MENANTI SENJA BERSAMAMU

MENANTI SENJA BERSAMAMU
SESUMBAR


__ADS_3

Masuk kembali kedalam ruang perawatan dengan hati menahan amarah. Dia tersinggung, harga dirinya jatuh tak bersisa dihadapan laki-laki itu. tidak ada maaf untuk lelaki arogan. Sampai kapanpun sang guru akan mengingat penghinaan yang dia terima malam ini.


Pagi menjelang, geliat manusia baru saja di mulai. Ura-urat kembali dikencangkan setelah istirahat di malam hari. Saatnya berdiri tegak menyongsong mentari demi mengais rejeki yang masih menjadi misteri untuk hari ini. pun dengan laki-laki dengan setelan jas rapi dengan sisiran Rambut klimis.


Berjalan dengan langkah tegap dan pandangan lurus seperti biasa. Tatapannya dingin, siapapun tahu. Suatu kehormatan kalau pada hari ini staff biasa mendapatkan sapaan dari sang CEO. Setiap langkahnya mendapat penghormatan dengan bungkukan badan bukan hanya sekedar anggukan kepala. Begitulah manusia di hormati karena harta dan tahtanya.


Sang pria tampan tidak pernah meminta itu, mereka melakukannya dengan senang hati. Tidak ada hukuman bagi mereka yang tidak melaksanakan penghormatan yang berlebihan.


Naik menggunakan lift khusus, hanya ada dirinya dan sang Asisten di dalam. Tatapannya masih dingin, hawa panas menyeruak masuk, ketegangan yang tercipta membuat Hati Reno bergidig ngeri, dia yakin kejadian tadi malam di Rumah sakit membawa pengaruh besar untuk tuannya.


Hatinya sedang tidak baik-baik saja, dirinya yakin bahwa rapat hari ini akan diliputi ketegangan. Reno baru paham bahwa patah hati berpengaruh besar untuk Tuannya.


Kedua mahluk yang ada di dalam lift masih membisu, Reno bahkan tidak berani menarik nafas. Seolah detak jantung ketakutannya akan terdengar oleh laki-laki di depannya ini.


Jangankan membaca jadwal sang tuan untuk hari ini, Bersuara saja dia tidak kuasa. Keluar dari lift setelah suara denting pintu terdengar dan bergeser melebar. Laki-laki itu masih setia mengekori sang tuan. Kaki panjang itu berjalan tergesa. Masuk ke ruangannya. Semua pegawai yang ada di depan ruangan sudah menyambut kedatangannya.


Membungkukkan badan saaat orang nomor satu GLOBAL grup itu melintas tanpa menoleh, tanpa senyum.


Berbagai berkas ada ditangan mereka mendekap dengan erat di dada seolah sedang menjaga harta yang paling berharga.


Duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


“kosongkan jadwal hari ini, bawa semua berkas yang perlu ditanda tangani. Hari ini kita akan kekantor pusat. Membongkar kebusukan pria tidak tahu diri itu”. hawa dingin menyelimuti ruangan sang tuan. Reno masih belum berani membuka suara, pria itu mundur setelah menganggukkan kepala. Keluar pintu, mempersilahkan mereka yang memegang berkas untuk masuk satu persatu meminta tanda tangan sang tuan.


Ini laporan ahir tahun. Reno sudah memeriksa dan meminta pertanggung jawaban laporan tiap-tiap bagian, sehingga sang tuan tidak perlu melakukannya lagi. tetapi untuk hari ini, masing- masing penanggung jawab bagian akan ditanyai ulang. Demi memastikan bahwa laporan iu sangat relevan.


Tetap diam, tanpa suara, suasana mencekam Reno rasakan. Begitupun dengan mereka yang baru keluar dari Ruangan sang CEO. Wajah tegang sangat kental. Tidak seorangpun berbicara antara satu penanggung jawab yang satu dengan yang lain. Mereka berlalu setelah tandatangan itu didapat.


Reno masuk kembali setelah semua orang mendapatkan tanda tangan. Duduk di hadapan sang tuan yang masih berwajah dingin. Kemarahan terpancar jelas dari wajahnya. Dia tidak bisa menebak apa yang akan terjadi Hari ini. Yang Reno tahu, bahwa wanita itu punya pengaruh kuat untuk tuannya.


