Mencintai Ayah Sahabatku

Mencintai Ayah Sahabatku
Marah


__ADS_3

Alda tidak menghiraukan perkataan Nino. Alda tetap turun. Melihat itu Nino juga ikut turun. Dia menghadang langkah Alda. Alda yang masih diliputi kemarahan menatap Nino kesal. Nino tidak akan membiarkan dua orang sahabat itu bertengkar.


"Alda. Dengarkan aku. Aku tahu kamu kesal, marah atau apalah itu. Tapi berpikir jernih lah. Ini tempat umum. Kamu tidak lihat banyak orang di sana. Aku tidak bisa menjamin kamu bisa berbicara baik baik," kata Nino sambil merentangkan tangannya.


"Nino, minggir. Aku akan berbicara baik baik. Aku hanya ingin menangkap basah mereka. Akan aku buat Mita tidak bisa mengelak lagi,"


"Dengar. Jika mereka memang benar sepasang kekasih. Itu artinya bukan hanya Mita yang menginginkan hubungan itu. Bisa jadi om Willy yang sangat mencintai Mita. Jadi jangan hanya menyalahkan Mita," kata Nino masih berusaha menghalangi langkah Alda. Nino mengatakan itu karena Nino sudah melihat sendiri bagaimana Willy memperlakukan Mita saat di pantai dulu. Kesimpulan Nino. Bahwa Willy yang sangat tergila gila ke Mita.


"Kamu masih saja terus membela Mita. Ada apa denganmu?"


"Mita layak dibela Alda. Dia baik dan lembut. Kamu bisa lihat di kelas kita. Manusia seperti apapun bisa berteman dengan Mita. Tapi lihat dirimu Alda. Diantara siswa di kelas kita. Hanya dia yang sanggup bersahabat dengan kamu. Jadi kalau aku menjadi kamu. Aku tidak akan melepas sahabat seperti itu. Alda, aku mengatakan ini. Karena aku perduli sama kamu. Aku sayang kamu. Tolong jangan permalukan mereka berdua," kata Nino lagi. Tangannya yang terbentang perlahan memeluk Alda. Nino menuntun Alda kembali masuk ke dalam mobil.


"Kenapa kamu tidak membiarkan aku melabrak mereka berdua Nino?" tanya Alda setelah mereka kembali duduk di dalam mobil.


"Karena aku ingin menjadi calon suami yang baik bagi kamu dan calon menantu yang baik bagi om Willy," kata Nino penuh percaya diri. Alda merona mendengar perkataan Nino. Dia meninju pelan lengan Nino.


"Aku akan membawa kamu jalan jalan. Kamu ingin ke pantai?" tawar Nino. Dia ingin mengembalikan mood Alda. Dan juga akan berusaha membuat Mita dan Alda kembali berbaikan.


"Baiklah Nino. Aku rasa itu lebih bagus daripada marah marah. Lagipula melihat ayah aku seperti ini. Aku tidak yakin ayah akan mau berlibur dengan aku dan bunda. Ada baiknya kita berlibur hari ini," jawab Alda. Kemarahannya sudah mulai menghilang karena sikap baik Nino.


"Mungkin om Willy belum bisa melupakan sakit hatinya terhadap Tante Keyla Alda. Jangan terlalu memaksa om Willy,"


"Entahlah Nino. Impian aku sejak kecil ingin hidup bersama di atap yang sama dengan kedua orang tua aku," kata Alda sedih. Kurang mendapat kasih sayang dari bundanya sejak kecil membuat Alda sangat egois menyangkut kedua orang tuanya.


" Ya tidak boleh begitu donk Alda."


"Loh memang Kenapa?" tanya Alda heran.


"Kalau kita menikah, aku ingin kita hidup mandiri. Tidak menumpang ke orang tua kamu dan tidak menumpang ke orang tua aku,"


"Aku kira Karena ada alasan yang lain,"

__ADS_1


"Alda, kalau om Willy tidak bersedia untuk kembali dengan Tante Keyla jangan kamu paksakan,"


"Aku akan berusaha keras Nino untuk membuat mereka bersatu. Tidak aku biarkan ayah aku bersama Mita."


Nino menjadi kesal mendengar perkataan Alda. Alda sama sekali tidak mendengar perkataannya. Padahal niat Nino baik. Tetapi Alda tetap akan melaksanakan niatnya. Nino terdiam. Nino merasa sia sia berbicara panjang lebar untuk menyadarkan Alda.


Sementara itu di taman. Mita sudah bisa tertawa riang. Willy yang merasa bersalah karena perbuatan Alda terhadap Mita berusaha keras membuat wanita cantik itu tersenyum. Usahanya berhasil. Mita kini tersenyum dan tertawa.


"Om ternyata bisa juga melucu," kata Mita senang. Dia tidak menyangka Willy bisa meniru cara berbicara para pelawak terkenal di tanah air.


"Ya bisa donk. Demi kamu apapun aku lakukan," jawab Willy. Kali ini dia meniru suara dan logat seseorang yang paling dihormati di tanah air ini. Mita tertawa terbahak-bahak. Tangannya memegang perutnya sendiri saking lucunya. Willy tersenyum dan senang melihat Mita yang tertawa seperti itu.


