
Hatinya berdebar antara takut dan cemas. Di tengah ruangan telah berdiri satu sosok yang tengah tersenyum manis pada Sena, tetapi Sena tau itu senyum penuh kepalsuan dan kelicikan.
"Mau apa kau manusia iblis?" Desis Sena.
Itu perkataan yang terakhir keluar dari bibirnya sebelum akhirnya sosok itu meniup Sena dan membuat Sena pingsan tak sadarkan diri.
Sementara Piere dan Anthony masih bertengkar tak ada ujung dan akhirnya saat si kembar dengan tubuh babak belur datang pada mereka.
"Tuan Anthony tolong!!" Kata keduanya.
Seketika Anthony dan lainnya yang ada di situ menoleh.
"Tuan, Shanum diculik oleh tuan Baron! Kami berdua dan om Cong babak belur karena berusaha menahannya membawa Sena!!" Teriak Lean dan Leon.
Sontak keduanya berhenti berkelahi.
"Ayo ikut aku, pasti ayah membawa Sena ke istananya!! Cepat jangan sampai kita terlambat!!" Kata Piere.
"Heh Pierot...apa kamu bermaksud untuk menjebak kami agar mengikutimu lalu kami kamu kurung dan musnahkan semua?" Tanya Anthony ragu untuk mengikuti Piere.
"Sembarangan kamu hantu sialan, seenaknya saja mengubah namaku!! Aku mencintai Sena, dan aku tak ingin jika terjadi sesuatu dengannya, kamu mengertikan maksudku?" Tanya Piere.
"Nggak!!" Jawab Kanti dan kekasihnya bersamaan.
"Dasar bodoh!!" Kata Piere sambil berlalu.
"Terserah kalian deh mau ikut atau nggak tapi aku akan pergi menyelamatkan Sena walaupun aku harus menghadapi ayahku sendiri!!" Kata Piere.
"Yah ayolah, menit ini kita berteman, nanti kita musuhan lagi!!" Kata Anthony.
Lalu akhirnya mereka semua pun pergi mengejar arah lari nya Piere
"Aku bersumpah yah, jika sampai ayah meniduri Sena seperti ayah meniduri wanita korban ayah yang lain, maka aku sendirilah yang akan menjadi lawan ayah!!" ujar Piere sangat geram.
"Kurang ajar, kenapa aku bisa sampai lupa jika malam ini Baron sialan itu akan datang lagi menantangku!!" Gumam Anthony sambil terus mengejar arah larinya Piere.
Sementara itu...
"Sen...Sena!!" Teriak Nurlina dari luar pintu.
"Kemana sih nih anak, masa sudah mau jam sepuluh belum keluar juga? Masuk kedalam nggak ya?? Tapi aku nggak berani, pas aku masuk tau-tau ketemu hantu di dalam, aku harus bagaimana?" Gumam Nurlina.
"Tapi mengapa perasaanku tiba-tiba nggak enak ya?? Seperti ada sesuatu yang telah terjadi pada Sena!! Lebih baik kulihat saja kedalam lewat pintu samping!" Kata Nurlina lalu masuk perlahan.
Semakin masuk Nurlina melihat keanehan. Ruangan masih berantakan dan sampah masih banyak yang berserakan.
"Pasti sudah terjadi sesuatu pada Sena, aku harus menghubungi para leader dan teman-teman di bawah.
Dengan sigap Nurlina bertindak sehingga teman-teman yang lain berdatangan.
__ADS_1
Mereka tidak berani bertindak sendiri makanya mereka naik beramai-ramai dan berkumpul di sana.
"Peralatan kebersihannya terhambur kesana kemari, tetapi Sena nya menghilang!!" Kata Herman yang waktu itu pernah menolong Desi.
Herman yang notabene juga bukan orang sembarangan segera mengetahui sesuatu.
"Sena sudah diculik, yang menculik bukan hantu tetapi mahluk dari alam keabadian!!" Kata Herman.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya yang lainnya.
Telepon paman Said di rumah kontrakan Sena dan beritahu pada beliau tentang keadaan yang sesungguhnya telah menimpa Sena!!" Kata Bandiah cepat.
Dddrrrtttt
Paman Said yang semenjak sore tadi sudah merasa tidak enak semakin merasa was-was mendengar suara telepon berdering.
📱"Assalamualaikum!!"
📱"Waalaikum Salam!!"
📱"Pak ini Nurlina teman Sena, Sena nya sudah pulang ke rumah ya pak!!"
📱"Belum!! Ini kan belum jam pulang!!"
📱"Waduh...berarti Sena benar-benar hilang pak!!"
📱"Kok bisa, gimana ceritanya??'
"Apa embah??? Mamak kami hilang !!" Tanya ketiga anak Sena serentak.
