Mencintai Ayah Sahabatku

Mencintai Ayah Sahabatku
Penyesalan Willy


__ADS_3

Setelah mendengar cerita Mita tentang kedatangannya ke apartemen dan bertemu Sofia. Willy tertunduk. Keningnya bertumpu ke dinding. Aura kepemilikan perusahaan besar yang selama ini terlihat, kini hanya penyesalan yang terlihat di wajah tampan itu. Mita menatap sinis ke pria yang masih dicintainya itu. Sedikitpun tidak ada perasaan iba di hatinya. Tuduhan Willy benar benar membuatnya kecewa. Bersama Azriel, Mita sangat menjaga harga dirinya sebagai istri tetapi Willy dengan cepat mencari pelampiasan. Mita bahkan mengakui statusnya sebagai istri ketika mereka hendak dinikahkan paksa. Hal itu yang membuat Mita sangat kecewa. Willy telah gagal mengendalikan diri demi kenikmatan sesaat dan itu pula yang membuat Mita semakin yakin untuk menggugat cerai Mita.


"Aku harap kita sama sama bersikap dewasa untuk proses perceraian ini om. Jangan mempersulit. Sebab aku juga tidak menuntut banyak. Hanya berpisah baik baik tanpa banyak drama," kata Mita sambil menatap tajam Willy.


"Mita, baby. Ampuni om. Aku benar-benar menyesal. Aku mohon. Batalkan perceraian ini. Aku akui aku memang meminta Sofia datang waktu itu baby. Itu karena aku frustasi," kata Willy masih dengan posisi kening bertumpu ke dinding.


"Tidak om. Sekali berbuat sulit untuk berubah. Aku yakin om sulit untuk berubah. Aku yang salah yang terlalu percaya kepadamu. Aku tidak menyangka. Mencintai duda cerai hidup ternyata penuh dengan tantangan. Andaikan tantangan itu datang dari luar. Aku bisa bertahan. Yang membuat aku menyerah. Tantangan itu justru ada dari diri kamu om. Maaf jika satu bulan lebih menjadi istrimu. Aku tidak dapat berbuat yang terbaik. Om Willy harus memaklumi itu karena menikahi bocah seperti aku," kata Mita.


"Aku tidak pernah menganggap kamu bocah Mita. Kembalilah sayang. Aku berjanji akan berubah. Termasuk untuk Keyla. Aku akan membuang rasa cinta ini."


"Perkataan mu tidak menganggap aku bocah om. Tapi tindakan kamu itu menunjukkan seperti itu. Kalau tidak menganggap aku bocah. Harusnya om bisa menjaga perasaan aku. Bukan mengejar Tante Keyla di depan mataku om. Bagaimanapun aku sakit melihatnya. Aku seperti tidak berharga," kata Mita sambil menangis. Dia tidak sanggup melanjutkan kata kata untuk mengungkapkan rasa sakit yang dialaminya selama beberapa hari ini.


Willy berdiri tegak dan menatap Mita. Suara tangisan Mita membuatnya tertegun. Dia tidak menyangka jika selama ini Mita ternyata sangat memendam sakit hati yang dalam. Ini bukan pertama kalinya dia mendengar tentang sakit hati Mita. Tapi ini yang pertama dia melihat Mita menangis karena dirinya yang egois. Willy juga merasakan hatinya sakit melihat Mita menangis. Willy juga sadar jika dirinya sangat mencintai wanita yang ada di hadapannya ini.


"Buka pintunya om," kata Mita setelah berhenti menangis. Willy masih termenung. Mita tidak bisa keluar dari ruangan itu karena kunci ruangan itu ada di kantong celana Willy.


"Minta kuncinya om," kata Mita sambil menengadahkan tangannya. Willy tersentak kemudian mengusap wajahnya frustasi.


"Mita, aku sangat mencintaimu sayang. Tidak bisa kamu memaafkan kesalahanku?" kata Willy dengan wajah memelas. Mita menggelengkan kepalanya tanpa ragu.

__ADS_1


"Apa yang dapat aku lakukan supaya kamu percaya aku akan berubah dan memaafkan aku."


"Tidak perlu berbuat apa apa om. Tidak berubah juga tidak apa apa bagiku. Kita akan tetap bercerai."


Willy semakin menundukkan kepalanya. Mita ternyata tidak main main dengan perceraian ini.


"Mita."


"Jika om ingin maaf dari aku. Buka pintunya sekarang om," kata Mita tegas. Willy semakin terlihat tidak berdaya. Dengan lesu dia menuju pintu dan mengeluarkan kunci dari sakunya. Willy masih menundukkan kepalanya setelah pintu terbuka. Mita melangkah cepat dan menuju ke ruang tamu.


"Sudah dapat tanda tangannya?" tanya nenek. Mita mengangguk.


