Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 4)


__ADS_3

[Sila Prayoga saat ini sedang begitu bersedih karena Ayahnya yang bernama Pasal Prayoga sedang sakit parah dan sudah di diagnosa usianya tinggal sebentar lagi.]


[Tidak hanya sedih, Sila juga begitu tertekan karena apabila Ayahnya meninggal, dia harus meneruskan kerajaan bisnis keluarganya yang sangat besar.]


[Sila merasa kalau dirinya masih terlalu muda dan belum memiliki kapabilitas untuk mewarisi kerajaan bisnis yang dirintis oleh Kakeknya yang bernama Arya Prayoga.]


‘A… Arya Prayoga?! Apakah yang dimaksud adalah Kakek Arya?’


[Arya Prayoga yang Host kenal dan Arya Prayoga yang dimaksud dalam keterangan ini adalah orang yang sama.]


Jawab Sistem memperjelas apa yang ditulis oleh Penglihatan Seorang Detektif. ‘Be… Benarkah?’ Kai lalu melanjutkan bacaannya.


[Seharusnya kerajaan bisnis milik Arya Prayoga diturunkan kepada putra sulungnya yang bernama Kai Prayoga. Sayangnya putra sulung Arya meninggal dikarenakan pembunuhan terencana yang dilakukan oleh saingan bisnis Arya.]


[Sehingga dengan terpaksa kerajaan bisnis Arya harus diturunkan kepada Pasal yang menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan.]


[Dikarenakan Arya Prayoga telah meninggal dunia, dan Pasal pun sekarang kehidupannya sedang terancam. Maka satu-satunya darah Prayoga yang tersisa hanyalah Sila Prayoga seorang.]


[Tapi sebenarnya ada satu orang pewaris lagi yang diduga masih hidup selain Sila. Dia adalah pewaris yang dididik langsung secara intens selama delapan tahun oleh Arya Prayoga. Tapi hingga saat ini, keberadaan pewaris yang namanya sama dengan Putra Sulung Arya masih belum ditemukan.]


‘Apakah yang dimaksud dengan pewaris itu aku?’


[Benar Host.]


[Mereka datang menjemputmu saat kau melarikan diri dari Iblis yang memperkosamu.]


‘Tapi sekarang mereka tidak akan mengenaliku?’


[Benar Host. Dengan menggunakan Avatar yang sekarang, mereka tidak akan mengenali Host sebagai Kai Prayoga yang mereka cari.]


Kai kembali memegang dagunya. Mencerna segala fakta yang baru saja dia temukan. Menarik benang merah dari semuanya, dan mencoba untuk menyusun langkah di masa depan agar Kai dapat mendapatkan hasil maksimal dari segala privilege tak terduga yang ternyata dimilikinya.


‘Berarti kedua orang di depanku ini adalah dua orang yang akan menggantikanku sebagai pewaris kerajaan bisnis besar.’


[Benar Host.]


Kai masih berpikir saat Pecel Lele yang dia pesan akhirnya terhidang di atas meja. Nyaris bersamaan dengan pesanan Sila dan Gugun.


'Hmm... Aku bisa membalas budi pada Kakek Arya dengan menyembuhkan anaknya. Dan menunda Sila naik tahta. Tapi aku cukup penasaran dengan apa yang Gugun lakukan hingga bocah laknat kayak dia bisa dapat berpacaran dengan gadis secantik Sila. Yang dalam hal ini juga merupakan sepupuku. Sepupu angkatku.'


[Sila dan Gugun dijodohkan sejak mereka masih kecil karena mereka berdua adalah pewaris dari dua buah kerajaan bisnis besar.]

__ADS_1


[Sila pewaris dari Prayoga Group, Group bisnis nomor sepuluh di Indonesia. Namun bisnis yang dibangun itu bukanlah bisnis yang sebenarnya. Bisnis sesungguhnya dari keluarga Prayoga adalah jaringan bisnis ilegal. Dan kini cartel bisnis haram keluarga prayoga adalah yang terbesar ketiga di seluruh Asia.]


'Hmmm... Kakek Arya pernah cerita soal Yamaguchi-Gumi & D-Company, dua buah cartel terbesar di ASIA. Kalau benar cartel Kakek Arya berada di urutan ketiga, itu berarti keluarga Prayoga berada tepat di bawah keduanya. Dan kalau begitu sudah bisa dipastikan kalau mereka adalah Cartel terbesar di Indonesia,’ simpul Kai.


[Sedangkan Gugun adalah pewaris dari Prians Group. Sebuah kerajaan bisnis terbesar ketiga di Indonesia. Berpusat di Makassar dan bergerak di bidang Migas. Sebenarnya pewaris Prians Group bermama Oka Irawan Apriansyah. Sayangnya anak itu sudah dinyatakan meninggal dunia delapan tahun yang lalu.]


Kai merasa hatinya sakit saat membaca nama lamanya disebut. Kai sudah ingin melupakan kejadian delapan tahun yang lalu. Tapi tetap saja hal itu tidak bisa dia lupakan begitu saja.