"Mamak diculik mahluk itu mbah, ayo cepat kita cari dan susul!!" Kata Sifa cepat.
📱"Ya sudah, terima kasih ya nak!! Assalamualaikum!!"
Sambungan telepon pun terputus.
"Kita harus bagaimana??" Kata beberapa teman yang lain.
Tampak Herman kembali menelpon paman Said setelah dia meminta nomornya dari Nurlina.
Jadi paman Said, Herman dan Sifa berangkat malam itu sementara Dini dan Juan menjaga bibi Sena di rumah.
Sementara itu Anthony terus melesat mengikuti Piere yang telah melaju terlebih dahulu menyusul Baron ayahnya.
"Aku bersumpah akan memusnahkanmu untuk selamanya Baron jika kamu berani mengganggu Sena, cukup kamu ganggu dulu hubunganku dengan Ningsih, tidak akan kubiarkan kamu mengganggu lagi orang yang aku cintai." Geraham Anthony bergemeletuk menahan amarah yang luar biasa.
Di istana kediaman Baron...
Dengan hati-hati Baron meletakan tubuh Sena di atas pembaringannya.
__ADS_1
"Cantiknya...dulu saat menjadi Ningsih aku tidak sempat menikmatimu cantik, tapi kini dalam wujudmu yang lain, kamu tak akan aku lepaskan lagi!!" Seringai Baron bermain di bibirnya.
Baron menunduk hendak mencium Sena, tiba-tiba...
Bruak!!!!
Pintu kamar yang terbuat dari kayu jati yang keras itu hancur berantakan.
"Hentikan ayah jangan sentuh dia atau ayah akan berhadapan denganku!!" Teriak Piere yang datang tepat pada waktunya.
Sambil berteriak dia melambaikan tangannya sehingga membuat ilmu sirep yang ditiupkan Baron pada Sena seketika langsung hilang.
"Cukup ayah, cukup Naomi yang ayah gauli!! Semua wanita yang dekat dengan Piere ayah rebut dengan paksa dan ayah nodai, ayah hamili untuk kepentingan kelompok ayah, Piere capek ayah!! Piere ingin hidup normal seperti manusia lainnya!!" Terdengar suara Piere berat menahan kemarahannya.
"Apa-apaan kamu Piere!! Dasar anak tidak tau diri dan tidak tau diuntung!!" Maki Baron sangat marah karena aksinya digagalkan oleh Piere.
Lalu tak lama Anthony muncul juga dengan kemarahan yang luar biasa.
"Aku tak akan mengampuni kamu Baron, sehelai rambutnya saja yang cacat, aku bersumpah untuk berjibaku melawanmu sekali ini!! Teriak Anthony.
"Wah..wah!! Lengkap sudah!! Satu anak tak tau diuntung dan yang satu roh penasaran yang tak tau diri, berbesar mulut mau melawanku!!" Kata Baron lalu tertawa tergelak.
Hahahahaha....
Sementara Sena yang kesadarannya mulai pulih menatap sekitarnya lalu bangun perlahan.
Matanya mulai tertuju pada pertengkaran antara Baron, Anthony dan Piere. Lalu dia melihat sekelilingnya. Bukan main terkejutnya dia saat tau dia berada di atas pembaringan ketua para mahluk itu.
"Kurang ajar mahluk itu!!" Kata Sena dengan geram.
Tetapi dia tidak bisa berbuat apapun karena cincin merah delima miliknya kini dipakai oleh Sifa.
Sssttttt
Paman Said, Sifa dan Herman yang menghilangkan diri karena cincin sakti di tangan Sifa itu perlahan melewati para penjaga menuju kamar tidur sang ketua.
"Lihat, itu mamak kamu Sifa!! Mumpung ketua iblis itu sedang perang mulut dengan Anthony dan Piere sebaiknya kita dekati mamakmu dan mengajaknya pergi dari tempat yang sangat berbahaya ini!!" Bisik paman Said.
Perlahan ketiganya melangkah ke arah pembaringan. Begitu Baron lengah dengan cepat Sifa meraih tangan Sena membuat wanita itu hampir memekik kaget, untung mulutnya segera dibekap oleh paman Said agar tidak mengundang perhatian para mahluk lain.
"Keparat...kemana hilangnya wanitaku itu??" Maki Baron dengan penuh amarah saat melihat Sena tak ada lagi di atas pembaringan.
"Wanitamu?? Jangan suka bermimpi sebelum tidur Baron, mengaku semua wanita di dunia ini sebagai wanitamu!!" Ejek Anthony.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Mampukah Piere dan Anthony menghadapi penguasa kegelapan itu?
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya dan jangan lupa dukungannya ya reader!!