Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 3)


__ADS_3

Cukup melelahkan mengamati satu benda yang sama selama berjam-jam. Rasa kantuk dan juga rasa bosan benar-benar menggerogoti kesadaran Kai. Tapi dengan bantuan dari Internet dan juga catatannya, Kai sedikit terbantu dengan mencari berbagai fakta seputar bahan baku, benda pajangan itu, serta berbagai mitos yang dimilikinya.


Hingga seluruh kebosanan dan kejenuhan itu terbayar lunas saat sebuah notifikasi terdengar.


[Misi Selesai.]


[Selamat Host. Penglihatan Seorang Detektif sudah didapatkan.]


‘Akhirnya…!’


Kai melirik jam dinding dan melihat kalau sekarang sudah pukul 15 lebih.


‘Untungnya bisa selesai dalam sekali percobaan,’ bisik Kai merasa puas dengan prestasi terbarunya tersebut.


Kai lalu melihat benda yang sedari tadi dia bedah dan perhatikan.


“Wow!” Kai melihat keterangan yang sangat detail muncul di sebelah benda tersebut.


[Patung kayu ‘The Thinkerer’ dibuat oleh Alex Abad pada tahun 2011. Terbuat dari kayu randu dan diukir langsung oleh tangan. Baru saja diukir ulang oleh Kai Prayoga sehingga telah memiliki bentuk yang tidak seperti sedia kala. Nilai seni benda ini bertambah tinggi setelah mendapatkan sentuhan dari Kai Prayoga.]


‘Keterangannya detail sekali!’ ujar Kai saat sadar kalau kemampuan ini memberikannya kemampuan profiling yang sangat detail dan juga instan.


Tok tok tok.


“Masuk!”


Kristal langsung masuk sambil mendorong sebuah meja dorong yang terdapat makanan di atasnya.


“Ini makanan Tuan. Tuan sudah bisa buang air kalau Tuan kebelet,” Kristal mengingatkan.


“Oh iya…” Kai tiba-tiba merasakan kandung kemihnya serasa mau pecah.


Kai lalu dengan sedikit tergesa menuju WC yang ada di dalam ruangan kerjanya.


➖ 📱📱📱 ➖


Selesai buang air kecil, Kai langsung lanjut menyantap makan siang yang disediakan oleh Kristal. Walaupun akibat Kai terlebih dahulu ingin menyelesaikan tugasnya, jadinya Kai agak sedikit telat makan siangnya.


"Bagaimana makan siangnya Tuan?" tanya Kristal.


"Enak," jawab Kai singkat.


Bagi seseorang yang makan hanya untuk kenyang, rasa bukanlah perkara utama yang Kai nilai dari sebuah hidangan.


Kari makan tidak terlalu lama. Cukup sebentar saja Kai sudah menyelesaikan makan siangnya.


Kai mencoba penglihatan barunya kepada segala hal yang ada di ruangan kerjanya. Lalu Kai yang penasaran, berjalan menghampiri jendela besar ruang kerjanya.


Dari jendela itu kami melihat ke luar. Dia lihat semua orang yang berlalu lalang di rumah besarnya. Kai dapat melihat profil dari setiap yang dilihatnya. Semuanya muncul begitu saja setiap kali Kai memusatkan pandangannya. Tidak hanya nama ataupun sejarah masa lalu dari orang tersebut. Kai bisa tahu emosi yang dimiliki, sampai dengan bentuk tampilan KTP mereka juga Kai jadi tahu.


'Kalau begini sudah cukup bermain-main dengan patung pajangan kayu tersebut,' bisik Kai dalam hati.

__ADS_1


[Patung sudah dibuat]


Sebuah notifikasi dari Sistem tiba-tiba terdengar.


'Eh!'


[Karena Host sudah tidak akan mengukir patung itu lagi, patung itu sudah dinyatakan selesai.]


Sistem menjelaskan.


'Jadi sistem menilai aku sudah membuat patung?'


[Ya Host.]


Kai menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. Padahal barusan Kai pisaumenggunakan barusan hanyalah untuk mempelajari tekstur dan bentuk patung pajangan kayu tersebut. Sama sekali tidak bermaksud untuk membuat patung.


[Tapi Sistem menilai kalau Host memang sudah membuat patung dengan bentuk yang baru.]


Kai lalu mempethatikan patung kayu yang tergeletak di atas meja. Patung tersebut masih memiliki bentuk yang jelas dan masih terlihat bagus. Walaupun bagian kepala dan tangannya sudah hilang karena Kai potong.


