Mencintai Ayah Sahabatku

Mencintai Ayah Sahabatku
Hamil


__ADS_3

Setelah mengucapkan kata kata harapan untuk kebahagiaan Mita. Willy tidak beranjak dari tempat berdiri. Hatinya tidak lega setelah sepakat bercerai. Willy justru merasakan hatinya sangat sakit. Rasa sakit itu semakin perih ketika Mita tersenyum kepadanya. Senyum bahagia karena terlepas dari Willy. Willy menunduk. Dia sudah menyadari jika Mita tidak seperti dulu lagi. Willy berpikir jika Mita tidak mempunyai secuil cinta lagi untuk dirinya.


Willy kembali menatap Mita. Kakinya tanpa disadari melangkah mendekati Mita. Mita mundur. Mita terlihat sangat ketakutan. Willy pernah hampir memerkosa dirinya dan Mita takut jika pagi ini, itu kembali terjadi.


"Jangan takut Mita. Aku hanya memeluk kamu sebentar. Pelukan terakhir sebagai suami istri. Jika kita sudah bercerai, mungkin untuk menatap dirimu akan menjadi dosa bagiku," kata Willy setelah berhasil merengkuh tubuh Mita ke pelukannya. Mita hanya terdiam. Rasa takut yang tadi singgah di hatinya kini hilang. Mita juga akhirnya membalas pelukan Willy hanya sebentar. Kemudian Mita melepaskan pelukan itu. Tapi tangan Willy yang masih memegang kedua bahu Mita, membuat Mita tidak bisa megambil jarak dari Willy.


Willy menggerakkan tangannya untuk membelai perut Mita. Entah kenapa. Dia sangat yakin jika benihnya sudah bersemayam di rahim Mita. Walau berkali kali Mita mengatakan sudah minum pil KB. Rasa yakin itu terus bersemayam di hatinya. Tapi dia tidak berdaya ketika Mita bersikeras untuk bercerai. Tidak cukup hanya membelai. Willy juga menunduk dan mencium perut Mita.


"Jika benihku tumbuh disini. Aku mohon tolong jangan pisahkan aku dengan dia. Entah kenapa aku sangat yakin ada kehidupan di dalam perut ini. Tapi jika tidak, belaian dan ciuman yang aku berikan di perut ini. Anggap saja sebagai doa. Semoga kamu kelak melahirkan anak anak yang baik walaupun itu bukan benihku," kata Willy. Setelah mengucapkan kata kata itu. Willy mencium kepala Mita sangat lama dan akhirnya berbalik meninggalkan Mita. Tanpa menoleh dan berkata kata lagi. Willy megambil langkah panjang meninggalkan kamar itu.


Willy membanting pintu mobilnya setelah memasukkan koper kecil miliknya ke dalam mobil. Usaha dan pengorbanannya sia sia tidak mendapatkan hasil dari Mita. Yang ada kini mereka sudah sepakat untuk bercerai. Berlutut dan memohon ampun kepada nenek Ratmi sudah dia lakukan. Willy menerima makian dan hinaan dari sang nenek. Willy berterima. Willy menganggap itu sebagai penebusan atas segala dosa dan keserakahannya. Hingga sang nenek bersedia mengungsi untuk sementara. Tujuannya untuk memberi ruang dan waktu bagi Mita dan Willy untuk memperbaiki hubungan. Bukan bertambah baik. Hari ini dengan sadar, Willy menyetujui permintaan Mita.


Bukan tidak ingin untuk mempertahankan. Willy justru ingin pernikahannya dengan Mita sampai maut memisahkan. Tapi hari ini bukan maut yang memisahkan mereka. Kesalahan Willy dan keras hatinya Mita lah yang membuat mereka tidak bisa bersatu. Willy kecewa, bukan kecewa kepada Mita. Willy kecewa pada dirinya sendiri. Berkali kali dia mengusap air matanya di dalam mobil. Menangisi pernikahan yang singkat.


Willy melajukan mobilnya sangat kencang. Setelah kehilangan Mita. Dia menahan diri untuk mencari pelampiasan. Dia sadar, jika dirinya sendiri lah yang membuat mereka berada di tahap ini. Dia berjanji tidak lagi untuk memakai Sofia. Willy juga bertekad akan lebih serius untuk menjalankan perusahaannya. Kebahagiannya hanya Alda dan Billy saat ini. Dia tidak ingin mengecewakan dua darah dagingnya itu.


Bertemu Billy mungkin bisa mengurangi rasa sakit hatinya. Willy membelokkan mobilnya menuju rumah kediamannya. Dia masuk dengan wajah lesu. Tetapi hatinya kini berubah. Menyadari ada Keyla di kamar Billy membuat Willy berubah pikiran untuk masuk ke kamarnya saja. Willy sangat malu berhadapan dengan Keyla. Kata kata Keyla terbukti hari ini. Keyla tidak bersedia rujuk dengannya dan Mita meminta cerai. Willy tidak memiliki siapapun wanita yang dicintainya.


Sementara itu Mita kepikiran dengan apa yang diucapkan oleh Willy yang merasa sangat yakin jika dirinya mengandung. Sesudah mobil Willy keluar dari halaman rumahnya. Mita juga bergegas ke apotik.