“jangan kamu kira kemarahanku hari ini ada hubungannya dengan kejadian yang tadi malam. Wanita itu memang menolakku. Tapi jangan panggil namaku Fatih kalau aku tidak bisa menaklukkannya” ucapnya tegas tatapan tajam untuk Reno.


Otak Reno bekerja keras dia mengingat apa yang menjadi penyebab lain ketidak nyamanan sang tuan pagi ini.


satu lagi, bagaimana tuannya masih bersikukuh setelah ditolak wanita itu, bahkan berani sesumbar dengan lantangnya. Kalau tidak terbukti apakah dia tidak akan kecewa lagi.


“Apa yang ada di otakmu, jangan kamu pikir aku akan mencampur adukkan masalah pribadi dengan perusahaan” Reno terperangah, bagaimana Fatih bisa menebak isi kepalanya. Tatapan hanya sekilas kemudian menunduk lagi.


“saya tidak berani lancang berpikir seperti itu tuan, maafkan saya” suara lirih, ketakutan masih dia rasakan.


“Monica mengatakan bahwa pembelian villa itu dipercepat karena tuan Albert sudah tahu bahwa orang kita mengikutinya. Beruntung mereka sudah menghubungi pemilik villa, jadi bukti Video itu sudah mereka kantongi sekarang” ucap Reno, sekarang waktunya berbicara tentang perusahaan.


Reno takut salah ucap kalau menyangkut hati tuannya

__ADS_1


“itulah sebabnya kita akan ke kantor pusat hari ini, satu minggu disana kita akan kembali lagi kesini. Entah mengapa saya lebih betah berkantor disini. Kantor pusat sudah saya percayakan pada Monica”


Ucapan sang tuan membuat Reno terperangah lagi dan lagi. sekarang dia gagal lagi membawa sang tuan pindah kekantor pusat. Ultimatum untuk Reno dari petinggi sepertinya akan gagal. Bagaimana dia ingin mengatakan bahwa kantor pusat lebih membutuhkan CEO dari pada hanya seorang monica. Kepala Reno berdenyut, entah cara apalagi yang akan dia lakukan.


Fatih tidak mengerti kekalutan di wajah asistennya, laki-laki itu tampak tenang kembali setelah mengucapkan itu. bahkan dia tidak paham bahwa kata-kata yang baru saja keluar dari bibirnya membuat Reno berpikir keras mencari alasan pada petinggi GLOBAL.


Tiba-tiba Reno mendapatkan sebuah ide, mengapa tidak melalui wanita itu, mungkin untuk saat ini sang tuan akan lebih menuruti perintah pujaannya dari pada dirinya. Baiklah, ternyata otaknya masih bekerja dengan baik. senyum samar terbit dari wajahnya.


“Bagaimana kalau sementara waktu kita pindah ke kantor pusat, saya yakin nona Nisa akan penasaran, terus dia akan mencari tahu tentang Tuan pada ibunya. Perempuan itu unik tuan, semakin dikejar dia akan semakin menjauh” ide yang cemerlang. Untuk saat ini Reno bangga pada dirinya sendiri untuk urusan hati.


“apakah itu akan berhasil, apakah wanita itu akan menerima lamaranku setelah itu?” dua pertanyaan sekaligus. Membuat Reno kelabakan mencari jawaban.


“saya yakin tuan, kita akan mengatur strategi lagi setelah dari kantor pusat” ucap Reno tegas.


“maafkan saya tuan hanya ini satu-satunya cara agar tuan kembali kekantor pusat”. Gumamnya dalam hati.


Monica tidak bisa mengatasi permasalahan disana. banyak calon investor akan mengundurkan diri, dan para pemegang saham akan melepaskan kepemilikannya disana. Ancaman itu nyata menurut laporan petinggi GLOBAL yang masuk ke Reno.


Laki-laki bujang itu menarik nafas, menunggu jawaban tuannya. Dia tahu Anisa bukan wanita seperti itu.


wanita itu akan tetap menolak sang tuan, sekalipun sang tuan membawa emas bertahtakan berlian.

__ADS_1


Atau bahkan yang lebih parahnya sang tuan akan berlutut meminta untuk menjadikan dia istrinya. Ah, jangan sampai hal bodoh itu terjadi. Bukankah Harga diri orang nomor satu di GLOBAL harus tetap terjaga.


__ADS_2