Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 4)


__ADS_3

"Tentu saja," jawab Kai.


"Kristal jangan panggil aku Nona. Aku ini bukan siapa-siapa."


"Nona Kika orang yang luar biasa. Dan saya tidak bisa memanggil Nona dengan hanya nama saja."


Karena sekarang posisi Kika adalah pemimpin dari salah satu laksa yang dimiliki oleh Kai. Sehingga Kristal yang notabene hanyalah minion yang setara dengan Pet dalam game RPG, otomatis akan menganggap Kika sebagai tuannya juga.


"Tapi aku nggak enak dengernya," keluh Kika.


"Sudah... Biasakan saja dirimu... Untuk kedepannya akan semakin banyak orang yang memanggilmu Nona," tegas Kai sambil membuka bajunya.


"Ngapain buka baju Kai?" tanya Kika tiba-tiba.


"Gerah..."


"Wong AC nya nyala kok..."


"Gerah aja!"


"Karepmu lah..." nyinyir Kika sambil menyantap makanannya.


Kai memang sama sekali tidak merasa gerah dia hanya ingin menunjukkan otot-otot yang terbentuk saat dia melakukan percobaan menggunakan kemampuan spesial Dokter Sihir pada tubuhnya sendiri tadi pagi sebelum dia tertidur.


Otot-otot Kai bisa dibilang tidak terlalu besar seperti binaragawan. Tapi dia memiliki bentuk yang ramping dan juga kencang. Dengan tidak adanya lemak berlebih di tubuh Kai saat ini, seluruh lekuk otot yang dimiliki oleh Kai terlihat dengan sangat jelas dan juga indah.


Kalau istilah di Internet yang ditemukan oleh Author namanya Ripped Body.


Dan Kai sebenarnya tidak ingin menunjukkan otot-otot yang kini dimilikinya pada Kika. Karena Kika pasti akan melihatnya cepat ataupun lambat.


Kai hanya ingin menunjukkan lekuk tubuhnya pada salah satu pembaca setia yang bernama Keira Sansan. Soalnya dia sempet usul kalau badan Kai dibikin berotot. Ternyata si Keira ini memang satu pikiran sama si Kai.


"Eh! Kai... Kok badan kamu kayak yang beda ya?" Kika baru sadar dengan bentuk badan Kai yang kini diselimuti oleh otot-otot yang menawan.


Kai saat ini bukanlah seorang pria berkulit legam dengan tubuh kurus kering lagi. Kai senang karena percobaan yang dia lakukan pada dirinya sendiri ternyata berhasil.


"Kamu aja yang kurang memperhatikan," ejek Kai.


"Iya gitu?" Kika keheranan sendiri karena dia yakin kalau tadi malam tubuh Kai tidak sebagus itu.


Obrolan soal bentuk badan Kai tidak berlangsung lama. Karena AC yang menghembus membuat Kai jadi kedinginan dan memakai bajunya kembali.


"Kika... Jalan-jalan yuk..."

__ADS_1


"Kemana?"


"Ke Mall. Aku harus beli handphone dan sekalian beberapa keperluan lainnya," jawab Kai.


"Hmm... Boleh."


Sebenarnya bukan sekedar boleh. Kika saat ini merasa sangat senang luar biasa.


Kika sedari dia kecil hanya tinggal di Cijagung dan tidak kemana-mana lagi. Sehingga Kika juga penasaran seperti apa sih bentuknya Mall itu. Selama ini Kika hanya bisa melihat Mall dari film dan juga Sinetron yang ditontonnya.


Di lain sisi, Kai juga sudah lupa bagaimana sih rasanya berada di dalam Mall itu. Ingatannya delapan tahun yang lalu sudah lumayan memudar karena sejak menjadi seorang pemulung dia belum pernah sekalipun mengunjungi Mall.


Dan tanpa mereka tahu, di dalam hati mereka berdua menggumamkan hal yang sama, "Jangan sampai keliatan kampungan!"


Sekitar setengah jam kemudian mereka semua telah selesai berganti pakaian. Tidak sulit bagi mereka untuk menemukan pakaian yang layak bagi mereka bertiga di dalam lemari.


Kai sedang menunggu di Bar sambil meminum soda susu yang disiapkan oleh Kristal saat Kika keluar dari kamar.


