Garis-garis listrik tampak sesekali muncul seakan Kai merupakan sebuah gardu listrik yang sedang korslet.
"Gila! Prana anak itu?!" Kakak Ketiga terkejut saat menyadari prana Kai yang terus meningkat dengan cepat.
"Dia hanya sedang menghancurkan tubuhnya sendiri dengan kebocoran prana sebanyak itu," gumam Kakak Pertama dingin.
"Kita hanya cukup menahannya selama beberapa menit. Tubuh itu akan hancur dengan sendirinya," Kakak Keempat menyimpulkan.
"Apakah tim utama sudah siap?" tanya Kakak Pertama.
"Sudah, totalnya ada lebih dari lima ribu orang," jawab Kakak Kedua.
"Suruh mereka semua bergerak tanpa Aku! Ratakan Villa dan tangkap wanita itu!" titah Kakak Pertama yang masih waspada melihat Kai yang sedang bersusah payah berdiri.
"Apakah cukup?" tanya Kakak Kedua kembali.
"Sugiyono Prakasa memang jawara tingkat tinggi. Tapi dia tidak lebih hebat dariku. Ada banyak jawara tingkat tinggi di Kelompok kita. Kita tak perlu khawatir," jawab Kakak Pertama.
"Bagaimana kalau kita arahkan saja seluruh pasukan kita ke sana? Berarti totalnya sekitar tujuh ribu orang dan seribuan orang jawara tingkat tinggi," usul Kakak Keempat.
"Ya. Itu lebih aman!" balas Kakak Kedua.
"Baiklah. Aku setuju! Lakukan saja begitu!" Kakak Pertama merestui. Membuat Kakak Keempat dan Kakak Kedua langsung mengangkat ponsel mereka.
"Kalian! Pergilah ke Villa! Bergabunglah dengan seluruh pasukan kita yang lain," titah Kakak Ketiga pada delapan puluhan pasukan yang masih berada di tempat ini.
"Siap! Kakak Ketiga!" para pasukan ini sebenarnya lega dengan tugas baru mereka. Mengingat mereka baru saja melihat sebuah mimpi buruk yang Kai berikan.
"Jangan lupakan aku!" teriak Kai saat melihat para Mafia kelas teri tersebut hendak pergi.
[Rush Grade F diaktifkan.]
[Pulung Grade F diaktifkan.]
Kai langsung melesat dalam kecepatan bak roket menuju gerbang sekolah.
[Quebracho Style Snake Flow Grade M diaktifkan.]
Kai berbalik dan melancarkan serangan pada keronco-keronco yang berencana untuk menyerang Villa milikya. Kai tidak melupakan tujuan utamanya berada di tempat ini. Dia harus melindungi Laela apapun yang terjadi.
"Jangan harap bisa pergi!"
Blam! Boom! Duar!
Setelah diperkuat oleh Prana yang sangat banyak dan juga Skill Rush, serangan yang dihasilkan Quebracho Style Snake Flow Grade M kini menjadi jauh lebih cepat dan juga bertenaga. Membuat para keronco langsung kehilangan nyawa pasca terkena serangan telak.
Lima puluh orang mati dalam sekejap. Keempat Kakak terkejut karena mata mereka kesulitan dalam menangkap pergerakan yang dilakukan oleh Kai.
"Matilah Kalian!" jerit Kai pada keempat Kakak. Kai berteriak bukan semata-mata untuk mengerahkan tenaga. Dia kini sedang menahan rasa sakit yang memenuhi seluruh sendi tubuhnya.
Duagh! Duagh! Duagh! Duagh!
Kai mengerahkan empat buah serangan. Dua berhasil mendarat. Dua berhasil ditahan.
[Pulung Grade F diaktifkan.]
__ADS_1
Tanpa mempedulikan keempat Kakak yang kebingungan. Kai melesat untuk menghabisi seluruh keroco yang tersisa.
[Peringatan!]
[Bahaya!]
[Jalan Prana 50.000 Tahun dihasilkan.]
[Jalan Prana mengalami kebocoran besar.]
Seluruh keroco berhasil Kai habisi. Kai tak memiliki waktu banyak. Dia merasa seluruh pembuluh darahnya serasa mau pecah.
'Lebih banyak lagi!' dengan Skill Jalan Prana, Kai memanggil lebih banyak Prana dari dalam tubuhnya. Kai tidak peduli dengan rasa sakit yang dia rasakan. Dia tidak peduli terhadap tubuhnya yang dapat meledak kapan saja.
Pemikiran Kai sederhana. Jika kontrol Kai akan membuat banyak prana terbuang karena kebocoran. Bagaimana jadinya kalau Kai mengerahkan prana yang jauh lebih banyak lagi. Bukankah dengan begitu akan tetap tersisa banyak prana yang bisa Kai gunakan?
