
Willy dengan bersiul menuruni tangga. Setelah di lantai dasar Willy berbelok ke kamar Billy. Willy melemparkan senyum yang sangat manis kepada Keyla dan langsung duduk di sebelah Keyla di sofa itu. Seperti biasa, Keyla hanya menanggapinya datar. Willy mengamati wajah Keyla. Raut wajah kelelahan jelas terlihat di wajah itu. Willy mengulurkan tangannya untuk menyentuh kelopak mata berkantung itu. Tapi Keyla cepat menepis tangan Willy dan beranjak dari duduknya. Bersamaan dengan itu Billy terlihat sudah bangun.
Willy menyapa jagoannya dengan semangat. Pria remaja itu tersenyum. Kemudian Willy juga duduk di tepi ranjang itu dan mengajari Billy melakukan salam ala pria. Billy berusaha meniru apa yang diajarkan Willy. Willy bertepuk tangan ketika Billy sudah bisa menirunya walau tidak sempurna. Melihat kemajuan kesehatan Billy, Willy sangat yakin Billy akan kembali normal jika dia dan Keyla rujuk.
Keyla tentu saja sangat senang melihat hal itu. Dalam hati Keyla berharap Billy secepatnya sembuh. Jika Billy sembuh, Keyla berencana akan kembali ke daerah pegunungan tempat bisnis kecil-kecilan miliknya beroperasi. Dia akan memberikan waktu bersama untuk Billy bersama Willy dan Alda.
"Lihat Key!. Billy semakin banyak kemajuan," kata Willy dengan raut wajah senang. Keyla hanya mengangguk.
"Kesehatan jiwanya akan kembali normal jika kita secepatnya rujuk Key. Melihat kita sering bersama seperti ini saja. Billy sudah banyak kemajuan. Pikirkan Billy Key."
Keyla memutar matanya malas. Hampir tiap hari mendengar bujukan dan rayuan dari Willy membuat Keyla bosan.
"Aku tidak akan pernah menyerah Keyla, sampai kamu bersedia baru aku berhenti membujuk kamu. Aku tidak main main," kata Willy mulai marah. Kesabaran ada batasannya. Dan Willy sudah mulai di ambang kesabaran membujuk Keyla. Keyla hanya menatap Willy penuh kebencian. Dia tidak akan berdebat di hadapan Billy. Keyla takut jika itu terjadi, kejiwaan Billy kembali terganggu.
"Aku tunggu jawaban kamu sampai nanti malam," kata Willy lagi.
"Keputusan aku masih seperti sebelumnya Willy. Aku tidak bersedia menjadi istrimu lagi. Jika terlalu serakah Willy. Nanti kamu menyesal," jawab Keyla berusaha meredam kekesalannya.
"Jangan berdebat lagi," kata Keyla lagi ketika Willy hendak berbicara.
__ADS_1
"Pagi bunda, ayah, Billy," sapa Alda dari pintu kamar.
"Pagi tuan putriku," jawab Willy sedangkan Keyla hanya tersenyum membalas sapaan putrinya.
"Ayah, apa Mita kembali tidur ke kamar ayah tadi malam. Aku tadi bangun Mita tidak ada di kamarku," tanya Alda.
"Iya," jawab Willy singkat. Dia memijit keningnya. Tadi malam bukan Mita yang kembali masuk ke kamarnya. Melainkan Willy yang masuk ke kamar Alda dan menggendong Mita dari sana. Setelah mengecek Cctv sebelum tidur. Willy melihat semua apa yang terjadi sebelum dia masuk ke kamar mandi. Willy sebenarnya marah. Willy melampiaskan kemarahan itu dengan menjajah tubuh Mita ketika Mita tertidur. Setelah menyadari Willy menandatangani surat gugatan cerai. Willy Ingin Mita mengandung benihnya secepatnya. Tetapi Willy sudah terlambat. Willy belum menyadari jika Mita sudah keluar dari rumah itu.
"Mita tidak di kamar mu?" tanya Willy baru mengingat jika Mita tidak berada di kamar ketika dia keluar dari kamar mandi. Alda menggelengkan kepalanya. Willy sudah mulai resah. Dia mengambil ponsel dari sakunya. Kemudian melihat semua titik Cctv yang sudah tersambung ke ponselnya. Willy merasakan jantungnya berdetak ketika melihat Cctv dari pos satpam yang memperlihatkan Mita keluar dari gerbang.
