Mencintai Ayah Sahabatku

Mencintai Ayah Sahabatku
Benar Benar Egois


__ADS_3

Keyla mengusap wajahnya frustasi. Dia hendak pulang tapi ban mobilnya kempes semua. Untuk memesan taksi online, Keyla sebenarnya takut. Sudah jam sepuluh. Di kota besar seperti ini tingkat kejahatan sangat rentan untuk seorang wanita seperti dirinya bepergian malam. Untuk membawa mobil itu juga tidak mungkin. Melihat empat ban yang bocor. Mobil itu harus diperbaiki di tempat ini juga. Dan untuk memanggil montir juga tidak mungkin. Malam seperti ini. Bengkel juga sudah tutup.


Keyla melihat ban mobilnya bergantian. Mengamati mobil yang kempes bersamaan rasanya tidak mungkin kebetulan. Keyla merasa jika ban mobilnya sengaja dikempeskan. Dia menuju pos satpam. Tapi kemudian kembali lagi ke arah mobilnya. Dia memutuskan untuk meminta tolong Alda dan meminta sopir pribadi Alda untuk mengantarkan dirinya. Belum lagi, Keyla menginjakkan kakinya kembali di rumah Willy. Si Kakek sang supir Alda memanggil nama Keyla. Keyla berhenti dan membalikkan badannya. Mobil Alda sudah siap untuk keluar dari halaman rumah itu.


"Bu, Keyla. Mau pulang?. Aku lihat ban mobil milik ibu kempes. Mari aku antar ibu," kata kakek sopan. Keyla mengangguk dan mendekat. Keyla merasa bersyukur dalam hatinya. Jika kakek tidak ada, entah bagaimana dia pulang malam ini. Menginap di rumah Willy tidak mungkin. Keyla semakin mendekat Sedangkan si kakek berputar untuk masuk ke dalam mobil. Keyla masuk ke bangku depan samping supir dan si kakek menjalankan mobil tersebut.


"Terima kasih kakek. Ban mobil aku kempes semuanya. Aku rasa ada seseorang yang sengaja melakukan itu," kata Keyla setelah mobil berjalan. Dia menoleh ke luar ke arah mobil yang teronggok seperti mobil rusak. Kakek hanya terdiam. Karena apa yang dikatakan oleh Keyla adalah benar. Ban mobil itu kempes karena disengaja. Dan pelakunya adalah dirinya sendiri atas suruhan sang majikan.


"Kira kira siapa ya kek dan apa motifnya mengempeskan ban mobilku?" tanya Keyla lagi.


"Aku tidak tahu ibu," jawab kakek tenang..Dia berusaha untuk gugup supaya tidak ketahuan. Bisa bahaya jika ketahuan.


"Kek, bisa minta tolang lagi?" tanya Keyla


"Minta tolong apa Bu?.


"Kakek mungkin mengenal beberapa montir terbaik di daerah ini. Tolong panggilkan untuk memperbaiki ban itu kek," kata Keyla sopan dan memohon.


"Baik ibu, besok akan aku panggilkan," kata kakek lega. Walau dirinya adalah pelaku yang mengempeskan mobil itu. Mendapat perintah dari Keyla untuk mencari montir membuat kakek lega. Setidaknya itu caranya untuk memperbaiki kesalahannya dengan membantu Keyla.


"Kok berhenti kek?" tanya Keyla heran.


"Aku mau ke supermarket itu sebentar ibu," jawab kakek sambil membuka pintu mobil dan turun. Keyla hanya mengangguk. Tetapi semenit kemudian Willy muncul dari bangku penumpang dan duduk di bangku supir. Keyla spontan berteriak karena terkejut. Keyla sampai memegang dadanya. Dia mengira ada perampok yang sudah bersembunyi di bangku penumpang.


"Ini aku Key," kata Willy sambil memegang setir. Keyla mengatur nafasnya.


"Apa maksudmu ini Willy?" tanya Keyla marah. Keyla memukul Willy dengan tasnya karena sangat terkejut. Willy terkekeh. Willy sudah menjalankan mobilnya. Melihat situasi ini, Keyla menduga bahwa ban mobilnya dengan sengaja dikempeskan dan pelakunya adalah Willy.


