
Willy masih terdiam. Baru tiga hari merasakan kebahagiaan sebagai pengantin baru, kini dia dihadapkan dengan masalah yang sangat pelik. Kalau hanya tentang Keyla, Willy bisa mengatasinya tetapi kini dia dihadapkan dengan remaja labil yang sedang depresi dan juga dehidrasi.
Yang membuat Willy sedih, Billy depresi karena tidak tahan dengan bullying dari teman dan tetangganya karena tidak mempunyai ayah dan miskin. Willy merasa tidak sanggup untuk berkata kata. Alda dan Billy adalah korban dari perpisahannya dan Keyla. Willy sungguh merasa dirinya kerdil, punya harta yang banyak tetapi keduanya anaknya kekurangan kasih sayang.
Willy mengusap wajahnya frustasi. Dia menoleh ke Keyla yang menatap lurus ke depan. Jika benar perpisahan mereka karena papanya, itu berarti Keyla pergi bukan karena kemauannya. Walau begitu, Willy tetap tidak membenarkan tindakan Keyla. Kalau Keyla dulu jujur, masalah mereka tidak serumit ini.
"Key,,, Aku akan menanggung semua kebutuhan kalian. Dan untuk selanjutnya. Aku minta ijinmu untuk membawa Billy tinggal bersamaku setelah sembuh. Kamu boleh kapan saja datang untuk melihat mereka berdua. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Untuk hubungan kita berdua, aku mohon jangan berharap lebih. Aku sudah menjadi suami dari Mita," kata Willy hati hati. Willy menunduk. Willy bisa mendengar Keyla menarik nafas panjang. Willy harus menegaskan hubungan mereka saat ini, dia sangat mencintai Mita. Andaikan dia belum menikahi Mita. Dengan situasi saat ini. Willy masih bisa mempertimbangkan Keyla demi anak anaknya. Tapi untuk saat ini, Willy hanya memikirkan nasib anak anaknya. Willy berjanji dalam hati, tidak akan melepas Mita.
"Yang aku pikirkan sekarang kesembuhan Billy. Sedangkan kamu, hanya memikirkan kebahagian kamu sendiri," jawab Keyla pelan. Willy kembali hanya bisa terdiam.
"Setelah melihat penderitaan Billy, aku kira kamu akan bertanya bagaimana kami menjalani hidup selama ini. Ternyata kamu sama seperti papamu. Hanya mengagungkan cinta tetapi tidak bisa mempertahankan cinta. Aku berharap istri barumu tidak mengalami seperti yang aku alami. Jika sampai dua wanita mengalami nasib yang sama karena mencintaimu. Aku takut Alda yang akan kena karmanya nanti," kata Keyla lagi.
Keyla sangat kecewa dengan keputusan yang diambil Willy yang hanya menguntungkan dirinya sendiri. Bertahun tahun hidup sendiri mengurus Billy Keyla sudah merasa tahan banting. Kalau bukan karena keadaan Billy, Keyla pun tidak sudi untuk menginjakkan kaki di kota ini lagi. Keyla beranjak dari duduknya dan masuk ke ruangan UGD.
Dua jam kemudian, Billy sudah dipindahkan ke kamar perawatan. Willy memastikan pelayanan terbaik untuk Billy. Keyla terus memandangi wajah pucat puteranya yang tertidur pulas. Sedangkan di depannya. Willy juga melakukan yang sama. Mereka saling diam. Willy sangat kasihan dengan putranya itu. Terlepas dari kepergian Keyla dulu, Willy juga merasa bersalah terhadap Billy. Dia merasa ayah yang buruk untuk kedua putra putrinya.
"Leo," panggil Willy ketika melihat sahabatnya itu masuk. Leo hanya menoleh kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Tolong kamu jemput, kedua orang tuaku kemari. Katakan aku sakit," kata Willy tanpa menoleh.
"Aku rasa itu, ide yang buruk bro. Jika kamu ingin mengetahui kebenaran dari cerita Keyla. Aku rasa. Kamu lebih baik ke sana. Jika kalian berdebat di sini. Itu akan berdampak buruk untuk Billy." Keyla mengangkat membenarkan perkataan Leo. Lagi pula, dia tidak ingin bertemu dengan papa mertuanya. Keyla sadar, dia pasti tidak bisa mengontrol diri. Karena penderitaan dan anak anaknya, Jhon adalah penyebabnya.
