Mencintai Ayah Sahabatku

Mencintai Ayah Sahabatku
Permohonan


__ADS_3

Keyla, Mita dan Alda masih di kamar Billy. Tiga wanita itu terlalu asyik bercerita sambil menikmati keripik kesukaan Alda dan Mita. Mereka duduk di sofa sedangkan Billy sudah tidur di ranjang. Keyla yang duduk di tengah diantara Mita dan Alda menjadi sandaran dua kepala di masing masing lengannya.


Sama seperti di rumah sakit kemarin, ketiga wanita itu bercerita dari topik yang satu ke topik yang lain. Topik yang tidak penting tapi mampu membuat tiga wanita itu tertawa terbahak bahak. Hingga seseorang masuk ke dalam ruangan itu, mereka bertiga tidak menyadari.


"Akurnya istri dan mantan istri, aku juga bahagia melihatnya," kata Leo sambil tersenyum. Sejak mengetahui yang sebenarnya apa yang terjadi dengan kepergian Keyla dulu, Leo berubah bersimpati kepada Keyla. Leo bahkan kasihan dan merasa bersalah juga dengan kejadian sewaktu liburan dulu. Bahkan Leo menyayangkan sikap Keyla yang tidak langsung terbuka dengan keberadaan Billy. Andaikan Leo mengetahui sebelumnya. Leo akan membujuk Willy untuk rujuk dengan Keyla. Saat itu belum terlambat. Tapi untuk saat ini menyarankan Willy rujuk dengan Keyla sama saja menyakiti hati Mita. Melihat ketulusan dan kebaikan Mita. Leo juga tidak tega melihat jika wanita muda itu tersakiti.


"Om Leo, bawa apa itu?" tanya Alda menunjuk paper bag yang ada di tangan Leo.


"Ini ponsel nak, Ini untuk Billy dari Willy."


Leo memberikan paper bag itu ke Keyla. Keyla menerima paper bag itu dan mengintip isinya. Ponsel harga puluhan juta, ponsel yang lebih mahal dari milik Alda dan Mita.


"Ih, ayah pilih kasih. Ponsel Billy jauh lebih keren dari ponselku," kata Alda merajuk. Bersamaan dengan itu Willy masuk ke kamar itu dengan pakaian rapi seperti hendak ke kantor. Senyum tersungging melihat orang orang yang sangat dicintainya berkumpul di kamar Billy.


"Tuan putri mau juga?" tanya Willy sambil mendekat ke Alda. Seperti biasa, Alda langsung bergelayut manja di ketiak ayahnya. Keyla tersenyum melihat ayah dan putri itu. Melihat Willy sangat menyayangi Alda. Keyla sangat bahagia. Putrinya tidak kekurangan kasih sayang.


"Mau donk ayah," jawab Alda manja.


"Hari ini juga, Leo akan membelikannya untuk kamu tuan putri. Kamu mau juga baby?" tanya Willy ke Mita. Tangannya terulur menggapai kepala Mita dan mengelus kepala istrinya. Mita tersenyum malu malu.


"Belikan dua Leo. Merek yang sama dengan ponsel milik Billy," kata Willy tanpa menunggu Mita menjawab iya. Mita dan Alda tersenyum puas. Willy melirik ke Keyla yang memalingkan wajahnya ke arah ranjang Billy. Sebenarnya Dia ingin menawari Keyla juga. Tapi Willy tidak ingin kesal lagi. Keyla pasti akan menolaknya.


"Baik bos, Untuk Keyla tidak dibeli juga. Biar sekalian bos. Biar jangan bolak balik," kata Leo. Willy menggerakkan kepalanya menoleh ke Keyla. Keyla spontan menggelengkan kepala.


"Dua saja Leo. Dia punya pendapatan sendiri untuk memenuhi segala kebutuhannya," sindir Willy tajam. Mendapat penolakan dari Keyla membuat Willy tidak tahan untuk menyindirnya. Keyla menunduk. Hatinya sakit mendengar sindiran itu. Keyla tahu bahwa Willy sengaja menyindirnya.


"Baik bos. Kalau begitu tetap saja beli tiga. Karena aku juga mau," kata Leo sambil tersenyum. Senyuman itu memudar ketika tatapan tajam dari Leo mengarah ke dirinya. Leo undur diri dari kamar itu sebelum Willy marah. Sejak kepulangan mereka dari berlibur kemarin, Willy menjadikan Leo sebagai asisten pribadinya. Dengan syarat, Leo harus disiplin waktu. Leo menyanggupi syarat itu dan beberapa Minggu ini, Leo terlihat sangat disiplin waktu.

