
Willy merasa yakin akan menemukan Mita. Willy tahu bahwa Mita sangat mencintainya dan tidak mungkin meninggalkan dirinya. Willy seakan lupa bahwa Mita sudah meminta cerai. Dia juga akan membayangkan hukuman apa yang pantas untuk istri kecil yang sudah berani lari dari dirinya. Bukannya menyadari kesalahannya, Willy justru merasa kecolongan. Dia tidak akan membiarkan Mita pergi dari dirinya sampai kapanpun apalagi jika Mita mengandung benihnya. Mita akan jadi istrinya untuk selamanya. Begitulah jalan pikiran Willy saat ini.
Willy mengusap wajahnya kasar, walau Willy meyakinkan dirinya jika Mita tidak akan pergi darinya. Tetap saja Willy merasa takut jika itu terjadi. Mita adalah istri penurut dan sedikit kekanakan. Willy merasakannya hal yang berbeda jika berdekatan dengan wanita itu. Willy tidak akan membiarkan Mita pergi. Itu tekadnya.
Willy berkali kali melihat Cctv dari pos satpam. Dia berharap menemukan titik terang tentang kepergian Mita. Tapi dari video yang terlihat. Mita hanya keluar dan berjalan seorang diri. Willy menduga jika Mita hanya lari ke rumah neneknya. Willy pun berpikir akan memberikan waktu malam ini untuk Mita menginap di sana. Dia berencana akan ke rumah nenek Ratmi besok saja. Hari ini, Willy berencana akan ke rumah kedua orangtuanya. Membuat perhitungan jika kepergian Mita ada kaitannya dengan orangtuanya.
Baru saja berpikir tentang kedua orangtuanya. Yang dipikirkan Willy sudah muncul di depan pintu. Kedua orang tua Willy berdiri di pintu itu. Satpam tidak kuasa untuk mengusir pasangan lansia itu walau Willy sudah memperingatkan satpam untuk mengusir kedua orangtuanya jika muncul disekitar rumahnya. Jhon walau sudah tua, kalau bagian bentak membentak dia ahlinya. Begitu juga tadi. Hanya dengan membentak, satpam gemetaran dan tidak sanggup melawan apalagi harus mengusir. Suara tegas dan menggelegar milik kakek Jhon bagaikan hipnotis yang tidak bisa dibantah oleh lawan mainnya
Willy menatap tajam sang papa yang semakin mendekat. Jhon, bagaikan tidak bersalah. Dengan percaya diri melangkah menghampiri Willy yang sudah duduk di ruang tamu. Dia mengedarkan pandangannya ke penjuru rumah seakan mencari seseorang. Nenek bunga yang berjalan di sebelahnya sedikit gugup.
"Untuk apa lagi papa ke rumah ini. Ayah sudah berhasil menghancurkan aku untuk keduakalinya. Untuk apa pa?. Apa papa sudah puas sekarang?" teriak Willy tak terkendali. Beruntung kamar Billy tertutup tetapi sesaat kemudian pintu itu sudah terbuka. Keyla dan Alda muncul dari pintu itu. Nenek terlihat menunduk. Dia merasa malu melihat putranya sendiri karena kelakuan suaminya.
"Kakek, nenek," teriak Alda girang. Dia tidak bisa menutupi rasa bahagianya bertemu dengan kedua orang tua itu. Hampir satu bulan tidak bertemu dan menahan rindu membuat Mita tidak kuasa untuk tidak mendekat ke kakek neneknya.
Tanpa mempedulikan masalah antara kakek nenek dan ayahnya. Alda berlari ke arah sang kakek dan memeluknya. Sejak mengetahui kebenaran akan kepergian Keyla. Alda baru kali ini bertemu dengan kakek nenek tua itu. Willy tidak memberi ijin kepada Alda untuk menemui kedua orangtuanya sebagai hukuman atas perbuatan Jhon. Sang kakek juga melepaskan kerinduan akan cucu kesayangannya. Kakek dan nenek memeluk Alda bersamaan. Melihat Alda bahagia seperti itu, Willy tidak tega untuk melarang. Nenek menciumi wajah dan kepala Mita.
