
Pukul lima pagi dira membuka matanya, menemukan laki-laki tampan yang sudah lima bulan ini menjaganya, dira menyentuh pipi dimas dengan senyum bahagia.
Dira sangat bersyukur karena dimas mau menerima dan tulus menyayanginya.
Dira turun dari tempat tidur lalu masuk kekamar mandi membasuh wajahnya menghilangkan rasa kantuk dan menggosok gigi. Setelah selesai di kamar mandi dira menuju dapur. mengikatbya rambut panjangnya dan mulai memasak menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Didalam kamar setelah dira keluar kamar, dimas membuka matanya dengan senyum bahagia, dimas tau dira memamdanginya dan membelai wajahnya, tapi dimas pura-pura tertidur dan menikmati sentuhan istrinya, ingin rasanya dimas menarik tangan dira dan memeluknya, tapi dimas tidak mau menciptakan kecanggungan diantara mereka berdua, dimas ingin hubungan mereka berjalan dengan alami. Beberapa saat kemudian, dimas keluar dan masuk kedalam kamarnya lalu mandi.
Jam tujuh pagi dimas keluar dari kamarnya dan sudah rapih dengan pakaian kerjanya.
“pagi dira,” dimas menghampiri dira, sudah ada ayam goreng sup sayur dan sambal kecap dijmeja makan.
“pagi kak, ayuk makan”. Dira mengambilkan makanan untuk dimas. Sudah ada segelas susu juga diatas meja yang dira siapkan untuknya dan dimas.
“kak pulang kerja kita kerumah mamah ya? Sudah dua minggu kita tidak kesana”
Setiap dimas libur, dimas selalu mengajak dira bertemu orang tuanya bergantian dengan orang tua dira, jarak rumah mereka hanya dua puluh menit jadi dimas sering mengajak dira kesana untuk mendekatkan mamanya dengan dira.
“iya tadinya juga aku mau mengajakmu kesana, kita bermalam dirumah mama ya?”
__ADS_1
“dirumah ibu aja ya kak? Aku belum nyaman tidur dirumah mama”
Dimas menatap dira dengan senyuman hangat “iya” selama menikah, dira tidak pernah bermalam dirumah dimas karena sikap mamanya belum bisa sepenuhnya menerima dira sebagai menantu idamannya.
Hari sabtu dimas bekerja hanya sampai pukul dua siang. Saat sampai rumah, dira sedang berada dikamar dimas, berdiri di depan lemari memilih baju ganti untuk mereka bermalam di rumah ibu dira.
Dimas duduk ditepi tempat tidur tidak jauh dari dira yang sedang mengambil beberapa baju ganti untuknya. “jangan bawa banyak-banyak, kita Cuma dua malam dirumah mama, sekalian baju kerjaku buat hari senin ya.”
“iya kak” dira mnjawab sambil memilih baju yang akan dibawa.
“oh iya gak keingetan. Aku ambil dulu deh daripada nanti lupa.” Dira ke dapur menyiapkan susu hamil rasa strobery dan vitaminnya lalu dimasukkan ke dalam kotak berama pakaian milik dira.
Dimas masuk kedalam kamar mandi saat dira ke dapur.
Setelah memasukkan susu dan vitaminya ke kotak, dira masuk kamar dimas kembali. dia melihat baju dan celana dimas yang tergeletak di tempat tidur. ‘ah, mungkin kak dimas sedang mandi.
Dira membuka lemari pakaian dimas dan memilih beberapa pakaian yang tadi sempat tertunda lalu mengambilnya menata kedalam tas. Kemudian memeilih beberapa celana dan pakaian dalam dimas dengan pipi yang memerah dan tersenyum malu. Walaupun sudah sering melihatnya, dira selalu merasa malu setiap menyentuh underware milik suaminya. Tanpa dira sadari dimas sudah berdiri dibelkangnya dengan handuk melingkar dipinggangnya.
__ADS_1
Dira terkejut saat membalikkan badan, mendapatkan suaminya sudah berdiri tepat dihadapanya hanya menggunakan handuk. Celana dan undeware milik dimas yang dibawanya jatuh. Dira mematung menatap wajah suaminya, pipinya bertambah merah dari sebelumnya. Dimas mendekatkan wajahnya kewajah dira dan mencium bibir dira lembut untuk pertama kalinya. mereka Berciuman lama dalam diam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1