[Sila memang tidak menyukai Gugun, tapi Gugun begitu tergila-gila pada Sila. Malahan, Gugun cenderung toksik dan posesif kepada Sila. Sila sendiri adalah korban dari Gaslighting yang kerap dilakukan oleh Gugun.]


‘Ya iyalah pasti tergila-gila. Wong Sila itu cantik banget.’


[Saat ini Sila dan Gugun sedang menuju apartemen Gugun. Sila sedih karena Ayahnya yang bernama Pasal sedang sakit. Tapi pacarnya memaksa ketemu dan meminta jatah kegiatan reproduksi rutin. Demi mempertahankan perjodohan ini, Sila harus nurut walaupun dia tidak mau.].


'Dasar bocah laknat! Baru 15 tahun tapi nafsunya udah lumayan gede juga,' bisik Kai dalam hati. Kai bicara begitu padahal dia nggak ngaca melihat nafsunya sendiri.


"Kristal..." Kai memanggil Kristal dan memberinya instruksi. Kristal mendengarkan instruksi dari Kai dengan seksama.


"Baik Tuan," jawab Kristal.


Kristal lalu bangkit dan mendekati meja Gugun dan Sila.


"Boleh saya duduk di sini?" tanya Kristal pada Gugun.


"Bo... Boleh..." Gugun tergagap dalam kekaguman.


Sila tampak tidak perduli dengan ekspresi mupeng yang ditunjukkan Gugun pada Kristal.


"Nona... Sila?" Sila terkejut karena Kristal menyebut namanya.


"I... Iya...?"


"Perkenalkan, saya Kristal. Saya mendapatkan informasi kalau Ayah Nona sekarang sedang sakit kanker stadium akhir dan sekarang sedang koma," ujar Kristal yang juga tak mempedulikan kehadiran Gugun di sana.


"Da... Darimana kamu tahu?!" Sila terkejut. Sakitnya Bapak Pasal hanya diketahui oleh keluarga dan kolega terdekat. Sama sekali tidak ada orang lain yang mengetahui hal ini.


"Almarhum Bapak Arya Prayoga yang memberitahukan kami," jawab Kristal.


"Ka... Kakek?"


"Ya. Dan beliau meminta bantuan kepada kami untuk menyembuhkan Bapak Pasal."

__ADS_1


"Memyembuhkan? Memang bisa?"


"Pemuda di sana bernama Kai Prayoga."


'A... Apa?! Kok namanya sama dengan nama Paman Tertua dan Cucu Angkat Kakek?!'


"Hmmm... Sebaiknya Nona bicara langsung dengan Tuan Kai untuk lebih detailnya. Tapi intinya Tuan Kai bisa membantu untuk menyembuhkan Bapak Pasal," jawab Kristal seakan bisa mendengar suara hati Sila.


"Benarkah? Dia bisa menyembuhkan Ayah?"


"Dia bisa menyembuhkan penyakit apapun," jawab Kristal mantap.


Sila memandang Gugun sejenak. Gugun melotot dan menunjukkan ekspresi marah. Sila harus memilih antara menjadi korban kemarahan Gugun, atau melewatkan kesempatan untuk menyembuhkan Ayahnya.


Sila sudah tidak bisa berpikir jernih. Walaupun Kai dan Kristal adalah orang asing. Tapi di saat semua orang sudah angkat tangan atas kesembuhan Ayahnya, dua orang ini datang dan menyatakan kalau mereka bisa menyembuhkan Ayahnya.


"Ba... Baiklah..." Sila bangkit meninggalkan Gugun.


"Mari Nona!"


"Hei! Mau kemana?" hardik Gugun pada Sila.


"Maaf Gun... Aku harus mencoba setiap harapan untuk menyelamatkan Ayah," jawab Sila.


"Kamu sudah berjanji padaku!" teriak Gugun kembali.


"Tapi aku tidak ingin mensia-siakan kesempatan ini," Sila tetap berjalan menuju meja Kai.


"Sila!" Gugun meremas pergelangan tangan Sila.


"Tunggulah sebentar. Biarkan setidaknya aku mengobrol dulu dengan pemuda itu. Kalau memang dia tidak bisa meyakinkanku, aku akan ikut denganmu," ujar Sila sambil menghembuskan nafas panjang.


Sila memang harus ekstra sabar saat memghadapi Gugun. Manja, keras kepala, dan seenaknya sendiri. Sila bingung, bagaimana cara kedua orang tua Gugun dalam mendidik anak ini.


Gugun mengalah dan duduk kembali ke bangkunya. Toh pecel lelenya masih belum dia habiskan. "Baiklah... Kuberi waktu sepuluh menit."


"Terima kasih sayang..." Sila serasa ingin muntah saat mengatakan sayang pada pria yang tak pernah dia cintai itu. Semakin lama bersamanya, semakin Sila membencinya.


Sila kemudian duduk di hadapan Kai yang sedang berkonsentrasi memporak porandakan lele di hadapannya.


"Ini Nona Sila Tuan..." ujar Kristal pada Kai.

__ADS_1


"Hai... Adik sepupu..." Kai tersenyum lebar saat menyapa sepupu angkatnya tersebut.


➖ Bersambung ➖


__ADS_2