"Aku hanya mengantar kamu pulang,"


"Berarti benar dugaan aku. Ini adalah rencana kamu Willy,"


"Kamu masih pintar Key. Tebakan kamu benar," jawab Willy sambil tertawa dan merasa tidak berdosa. Dia menoleh ke Keyla. Tangan kirinya terulur untuk menggapai kepala Keyla. Tapi Keyla menepis tangan itu sebelum menyentuh kepalanya.


"Apa yang ada di pikiran kamu Willy. Hingga kamu melakukan ini. Harusnya kamu menjaga perasaan Mita. Jangan karena dia masih gadis belia. Kamu seenaknya mempermainkan perasaan Mita," kata Keyla kesal.


"Mita mengijinkan key. Aku sudah jujur ke Mita bahwa aku masih mencintaimu. Mita juga menyarankan kita untuk rujuk. Dia rela berbagi. Bagaimana dengan kamu," jawab Willy santai. Tanpa basa basi dia mengutarakan maksudnya. Setelah mengutarakan niatnya, Willy merasa senang dan bahagia. Dia merasa yakin jika Keyla masih mencintainya.


"Kalau Mita rela berbagi suami. Kamu cari wanita lain untuk menjadi madunya. Sebagai wanita biasa. Aku tidak rela berbagi suami. Jadi berhentilah mengoceh," kata Keyla marah. Kekesalan bukan hanya ke Willy tetapi juga untuk Mita. Ternyata bukan hanya dirinya Mita meminta untuk rujuk dengan Willy. Keyla curiga. Sebagai wanita yang pernah menjadi korban keegoisan mantan mertua. Keyla menduga bahwa permintaan Mita bukan dari hatinya melainkan ancaman dari mantan mertuanya. Keyla menggelengkan kepalanya. Dia menatap Willy yang menurutnya sangat bodoh.

__ADS_1


"Key, jangan keras kepala kamu. Ingat ada Billy yang butuh kita berdua. Aku juga tahu bahwa kamu masih mencintai aku. Buktinya sampai sekarang kamu masih betah menjanda," kata Willy sangat yakin. Keyla menatap Willy sinis.


" Kamu salah Willy. Aku masih menyendiri karena trauma pernah menikah dengan pria bodoh dan mempunyai mertua yang kejam dan egois. Aku masih wanita yang waras Willy. Untuk Billy. Kita bisa memberikan pengertian. Kamu cukup meluangkan waktu yang banyak untuk Billy. Aku rasa itu akan membuat dia percaya bahwa kamu adalah ayahnya. Bukan hanya mempercayakan pengobatan dia ke dokter dan memberikan dia barang mahal," jawab Keyla. Dia sengaja menyinggung mertuanya. Berharap Willy peka dan mencurigai akan permintaan Mita.


"Tidak ada alasan menolak key. Aku akan berlaku adil untuk kalian. Jujur. Aku sangat mencintaimu dan juga sangat mencintai Mita. Aku akui memang aku serakah. Tapi tidak bisa kah kamu memaafkan aku key," kata Willy memohon. Keyla mengumpat mantan suaminya itu dalam hati, karena masih saja mengucapkan kata cinta untuk dirinya dan Mita.


"Gila kamu Willy. Yang kamu miliki itu bukan cinta. Jika kamu benar benar mencintai Mita. Kamu pasti menjaga perasaannya. Tapi apa yang kamu lakukan?. Harusnya kamu mengerti. Diusia Mita seperti ini, dia masih labil. Cepat mengambil keputusan dan cepat menyesalinya,"


"Mita bukan seperti itu. Walau usianya masih belia, pemikirannya sudah dewasa," kata Willy membela Mita.


"Apapun alasan dan tujuan kamu. Aku tetap tidak mau," kata Keyla tegas.


"Itu artinya kamu tidak memikirkan Billy,"


"Memikirkan Billy tidak harus menikah dengan kamu. Dulu aku sudah mendekati kamu dengan berbagai cara. Tapi apa yang kamu lakukan. Kamu menolak dan memaki aku. Kamu tidak bertanya dan tidak memberi kesempatan."


"Keyla. Jangan sampai aku memaksa kamu," kata Willy marah.


"Ternyata sikap kejam papa kamu turun juga ke kamu Willy," jawab Keyla ketus. Keyla sengaja kembali menyinggung mantan mertuanya. Berharap Willy tersadar dan curiga.


