
"Tante sudah makan," tanya Mita ketika sudah sampai di rumah. Keyla yang sedang bermain ponsel menengadah melihat Mita. Keyla tersenyum dan melambaikan tangan ke Mita yang masih berdiri di depan pintu. Mita mendekat dan duduk di sebelah Keyla.
"Kamu sudah makan sayang?. Keyla balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Mita. Mita mengangguk. Keyla menutup ponselnya dan meletakkan di meja.
"Tante, gimana udah makan?. Mita kembali bertanya. Keyla menggelengkan kepalanya.
"Ini sudah jam satu Tante, sudah lewat jam makan siang."
Mita mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Salah satu pelayan di rumah ini membawa sesuatu ke dalam kamar Billy. Setelah pelayan tersebut semakin dekat. Mita tahu bahwa kotak itu adalah kotak makanan.
"Terimakasih bibi."
"Tidak apa apa Mbak. Tidak perlu berterimakasih mbak. Aku hanya mengambil sampai pos satpam kok," jawab pelayan itu sopan. Keyla membalas kebaikan bibi itu dengan tersenyum. Kemudian pelayan tersebut undur diri dari kamar itu. Setelah pamit kepada Keyla dan Mita.
"Tante makan dulu ya Mita,"
"Ya Tante silahkan," jawab Mita sopan.
Mita memperhatikan gerak gerik Keyla yang sedang makan. Membandingkan makanan Keyla dengan apa yang dimakannya tadi bersama Willy. Willy mengajaknya tadi makan bersama di restoran mewah. Sedangkan Keyla makan ala kadarnya yang dipesan secara online. Bahkan untuk makan di rumah Willy, Keyla tidak berkenan.
"Enak. Mau mencoba," kata Keyla sambil menyodorkan kotak makanan ke Mita.
"Terima kasih Tante. Tapi aku sudah sangat kenyang," tolak Mita halus.
"Tak apa Mita. Lagi pula sebagai istri pengusaha. Kamu harus menjaga pola makan dan olahraga," kata Keyla sambil mengunyah makanannya.
"Harus seperti itu ya Tante," jawab Mita polos. Keyla mengangguk karena mulutnya penuh dengan makanan.
"Sudah mulai ada tanda-tanda?" tanya Keyla lagi.
"Tanda tanda apa Tante?.
"Tanda tanda hamil."
"Belum Tante,"
__ADS_1
"Mita, baby. Om balik lagi ke kantor ya!" kata Willy tiba tiba sudah muncul di depan pintu kamar Billy. Willy menatap dua wanita yang duduk bersebelahan itu hanya sebesar. Kemudian Willy cepat berlalu dari depan pintu itu tanpa mendengar jawaban Mita. Hatinya sungguh sesak melihat makanan yang dimakan oleh Keyla. Sama seperti Mita, Willy juga membandingkan apa yang dimakan Keyla dan apa yang mereka makan tadi.
"Sesakit itukah hatimu kepada aku key, sehingga air putih pun kamu harus membelinya dari luar. Maafkan aku Key," batin Willy dalam diam. Dia terus melangkah dan mengingat isi kotak makanan itu.
Hampir satu bulan menikah dengan Mita, Willy sudah melimpahkan kemewahan kepada Mita. Berbulan madu ke Maldives, memberikan kartu ATM dengan saldo yang cukup banyak juga membeli sebuah rumah yang mewah untuk nenek Ratmi dan mertuanya Rudi. Sedangkan untuk Keyla. Willy tidak berani untuk mengingat apa yang sudah pernah diberikannya. Bahkan ketika hampir satu tahun hidup satu atap dengan Keyla, keuangan Willy masih terbatas. Karena waktu itu yang memegang perusahaan adalah papanya.
Willy masuk kedalam mobil. Kepalanya ditelungkupkan ke setir. Willy sungguh dapat merasakan ketidakadilan yang diberikannya kepada Keyla. Willy merasakan hatinya berdenyut nyeri. Dadanya semakin sesak karena menahan tangis. Willy memukul dadanya. Sungguh Willy membenci takdirnya sendiri. Takdir yang mempermainkan pernikahannya dengan Keyla. Dan itu adalah karena perbuatan papanya sendiri.
