
Mita menghempaskan tubuhnya kasar ke ranjang. Kepalanya pusing memikirkan rencana yang ternyata buntu. Keyla tidak menanggapi apa yang diutarakannya. Bahkan Keyla sepertinya tersinggung. Jika ditanya apakah Mita ikhlas, Mita benar benar ikhlas. Keputusan untuk meminta Keyla dan Willy rujuk sudah dipikirkan matang-matang olehnya. Apapun akan Mita lakukan asalkan Willy tetap di sisinya. Melihat Willy bahagia, Mita juga bahagia. Karena cinta yang teramat besar Mita takut kehilangan Willy. Dia rela jika harus berbagi dengan Keyla yang merupakan bunda dari sahabatnya sendiri.
Mita memijit kepalanya. Banyak pertimbangan yang sudah dipikirkan Mita untuk mengambil keputusan ini. Kesehatan Billy, kebahagiaan Alda, kebahagiaan Willy dan juga cintanya yang ingin terus mewarnai hidup Willy. Mita rela harus berbagi jika itu menyangkut kebahagiaan Willy dan Sahabatnya. Mita akan berusaha terus untuk meyakinkan rencana ini hingga akhirnya nanti Keyla akan kembali bersama Willy. Lagi pula Mita mengagumi sikap Keyla yang menyayanginya. Beberapa Minggu bersama Keyla, Mita dapat merasakan perhatian tulus dari Keyla.
Dari semua pertimbangan di atas, Mita sebenarnya lebih mempertimbangkan keadaan dan kasihan kepada Billy. Mita sudah merasakan hidup tanpa kasih sayang orang tua. Mita tidak dapat membayangkan jika seandainya dia yang mengalami apa yang dialami oleh Billy saat ini. Atau anaknya sendiri yang mengalami seperti keadaan Billy. Mita sangat kasihan kepada anak remaja yang labil itu hingga depresi. Tetapi melihat penolakan Keyla, Mita sedikit ragu untuk rencana membuat mantan istri dan suaminya bersatu.
Mita menggerakkan kepalanya kearah pintu. Willy sang suami terlihat menutup pintu. Mita mengamati tubuh dan wajah suaminya. Willy terlihat lesu. Penampilan pertama yang terlihat kusut dan sedih yabg dilihat Mita selama mengenai Willy. Mita mengetahui jika suaminya tidak kembali ke kantor melainkan masuk ke ruang kerjanya. Mita turun dari ranjang dan langsung menghampiri Willy. Berharap keberadaan dirinya bisa menghibur sang suami yang galau karena memikirkan dirinya dan mantan istri.
"Om sakit?" tanya Mita sambil menempelkan punggung tangan di kening Willy. Willy tertawa karena Mita sedikit kesusahan untuk menempelkan punggung tangan itu ke keningnya. Walau Mita lumayan tinggi, tetap saja Mita harus berjinjit untuk menggapai kening suaminya. Mita tersenyum melihat Willy yang tertawa. Sungguh Mita merasa berguna untuk Willy saat ini.
"Tidak. Gak demam kan?. Willy balik bertanya. Mita menggelengkan kepalanya. Karena Mita dapat merasakan jika Willy memang tidak demam.
"Kenapa lesu begitu om. Apa ada masalah di kantor?" tanya Mita pura pura tidak mengetahui jika Willy tidak jadi ke kantor. Mita akan berusaha menutup mata akan keadaan Willy yang terus memikirkan Keyla. Walau Mita jelas jelas mengetahuinya. Willy menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak jadi ke kantor tadi sayang. Kepalaku pusing jadi aku istirahat di ruang kerja,"
"Masih pusing?" tanya Mita. Tanpa mendengar jawaban Willy. Mita menarik tangan Willy untuk duduk di ranjang. Kemudian Mita duduk di belakang Willy. Mita memijit pelipis dan kepala Willy dengan lembut. Mita senang. Willy jujur tanpa ditanya dan diselidiki.