Kakek dan nenek terlihat menyesal. Menyesali perbuatan mereka yang memisahkan Alda dan Keyla. Melihat Alda masih sangat merindukan mereka, kakek dan nenek merasa bersalah. Ditambah lagi ada Billy yang depresi karena perbuatan mereka. Dua pasang mata milik Kakek dan nenek terlihat berkaca-kaca. Kakek menutupi kesedihannya dengan memeluk Alda kembali Sedangkan nenek melihat Keyla yang berdiri dekat pintu dengan tatapan merasa bersalah. Sebagai seorang ibu. Nenek dapat merasakan rasa sakit di hati Keyla. Nenek menitikkan air mata ketika melihat mantan menantunya.
"Keyla kamu disini juga. Berarti cucuku Billy juga disini," kata kakek Jhon setelah melepas pelukannya. Tanpa persetujuan Willy dan Keyla. Alda menarik tangan kakek dan nenek ke kamar Billy. Keyla tidak protes. Keyla ingin melihat Jhon menyesali perbuatannya. Dan benar saja. Keyla dan Willy sudah mendengar tangisan yang kencang dari mulut kedua pasangan tua itu. Billy yang tidak mengerti apa apa. Hanya menatap pasangan lansia itu.
"Jangan menangisi putraku seperti itu pa. Putraku masih hidup dan sebentar lagi akan sembuh," kata Willy marah bercampur kesal. Kakek dan nenek menangisi Billy seperti menangisi orang meninggal. Billy sudah terlihat bingung. Keyla yang melihat hal itu langsung naik ke ranjang dan memeluk putranya.
"Keluar sekarang," kata Willy dingin. Melihat amarah Willy, kakek dan nenek keluar dari kamar. Willy juga melangkah keluar dan menyusul kedua orangtuanya duduk di sofa. Dia ingin menanyakan tentang keterlibatan papanya tentang kepergian Mita.
__ADS_1
"Dimana Mita pa?" tanya Willy tanpa basa basi. Kakek dan nenek terkejut dengan pertanyaan itu.
"Dia istrimu. Kenapa harus bertanya kepadanya papa?" tanya kakek heran dan bingung.
"Mita kabur. Dan aku yakin papa dibalik ini semua sama seperti kepergian Keyla dulu," kata Willy tajam.
"Sumpah nak. Tentang Mita kamu tidak mengetahui apa pun tentang dia," jawab nenek serius. Willy jadi ragu jika kepergian Mita karena papanya. Mamanya adalah orang jujur yang tidak pandai menyimpan rahasia.
"Aku tidak percaya pa. Cepat katakan. Kalau tidak papa tidak bisa selamanya bertemu dengan Alda," ancam Willy.
"Tapi kami sangat serius nak. Kami benar benar tidak mengetahuinya," jawab nenek juga serius.
"Kami datang kemari karena ingin meminta maaf kepada Keyla. Kami baru tahu bahwa Keyla tinggal disini."
"Temui kakek dan nenek bunda. Mereka pasti menyesal. Jangan menyimpan dendam lagi bunda. Demi kebaikan kita bersama bunda," bujuk Alda sambil menyentuh lengan bundanya.
"Jangan memaksa aku Alda. Jangankan melihat. Mengingat mereka saja. Hati bunda sangat sakit."
"Tapi sampai kapan seperti ini bunda. Bagaimanapun kami adalah keturunan mereka. Lagipula kakek dan nenek yang merawat aku selama ini Bun."