__ADS_1


"Beli tiga saja ayah, Kasihan juga om Leo bolak balik ke toko ponsel hanya untuk membelikan untuk kami. Hitung hitung, menyenangkan sahabat sendiri," kata Alda.


"Iya, iya. Kalau sudah kamu yang minta. Ayah tidak bisa menolak. Keyla, aku rasa untuk hari ini. Kamu temani Billy di rumah ini ya,"


"Oke," jawab Keyla singkat.


"Ayah ke kantor dulu tuan putri," kata Willy sambil mengecup kepala Alda yang masih bergelayut di tubuhnya. Kemudian Willy menarik tubuh Mita dan melakukan hal yang sama kepada Mita. Willy kembali melirik ke Keyla. Keyla terlihat menundukkan kepala. Kemudian Willy mendekat ke ranjang dan melakukan hal yang sama juga ke Billy. Keyla benar benar menjadi orang lain di ruangan itu.


Willy kembali merasakan hatinya berdenyut nyeri. Memberikan perlakuan manis kepada tiga orang yang sangat dicintainya tetapi bersikap biasa kepada Keyla. Juga memberikan ponsel ke mereka bertiga tetapi tidak untuk Keyla. Jauh di lubuk hati Willy, jika Keyla menghendaki setengah dari hartanya Willy rela memberikannya untuk Keyla.


"Mita, kamu tidak mengantar aku sampai ke depan baby?" tanya Willy untuk menyembunyikan perasaannya. Mita tersenyum riang dan beranjak dari duduknya. Mita mengulurkan tangannya dan Willy menyambut. Mereka bergandengan tangan keluar dari ruangan itu. Lewat ekor matanya, Keyla bisa melihat kaki sepasang suami istri itu menjauh dari kamar. Keyla tersenyum penuh kesedihan.


"Bunda masih mencintai ayah?" tanya Alda sedih melihat bundanya. Ketika ayahnya berlaku manis kepada mereka bertiga. Alda bisa merasakan bundanya seperti orang lain. Demi apapun Alda juga ingin bundanya bahagia.


"Tidak bagus mencintai suami orang Alda. Ayah mu sudah menjadi milik Mita dan hanya Mita lah yang berhak mengaku mencintai ayah kamu," jawab Keyla. Dirinya sendiri juga merasakan ketidakadilan ini dari dulu, tapi untuk kembali ke sisi Willy. Keyla tidak bisa lagi. Ada Mita yang menjadi istri tercinta untuk Willy. Keyla bisa melihat bahwa mantan suaminya sangat mencintai Mita dan begitu juga sebaliknya.


"Bunda tidak berminat untuk menikah lagi Mita, jika bunda mau. Banyak yang menaruh hati untuk bunda. Bagi bunda, kamu dan Billy adalah kebahagian aku. Jadilah putri yang baik dan manis untuk bunda nak. Jangan mengulang kisah bunda. Dan tolong bunda untuk mensupport Billy supaya cepat sembuh. Itu sudah cukup untuk bunda. Melihat kamu menjadi anak baik dan sukses juga kesembuhan Billy. Itu adalah kebahagian aku," jawab Keyla penuh harap. Dia tidak ingin Alda mengulang kisahnya.


"Aku akan berusaha untuk mengingat dan menuruti segala nasehat mu bunda. Walau bunda tidak bisa bersama sama dengan ayah lagi. Aku senang. Aku bisa dekat dengan kedua orang tua dan adikku," jawab Mita sedih. Andaikan dia mengetahui kebenaran sebelum ayahnya menikah, Alda pasti memaksa Willy untuk rujuk dengan Keyla. Tapi untuk sekarang, Alda tidak akan mungkin melakukan itu. Mita sahabatnya sudah menggantikan bundanya di hari Willy. Sebagai perempuan, Alda bisa merasakan sakit hati jika diduakan. Alda tidak ingin Mita merasakan itu walaupun demi ibunya sendiri.