Willy memejamkan matanya menikmati pijitan istrinya. Pijitan Mita membuatnya mengantuk. Mita terus memijit hingga pijitan itu turun ke pinggang. Willy merasa geli dan kantuknya hilang. Mita tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Willy hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Mita berhasil mengalihkan pikiran Willy dari mantan istri.
"Makanya om, kalau pusing kepala itu yang dicari istri. Bukan pergi ke ruang kerja menyendiri. Kalau sama istri begini kan dapat pijatan, kalau tambah plus plus juga bisa," kata Mita sambil tersenyum menggoda dan mengedipkan sebelah matanya. Willy gemas dengan tingkah Mita. Willy meraih tubuh Mita dan memeluknya. Willy menghadiahi istrinya itu dengan ciuman di seluruh wajahnya. Mita terkekeh dan membalas memeluk Willy. Dia juga menciumi wajah Willy. Willy semakin senang dengan tingkah Mita.
"Adakalanya seseorang itu butuh sendiri sayang. Om tadi ingin benar benar ingin sendiri," jawab Willy. Dia melepaskan pelukannya dari Mita dan turun dari ranjang.
"Apa om memikirkan Tante Keyla?" tanya Mita membuat langkah Willy terhenti. Dia hendak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tetapi setelah mendengar pertanyaan Mita. Willy kembali duduk di tepi ranjang. Pertanyaan Mita membuat Willy sedikit gugup.
"Kenapa kamu bisa bertanya seperti itu?" tanya Willy. Pertanyaan Mita adalah hal yang harus dia jawab dengan kata iya atau tidak. Tetapi Willy kembali melemparkan pertanyaan kepada istrinya. Mita menunduk. Mencari kata yang tepat untuk mengatakan apa yang sudah terencana di otaknya. Willy menatap wajah istrinya. Dia curiga jika Mita sudah mengetahui isi hatinya yang sebenarnya terhadap Keyla.
"Sebesar apa om mencintai ku?" tanya Mita sambil meremas sprei. Dia masih menunduk. Tanpa melihat, Mita mengetahui jika Willy menatapnya. Mita sedikit berdebar menunggu jawaban dari Willy.
__ADS_1
"Apa kamu tahu tidak bisa melihat cintaku Mita, aku rasa aku tidak perlu menjawabnya. Karena aku memberi kamu setiap hari cinta."
Mita menganggukkan kepalanya. Apa yang dikatakan Willy adalah benar. Willy memberi cinta dan perhatian setiap hari. Mita dapat merasakan itu. Tapi Mita juga dapat merasakan cinta Willy bukan hanya untuknya.
"Om, bagaikan tanggapan om tentang poligami?" tanya Mita masih menunduk. Willy mengerutkan keningnya. Dia berusaha menebak maksud dari pertanyaan itu.
"Kenapa kamu bisa bertanya poligami?"
"Aku hanya ingin mengetahui saja om,"
" Yang aku tahu poligami itu beristri lebih dari satu. Dan si suami harus berlaku adil kepada istri istrinya. Selanjutnya kamu cari saja di Gugel. Aku tidak mengerti banyak tentang poligami,"
"Kalau seandainya om berpoligami, apa om sanggup berlaku adil?" tanya Mita membuat Willy terkejut. Dia sudah menduga duga maksud dari pertanyaan Mita. Willy menatap wajah Mita cukup lama. Mita tersenyum. Willy semakin mendekatkan dirinya ke Mita. Dan menatap bola mata milik istrinya.
"Apa maksudmu sayang?"
"Aku tahu, bahwa om masih mencintai Tante Keyla. Benarkan om?" tanya Mita sambil tersenyum. Tanpa basa basi Mita langsung ke topik yang membuat Willy gelagapan dan takut. Willy menatap wajah istrinya karena terkejut. Kata kata yang meluncur dari mulut Mita membuat Willy seperti pencuri yang ketahuan beraksi. Willy semakin gelagapan dan memalingkan wajahnya. Mita dapat melihat jika Willy tidak menyangkal perkataannya atau mengiyakan. Tanpa dijawab juga Mita sudah mengetahuinya.
Tetapi niat untuk mencintai Keyla dengan caranya sendiri ditolak mentah-mentah oleh Keyla. Keyla bahkan tidak bersedia hanya meminum air putih di rumahnya.
