Mencintai Ayah Sahabatku

Mencintai Ayah Sahabatku
Penolakan


__ADS_3

Willy menuntun Billy turun dari dalam mobil. Memperlakukannya pria remaja itu bagai barang pecah belah. Willy kemudian menuntun tangan Billy untuk melangkah masuk ke dalam rumah dengan sangat hati hati. Billy pria remaja , Jagoan yang mampu membuat hati Willy semakin berbahagia. Mempunyai putri yang cantik, istri yang cantik plus muda dan juga putra yang sangat tampan seperti dirinya. Walau saat ini, Billy dalam keadaan sakit. Willy sangat optimis jika secepatnya Billy akan sembuh.


Keyla dan Alda mengikuti langka dua pria itu masuk ke dalam rumah. Keyla terlihat agak canggung. Tapi rangkulan Alda di bahunya menguatkan hati Keyla untuk membiarkan Billy tinggal di rumah ini demi kesembuhan putranya.


Tidak ada ekspresi yang ditampilkan Billy selain tatapan kosong. Dia tidak tertarik untuk mengedarkan pandangan ke sekeliling rumah sebagai mana yang orang lain lakukan jika pertama kali masuk ke dalam rumah mewah itu. Tapi berbeda reaksinya ketika melihat televisi yang sangat besar di ruang tamu itu. Billy bertepuk tangan kegirangan dan kemudian menunjuk televisi tersebut.


"Mahal," cicitnya pelan sambil menarik tangan Keyla mendekat ke arah televisi tersebut. Willy tidak bisa menahan tangisnya ketika menyaksikan itu. Segitu miskinnya mantan istri dan putranya, hingga melihat televisi besar saja Billy bertepuk tangan kegirangan.


"Ini semua milikmu Billy, Jagoanku," kata Willy setelah mengusap air matanya. Billy tidak menghiraukan perkataan itu lebih tepatnya tidak mendengarkan. Anak itu hanya fokus ke televisi di depan katanya.


"Bunda, sebaiknya Billy istirahat dulu," kata Alda dan Willy setuju. Alda bisa melihat ayahnya bersedih, dan dia sendiri juga merasakan kesedihan itu. Willy memanjakan dirinya dengan segala kemewahan sedangkan bunda dan adiknya harus memeras keringat demi bertahan hidup. Dan yang lebih parah, Billy hidup dengan bullying teman teman dan tetangga karena tidak mempunyai ayah dan hidup miskin.


"Kamarnya di atas Tante," kata Mita. Mita sudah mempersiapkan kamar khusus untuk Billy. Kamar yang serupa dengan kamar Alda. Keyla mematung.Dia tidak ingin kamar Billy di atas dan berdekatan dengan kamar Willy dan Mita. Sebagai mantan istri, jujur Keyla tidak ingin mendengar suara percintaan Willy dan Mita jika sewaktu waktu dia berkunjung ke rumah ini dan masuk ke kamar Billy.


"Bisakah kamar Billy di bawah saja?" kata Keyla canggung. Sebagai tamu dia merasa segan terlalu banyak meminta. Tanpa berpikir dan meminta saran dari Mita, Willy mengangguk setuju dan menunjukkan sebuah kamar untuk Billy. Keyla dan Alda menuntun Billy masuk ke dalam kamar. Mita duduk di sofa sedangkan Willy masih berdiri.


"Apa Tante Keyla juga mempunyai kamar di rumah ini?" tanya Mita pelan. Willy memicingkan matanya mendengar pertanyaan itu.


"Apa menurut kamu itu perlu?. Willy balik bertanya.


"Aku rasa perlu om,"


"Tidak perlu. Dia akan pulang nanti malam," jawab Willy pelan.