'Mungkin ini yang disebut nyeni,' simpul Kai.


'Berarti sekarang aku tinggal mendapatkan seribu pujian ya?'


[Betul Host.]


'Gimana caranya ya...?' Kai berpikir.


'Ayo berpikiiir...' Kai mengurut keningnya berharap sebuah ide brilian akan keluar dari dalam otaknya.


'Oh iya! Apakah itu bisa?' Kai teringat sebuah ide, lalu menanyakan ide yang ada di dalam kepalanya itu apakah bisa dilakukan atau tidak kepada sistem tanpa harus mengatakannya kembali. Karena kan pada dasarnya Sistem bisa mendengar suara hati dan pikirannya.


[Selama pujiannya tulus. Itu bisa dilakukan.]


'Bagus!' Kai sangat senang.


"Kristal! Tolong panggil Yayan kemari!"


"Baik Tuan!" jawab Kristal langsung menelpon dan meminta Yayan naik ke lantai empat.


➖ 📱📱📱 ➖


Beberapa menit kemudian seorang pria ganteng juga gagah yang berpakaian formal sudah berdiri di hadapan Kai.


"Yayan... Bisa kamu bawa patung ini ke tempat ramai?" tanya Kai sambil menyerahkan patung di atas meja kepada Yayan.


"Buat apa tuan?"


"Nanti akan kujelaskan," jawab Kai.


Kai lalu berkata pada Kristal, "Kristal. Tolong kau kasih Yayan satu milyar."

__ADS_1


"Baik," Kristal berjalan menuju brankas lalu mengeluarkan benda dari dalamnya.


Memang seluruh uang yang dimiliki Kai saat ini sudah tersimpan di dalam Bank Sistem. Dan Kai sebenarnya tidak perlu meminta bantuan Kristal untuk menyiapkan uang kepada Yayan. Kai cukup membuka lemari manapun dan uang dengan jumlah yang dibutuhkan oleh Kai akan langsung ada di sana.


Tapi apa yang dilakukan oleh Kai, Yayan, Yeyen, dan juga Kristal. Merupakan sebuah pagelaran seni peran yang harus mereka jalani agar segalanya terlihat lebih alami dan tidak terlalu ajaib.


"Apa yang ingin Tuan lakukan dengan uang ini?" tanya Yayan yang sebenarnya bisa saja Sistem beritahukan langsung rencana yang ada di dalam kepala Kai.


Tapi demi memberikan Kai 'kehidupan normal', sistem merahasiakan rencana Kai dari minion tersebut.


"Setelah datang ke tempat ramai, beritahukan ke orang-orang kalau kau sedang mengadakan social experiment," jelas Kai.


"Lalu?"


"Jika ada orang yang bisa memberikan pujian yang tulus, maka mereka akan dikasih uang satu juta," jelas Kai.


"Baiklah. Aku paham," Yayan sama sekali tidak membantah.


"Tapi ingat ya... Hanya untuk pujian yang tulus dan dihitung sebagai satu buah pujian oleh Sistem," Kai mengingatkan.


"Siap Tuan."


'Eh!' sebuah ide lain muncul di kepala Kai.


"Oh iya! Kalau Kika sudah selesai belanja perlengkapan buat studionya?" tanya Kai pada Kika.


"Sebentar. Saya tanyakan dulu," jawab Kristal yang langsung menghubungi Yeyen.


"Tinggal beberapa lagi," ujar Kristal tanpa menutup sambungan telpon dari Yeyen.


"Ya sudah. Minta Yeyen dan Kika bersiap untuk membuat konten pertama Kika. Selanjutnya biar Yayan yang ber koordinasi dengan Yeyen," sahut Kai.


Kristal mengangguk dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Kai kepada Yeyen.


"Kau paham kan Yan?" tanya Kai memastikan pada Yayan.


"Siap. Aku paham Tuan!" jawab Yayan.


"Ya udah. Kamu bisa mulai jalan sekarang."


"Siap Tuan! Mari Tuan... Mari Nona... Aku permisi dulu..." Yayan undur diri meninggalkan Kristal dan Kai di ruangan tersebut.


'Dengan begini misi Dewa pematung bisa dianggap sudah selesai,' simpul Kai dalam hatinya.


"Bersiaplah Kris... Kita akan mengerjakan misi yang terakhir," kata Kai pada Kristal.


"Baik Tuan..."


"Apakah Tuan memerlukan sesuatu sebelum kita pergi?"


➖ Bersambung ➖

__ADS_1


__ADS_2