"Mita, maafkan aku baby. Aku sangat mencintaimu. Tapi aku juga masih mencintai Keyla. Maaf. Maafkan aku pria yang serakah ini Mita. Aku sudah berusaha menepis Keyla dari hatiku. Tetapi setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya. Sungguh aku semakin bersimpati. Rasa ini bukan sekedar rasa bersalah tetapi juga mencintai Keyla."
Willy membatin apa yang sesungguhnya dia rasakan. Willy tidak bisa membohongi hatinya lagi. Willy sakit hati ketika Keyla berusaha menjaga jarak darinya. Mengabaikan dirinya dan menolak semua penawarannya. Yang membuat Willy semakin kagum. Keyla bisa menjaga diri dari laki laki. Willy sudah mengetahui banyak informasi tentang kehidupan Keyla sebelumnya. Keyla selalu menolak setiap laki laki yang menyukainya. Keyla adalah janda yang menjaga harga dirinya.
Willy mengusap air matanya yang sudah turun. Willy sungguh dilema. Willy masih mencintai Keyla dan juga mencintai Mita. Untuk melepaskan Mita juga tidak mungkin. Dia juga dapat merasakan cintanya yang besar kepada Mita. Walau Mita terkesan kekanakan dan banyak menuntut. Willy tidak perduli. Willy sangat senang jika bisa melihat Mita bahagia. Apalagi umur Mita masih belia. Dia tidak mengorbankan Mita hanya karena masih mencintai Keyla. Willy hanya ingin Keyla ikut menikmati jerih payahnya dengan memberikan sang mantan kemewahan seperti yang diberikan kepada Mita. Tapi penolakan Keyla akan semua tawaran yang diberikan Willy membuat hatinya sakit. Willy juga menyadari, bahwa Keyla tidak mengharapkan kemewahan darinya.
Willy akhirnya kembali turun dari mobil. Dia tidak sanggup membawa beban pikiran ini ke kantor. Willy masuk ke ruang kerjanya. Dia butuh sendiri saat ini. Willy mengunci pintu itu dari dalam. Dia tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk Mita. Willy benar benar ingin sendiri.
Willy membuka laci meja kerjanya yang selalu terkunci rapat. Ruang kerja ini adalah area pribadinya. Alda sang putri juga tidak bisa sembarangan masuk ke kamar ini. Dan Mita yang sudah sebulan menjadi istri Willy juga masih hitungan jari pernah masuk ke ruangan ini. Willy mengambil album foto yang masih baru karena terbungkus plastik. Dia membuka album itu. Tangisnya pecah ketika melihat kebersamaan dirinya dengan Keyla yang waktu masih memakai seragam aba abu.
Willy terus membuka album tersebut. Dia masih ingat jelas bagaimana foto foto itu diambil. Keyla yang tertawa bahagia setiap bersamanya. Keyla yang sedikit agresif tapi Willy sangat menyukainya. Willy kembali menyimpan album itu setelah melihat semua isinya yang hanya kebanyakan foto mereka berdua. Tangannya meraba ke dalam laci. Dia menemukan foto pernikahannya dengan Keyla yang waktu sangat sederhana. Matanya tepat di bagian perut Keyla yang saat sudah ada Alda di rahim mantan istrinya.
"Tante, bagaimana perkembangan kesehatan Billy?" tanya Mita pelan. Keyla menoleh ke Billy yang sudah ada sedikit perkembangan. Billy sudah mulai memperhatikan sekitarnya. Tidak seperti dulu yang selalu menatap kosong.
"Sudah ada sedikit perkembangan Mita. Dia sudah mengenali Alda sebagai kakaknya. Walau masih irit berbicara. Billy akan senang jika Alda masuk ke kamar ini," jawab Keyla apa adanya.
"Syukurlah Tante. Alda kemana Tante?"