"Om selain bisa meniru cara berbicara seseorang. Om bisa apa lagi?" tanya Mita setelah berhenti tertawa. Dia ingin tahu kelebihan Willy yang lain.


"Bisa membuat anak anak yang lucu untuk memanggil kamu mommy," jawab Willy sambil mengedipkan sebelah matanya. Mita cemberut. Dia tidak puas dengan dengan jawaban Willy.


"Kalau itu bukan kelebihan om. Itu adalah kesenangan kaum pria. Semua pria bisa melakukan itu," jawab Mita jengkel.


"Itu memang bukan kelebihan melainkan keharusan bagi aku untuk mewujudkannya bersama kamu," jawab Willy serius. Dia menatap bola Mita lekat.


"Gak janji om, kalau om mempunyai kekasih lain atau kembali dengan bundanya Alda. Tidak mungkin aku bisa bertahan," jawab Mita juga serius. Mita bukanlah gadis yang bisa dibutakan cinta. Di saat sangat mencintai seperti ini. Mita tidak cepat mengiyakan permintaan Willy. Bahkan sebelumnya. Mita berencana memutuskan hubungannya dengan Willy demi persahabatan antara dirinya dengan Alda. Tetapi sikap Willy yang penuh perhatian dan baik. Membuat Mita mengurungkan niatnya.


"Aku berjanji. Akan selalu setia baby," jawab Willy tenang. Dia ingin memeluk Mita untuk menyalurkan kasih sayangnya. Tapi dia ingat perkataan Mita sebelum turun dari mobil.


"Jangan cepat berjanji om. Sepasang kekasih yang putus akan lebih tersakiti dengan adanya janji."


Tapi kita kan tidak mau putus. Sebentar lagi kita akan menikah,"


"Om, kalau seandainya aku diterima di perguruan tinggi negeri di luar kota. Om masih bersedia tidak menunggu aku," tanya Mita pelan. Dia takut pertanyaannya membuat Willy marah. Karena sejak tadi entah sudah berapa kali Willy membahas pernikahan.


"Kita akan tetap menikah. Itu akan lebih bagus baby. Kita bisa memulai hidup baru di sana. Aku akan membuka cabang perusahaan di sana sedangkan yang di sini akan aku percayakan kepada Asisten aku. Bila perlu Alda belajar untuk mengelola setelah lulus SMA."

__ADS_1


Mita membulatkan matanya mendengar perkataan Willy. Bukan jawaban seperti itu yang diharapkan Mita. Mita berharap Willy menjawab dengan bersedia. Dengan begitu waktu yang lama dan jarak yang jauh akan membuat cinta keduanya memudar. Tapi jawaban Willy Sungguh diluar dugaannya.


"Tetap menikah?" tanya Mita seakan tidak percaya dengan pendengarannya. Willy mengangguk.


"Jangan pernah berusaha lari dari aku baby. Ke ujung dunia kamu berlari aku akan tetap menemukan kamu," bisik Willy. Dia memegang erat paha Mita. Dia menyadari Mita yang akan berusaha pergi darinya.


"Berarti selagi di dunia ini masih pasti ketemulah ya om. Kalau begitu aku mau pindah ke dunia lain," kata Mita bercanda. Tetapi dia serius menanggapi perkataan Mita. Willy bukan hanya memegang paha Mita. Willy meraba sehingga Mita merasa geli.


"Om, ini tempat umum," kata Mita sambil melotot. Willy menarik tangan Mita dan membawa Mita kedalam mobil.


"Apa aku harus melakukannya sekarang supaya kami tidak bisa lagi lari dari aku?"


"Melakukan apa om?"


"Membuat kamu jadi mantan perawan. Mau?"


"Tidak mau om,"


"Oleh sebab itu jangan coba coba berpikir untuk lari dari aku,"


"Om,"


"Jangan lanjutkan perkataan mu Mita. Kamu ingin menyelamatkan persahabatan kamu?. Lalu aku bagaimana?"


"Om, kalau begitu. Om harus membuat Alda bisa menerima hubungan ini."


"Baiklah," jawab Willy yakin. Willy langsung menghidupkan mesin mobilnya dan melaju kencang di jalanan. Mita terdiam. Dia tahu bahwa Willy marah. Willy membawa Mita ke kantornya. Mita tidak berdaya untuk melawan atau menolak Willy yang membawa Mita ke kantornya.


Para karyawan menunduk hormat ketika Willy melewati mereka. Tetapi mereka juga heran karena Willy menarik tangan seorang gadis berseragam sekolah. Sebelum masuk ke ruangannya. Willy masuk ke ruangan asistennya. Hanya sebentar kemudian Willy keluar dari ruangan itu dan menarik tangan Mita masuk ke ruangannya. Willy mendudukkan Mita di sofa. Setelah duduk bersama Willy cepat cepat menyambar bibir Mita.


"Kita akan melakukannya disini baby,"

__ADS_1


"Maksud om apa?.


"Aku akan membuka segel kamu sekarang. Supaya kamu tidak bisa lagi menghindar dari aku,"


__ADS_2