__ADS_1


"Billy butuh Tante Keyla om. Biarkan juga dia tinggal di sini,"


"Terserah kamu baby. Kamu yang menjadi ratu di rumah ini. Masalah Keyla tinggal disini atau tidak kamu yang mengatur," jawab Willy. Dia melangkah masuk ke kamar Billy. Willy sebenarnya tidak ingin Keyla tinggal di rumah ini. Bagaimanapun Keyla adalah mantan istri yang pernah membuatnya bahagia. Apalagi mereka terpisah karena terhalang restu orang tua. Sejujurnya Willy takut kembali ada rasa di hatinya untuk Keyla. Karena sekarang statusnya sudah menjadi suami Mita.


Mita tersenyum mendengar Willi menyebut dirinya sebagai ratu. Mita benar benar tersanjung dan bahagia. Tanpa memikirkan dampaknya di masa depan, Mita dengan senang hati mempersiapkan kamar untuk sang mantan istri dari suaminya. Sejak Willy mengijinkan dirinya untuk mengandung. Mita sangat yakin bahwa Willy sangat mencintainya dan tidak akan berpaling. Dan juga Willy terlihat sangat tulus mencintai dirinya.


"Suka kamarnya?" tanya Willy. Billy hanya menatap wajah Willy tanpa ekspresi. Willy berusaha mendekatkan dirinya kepada Billy. Willy tersenyum tetap pria remaja itu masih diam.


"Panggil ayah," kata Willy lagi sambil menunjuk dirinya. Billy masih belum bisa berbicara. Dia masih asyik dengan dunianya sendiri. Menatap kosong lurus ke depan dan menghayal. Billy benar benar larut dalam khayalannya hingga yang dikhayalkan duduk di sampingnya. Billy belum juga terbangun dari dunia yang dibangunnya sendiri. Melihat hal itu, Willy semakin sedih. Dia mengulurkan tangannya mengacak rambut Billy dan kemudian memeluknya.


"Tante," panggil Mita dari pintu. Keyla menoleh dan melambaikan tangan menyuruh Mita mendekat ke ranjang. Willy juga menoleh ke istrinya yang berdiri agak canggung di depan pintu. Willy mengangguk kepalanya menyuruh Mita untuk masuk.


"Ada apa sayang?" tanya Keyla lembut. Mita sungguh senang mendengarnya. Keyla memperlakukan Mita seperti Alda. Mita menghambur ke pelukan Keyla. Mamanya Mita dulu sering memanggilnya dengan sebutan sayang. Hari ini, Mita merasakan mamanya seperti hidup kembali lewat diri Keyla. Mita terharu mendapat perlakuan lembut dari mantan istri suaminya.


"Tidak perlu repot-repot Mita, Aku tidak mungkin tinggal di sini sekalipun kalian semua meminta. Billy tinggal di sini, karena memang seharusnya dia tinggal di sini sayang," jawab Mita menolak halus apa yang dikatakan Mita.


"Tante, Billy pasti tidak ingin berpisah dari Tante. Tinggal lah disini Tante," kata Mita setengah merajuk. Keyla tetap pada pendiriannya. Dia tidak akan tinggal di tempat ini. Willy terlihat biasa saja mendengar pembicaraan istri dan mantan istrinya. Dia juga tidak menginginkan Keyla untuk tinggal di rumahnya.


"Aku akan datang pagi sebelum Billy bangun dan pulang setelah Billy tertidur,"


"Itu akan membuat Tante sangat kelelahan," kata Mita khawatir tentang keputusan Keyla. Keyla tersenyum.


"Untuk anak, tidak ada kata lelah sayang. Kamu akan dapat merasakan itu setelah mempunyai anak," jawab Keyla lembut dan mengusap wajah Mita. Dua wanita itu saling bertatapan kemudian tersenyum bersama.

__ADS_1


"Tante aku mohon," kata Mita lagi. Keyla menarik tangannya dari pipi Mita dan menegakkan duduknya.


"Stop Mita, jangan memaksakan kehendak mu. Aku tahu maksud mu baik dan tulus. Kalau aku tinggal disini, itu sama saja akan menjatuhkan harga diriku," kata Keyla tegas. Mita tidak berani lagi untuk memaksa. Kelembutan yang tadi terlihat di wajah Keyla kini menghilang karena kesal dengan permintaan Mita.


