MENANTI SENJA BERSAMAMU

MENANTI SENJA BERSAMAMU
RASA YANG TAK BIASA


__ADS_3

Tumpukan berkas terlihat di atas meja kerja laki-laki tampan itu. Didepannya Reno sedang memeriksa Jadwal untuk sang tuan. Laptop menyala. Hening. Tidak terdengar apapun diruangan ini. mereka saling terdiam sibuk dengan urusannya sendiri. hanya terdengar suara keypad dari laptop dan suara pena bergesek dengan kertas pada saat fatih membubuhkan tanda tangan disana.


“jadwal kita padat sampai jam sepuluh malam tuan, saya harap setelah ini tuan istirahat dulu. Memulihkan tenaga. Pertemuannya masih dua jam lagi” Suara Reno memecah keheningan. Sang tuan menarik nafas dalam.


Dia berhenti sejenak. Menyandarkan punggungnya pada kursi belakang. Mengangangkat tangannya untuk meregangkan ototnya.


Masih tersisa separuh tumpukan kertas yang membutuhkan goresan tinta hitam itu.


“nanti malam kita kerumah sakit. Bu Ratih tadi menghubungiku. Besok lusa Amir akan di bawa Rumah sakit pusat” jawaban fatih mendapat tatapan bingung sang asisten.


Bagaimana bisa ada urusan yang tuannya lebih dulu mengetahuinya. Selama ini semua urusan melalui laki-laki yang memakai kemeja cokelat susu ini.


“tidak usah bingung Ren, aku yang memberikan kontak pribadiku” ini sejarah baru dalam hidup sang tuan. Tanpa melalui Reno.


Laki-laki ini semakin bingung. Sering tersenyum sendiri, tiba-tiba bersemangat mengajaknya ke rumah sakit, bahkan disela jadwal padatnya pada hari ini.


***


Mobil mewah berwarna hitam itu berhenti di area parkir rumah sakit. Entah mengapa sejak turun dari mobil dadanya berdegup kencang. Baru sekarang laki-laki tampan itu dihinggapi gugup yang berlebihan.


Melangkah pasti dengan langkah tegap. Selesai Rapat dia menyuruh Reno kerumah sakit. Sekarang asisten pribadi itu mulai paham gelagat aneh tuannya. Dia yakin perubahan sikap orang nomor satu di GLOBAL itu ada hubungannya dengan wanita cantik yang sering menunggui pasien didalam sana.


Apakah bosnya sudah terkena virus cinta , laki-laki yang memegang tablet di tangan kanannya itu tidak bisa menebak. Dia akan memastikannya hari ini.


“permisi,,,”suara ketukan pintu terdengar dari luar. Kalau tidak ada jawaban dia akan pulang. begitu fikirnya. Tapi Fatih tidak berrharap itu terjadi. Dia ingin si pemilik mata indah itu ada didalam atau bahkan wanita anggun itu yang membukakan pintu.


Harapannya terkabul, wajah anggun yang sering mengganggu pikirannya ada dihadapannya sekarang menatapnya sejenak kemudian menunduk, berlalu setelah mempersilahkan tamunya masuk.


“ya Tuhan,,, mengapa tuan Fatih harus bertamu selarut ini. apa dia tidak ingin membiarkan mereka istirahat. egois sekali” gumam Reno dalam hati. Laki-laki itu kembali duduk di kursi tunggu pasien yang ada didepan ruang rawat. menunggu bsangbtaun sambil mengecek beberapa pekerjaan yang belum tuntas.


“masuk nak, terima kasih kamu selalu ada untuk ibu” ucapan lembut wanita yang sangat dihormatinya itu.


“maaf saya mengganggu istirahat ibu” jawabnya. Dia masih berdiri. Laki-laki itu terlihat sungkan karena ada wanita pujaannya duduk di sofa.


Wanita itu bangkit. Berjalan kesisi ranjang abangnya. Memberikan tempat untuk tamunya duduk di sofa.

__ADS_1


Wajah bengkak terlihat seperti orang bangun tidur, tapi tidak mengurangi kecantikannya sedikitpun. Laki-laki itu melirik sejenak.


Dia tidak ingin siapapun tahu bahwa hatinya sudah terpaut pada wanita yang memaki baju tidur motif bunga itu. di padukan jilbab instan berwarna senada. Anggun, benar-benar enak di pandang mata. Fatih tidak menampik itu. keinginannya semakin kuat untuk memilik gadis bermata indah itu. mata yang telah menenggelamkannya dalam pesona yang begitu dalam.


Dia tidak bisa menundanya lagi. kedatangannya ke rumah sakit ini hanya ingin menuntaskan rindu terpendam yang ada dibenaknya ahir-ahir ini. wajah yang sering mengganggu istirahatnya, ketika makan, bahkan ketika rapat berlangsung.


Bahkan Reno sering melihat tuannya tersenyum tanpa sebab. Dengan tatapan menerawang.


“kondisi Amir semakin menurun, besok lusa dokter akan membawanya ke rumah sakit pusat. Ibu tidak punya pilihan” ucapa wanita paruh baya itu lirih.


“saya belum menemukan Syafira bu, tapi saya berjanji akan secepatnya, orang yang saya tugaskan pun menemukan jalan buntu” jawab laki-laki didepannya.