Willy langsung mencari kontak atas nama Mita di ponselnya. Ponsel Mita offline dan terakhir kali dilihat satu jam yang lalu. Willy menghubungi Mita dari telepon biasa. Tapi nomor itu juga di luar jangkauan.
"Kenapa ayah?" tanya Alda penuh rasa penasaran karena melihat ayahnya yang terlihat kacau.
"Sepertinya Mita kabur. Tadi malam dia meminta cerai tapi ayah tidak mengabulkannya," jawab Willy pelan penuh kesedihan. Hatinya entah bagaimana menjabarkan sekarang. Sedih, menyesal dan marah. Willy merasa seperti tidak dihargai dengan tindakan Mita. Willy merasa sudah memberikan yang terbaik untuk Mita walau Cintanya terbagi itu.
Keyla dan Alda sama sama terkejut. Mereka berdua tidak menyangka jika Mita akan meminta cerai apalagi sampai kabur. Alda menatap ayahnya kasihan. Tapi juga kesal. Sedangkan Keyla, dia terbodoh mendengar semua tindakan Mita. Keyla hanya bisa merasakan kasihan terhadap wanita muda itu. Pengorbanan masa muda menjadi Willy berakhir dengan status janda di usia muda juga. Sama persis seperti yang dialaminya dulu. Meninggalkan orang yang sangat dicintainya dengan terpaksa. Bedanya dulu, Keyla meninggalkan Willy bersama bayi mereka sedangkan Mita meninggalkan Willy hanya hitungan bulan menikah. Bahkan belum sempat seumur jagung.
Keyla merasakan hatinya berdenyut nyeri. Selain kasihan. Keyla juga membayangkan Mita seperti dirinya dahulu. Meninggalkan Willy dengan benih yang baru saja masuk ke dalam rahimnya. Keyla menggelengkan kepalanya. Dia terduduk lemas. Membayangkan jika itu terjadi dengan Mita. Tidak terasa air matanya menetes di pipinya. Terkadang Keyla juga heran dengan hatinya yang begitu menyayangi Mita sama seperti menyayangi Alda.
__ADS_1
"Kamu melakukan kesalahan kedua Willy," kata Keyla dengan terisak. Alda tentu saja bingung dengan perkataan bundanya apalagi mengatakan itu dengan air mata yang tidak berhenti. Willy meremas rambutnya frustasi.
"Apa maksud bunda?" tanya Alda heran.
"Aku hanya takut Mita melakukan ini semua karena kakek kamu Alda. Dan yang paling aku takutkan. Mita akan mengalami hal yang sama dengan bunda. Pergi tanpa menyadari ada benih ayah kamu yang sudah bersemayam di rahim Mita. Seperti bunda dulu tidak menyadari bada Billy di rahimku," jawab Keyla masih dengan menangis.
Willy merasakan detak jantung berhenti berdetak sebentar. Perkataan Keyla mengingatkanya akan aktivitas tadi malam. Bahkan dia menginginkan benihnya tumbuh di rahim Mita secepatnya. Willy telah sengaja membuai pil KB supaya Mita tidak bisa menemukannya. Sama seperti Keyla. Willy juga tidak dapat menahan air matanya. Dia menoleh ke Billy. Dan membayangkan Mita akan mengalami nasib seperti Keyla membuat Willy semakin sedih.
"Tenang ayah. Aku akan berusaha menemukan Mita," kata Alda khawatir melihat bagaimana frustasinya Willy. Alda khawatir ayahnya sakit. Willy hanya menatap putrinya penuh sesal.
"Aku akan memberikan perhitungan kepada papa jika ini juga karena perbuatannya," kata Willy dengan mengepalkan tangannya.
"Terlambat Willy. Kamu yang terlalu bodoh tidak bisa menjaga istrimu dari kekejaman papamu itu," kata Keyla dengan penuh kebencian. Willy terdiam. Apa yang dikatakan Keyla adalah benar. Seharusnya ketika Mita menyarankan dirinya untuk rujuk dengan Keyla dia harus curiga.
"Maafkan aku key," jawab Willy penuh sesal.
"Kamu terlalu bodoh Willy. Aku harap kamu secepatnya mencari Mita."
"Itu pasti Keyla."
__ADS_1