Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 16 : Unjuk Gigi (Bagian 1)


__ADS_3

Kai tertidur hingga sore hari akhirnya tiba. Kai terbangun saat dia sadar kalau Kika sudah tidak ada lagi di sisinya.


Kai mengambil ponsel pintarnya untuk nenelepon Kristal.


"Kristal, bisakah kau datang ke sini?" ujar Kai pada Kristal.


"Baik Tuan," Kristal menjawab.


Tidak sampai tiga pulug detik Kristal telah masuk ke dalam kamar dengan mengenakan pakaian formal andalannya.


"Apakah kamu ada pakaian lain?" tanya Kai.


"Semua pakaianku model dan warnanya sama Tuan," jawab Kristal.


"Apakah itu aturan dari Sistem," tanya Kai kembali.


"Ya Tuan."


"Mulai hari ini kuperintahkan kamu untuk menggunakan pakaian yang lebih variatif," titah Kai.


"Kenapa Tuan?"


"Aku ingin kamu lebih manusiawi," jawab Kai.


"Tapi Tuan..."


"Ini perintah."


"Baik Tuan," jawab Kai.


[Sangat jarang sekali Sistem menemukan Host yang menganggap minion adalah manusia.]


'Benarkah?'


[Ya Host. Memang ada. Tapi tidak banyak.]


"Btw, kalau mobil Yono dan kawan-kawan sudah datang?" tanya Kai pada Kika.


"Sepertinya ada keterlambatan Tuan..."


"Baiklah..." Kai mengiyakan, tapi di dalam hatinya Kai mengeluhkan mobil pesanannta yang tidak kunjung datang.


"Kapan mereka janjinya?" tanya Kai lagi.


"Seharusnya dekat-dekat sekarang Tuan," jawab Kristal.


"Baiklah..." jawab Kai sambil mengenakan pakaiannya. Setelah bertempur sejenak sebelum tidur bersama Kika, Kai belun sempat berpakaian.


Kai turun ke lantai dua diikuti oleh Kristal di belakangnya. Sebagai pengingat, Kai menjadikan lantai dua rumah ini sebagai beskem bagi ketiga kawannya.


Sesampainya di lantai dua, Kai melihat ketiga sahabatnya sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


Kristal yang seharusnya masih lelah setelah bertempur dan terengah, kini sudah aktif bergerak dibantu oleh Yayan dan beberapa karyawan Kai. Mereka semua hampir menyelesaikan studio yang akan digunakan oleh Kika.

__ADS_1


Berbeda dengan Kika yang sibuk bergerak, Udin tampak sibuk dengan laptopnya. Udin sedang sibuk memperhatikan ratusan lamaran yang datang. Udin sudah memasang iklan lowongan kerja di berbagai media online. Karena gaji yang ditawarkan oleh Udin tidaklah kecil. Sehingga wajar saja jika pelamar yang datang jumlahnya sangatlah banyak.


Di sisi lain pada lantai dua ini Kai melihat Yono sedang ngumpul bareng dengan anak buahnya.


Setelah puas mengobrol, Yono mendekati Udin untuk pamit keluar sejenak.


"Mau kemana?" tanya Kai.


"Kau lupa ya?"


"Lupa apa?"


"Hari ini aku mau mengambil uang kemenangan togel kamu waktu itu," jawab Yono.


"Oh iya..." saking besarnya uang yang dimiliki oleh Kai saat ini. Dua puluh milyar yang ia dapatkan dari togel menjadi tidak berharga sama sekali.


"Apakah perlu aku temani?" tanya Kai pada Udin. Karena Kai merasa kalau kemungkinan akan ada kejadian buruk yang akan dialami oleh Yono dan kawan-kawan. Perasaan nggak enak Kai bukanlah tanpa asalan. Dua puluh milyar bagi kebanyakan orang bukanlah jumlah uang yang kecil.


"Tidak perlu. Aku membawa empat oramg anak buahku. Sepertinya berlima juga sudah cukup aman kok," jawab Yono.


Dengan insight Ahli Bela Diri Kuno yang sudah ditanamkan pada Yono dan seluruh anggota Laksa Perkasa, seharusnya memang Kai merasa tenang saja.


"Baiklah, jawab Kai mengizinkan.


Yono dan empat anak buahnya langsung turun dan pergi dengan menggunakan salah satu dari lima mobil MPV yang ada di garasi.