Keyla tidak lagi menanggapi perkataan Willy dan segala rayuannya. Sekarang, Keyla justru memikirkan Mita. Jika Mita meminta dirinya rujuk dengan Willy karena ancaman mantan mertuanya. Keyla tiba tiba merasakan dadanya sesak. Mengingat semua perlakuan mantan mertuanya yang membuat dirinya dan Billy menderita. Kekesalan yang sempat ada untuk Mita kini berganti dengan rasa kasihan. Dia tidak bisa membayangkan kesedihan Mita saat ini. Apalagi dari cerita Willy, Willy jujur tentang perasaannya.


"Aku kasihan dengan Mita. Di usianya yang masih belia. Mita mempunyai suami yang egois. Aku tidak bisa membayangkan jika itu terjadi untuk Alda. Apalagi Mita tidak mempunyai ibu lagi. Di saat seperti ini. Dia butuh sosok ibu untuk bercerita. Entah terbuat dari apa hatimu Willy. Menjerat Mita dengan pernikahan tetapi tidak mencintainya sepenuh hati. Aku ingatkan kamu Willy. Jangan sampai kamu menyesal. Kejujuran kamu kepada Mita itu membuat kepercayaannya akan berkurang. Sebelum itu terjadi. Jangan pernah lagi untuk mengajak aku rujuk."


Keyla berbicara dengan sedih. Melihat Mita di awal pertemuan entah mengapa Keyla merasa bersimpati dengan sahabat putrinya itu.


"Jika kamu bersedia rujuk dengan aku. Kamu bisa menyayanginya seperti adik atau putri kamu sendiri. Percaya sama aku key. Semua akan baik-baik saja. Mita itu baik dan pengertian. Dia juga pasti senang jika kamu bisa menyayanginya."


Bukannya memikirkan kata kata Keyla. Willy justru terus membujuk Keyla untuk rujuk dengannya. Keyla semakin muak dan marah.


"Kamu memang benar benar egois Willy. Aku tidak bisa berbagi. Jika aku meminta menjadi istri satu satunya. Apa kamu bersedia menceraikan Mita?" tanya Keyla marah. Willy terdiam. Benar kata Keyla. Dia tidak bisa menceraikan Mita.


"Kamu diam. Itu artinya tidak bisa. Kamu benar benar egois. Jangan karena keegoisan kamu. Aku tidak rujuk dengan kamu dan Mita pergi dari kamu. Satu pun diantara kami tidak menjadi istri kamu," kata Keyla masih dengan marah. Willy masih diam dan berpikir. Dalam hati dia membenarkan bahwa dirinya tidak bisa menceraikan Mita. Willy juga sangat yakin akan perkataan Mita. Akan selalu berada di sampingnya.


"Mita tidak akan pernah pergi dari aku. Kami saling mencintai. Dia merelakan aku rujuk dengan kamu karena ingin melihat aku bahagia."


"Jangan terlalu tinggi percaya diri kamu Willy. Takutnya karena ketinggian setelah jatuh sakitnya tidak tertahankan," kata Keyla sinis. Tapi Willy tidak mendengar apa yang dikatakan Keyla dengan benar. Karena dirinya sangat fokus untuk meyakinkan Keyla untuk kembali rujuk.


"Apa susahnya kamu mengiyakan Key, Alda juga sudah menginginkan kita rujuk dari dulu dan ada Billy yang butuh kasih sayang kita berdua. Banyak pria berpoligami dan aku memenuhi syarat untuk berpoligami. Aku bisa adil kepada kalian dari segi apapun dan Mita juga mengijinkan."

__ADS_1


"Kamu bisa saja menganggap dirimu memenuhi syarat untuk itu. Tapi aku yang tidak bersedia. Jika kamu ingin rujuk dengan aku. Ceraikan Mita."


Keyla menantang Willy lagi. Keyla tertawa sinis ketika melihat Willy hanya diam tapi mengacak rambutnya. Keyla menertawakan sikap Willy yang sangat egois.


"Apa kamu tidak ingat kisah kita Key?" tanya Willy setelah mobil berhenti di halaman rumah yang sederhana. Keyla terkejut. Bukan karena pertanyaan Willy tapi karena mereka sudah berhenti di halaman rumahnya. Dan sepanjang perjalanan mereka hanya berbicara tentang ajakan Willy untuk rujuk. Keyla tidak menyebutkan alamat rumahnya.


