
Sambil menghindari berbagai serangan bertubi yang dilancarkan padanya. Kai yang merasa tidak bisa mengalahkan lawannya dengan cara-cara yang sudah pernah dia lakukan, Kai coba untuk memutar otak menggunakan kreatifitasnya agar dapat menemukan cara baru untuk menumbangkan para jawara dengan aliran prana tingkat tinggi ini.
Kai menghirup udara dalam, coba berkonsentrasi untuk mengendalikan aliran prana dalam dirinya. Dengan pengertahuan yang dia dapatkan dari kemampuan spesial bela diri kuno, pengendalian prana bukanlah hal yang sulit untuk Kai lakukan.
‘Hmh… Setelah itu, kucoba saja ini,’ Kai memegang tubuhnya sendiri.
Dia ubah aliran energi dan juga bentuk otot di tubuhnya agar dapat meningkatkan kecepatan serta kekuatan. Seperti kemampuan enhance strength dan enhance agility dalam game rpg.
Kai yang sedari tadi hanya menghindari serangan, kini mencoba melancarkan serangan baliknya.
Blam! Blam! Blam!
Berhasil! Beberapa orang berhasil Kai ledakkan dengan kemampuan spesial miliknya.
‘Aw!’ sebuah pukulan hampir mengenai kepala Kai. Untung saja, Kai berhasil menghindarinya dengan jarak sehidung saja.
Kai memukul tanah dengan kekuatan pukulan yang sudah dia tingkatkan.
‘BLAR!’
Tanah meledak. Melemparkan beberapa belas orang ke udara. Sementara yang lain ada yang masih bisa bertahan dan menjaga keseimbangan di tanah. Atau beberapa lagi ada yang berhasil melompat menjauhi serangan gempa yang Kai lancarkan.
‘Pulung! Pulung! Pulung!’
Karena belasan orang yang melayang itu berada dalam kondisi tidak siaga. Dengan mudah Kai melancarkan serangan pada tubuh mereka semua.
Blam! Blam! Blam!
Hujan cairan merah dan organ jatuh membasahi tanah. Membuat seluruh pendekar dan jawara di sana turun merasakan hangat dan amis tubuh kawan mereka.
Bukannya takut. Mereka semua menjadi geram. Tanpa terasa sudah lebih dari seratus pendekar gugur di tangan Kai. Sebagai seorang jawara dan pendekar berilmu kanuragan tingkat tinggi tentu saja mereka malu, kalau mereka harus melarikan diri saat ini.
__ADS_1
Karena dalam lubuh hati mereka menyadari kalau tidak mungkin mereka bisa mengalahkan Kai. Yang ada di pikiran mereka saat ini hanyalah satu. Mati dengan terhormat. Mati setelah melakukan perlawanan yang terbaik.
Seluruh tekad dan kekuatan yang dikerahkan oleh para preman membuat Kai kembali kewalahan. Teriakan keputusasaan berbalut kemarahan menggema menggetarkan langit.
Untuk dapat menghadapi seluruh pendekar yang tersisa, Kai harus mengerahkan kemampuan bela diri kunonya ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini membuat tubuh Kai terasa nyeri di sana sini. Berbeda dengan lawan-lawannya yang mendapatkan kemampuan melalui latihan yang bertahap dan lama. Kai mendapatkan kemampuan bela dirinya dengan cara instan. Sehingga tubuh Kai tidak terbiasa untuk menggunakan kemampuan spesial yang dia miliki.
[Sepertinya Host harus mulai berlatih.]
Sindir Sistem pada Kai yang selama ini membentuk tubuh dan juga mendapatkan seluruh kemampuan yang dia miliki dengan cara instan dan juga bantuan dari Sistem.
‘Sepertinya kau benar. Aku harus berlatih seperti Yono untuk dapat memaksimalkan seluruh kemampuanku,’ Kai tidak membantah sindiran dari Sistem.
Berbeda dengan Yono yang begitu rajin berlatih bela diri dan olahraga fisik. Seluruh ruangan latihan yang ada di lantai empat hingga saat ini tidak pernah Kai gunakan karena Kai pikir dia sudah memiliki segalanya tanpa harus belatih seperti Yono. Bahkan, untuk urusan berlatih, Kai sudah kalah start bila dibandingkan dengan Udin.
[Hidupmu sudah terlalu mudah ya Host?]
Sindir Sistem kembali tanpa bisa membaca keadaan.
[Ya. Kalau Host bisa bertahana hidup hari ini.]
‘Kau mendoakanku mati?’