Willy masih berusaha menahan diri untuk tidak ke rumah orangtuanya. Dia hanya ingin menunjukkan keadaan Billy akibat perbuatannya ayahnya. Lewat keadaan Billy, Willy ingin membuka mata orangtuanya. Bahwa yang jadi korban atas perbuatan Jhon bukanlah Willy melainkan Alda terutama Billy.
Willy membelai rambutnya putranya. Sama seperti ke Alda. Kini Willy mengecup kening Billy. Hati Willy menjerit melihat penderitaan putranya. Willy bahkan tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini. Bahagia karena ternyata mempunyai seorang putra dan sedih karena melihat keadaan Billy.
"Cepatlah sembuh jagoan ku. Maafkan ayah yang baru mengetahui keberadaan mu. Ayah berjanji akan menjagamu dan mewujudkan cita citamu," bisik Willy di telinga puteranya. Matanya berair karena sedih. Pria itu menangis sesenggukan sambil menelungkupkan kepalanya ke tepi tempat tidur.
Leo melihat Willy sesedih itu, tentu saja ikut sedih. Dia mendekati Willy dan menepuk bahunya.
Willy mengangguk. Dia menoleh ke Keyla yang sedari tadi hanya terdiam.
"Keyla, aku minta maaf. Aku tahu tidak mudah bagimu menjalani beberapa tahun ini."
"Tidak perlu minta maaf Willy, mungkin aku yang belum dewasa kala itu. Dan ini kesalahan ku. Berbahagialah dengan keluarga barumu. Kamu sudah mengetahui keberadaan Billy. Itu sudah cukup bagiku. Aku percaya, kamu pasti tahu untuk melakukan apa yang terbaik selanjutnya," jawab Keyla tulus. Mengetahui Willy sudah menikah kembali, Keyla tidak mengharapkan lagi untuk memberikan keluarga yang utuh untuk kedua anaknya.
__ADS_1
Willy menatap Keyla yang berbicara kepadanya. Wanita itu masih seperti posisi semula. Menatap wajah putranya dan menggenggam tangan Billy.
"Boleh aku tahu, penyebab Billy sampai dehidrasi?" tanya Willy.
"Sudah hampir seminggu dia mogok makan, tapi yang lebih parah dua hari ini, Dia tidak mau pulang. Aku memaksanya pulang. Tapi inilah yang aku dapat," jawab Keyla sambil menyeka air matanya yang sudah mulai menetes.
"Pulang kemana?" tanya Willy heran. Dia mengira bahwa Keyla dan Billy tinggal satu kota dengan dirinya.
"Tanya papa mu kemana dia membuang kami," jawab Keyla. Dia ingin Willy mendengar semua tentang pelariannya dulu dari papanya sendiri.
"Dan jangan lupa. Tanyakan bagaimana dia mengirim aku ke tempat itu," jawab Keyla penuh teka teki. Willy dan Leo hanya bisa menatap Keyla yang semakin menangis.
Pertanyaan Willy membuat Keyla mengingat semua kenangan buruknya, Dipaksa keluar dari rumah tengah malam dan menyuruh seseorang mengatakan dirinya ke tempat yang jauh dari kota dan memberikan bekal seadanya. Bekal itu hanya bertahan untuk beberapa bulan. Dan dalam keadaan hamil, Keyla yang masih berumur tujuh belas tahun waktu itu harus rela terpanggang matahari untuk bekerja di kebun orang demi menyambung hidup dan demi janinnya.
Bahu Keyla terguncang karena menangis.Leo menatap iba kepadanya. Sedangkan Willy hanya bisa menunduk tanpa tahu harus berbuat apa.
"Sabar Keyla. Jangan ingat masa lalu jika itu menyakitkan," kata Leo. Leo kini telah pindah ke samping Keyla. Mendengar Keyla, membuka sedikit demi sedikit teka teki kepergiannya dulu, membuat pria itu berpikir ulang untuk menilai Keyla jelek.
__ADS_1
"Itu tidak akan pernah terlupakan Leo. Kisah pahit itu tidak hanya membuat aku sakit, terbuang dan dinilai buruk. Tapi kisah itu telah membuat putraku terpuruk seperti ini. Bahkan laki laki yang dulu memujaku, menilai wanita murahan. Dia lupa yang membuat aku murahan adalah dirinya," sindir Keyla. Pertemuan pertamanya dengan Willy setelah lama berpisah, Keyla mengira Willy masih bisa melihat kebenaran dan ketulusan di matanya. Berkali kali minta maaf tapi Willy tetap pada pendiriannya. Keyla adalah wanita tega yang meninggalkan putrinya ketika berumur tiga bulan.