"Itu wajar sayang. Karena mereka lah kita terpisah. Andaikan mereka tidak mengusir bunda. Bunda pasti melimpahkan kasih sayang ku untuk kalian. Dan kamu lihat Billy. Adik kamu itu adalah korban sesungguhnya dari perbuatan kakek dan nenek kamu Alda."
"Bunda, aku mohon. Jangan seperti ini. Demi aku dan Billy. Aku berjanji. Semua rasa sakit hati bunda akan terhapus melihat kebahagiaan aku dan Billy kelak," kata Alda sambil menarik tangan Keyla untuk turun dari ranjang. Keyla tidak kuasa untuk menolak lagi. Alda mendorong tubuh bundanya untuk keluar dari kamar.
__ADS_1
Setelah Keyla duduk. Kakek dan nenek berkali kali meminta maaf dan mengaku menyesal.Tapi Keyla masih bungkam dan tidak menjawab permintaan maaf kedua pasangan lansia tersebut.
"Keyla. Maafkan mama nak. Mama menyesal sekarang."
"Maafkan juga papa Key. Apa yang bisa kami perbuat supaya kamu memaafkan kami," kata kakek Jhon penuh penyesalan. Keyla tersenyum sinis. Ingatan perlakuan kakek Jhon ketika di pernikahan Willy dengan Mita terlintas di pikirannya. Saat itu kakek Jhon masih sangat sombong. Berbeda dengan saat ini. Wajahnya yang penuh penyesalan menimbulkan rasa kasihan bagi yang melihatnya. Tapi tidak dengan Keyla. Dia masih sangat membenci kakek tua itu.
"Aku akan memaafkan kalian hanya dengan syarat. Kembalikan Mita ke rumah ini. Kalian telah menghancurkannya impian wanita muda untuk hidup berbahagia," jawab Keyla dingin. Belajar dari pengalamannya terdahulu. Keyla sangat yakin jika Mita pergi ada hubungannya dengan Jhon.
Kakek dan nenek terlihat terkejut dengan syarat itu.Mereka merasa tidak berbuat apapun kepada Mita.
"Kami tidak mengetahui dimana dan apa yang terjadi dengan Mita. Dan aku berani bersumpah jika itu perlu," kata kakek serius.
"Kalau begitu bersumpah lah," kata Keyla sinis. Dan seperti yang dikatakan kakek sebelumnya. Sang kakek bersumpah bahwa mereka memang tidak mengetahui apapun tentang Mita. Melihat hal itu. Baik Willy dan Keyla sama sama percaya. Mita pergi karena kemauannya sendiri bukan karena tekanan dari kakek. Keyla terdiam melihat kakek Jhon. Dugaannya salah. Dia menyesal karena memaksa kakek tua itu untuk bersumpah.
Willy semakin merasa kecewa di hatinya. Awalnya dia berharap jika kepergian Mita karena tekanan papanya. Tapi setelah mendengar penjelasan papanya. Willy jadi meragukan cinta yang pernah diucapkan oleh Mita. Apalagi Mita menyarankan dirinya untuk rujuk dengan Keyla. Secara logika sangat sulit diterima akal normal. Menyuruh suami sendiri untuk rujuk dengan mantan istri. Di luar sana. Seorang istri menjaga keras suami supaya tidak berpaling.
"Papa tidak mungkin mengulangi kesalahan kedua Willy. Melihat Billy saja. Papa benar benar menyesal. Benar kata kamu Keyla. Mungkin aku harus menangis darah supaya aku mendapatkan maaf kamu dan kesembuhan Billy," kata kakek penuh sesal. Keyla hanya diam kemudian masuk ke kamar Billy. Melihat mantan papa mertuanya, Keyla semakin muak.
"Willy, jika kamu setuju. Papa akan membantu kamu mencari Mita."
"Terserah kamu pa. Aku hanya ingin Mita kembali ke rumah ini."
Kakek Jhon terlihat menghubungi beberapa relasinya. Sedangkan mama Bunga masuk kedalam kamar Billy.
__ADS_1