Alda menarik nafas panjang. Entah bagaimana nantinya jika dia bertemu dengan kakek dan neneknya. Kakek dan neneknya sudah menyayangi dan memberikan kehangatan sebuah keluarga untuk dirinya. Dan sekarang Keyla mengetahui jika kakeknya dalang kepergian sang bunda. Alda sangat kecewa kepada kakek dan nenek. Tapi rasa sayang itu lebih mendominasi dibandingkan rasa kecewa. Lagi lagi Alda merasa bahwa bundanya benar benar tidak mendapatkan keadilan bahkan dari dirinya sendiri. Alda tidak bisa membenci kakek neneknya gara gara kejadian puluhan tahun yang lalu.


"Bunda, tolong maafkan kakek dan nenek," kata Alda penuh harap m


"Apakah menurut kamu itu pantas Alda," tanya Keyla sinis.


"Aku tahu, kakek sangat kejam bunda. Aku mohon maafkan kakek."

__ADS_1


Alda sampai memohon demi mendapatkan maaf dari kakeknya. Tetapi Keyla berkata tegas. Bahwa dia tidak akan memaafkan mantan mertuanya sampai kapanpun. Bahkan sampai nafas terakhir sekalipun, Keyla tidak akan memaafkannya. Andaikan hanya dirinya yang menjadi korban perpisahan rumah tangganya Keyla masih bisa memaafkan. Tapi kondisi Billy lah yang membuat Keyla semakin dendam. Mita masuk ke kamar dan heran melihat Alda yang menangis.


"Kenapa Alda?" tanya Mita.


"Bunda tidak mau memaafkan ayahku Mita."


"Jangan dipaksa sekarang alda. Tante yang lebih tahu bagaimana sikap kakek." jawab Mita penuh pengertian. Mendengar Alda menyebut namanya, Mita sangat senang.


"Mita, jika rumah tangga kamu ingin langgeng dan tidak pernah berpisah lagi. Jauhi Kakek. Kakek itu sangat licik," kata Keyla sambil menunduk. Keyla tidak ingin kisahnya terulang juga ke Mita. Mengingat Mita juga masih sangat muda dinikahi Willy. Masih delapan belas tahun. Umur yang sama di saat dirinya dipaksa meninggalkan Willy.


"Tante kenapa berkata seperti itu?" tanya Mita penuh selidik. Mita juga menyadari jika dirinya bukan menantu yabg diinginkan oleh sang papa mertua.


"Aku dan Billy adalah korban dari keegoisan papa mertua kamu Mita. Dan kamu lihat hasilnya seperti apa. Jika papa mertua kamu bisa menerima aku dulu. Mungkin Billy tidak mengalami hal seperti ini. Jaga dirimu dari kakek tua itu Mita."


Demi apapun Mita sangat tersentuh mendengar perkataan Keyla. Mita semakin merasa disayang. Dan seperti memiliki seorang ibu.


"Tante, Alda. Sebenarnya aku juga merasa kalau kakek tidak menyukai aku," kata Mita pelan. Dia sebenarnya ingin menyembunyikan kecurigaan itu sendiri. Tapi mendengar kisah Keyla dan kesedihannya. Mita terdorong bercerita.


"Apa maksud kamu Mita?" tanya Alda heran. Dia tidak merasa melihat ketidaksukaan dari kakeknya untuk Mita.


"Aku bisa merasakan itu Alda walau hanya satu kali bertemu. Cara melihat dan berbicara kakek. Aku bisa merasakan jika kakek sebenarnya tidak setuju dengan aku."


Alda terdiam. Dia mengingat ketika Willy mengajak dirinya ke rumah kakek untuk meminta restu menikah kepada kakek dan nenek. Kakek memang awalnya tidak setuju. Tapi kemudian Willy akhirnya bisa pulang dari rumah kakek dengan restu menikahi Mita setelah Alda meyakinkan kakeknya.


"Jangan terlalu dipikirkan Mita. Fokuslah untuk membina rumah tangga kamu. Buatkan adik adik yang lucu untuk Alda dan Billy," kata Keyla sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Mita. Mita merasa malu karena mendapat godaan seperti itu.


"Tante. Ih."

__ADS_1


"Kenapa malu. Kamu sebagai istri. Wajar kan hamil. Tidak akan ada yang melarang. Willy pasti senang mempunyai anak yang banyak," kata Keyla. Tapi wajahnya menoleh ke arah berlawanan dengan Alda dan Mita. Perkataan sendiri membuat Keyla bersedih. Bersedih karena mengingat impiannya bersama Willy yang pernah bermimpi bersama mempunyai anak yang banyak.


__ADS_2