"Aku akan menyediakan mobil beserta supir pribadi untuk mengantar dan menjemput kamu key," kata Willy setelah mendengarkan penolakan Keyla. Keyla menggelengkan kepala. Sejak penghinaan Willy kemarin, Keyla berjanji tidak akan menerima bantuan apapun untuk dirinya pribadi dari Willy.


"Jangan menolak Key," pinta Willy.


"Tidak Willy. Jangan membuat aku seolah olah mengharapkan bantuan mu. Aku tetap pada pendirian aku. Walau tidak sebagus mobil yang kamu punya. Aku juga punya mobil dan tangan sendiri yang akan mengantar dan menjemput ketika menemui anakku," jawab Keyla tegas. Baginya semua perhatian dan bantuan untuk dirinya sudah terlambat. Willy kecewa. Dirinya dan Mita sudah begitu baik menawarkan kamar dan bantuan mobil untuk Keyla, tapi Keyla tidak menghargainya. Willy tidak menyukai penolakan Keyla. Dia menatap Keyla sinis. Tapi hatinya berdenyut nyeri mendengar penolakan itu.


"Oya key, selama kamu tidak menikah lagi. Mulai bulan ini, aku akan memberikan tunjangan setiap bulan kepada kamu. Jika sudah menikah maka tunjangan itu otomatis berhenti. Jangan ditolak," kata Willy lagi. Tapi di luar dugaannya Keyla masih menggelengkan kepala. Keyla merasa terhina dengan penawaran yang ditawarkan oleh Willy. Benar dirinya miskin saat ini. Keyla juga menyadari, Kalau bukan karena Billy. Dia tidak akan mendapat penawaran seperti itu.


"Jangan mengkhawatirkan aku Willy, aku dan Billy memang pernah sangat menderita karena kemiskinan. Tapi dua tahun terakhir ini keuangan aku sudah mulai membaik. Aku sudah mempunyai usaha kecil-kecilan yang bisa menghidupi aku dan Billy. Tapi kalau Billy. Aku menyerahkan semua kebutuhan dan pengobatannya kepada kamu," jawab Keyla pelan. Bukan maksud untuk pamer usaha kecil-kecilannya. Keyla hanya ingin supaya Willy tidak terlalu mengkhawatirkannya. Lagipula Keyla sadar. Dibandingkan perusahaan Willy, usaha kecil-kecilannya tidak apa apa. Mungkin hanya seujung kuku bagi Willy. Tapi menurut Keyla dia harus membentengi dirinya dari Willy. Dia tidak ingin dihina lagi karena menumpang hidup kepada Willy.


"Baiklah, aku tidak memaksa. Jika kamu butuh sesuatu, kamu bisa memintanya kepada Mita," jawab Willy tenang. Dia tidak tahu bahwa perkataannya membuat Keyla semakin sesak.


"Baiklah terima kasih," jawab Keyla pelan.


Willy meninggalkan kamar itu, penolakan Keyla membuat Willy semakin bersalah. Dia tidak ingin baik Mita atau Alda mengetahui melihat rasa bersalah itu di dalam dirinya. Dalam hati, Willy akan berencana membeli sebuah rumah untuk Keyla sebagai ungkapan maaf atas penderitaan yang disebabkan oleh kedua orangtuanya.


Willy masuk ke ruang kerjanya. Willy mengusap wajahnya frustasi. Sungguh dia menilai ini tidak adil bagi Keyla. Wanita yang sudah memberikan dua buah hati untuknya. Juga telah menderita karena keegoisan orang tuanya. Dan yang membuat Willy semakin sesak ketika dia menghina dan memaki Keyla. Harusnya dia bertanya terlebih dahulu.


Willy menyesali perbuatannya. Penyesalan yang telah terlambat dan mungkin tidak bisa ditebus lagi. Dia sudah mempunyai Mita saat ini. Untuk kembali bersama Keyla untuk menebus rasa bersalah dan penyesalan tentunya sangat tidak mungkin.

__ADS_1


__ADS_2