"Darimana kamu tahu alamat aku disini?" tanya Keyla tajam dan menatap Willy.


"Aku sudah menyuruh seseorang untuk menjaga kamu dari jarak jauh. Aku tidak ingin terjadi apa apa kepada wanita cinta pertama aku. Jawab pertanyaan aku Key. Apa kamu tidak mengingat kisah kita ketika di pantai sehingga Alda ada?" tanya Willy lagi.


"Aku sangat mengingat itu Willy. Tapi tidak berniat untuk mengulangnya lagi."


"Key, maafkan aku. Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita."


"Kamu salah alamat Willy. Hubungan kita sudah cukup baik untuk menjadi mantan. Kita bisa menyayangi anak anak kita dengan kasih sayang walau sudah berubah status. Aku harap kamu mengerti dan lebih fokus lagi untuk kesempatan Billy. Jujur satu bulan seperti ini. Aku lelah dan ingin kembali saja ke tempat kami sebelumnya."


Keyla menghela nafas panjang setelah mengatakan itu. Permintaan maaf dan kesempatan yang dikatakan oleh Willy saat ini adalah hal yang paling ditunggunya selama ini. Tapi setelah mengetahui Willy menikah, Keyla tidak mengharapkan kata kata itu lagi. Dia hanya fokus untuk kesembuhan Billy.


Willy kembali mengacak rambutnya. Penolakan Keyla membuat hatinya semakin gelisah tapi semakin tertantang untuk menyakinkan Keyla. Ketika Keyla lengah. Willy menarik tubuh Keyla lebih dekat ke tubuhnya. Sabuk pengaman yang baru terlepas dari tubuhnya membuat tubuh Keyla bisa merapat hampir tidak berjarak dari tubuh Willy.


"Lepas Willy."


"Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum mengiyakan permintaan rujuk aku," kata Willy semakin memeluk Keyla. Rasa rindu yang terpendam di hati Willy sedikit terobati dengan memeluk tubuh mantan istrinya. Keyla meronta tetapi Willy semakin mengeratkan pelukannya.


"Tolong, jangan seperti ini Willy. Jika kamu masih mengingat aku sebagai ibu dari anak anak kamu. Tolong hargai aku. Jangan merendahkan aku seperti ini," kata Keyla pelan karena sudah kelelahan meronta. Bukannya melepaskan Willy mencium kepala Keyla berkali kali. Di setiap ciumannya Willy menyesali sikapnya yang tidak berusaha mencari Keyla dulu.


"Apa yang harus aku perbuat key, supaya kamu bersedia kembali kepada aku. Jika kamu meminta aku menceraikan Mita. Itu jelas tidak akan pernah terjadi."


"Bagus. Jangan menceraikan Mita Willy. Aku juga tidak ingin seperti itu. Dan kamu tidak perlu berbuat apapun. Karena keputusan aku tetap seperti semula. Aku tidak ingin lagi rujuk dengan kamu." jawab Keyla sambil perlahan-lahan melepaskan dirinya dari pelukan Willy.


"Key,"


"Cukup Willy. Terimakasih atas kebaikan kamu malam ini karena mengantar aku. Dan lain kali jangan melakukan hal bodoh lagi dengan mengempeskan ban mobil aku," kata Keyla sambil membuka pintu mobil.


"Aku tidak akan pernah menyerah untuk mengejar kamu Key. Aku sangat mencintaimu," kata Willy. Keyla tidak perduli dengan perkataan Willy. Dia menurunkan kakinya tanpa menoleh dan kemudian menutup pintu mobil itu dengan kencang.


"Benar benar egois," kata Keyla sambil berjalan menuju rumahnya.


Willy terus menatap Keyla dari dalam mobil. Ketika Keyla sudah menutup pintu rumah. Willy juga belum berniat untuk menghidupkan mesin mobilnya. Willy turun dari mobilnya. Dia berdiri di samping mobil itu dan mengamati rumah Keyla yang hampir sama dengan rumah para pembantu di belakang rumahnya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin membahagiakan kamu Key. Apa itu salah?" gumam Willy dalam hati. Ketika Keyla mengintip dari balik gorden Willy tersenyum dan melambai tangannya. Hal seperti ini mengingatkan dirinya di masa muda ketika berkunjung ke rumah Keyla dulu. Willy kembali naik ke mobilnya.


__ADS_2