“tidak apa-apa ibu sudah mengirim video untuk Fira mudah-mudahan di baca. Siapa tahu bisa membantu Amir bangun” jawaban wanita itu penuh kepasrahan.


Tarikan nafas, ekspresi wajah, semua tidak luput dari penilaian Fatih.


Dan perbincangan masih berlanjut. Sesekali dia melirik wanita yang berjarak tiga meter di hyadapannya. Dia ingin membelai kepala wanita itu sekedar menguatkan. Tapi tidak bisa, bahkan memandangnya saja harus diam-diam.


Berpamitan pulang, wajah pria tampan itu diliputi kekecewaan. Kali ini ibu Ratih yang mengantarnya ke depan pintu.


Padahal dirinya berharap wanita itu yang mengantarnya seperti hari kemarin.


***


“saya ingin kamu mencari tahu semua tentang gadis itu” ucapannya tegas tanpa bantahan. Tekadnya sudah bulat dia harus mengetahui semua hal tentang wanita yang sering dia tatap diam-diam.


“gadis...???” kepala Reno dipenuhi tanda tanya. Gadis yang didalam rumah sakit itu yang dimaksud atasannya ini bukan


“jangan berlagak bodoh, gadis yang mana lagi. gadis yang ada diruang perawatan itu” lagi-lagi suara itu mengintimidasi sang asisiten. Berbicara tanpa menatap, wajah itu mengarah lurus kedepan.


“mengapa tuan tidak bertanya pada ibunya” memang benarkan, mengapa harus mencari tahu diluar sana. Sementara dia tiap hari bertemu dengan ibu gadis itu.


“kamu ingin mempermalukanku ya, bagaimana berani aku bertanya” langkah itu terhenti. Tatapan tajam di arahkan untuk sang asisten. Yang di tatap hanya menundukkan wajahnya.


“cih, penasaran tapi gengsi masih dijunjung tinggi” gumam Reno dalam hati.

__ADS_1


“baik tuan” hanya itu jawaban yang mampu dia berikan. Sekarang kecurigaannya terbukti. Sikap aneh sang tuan ahir-ahir ini memang ada hubungannya dengan gadis itu.


Reno mengakui kalau dia memang cantik, tapi dia terlalu sederhana untuk sang tuan yang terbiasa hidup glamour. Laki-laki itu selalu dikelilingi wanita cantik dengan penampilan yang tak kalah tidak sederhana.


Reno sekarang mengerti selera tuannya terhadap wanita.


Tentu saja dia tidak tahu, seperti apa rasanya jatuh cinta. Karena dia belum pernah merasakannya.


Dia semakin yakin bahwa laki-laki yang selalu dia dampingi kemanapun pergi, sedang terkena Virus cinta.


Bertambah berat tugasnya setelah ini. Mengendalikan tuannya agar tidak berbuat memalukan seperti yang sudah-sudah, dihadapan rekan bisnis dan petinggi GLOBAL.


***


“Namanya siti kahirunnisa, seorang guru matematika di sebuah sekola menengah umum, adiknya Pak Amir. Sudah punya pacar, kebetulan pacarnya bekerja di Hotel Milik GLOBAL, sayang laki-laki itu sudah punya selingkuhan” ucapan terahir sang asisten mengejutkan Fatih. Laki-laki itu menatap tajam ke arah asistennya.


“kalau ada yang kurang bisa tuan tanyakan” jawaban Reno.laki laki dihadapannya ini masih tidak bergeming.


“apa dia tahu pacarnya selingkuh” tanyanya


“tidak tuan, sudah dua bulan mereka tidak bertemu, alasannya karena kesibukan setelah diangkat jadi manajer hotel” kembali tatapan tajam itu mengarah pada sang sekretaris pribadi.


“cih, ternyata ada wanita bodoh. Dibohongi masih percaya begitu saja” katanya. Senyum mencibir itu terbit dari bibirnya.


“mereka pacaran masih dalam batas wajar tuan. Bahkan mereka tidak pernah berpegangan tangan” binar bahagia tertangkap Reno. Dia puas dengan laporannya hari ini.


“itulah sebabnya laki-laki itu selingkuh. Dia laki-laki normal yang butuh pacaran lebih hanya sekedar makan, jalan dan nonton katanya. Semua informasi itu didapat anak buah kita dari sahabatnya” dia melanjutkan lagi.


“baik, nanti malam kita kerumah sakit” jawaban tegas sang tuan


“kenapa sekarang rutin menjenguknya tuan” tatapan heran Reno


“apa salahnya, kita kan kesana untuk menawarkan siapa tahu mau di bawa ke luar negeri. Seperti saranmu waktu itu” Reno yakin ada hal lain yang menjadi tujuan tuannya.


“semoga tujuan tuan kesana memang ingin membantu bukan karena hal lain” ucapan lembut tapi tajam sampai ke telinga laki-laki yang masih duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


“keluarlah, selesaikan semua pekerjaanmu. Tolong kosongkan jadwalku hari ini aku ingin bersantai” titahnya.


Fatih beranjak menuju sofa yang ada di ruang kerjanya. Meluruskan badannya sejenak. Penat dengan pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya.


__ADS_2