"Dia bersama Nino. Katanya mau lihat kampusnya dulu. Kalau tidak cocok Alda berencana untuk kuliah di perguruan tinggi swasta saja," jawab Keyla. Alda memang lulus di perguruan tinggi negeri di kota itu. Mita merasa semakin tidak ada apa apanya dibandingkan Alda. Mereka sama sama mencoba ujian untuk masuk perguruan tinggi negeri.
Tapi Mita tidak lulus sedangkan Alda yang berniat untuk menguji kemampuannya ternyata lulus. Bahkan Alda, adalah siswa terbaik dengan nilai kelulusan seratus persen. Untuk di sekolah juga. Nilai Alda yang paling tinggi. Alda juara satu sedangkan Mita juara dua. Mita semakin menyadari. Jika Alda selama ini hanya berpura pura bodoh supaya Mita bersedia menjadi guru privatnya. Dengan cara itu Alda membantu Mita untuk bisa sama sama bersekolah di sekolah menengah umum favorit di kota ini.
"Kalau untuk om Willy?" tanya Mita lagi. Dua Minggu terakhir ini Mita memang jarang masuk ke kamar Billy. Dia sibuk dengan Willy. Makan siang di luar bersama Willy dan membantu neneknya pindahan dari rumah lama ke rumah baru yang dibelikan Willy untuk sang nenek. Tidak tanggung tanggung. Willy langsung membuat sertifikat rumah itu atas nama Mita. Dan sertifikat itu diserahkan ke nenek Ratmi untuk menyimpannya.
"Belum ada perkembangan Mita. Aku juga heran. Kenapa Billy bisa cepat mengenali Alda Sedangkan untuk Willy. Billy sangat sulit untuk mengenali. Padahal Willy sudah memberikan perhatian lebih untuk Billy," jawab Keyla sedih. Keinginan untuk melihat Billy sembuh sudah tidak sabaran lagi. Tapi Billy belum memberi respon yang berarti jika Willy masuk ke kamar itu.
Keyla berubah menjadi sedih. Dia takut Billy selamanya tidak mengenali Willy. Itu tidak masalah baginya jika Billy tidak mengenali Willy. Yang manjadi masalah. Keyla takut, selamanya Billy hanya berimajinasi mempunyai seorang ayah. Dan semakin enggan untuk melihat dan menghadapi dunia yang sebenarnya.
__ADS_1
"Tante, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Mita pelan. Keyla menatap wajah Mita yang sudah menunduk.
"Bertanya apa?" tanya Keyla penuh selidik.
"Apa Tante masih mencintai om Willy?
Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Mita. Pertanyaan ini bukan spontan, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sudah direncanakan Mita selama seminggu ini. Setelah memikirkan matang matang. Mita memberanikan diri untuk bertanya. Keyla masih diam. Sejujurnya ini adalah pertanyaan yang mengejutkan baginya. Keyla menatap Mita seakan tidak percaya jika kalimat itu telah meluncur dari mulut Mita.
"Mita, setelah apa yang aku alami. Dibuang mertua dan suami tidak berusaha mencari. Setelah bertemu karena keterpaksaan. Aku dihina dan dicaci maki. Apakah ada alasan aku untuk mencintai suami kamu?. Yang ada sakit hati Mita. Andaikan Billy tidak seperti ini. Aku tidak ada niat sama sekali kembali ke kota ini. Di kota ini aku membuang masa mudaku. Dan di kota ini juga aku tersakiti. Kamu tidak perlu takut atau cemburu. Jika Billy sembuh. Aku akan angkat kaki dari kota ini. Jika kamu juga tidak menginginkan kami di rumah ini. Aku dan Billy juga akan segera keluar. Lagipula hampir satu bulan, Billy tinggal disini. Kemajuan untuk mengenal ayahnya tidak ada," jawab Keyla berusaha menahan amarahnya. Pertanyaan itu seperti menjatuhkan harga dirinya apalagi yang bertanya adalah istri dari mantan suaminya
"Tante, bukan seperti itu maksud aku. Biarkan Billy tetap tinggal disini, Aku hanya ingin Tante dan om Willy rujuk," kata Mita sambil menunduk. Niatnya untuk mencari kata kata yang tepat untuk mengutarakan permintaan akhirnya keluar begitu saja.