[Tidak Host. Kau mati. Aku mati dan akan digantikan oleh Sistem yang lain. Aku hanya mengatakan kenyataannya.]
‘Ya! Ya! Terserah kamu ajalah!’ Kai malas berdebat dengan Sistem.
Blam! Blam! Blam!
Sembari melawan nyeri yang semakin menjadi, Kai secara simultan berhasil mengalahkan lawan-lawannya satu per satu. Seiring dengan semakin panjangnya pertarungan ini, Kai juga semakin meningkatkan kekuatan dan juga kecepatan serangannya.
Tidak mau mati. Kai mengerahkan seluruh kekuatannya tanpa tanggung-tanggung. Dia mengkombinasikan beberapa kemampuan spesial yang dimilikinya sekaligus.
__ADS_1
Kai kerahkan kemampuan spesial Bela Diri Kuno tingkat tinggi untuk mengendalikan prana sekaligus untuk membuat gerakan serangannya lebih efektif dan efisien. Kai juga menggunakan Penglihatan Seorang Matematikawan yang akan membuatnya bisa memperhitungkan setiap pergerakan lawan-lawannya dengan lebih akurat. Sementara itu kemampuan spesial Dokter Sihir yang membuatnya dapat melakukan satu serangan mematikan juga Kai gunakan untuk menyembuhkan luka-lukanya serta meredakan rasa nyeri yang semakin menjadi. Terakhir, Kemampuan Spesial Pulung sesekali Kai gunakan agar dia dapat bergerak secepat cahaya saat sedang dalam kondisi terdesak.
Sementara Sandi hanya diam memperhatikan bagaimana cara Kai membantai seluruh anak buahnya. Seluruh usaha yang dilakukan oleh Kai akhirnya membuahkan hasil. Sekarang seluruh anak buah Sandi telah berhasil Kai kalahkan. Dimana sebagian besarnya sudah tidak memiliki tubuh lagi, dan sebagian yang lain sudah kehilangan sebagian dari tubuh mereka.
“Kau…?” Sandi bergidik ketakutan. Sandi lihat kini Kai hanya berdiri menatap dirinya dengan tatapan yang tajam.
Bagaikan pemburu yang bersiap untuk menerkam mangsa yang lupa akan yang namanya rantai makanan.
“Masih berfikir bisa menghabisiku?” tanya Kai pada Sandi sambil meludah.
Saking panjang dan melelahkannya pertarungan barusan. Kai merasa bahwa paru-parunya akan meledak hanya dengan mengatakan satu kalimat barusan saja.
Kai sangat paham. Sandi tidak mungkin menjadi pemimpin kalau dia tidak bisa mengalahkan seluruh anak buahnya sekaligus seperti yang barusan Kai lakukan. Karena pemberontakan bisa terjadi kapan saja bukan?
Di lain sisi, Kai juga tahu kalau Sandi pun sudah berhasil menilai kemampuan yang dia miliki barusan. Dari gestur dan ekspresi yang Sandi tunjukkan, Kai tahu kalau Sandi menilai bila kemampuan Kai lebih tinggi daripada kemampuan dirinya.
Tapi…
Kai kini sudah kelelahan. Bahkan kemampuan spesial dokter sihir hanya membuat kepalanya pusing. Luka dan rasa lelah yang dia miliki tidak dapat dihilangkan apalagi disembuhkan begitu saja. Bagaimanapun Kai hanyalah seorang manusia. Sehingga tubuhnya pun memiliki batasannya.
“Hmmm… Aku sudah memilih target yang salah,” Sandi mengakui kesalahannya telah menculik Sila.
Sandi tidak menyangka kalau salah satu anggota keluarga Sila adalah orang yang semengerikan ini.
Sandi memegang dadanya. Sandi lalu memanggil seluruh Jin yang dia pelihara selama ini.
‘Eh!’ Kai lihat langit mendadak menjadi gelap. Awan hitam berkumpul di atas kepala mereka. Berputar dengan cepat tepat di atas kepala Sandi.
Ya. Sandi memiliki ribuan Jin yang dapat meningkatkan kemampuannya dalam bela diri. Dan ditambah lagi, Sandi juga turut memanggil Jin yang selama ini bersemayam di tubuh para anak buahnya. Mata Sandi berubah menjadi semerah darah. Kukunya menghitam. Urat-urat yang mengerikan muncul memenuhi kulit yang membungkus tubuhnya.
‘Cheater!’ ejek Kai dalam hati.
__ADS_1
➖ Bersambung ➖