βž– πŸ“±πŸ“±πŸ“± βž–


Yono turun dari mobilnya dan duduk di sebuah bangku. Yono rogoh bawah bangk7 tersebut dan menemukanΒ  sebuah handphone nokia jadul yang ditempel menggunakan lakban di bawah bangku tersebut.


Yono lalu membuka phonebook yang ada di handphone tersebut dan ternyata hanya ada satu nomor di sana. Yono yang mengerti langsung menelpon nomor tersebut.


"Ayah, Ayah ada dimana?" tanya seseorang di seberang telepon.


"Maaf, aku nenemukan handphone ini?" jawab Yono.


"Ah... Apakah Ayahku ada di sana?"


"Tidak, aku tidak tahu dimana Ayah anda," jawab Yono kembali.


"Oh... Di... Dimana kamu menemukan handphone ini?"


"Di antara tumpukan dosa dan kenikmatan dunia," jawab Yono.


"Baiklah Tuan Yono. Sekarang pergilah ke area parkir D-101. Hubungi lagi aku setelah sampai," ujar orang di seberang.


Yono tidak menjawab setiap pertanyaan dengam asal. Dia menjawabnya sesuai dengan petunjuk yang dia dapatkan kemarin melalui pesan yang dia terima di akun judi onlinenya.


Telepon pun langsung ditutup secara sepihak oleh orang yang ada di seberang telepon.


"Kalian ikut Aku! Kalian tunggu!" tanpa menaiki lagi mobil Kai, Yono mengajak dua anak buahnya untuk berjalan bersamanya. Sementara dua orang yang lain menunggu di dalam mobil.


Akhirnya Yono sampai di area parkir D-101. Di sana terparkir sebuah mobil VW kombi tua berwarna biru muda.

__ADS_1


"Aku sudah di mobil," Yono menelepon kembali nomor misterius yang terdapat di dalam handphone.


"Buka pintu kabin mobil!" titah suara di seberang yang langsung menutup telpon.


"Buka!" Yono suruh anak buahnya untuk membukakan pintu mobil untuknya.


"Aman!" ujar anak buah Yono sambil mengacungkan jempol saat dia tidak menemukan satupun keganjalan di dalam mobil.


"Sudah," Yono kembali berbicara ke telpon jadul di tangannya.


"Kami menyimpan sebuah kunci di dalam sana. Lalu pergilah ke stasiun dan cek SMS." jawab suara misterius yang kembali langsung menutup telepon.


Anak buah Yono langsung menggeledah mobil dan menemukan sebuah kunci loker tak lama kemudian.


Yono memeriksa SMS dan ada sebuah pesan singkat yang masuk sejak beberapa hari yang lalu.


'Loker 425,' begitu bunyi pesan tersebut.


Yono memaklumi proses yang ribet ini. Karena bagaimanapun uang hasil togel yang mereka dapatkan sangatlah besar. Ditambah lagi judi adalah perbuatan yang ilegal di Indonesia.Β 


Untuk menghindari kecurigaan pihak berwenang atau sadapan dari polisi. Sehingga dengan terus bergerak dan hubungan telpon yang hanya sebentar-sebentar saja akan membuat proses pencairan ini menjadi lebih sulit untuk terlacak.


βž– πŸ“±πŸ“±πŸ“± βž–


Sesampainya di stasiun anak buah Yono langsung membukakan loker untuk Yono yang menunggu seratus meter dari loker.


"Anjing! Boss! Lokernya kosong!" bisik anak buah Yono yang marah karena merasa telah ditipu.


Yono yang berdiri di kejauhan dengan gerakan kepalanya meminta anak buahnya menjauhi loker.


Yono kemudian memperhatikan loker kosong itu dengan sangat seksama. Dia melihat ada coretan iseng di salah satu sisi loker. Yono membacanya.


'Bambang Sudrajat Mencintai Zeta Agustin Evia Darmoko,' begitu bunyi coretan tersebut.


Yono tersenyum dan menuliskan BSM Z-154 di handphone nokia jadul.


"Yuk!" ajak Yono pada anak buahnya.


"Kemana Boss?"


"Kita ke Trans Mall Bandung."


"Kok Boss bisa tahu?"


"Jangan remehkan coretan di dinding," ujar Yono sambil tersenyum penuh makna.


Yono menelepon lagi, "Empat huruf tiga angka, kami menuju lokasi."


"Pintar," dan telepon kembali ditutup.


BSM sendiri singkatan dari Bandung Super Mall yang merupakan nama lama dari Trans Mall Bandung.


βž– Bersambung βž–

__ADS_1


__ADS_2