"Apa maksud kamu Mita. Jangan berbicara sembarangan," bentak Keyla marah. Dia menghempaskan tangan Mita yang berusaha untuk meraih tangannya. Keyla sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.
"Tante aku mohon. Aku sangat mencintai om Willy. Tapi yang aku lihat om Willy juga masih mencintai Tante. Om Willy bahkan pernah mengigau mengucapkan cinta itu untuk Tante,"
"Jangan ngawur kamu Mita. Siapa kamu hingga berhak mengatur hidupku," kata Keyla semakin marah. Mendengar perkataan Mita tidak membuat Keyla melambung tinggi. Dia justru menilai Willy laki laki pengecut. Jika benar Willy masih mencintainya tidak seharusnya Willy sudah menikah. Keyla lebih bisa menerima Willy mempunyai simpanan daripada sudah mengikat seorang perempuan dengan pernikahannya. Keyla sangat merasa berdosa jika ke Willy dengan status suami wanita lain dibandingkan dengan status duda mempunyai simpanan. Itulah sebabnya Keyla menutup hatinya rapat untuk kembali bersama Willy.
"Aku adalah adik madu Tante. Aku rela berbagi asalkan melihat om Willy bahagia. Aku bisa melihat kesedihan dimatanya setiap Tante mengabaikan om Willy," jawab Mita menjawab pertanyaan Mita tentang siapa dirinya.
"Mita, kamu adalah wanita yang baik. Takdir membawa kamu ke kehidupan Willy. Willy beruntung memiliki kamu. Jangan paksakan Tante untuk rujuk dengan suami mu. Dia milik kamu seutuhnya," jawab Keyla setelah menetralkan amarahnya. Keyla menganggap jika apa yang akan diucapkan Mita hanyalah karena ingin membuat Willy bahagia tanpa memikirkan bahagianya.
"Pikirkan baik baik tante. Billy tidak bisa menerima om Willy bisa saja karena melihat kalian seperti orang lain. Aku tidak akan pergi dari om Willy. Aku tahu om Willy mencintai kita berdua Tante. Biarkan om Willy berpoligami,"
"Diam lah anak kecil. Tahu apa kamu arti berpoligami. Kamu yang harus berpikir baik baik tentang saran gila kamu itu. Kamu pikir berpoligami itu gampang. Poligami itu menyangkut perasaan dan keadilan. Perasaanmu akan tersakiti melihat suami kamu sendiri mencintai dan melakukan apa yang sudah dilakukan kepada kamu. Dan laki laki juga tidak mudah untuk berbuat adil bagi istri istrinya. Karena kamu tidak tahu adil versi kamu belum tentu adil versi madu kamu. Maaf mita. Jika kamu sanggup berbagi suami. Maka carilah wanita lain yang akan menjadi madu kamu. Aku tidak bisa," kata Keyla kesal.
"Aku membujuk Tante karena om Willy masih sangat mencintai Tante. Aku akan cemburu jika ada wanita lain selain kita. Aku hanya ingin om Willy bahagia dan demi kesembuhan Billy Tante."
Mita tidak terus membujuk Keyla untuk rujuk dengan Willy. Keyla semakin pusing mendengar semua kata kata yang keluar dari mulut Mita. Dia menatap wanita muda itu kasihan.
"Kamu bodoh Mita," kata Keyla pelan.
"Aku memang bodoh Tante karena terlalu mencintai om Willy."
Keyla kembali menatap Mita yang menunduk di hadapannya. Hatinya teriris melihat Mita yang terlalu mencintai mantan suaminya hingga rela membujuk dirinya untuk kembali rujuk dengan Willy. Tanpa diberitahu Mita sebenarnya Keyla bisa merasakan tatapan Willy yang menatapnya penuh cinta. Tapi Keyla bertekad dalam hatinya. Tidak akan kembali kepada Willy jika masih berstatus suami orang.
__ADS_1