Willy beranjak dari duduknya. Dia menatap ke arah luar kamar yang bisa dilihat melalui dinding kaca. Mengakui jika dirinya masih sangat mencintai Keyla, Willy takut Mita akan marah dan kecewa.
"Om, kenapa tidak dijawab?" tanya Mita sambil menggoyangkan tangan Willy yang sudah berdiri di samping Willy. Willy menarik nafas panjang. Willy menggenggam tangan Mita.
"Mita, maafkan om sayang. Om akui rasa cinta itu masih ada kepada Keyla. Maaf. Aku mencintai kalian berdua," jawab Willy sambil menunduk. Mita menengadahkan kepalanya menatap langit dari dinding kaca itu. Langit yang mendung seperti menggambarkan perasaan hatinya saat ini. Walau sudah mengetahui suami masih menyimpan rasa cinta untuk sang mantan istri. Mendengar sendiri dari mulut Willy, tetap saja hatinya seperti tergores pisau. Sangat sakit walau tidak berdarah.
"Rujuk lah dengan Tante Keyla om," kata Mita pelan tapi pasti. Willy mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Mita. Mita mengangguk bertanda jika Willy tidak salah mendengar. Mita dapat melihat wajah Willy yang terkejut. Mendengar pengakuan Willy, Mita takut Willy akan meninggalkannya demi Keyla.
Willy tidak menyangka jika Mita akan menyarankan dirinya rujuk dengan Keyla. Walau dirinya masih sangat mencintai Mita. Tidak pernah terpikirkan untuk kembali rujuk dan mendapat balasan cintanya dari Keyla. Willy hanya ingin melihat Keyla bahagia. Tanpa menikahinya. Willy sbelumnya sudah berjanji dalam hati hanya akan mencintai Keyla dengan caranya sendiri yaitu memberikan kemewahan hidup untuk Keyla sama seperti yang dirasakan Mita saat ini.
__ADS_1
"Mita,"
"Aku akan tetap menjadi istri kamu om. Melihat mu bersedih karena diabaikan Tante Mita. Aku juga ikut sedih. Melihatmu bahagia aku juga bahagia. Inilah wujud cintaku kepadamu om. Aku rela berbagi dengan tante Keyla. Kejarlah cinta Tante Keyla om," kata Mita serius. Willy sungguh terharu dengan cinta Mita yang begitu besar untuknya. Willy meraih tubuh Mita dan menciumi puncak kepala Mita. Willy meras beruntung mempunyai istri seperti Mita. Walau usianya masih muda. Mita bisa berpikir dewasa dan bijaksana. Willy seperti mendapat durian runtuh hari ini. Keberuntungan mendapat istri yang muda tapi mencintai dirinya sangat dalam.
"Mita, aku tidak pernah berniat untuk rujuk dengan Keyla. Aku hanya ingin memastikan hidupnya baik baik saja. Aku tidak perlu untuk rujuk dengannya. Kamu cukup membujuk Keyla untuk menerima apa yang pernah aku tawarkan sebelumnya," jawab Willy jujur dan memang seperti itulah yang dipikirkannya selama ini.
"Aku justru cemburu jika om mencintai seseorang yang tidak seharusnya om cintai. Tapi jika Tante Keyla kembali rujuk dengan om. Aku bisa menerima jika om mencintainya. Lagi pula ini juga demi kebaikan Billy. Aku rasa perkembangan kesehatan Billy ada hubungannya dengan kalian berdua yang seperti orang lain."
Willy menyimak setiap kata kata yang keluar dari mulut Mita. Ada kebenaran yang bisa ditangkap oleh Willy dari kata kata itu.
"Kejarlah cinta Tante Keyla om. Aku percaya om bisa berlaku adil untuk kami berdua," kata Mita lagi. Willy belum berniat menjawab atau mengambil keputusan. Lagipula dia tidak yakin jika Keyla akan bersedia menerimanya kembali. Tetapi mendengar tentang kesembuhan Billy, Willy jadi berpikir untuk mempertimbangkan saran dari Mita. Billy adalah putra satu satunya yang terabaikan selama ini. Willy juga ingin menebus semua waktu yang terbuang karena tidak bisa mencurahkan kasih sayang kepada Billy.