Walau Mita sangat yakin jika dirinya tidak hamil, Mita juga ingin membuktikan jika apa yang diyakini Willy tidak terbukti. Mita memasukkan testpack itu ke dalam wadah yang sudah berisi urine. Satu detik, dua detik sampai sepuluh menit testpack itu terbenam di urine. Mita tidak merasakan apa-apa. Mita bahkan lupa jika ada sesuatu yang ditunggunya. Mita asyik membalas chat dari Azriel yang mengajaknya keluar sore ini. Mita menyanggupi ajakan Azriel. Setelah selesai membalas chat, Mita sarapan. Dia tidak melirik sarapan yang sediakan Willy sebelumnya. Mita memilih makan sarapan yang tadi dibelinya.

__ADS_1


Hingga selesai sarapan. Mita baru mengingat tentang testpack tersebut. Mita segera ke kamar mandi dan melihat hasilnya. Mita terbelalak. Garis dua jelas terlihat di testpack tersebut. Mita merasakan jantungnya berdegup kencang. Tangannya gemetar memegang testpack. Mita shock. Garis dua jelas nyata yang artinya dirinya hamil. Mita spontan melemparkan testpack itu ke tempat sampah. Mita berkali kali menggelengkan kepalanya mengetahui kenyataan ini. Mita tidak percaya jika dia hamil. Mita jelas mengingat jika pil KB itu masuk ke dalam mulutnya dan Mita menelannya. Dan selama sebulan ini, dia juga tidak pernah merasa mual.


Mita terduduk di lantai kamar mandi. Entah bagaimana dia memberitahu ini ke Willy. Apa yang dikatakan Willy ternyata benar. Sementara mereka sudah sepakat bercerai. Jika Mita kembali dan meminta Willy untuk batal bercerai. Itu artinya Mita menjilat ludahnya sendiri. Itu tidak akan terjadi. Mita tidak akan sudi untuk meminta pria serakah itu untuk membatalkan perceraian ini.


Tidak ingin galau sendiri, akhirnya Mita mengirim pesan ke Azriel bahwa dirinya akan segera meluncur ke kafe yang mereka janjikan untuk bertemu. Mita meminta bertemu pagi ini saja. Azriel juga setuju.


"Makin makmur saja Mita, Senangnya yang mau janda," kata Azriel ketika sampai di meja Mita. Mita sampai di tempat itu selisih beberapa menit dari Azriel. Mita mempersilahkan Azriel duduk.


"Ejek aja terus," jawab Mita. Azriel terkekeh dan mengucapkan peace.


"Kenyataannya seperti itu loh Mita. Kamu makin gemuk. Kamu jadi cerai atau baikan dengan om Willy?" tanya Azriel. Mita terdiam. Raut wajahnya berubah. Setelah mengetahui garis dua tadi. Perasaan Mita berubah ubah. Kadang Ingin memberitahu kehamilan ini ke Willy dan kadang Ingin menghukum Willy dengan menjauhkan dirinya dari pria serakah itu.


"Belum tahu Azriel. Menurut kamu bagaimana?" tanya Mita. Azriel mengerutkan keningnya. Dia menempelkan punggung tangannya ke dahi Mita.


"Ikuti hati kamu Mita. Jangan tanya aku. Sangat jahat kalau aku kasih saran supaya kalian bercerai saja," kata Azriel lagi. Mita menundukkan kepalanya.


"Aku hamil Azriel. Aku bingung sekarang," kata Mita. Dia tidak sanggup lagi untuk tidak menceritakan beban pikirannya.


"Kamu hamil kan jelas punya suami. Kenapa harus bingung?"


"Lama lama kamu seperti amnesia Azriel. Kamu kan tahu aku sedang proses perceraian."

__ADS_1


"Ya sudah. Tidak perlu bercerai. Gampang kan?"


"Ini menyangkut hati Azriel. Andaikan om Willy tidak serakah. Aku juga tidak bingung seperti ini."


"Seharusnya demi anak. Kamu harus berkorban Mita."


"Azriel, aku minta tolong. Boleh tidak?"


"Minta tolong apa. Kalau minta tolong untuk membawa kamu pergi jauh. Sepertinya tidak bisa Mita. Aku kapok."


"Kapok karena apa?" tanya Mita bingung. Jika Azriel kapok karena hampir dinikahkan sewaktu membantunya dulu. Itu juga bukan keinginan dirinya. Azriel tergagap.


"Aku hanya minta tolong. Supaya kamu menyembunyikan ini dari Alda."


"Apa niat bercerai masih akan kamu lanjutkan?" tanya Azriel. Mita menganggukkan kepalanya. Azriel menatap Mita. Timbul rasa kasihan melihat wanita yang sangat dikaguminya ini. Dia tidak menyangka. Mita si juara kelas yang cantik dan pintar mengalami nasib seperti ini. Janda muda dan akan menjadi seorang ibu. Azriel membayangkan Mita menjalani kehamilannya sendiri.


"Selain itu. Masih ada yang harus aku tolong Mita?" tanya Azriel.


"Tidak, hanya itu saja Azriel. Terima kasih atas semua bantuan dan waktu kamu hari ini."


"Padahal aku berharap, kamu minta tolong untuk menjadi ayah dari janin yang kamu kandung," kata Azriel tersenyum. Cara mengatakan itu, Azriel seperti bercanda. Tapi hatinya serius. Melihat Mita sedih seperti ini. Timbul rasa benci di hatinya untuk Willy. Azriel juga menyadari jika hatinya sudah jatuh cinta kepada Mita sejak lama.

__ADS_1


"Bercanda jangan kelewatan Azriel," kata Mita sambil cemberut.


__ADS_2