[Peringatan!]
[Bahaya!]
[Jalan Prana 150.000 Tahun dihasilkan.]
[Jalan Prana mengalami kebocoran besar.]
[Quebracho Style Snake Flow Grade M diaktifkan.]
Kai melancarkan serangan beruntun kepada Kakak Keempat yang sedang terpisah dari Ketiga Kakak yang lain berkat serangan Kai sebelumnya.
"Uakh!" dua jari Kai berhasil menusuk leher Kakak Keempat bagaikan sebilah belati yang tajam.
"Kurang Ajar!" Kakak Kedua melesat ke arah Kai bersamaan dengan Kakak Ketiga yang melesat dari arah berbeda.
[Peringatan!]
[Bahaya!]
[Jalan Prana mengalami kebocoran besar.]
[Rush Grade F diaktifkan.]
[Quebracho Style Tortoise Flow Grade M diaktifkan.]
Duagh! Duagh!
Kai dengan mudah menahan serangan dari Kakak Kedua dan Ketiga. Membuat ekspresi kedua jawara berubah menjadi kecut.
'Tahan dan serang!' bisik Kai mengingat prinsip dari Quebracho Style Tortoise Flow.
Grak! Splash!
Kai mencengkram kepala Kakak Kedua hingga kepala tersebut hancur bagaikan buah semangka.
Krak! Krak! Krak!
Tiga buah serangan beruntun Kai lancarkan pada tulang punggung Kakak Ketiga hingga tulang-tulang tersebut hancur berantakan.
"Tidaaak!" melihat ketiga adik perguruan telah diantarkan Kai ke alam baka, Kakak Pertama tak lagi menahan diri. Dia kerahkan seluruh prananya sebelum melesat ke arah Kai.
Buagh!
Kai meluncur tak terkendali. Melesat menabrak tembok sekolah hingga hancur berantakan.
Gruduk! Gruduk!
__ADS_1
Kai berdiri di antara puing-puing tembok seakan tidak terjadi apa-apa.
[Peringatan!]
[Bahaya!]
[Jalan Prana 500.000 Tahun dihasilkan.]
[Jalan Prana mengalami kebocoran besar.]
[Quebracho Style Snake Flow Grade M diaktifkan.]
Duash! Duash! Duash!
Berbeda dengan Ketiga Kakak, Kakak Pertama berhasil menahan seluruh serangan yang dilancarkan Kai.
Uhuk!
Kai menahan muntahan darah di dalam mulutnya. Sepertinya salah satu organnya telah hancur akibat kebocoran prana yang sedari tadi terjadi.
Kai berusaha sekuat tenaga untuk tidak menunjukkan ekspresi rasa sakit yang tengah dia rasakan. Dia terus bertukar serangan dengan Kakak Pertama tanpa henti.
Kai dan Kakak Pertama merotasi jurus yang mereka miliki hingga beberapa kali. Mereka berdua belum ada yang mengalah. Tak ada satupun serangan yang berhasil mendarat dengan sempurna.
[Peringatan!]
[Bahaya!]
[Jalan Prana 750.000 Tahun dihasilkan.]
[Jalan Prana mengalami kebocoran besar.]
Kakak Pertama hanya memiliki Prana 150 ribu Tahun. Tapi dia bisa menggunakan seluruh prananya dengan baik. Sangat berbeda dengan Kai yang belum bisa mengontrol prananya.
[Peringatan!]
[Bahaya!]
[Jalan Prana 850.000 Tahun dihasilkan.]
[Jalan Prana mengalami kebocoran besar.]
Duagh! Duagh! Duagh!
Satu dari tiga buah serangan Kai akhirnya berhasil disarangkan. Membuat tubuh Kakak Pertama meluncur sambil berguling-guling tak terkontrol di atas tanah.
"Matiii!" Kai mengejar tubuh yang terpelanting tersebut. Lalu dia duduk di atas tubuh Kakak Pertama sebelum melancarkan berbagai serangan kombinasi dengan membabi buta.
Wung Wung Wung...
Prana yang bocor dari tubuh Kai perlahan menghilang. Akhirnya Kai berhasil menghabisi nyawa Sang Kakak Pertama.
Brug!
Kai jatuh tergeletak di sebelah jenazah Kakak Pertama. Kai kini mengalami puluhan luka lebam dan sayatan. Tiga belas tulang Kai remuk ataupun patah. Sementara satu organ Kai kini sudah berhenti berfungsi.
'Hehe... Sistem, Aku berhasil.'
[Ya Tuan. Anda telah berhasil.]
Kai pun kehilangan kesadarannya.
...— Bersambung —...
__ADS_1