"Mita. Tidak adakah kesempatan kedua untuk Willy?. Jika karena kelakuan Willy yang mengejar aku. Kamu bersikeras seperti ini. Aku akan keluar dari rumah ini Mita. Billy akan tetap tinggal disini untuk berobat," kata Keyla seperti merasa bersalah. Dia menahan tangan Mita untuk tidak langsung pergi. Melihat sembab wajah Mita. Keyla ikut sedih.


"Tidak Tante. Bukan karena itu."


"Willy sangat mencintai kamu. Aku rasa kamu bisa merasakan itu dari setiap tindakannya. Perasaannya ke aku. Aku rasa itu hanya sesaat. Beri kesempatan kepadanya Mita," kata Keyla lagi. Mita akhirnya menceritakan semua tentang pembicaraannya dengan Sofia. Keyla terdiam mendengar penuturan Mita. Sama seperti Mita. Keyla juga sangat kecewa dengan perbuatan mantan suaminya. Dia tidak menyangka jika ada wanita lain selain Mita dan dirinya di hati Willy. Walaupun itu sebagai pelampiasan. Keyla tidak terima jika Willy masih terikat pernikahan dengan Mita.


"Ayo nek," ajak Mita lagi sambil menarik tangan nenek Ratmi. Mereka pamit ke Willy tapi Keyla masih terdiam di tempat duduknya.

__ADS_1


Setelah ditinggal Mita. Willy kembali menutup pintu ruangannya. Willy menangis. Willy menangisi penyesalannya. Dia sudah pernah diingatkan oleh Keyla tentang ini. Tapi keegoisan dia untuk memiliki dua wanita membuat dirinya terus mengejar Keyla yang jelas menolaknya. Kini Willy merasakan tidak mendapatkan apa apa dari keegoisan tersebut. Mita bersikeras meminta cerai sedangkan Keyla tidak bersedia rujuk dengan dirinya.


Willy menundukkan kepalanya melepaskan kepergian Mita dari sisinya. Melihat keseriusan Mita meminta cerai. Willy tidak sanggup untuk menahan wanita muda itu terus di sisinya. Andaikan Mita bersedia memberi dirinya maaf. Willy akan berjanji berubah. Termasuk menghilangkan Keyla dari hatinya walaupun hal itu berat untuk dihilangkan. Hanya satu harapan Willy. Mita hamil.


Sama seperti Willy. Mita juga berusaha menahan tangisnya di dalam taksi. Ketika taksi itu berhenti di depan halaman rumahnya. Mita berlari dan masuk ke dalam kamar. Mita menumpahkan semua air matanya di bantal. Dadanya terasa sesak mengingat pernikahannya hanya bertahan satu bulan lebih. Dan tinggal menunggu waktu akan menjadi janda muda. Mita teringat akan perkataan Azriel. Jika status janda muda itu tidak enak untuk didengar. Mita semakin menangis. Andaikan Willy bisa menahan diri untuk tidak memakai Sofia. Mungkin saat ini dirinya akan mencoba bersikap dewasa untuk mempertahankan rumah tangganya.


Di satu sisi Mita bersyukur. Mita bertemu dengan Sofia dan mengetahui kebiasaan buruk Willy. Mita juga tidak dapat membayangkan jika mengetahui kenyataan seperti ini ketika lagi bahagia bahagianya bersama Willy.


"Mita. Jangan menangis. Ini adalah keputusan yang tepat untuk pria egois itu," kata nenek yang sudah masuk ke kamar Mita. Nenek juga sudah mengetahui alasan kuat dari perceraian ini.


"Iya nek. Aku hanya menyesal. Kenapa tidak mendengarkan nasehat nenek dulu."


"Jangan diingat lagi. Ini adalah pelajaran berharga buat kamu untuk lebih berhati hati mengenal laki laki," jawab nenek sambil memeluk cucunya. Mengingat semua keras kepala Mita yang tidak mendengar nasehat. Nene Ratmi sebenarnya ingin marah. Tapi melihat kesedihan Mita. Nenek Ratmi menahan diri untuk tidak memarahi cucu tersayangnya.


"Mencintai tidak harus memiliki. Mungkin kebahagiaan kamu bukan bersama Willy. Lepaskan dengan ikhlas walaupun masih ada cinta di hatimu," kata nenek Ratmi lagi. Nenek Ratmi maklum jika Mita masih mencintai Willy. Cinta pertama pasti sulit untuk dilupakan.


"Aku tidak mencintainya lagi nek," jawab Mita yang masih terisak di pelukan nenek. Nenek Ratmi hanya membelai kepala Mita tanpa menanggapi perkataan itu. Nenek mengetahui jika Mita membohongi perasaannya sendiri.


****

__ADS_1


Terima kasih para reader yang menunggu kelanjutan novel ini. Yang belum membaca karya author yang berjudul MENANTI CINTA SUAMI. Singgah di sana yuk. Terima kasih dan Salam sehat.


__ADS_2