"Apa kamu siap untuk berbagi sayang. Jika aku rujuk dengan Keyla. Aku tidak bisa tidur setiap malam bersamamu dan kamu juga akan melihat bagaimana aku akan memperlakukannya sebagai istri dan juga sebaliknya," kata Willy sambil menatap wajah Mita. Mita mengangguk pasti. Willy dapat melihat keseriusan dan ketulusan di wajah Mita. Willy kembali memeluk Mita karena bahagia. Dicintai sedalam ini membuat Willy lupa akan perasaan wanita yang sesungguhnya. Perasaan yang tidak tertebak oleh siapapun.
"Aku sudah tahu itu om,"
"Aku takut kamu akan meninggalkan ku sayang. Aku tidak bisa jauh lagi dari kamu," jawab Willy. Sisi keserakahan sudah jelas terlihat. Mita tersenyum. Willy terlalu berbahagia sehingga menerima saran Mita tanpa memahami bagaimana sebenarnya perasaan wanita jika sudah cemburu.
"Selama om bisa berlaku adil. Aku akan selalu setia kepadamu om. Aku mencintaimu. Aku rela melakukan ini karena cinta ku yang teramat besar. Tapi setelah ini. Jangan ada wanita lain," kata Mita tegas. Willy kembali memeluk Mita. Cintanya semakin berlipat ganda kepada wanita muda itu tapi tetap menyisakan ruang untuk wanita lain.
"Aku akan memikirkan saran kamu sayang. Tapi aku tidak yakin Keyla akan memberi aku kesempatan kedua. Saat ini, aku bisa melihat kebencian dan sakit hati si sorot matanya," jawab Willy ragu. Dia jelas mengetahui jika Keyla sangat membencinya. Willy melepaskan pelukannya dari Mita. Mita bisa merasakan kesedihan Willy mengingat penolakan Keyla selama ini.
"Harus berusaha donk om. Nanti malam aku ijinkan om untuk mengantarkan Tante Keyla pulang," kata Mita menyemangati suaminya. Mita melingkarkan tangannya di pinggang Willy.
Willy tidak lagi menjawab perkataan Mita. Dia melepaskan pelukannya dan berjalan ke kamar mandi. Kepalanya bertambah pusing. Willy melepaskan seluruh pakaiannya dan memilih berendam dia di air untuk mendinginkan kepalanya. Willy memejamkan matanya sambil menikmati aroma sabun itu. Willy tersenyum. Aroma sabun itu membuat pikiran semakin tenang. Willy akan mengikuti saran istrinya itu, akan berusaha untuk membuat Keyla bersedia rujuk dengannya.
Willy semakin mengembangkan senyumnya. Membayangkan mempunyai dua istri yang saling pengertian. Mita dan Keyla selama ini terlihat akur. Itu salah satu membuat Willy merasa yakin untuk menerima saran Mita. Willy juga bisa melihat Keyla yang begitu menyayangi Mita seperti menyayangi Alda dan Mita juga terlihat bahagia jika bersama dengan Keyla.
Dalam hati, Willy akan berjanji akan bersikap adil kepada dua wanita yang amat dicintainya jika poligami adalah takdir mereka bertiga. Willy akan membahagiakan dua wanita itu dengan cinta dan harta yang dimilikinya.
__ADS_1
Willy masih betah memejamkan matanya. Bayang bayang kebersamaannya bersama Keyla di masa kebersamaan mereka dulu kini melintas di pikirannya. Mengingat semua kenangan manis yang menghadirkan Alda ke dunia ini. Andaikan bisa. Willy ingin menyeret Keyla dari kamar bawah dan membawanya ke kamar mandi ini. Mengulang kenangan itu dengan segenap cinta yang dimilikinya. Dia tidak menyadari jika pengakuan cintanya terhadap wanita lain walaupun itu mantan istrinya sendiri. Membuat Mita seperti terkena ribuan panah.