Sebenarnya barusan Kristal menawarkan Kai minuman keras. Tapi Kai khawatir badannya jadi bau aspal saat pergi ke Mall nanti.


'Wow…' gumam Kai dalam hati sambil memperhatikan sang Ibu muda dambaan banyak orang.


Kai cukup terpesona melihat penampilan dari Kika. Kika saat ini menggunakan setelan pakaian yang kasual selaras dengan rambut ponytail di kepalanya. Kacamata hitam dan juga dandanan tipis merona membuat Kika tampak semakin menawan.


"Pake aja," jawab Kai santai.


Kika tidak mengenali merek-merek dari make up yang ada di meja rias tersebut. Tapi insting perempuannya mengatakan kalau berbagai make up yang ada di sana merupakan merek mahal.


"Oh iya... Kamu lumayan pinter dandan juga ya...?" puji Kai pada Kika yang sedang memposisikan Dede pada stroller mahal yang entah mengapa juga tersedia di rumah tersebut.


➖ 📱📱📱 ➖


Dan di dunia lain istri Author yang cantik jelita pun bertanya, "Bang, itu rumah atau kantong Doraemon?"


"Udah! Jangan banyak tanya. Pokoknya Sistemnya aja yang luar biasa! " jawab Author pada istrinya.


"Nggak ketemu logikanya ya?"


"Berisik!" Author ngambek dan mulai menulis lagi.


➖ 📱📱📱 ➖


"Oh… Aku suka diajarin dandan sama istrinya Juragan Agung," jawab Kika tentang alasan kenapa dia pintar dandan.

__ADS_1


"Kamu lumayan deket sama istrinya Juragan Agung ya…?"


"Perasaan aku udah cerita deh. Kami tuh deket banget. Kayak Kakak Adik," jawab Kika.


"Yuk! Berangkat," ajak Kika pada Kai dan juga Kristal.


Tanpa menjawab ajakan dari Kika, Kai dan Kristal langsung mengikuti Kika keluar pintu rumah rasa kastil tersebut.


"Kai... Itu mobil siapa?" Kika terkejut melihat sebuah mobil mewah menyambut mereka di depan pintu rumah Kai dalam keadaan menyala.


"Mobilku," jawab Kai berusaha cuek.


Padahal dalam hatinya Kai begitu terkagum dengan tampilan mewah mobil yang baru saja dia dapatkan dari sistem tersebut.


Melihat Kai, Kika, dan Kristal keluar dari pintu rumah, seorang supir perempuan langsung membukakan pintu mobil untuk mereka semua.


"Silahkan Tuan dan Nona," ucap Yeyen pada mereka semua.


"Ini siapa lagi Kai?"


"Oh... Ini Yeyen. Salah satu supirku," kembali Kai berusaha untuk bersikap biasa saja meskipun di dalam hatinya Kai begitu mengagumi kecantikan yang dimiliki oleh Yeyen.


Author gatel ingin sorakin si Kai, "Kagum terus!" Tiap liat yang cantik, kagum. Liat yang cantik, kagum.


'Ternyata benar apa kata sistem!' bisik Kai dalam hati.


Kai saat ini sudah benar-benar percaya kalau seluruh entitas yang diciptakan oleh sistem yang bernama Minion itu memang memiliki rupa yang paling sempurna.


"Sekarang bagian shift kamu Yen?" tanya Kai sok akrab.


"Iya Tuan... Karena ada Nona Kristal dan Nona Kika, mobilnya sudah penuh. Sehingga Yayan akan berjaga di rumah saja. Lagi pula sore ini para karyawan baru akan datang. Nanti Yayan yang bertugas untuk mengatur mereka sesuai dengan instruksi dari Nona Kristal," Yeyen menuturkan semuanya dengan detail.


Walaupun mereka sama-sama minion, ternyata dari segi hirarki, Kristal berada di atas Yayan dan Yeyen.


"Baiklah," jawab Kai.


Kai kagum atas koordinasi serta kinerja dari ketiga minion barunya tersebut.


"Nona Kika masuk dulu. Nanti aku bantu memposisikan Tuan Dede," ujar Yeyen pada Kika yang kebingungan dengan stroller yang sedang didorongnya.


"Oh... Ok!" jawab Kika.


âž– Bersambung âž–

__ADS_1


__ADS_2