Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 45 Berkelahi Dengan Mahluk


__ADS_3

Kalau begitu Paman saja yang memancing mereka agar menjauh dari kurungan itu, Paman kan biasa memancing kerusuhan juga biasa memancing di air keruh, nanti setelah mereka mengejar Paman, barulah aku dan Sifa masuk untuk membebaskan mereka semua!!" Kata Sena.


"Dasar anak kurang ajar!!" Umpat Paman Said.


Tetapi akhirnya Paman Said mau juga menuruti saran Sena untuk memancing sekaligus menjadi umpan para mahluk itu agar mereka bergerak menjauhi sel, agar Sena dan Sifa bisa membebaskan para tawanan.


Bersiaplah paman!!" Kata Sena lalu melepaskan pegangan tangannya pada Paman Said.


Detik itu juga tubuh Paman Said kembali seperti semula bisa jelas terlihat.


Begitu melihat Paman Said, para mahluk itu menggeram dan siap akan menyerang paman Said.


Dengan cepat Paman Said berlari kearah yang berlawanan dari arah mereka masuk tadi.


"Embah luar biasa ya, Mak!! Dalam keadaan gelap beginipun Mbah bisa melarikan diri!!" Kata Sifa.


"Semoga Embahmu bisa mengecoh para mahluk itu lebih lama, ayo sekarang kesempatan kita yang beraksi!!" Kata Sena.


Mereka berdua mendekati kurungan besi itu, tak perlu susah-susah berpikir karena tadi mereka melihat wanita berbaju hitam menekan tombol yang ada di tiang besi untuk membuka kurungan itu.


Setelah pintu besi terbuka Sena dan Sifa masuk menghampiri kurang lebih sepuluh orang yang terkunci di sama!!


Sena melepas cincin ditangannya dan memasukan kembali ke jari manisnya.


Mereka berdua belas segera melarikan diri melewati pintu sel yang terbuka.


"Kita harus saling bergandengan tangan agar tidak tersesat di dalam goa batu ini!!" Kata Sena memberi aba-aba.


"Terima kasih nak atas bantuan kalian, tanpa bantuan dari kalian mungkin kami satu persatu akan dijadikan tumbal oleh mereka." Kata Ayah Toyib.


"Pak, bagaimana ceritanya sampai Toyib dan Basri tega menjadikan kalian semua tumbal??" Tanya Sena.


"Nantilah jika kita sudah keluar dari dalam goa ini dengan selamat, maka kami akan menceritakan semua yang terjadi pada kami semua dan pada desa ini.


Bergegas mereka dengan saling berpegangan tangan menyusuri dengan cepat goa itu dengan bantuan obor di tangan Sena sebagai penerangan mereka.


"Ayo cepatlah sebelum mereka sadar bahwa Paman Said memancing mereka keluar dari sana agar kita semua bisa melarikan diri!!" Kata Sena.


Setelah mereka tiba di luar mereka disambut oleh Anthony yang sedari tadi sudah menunggu mereka.


"Mana Paman Said??" Tanya Anthony.


"Paman Said masih memancing para mahluk itu untuk menjauhi kami agar kami bisa meloloskan diri dari sana!!" Kata Sena lagi.

__ADS_1


"Cepat bawa segera mereka kembali kerumah, aku akan berusaha mengadakan sambung rasa dengan Paman Said!!" Kata Anthony.


"Ayo secepatnya kita pergi dari sini!!" Kata Sena.


"Sepeninggal Sena dan rombongannya, Anthony mulai mengadakan sambung rasa dengan Paman Said.


"Paman, Paman Said mendengarku??" Bisik Anthony.


Hening sesaat lalu tak lama kemudian suara Paman Said terdengar.


"Apa mereka semua sudah keluar dari dalam goa, Anthony?? Paman sudah capek main kucing-kucingan dengan para mahluk ini." Kata paman Said lagi.


"Sudah Paman, keluarlah cepat karena aku akan meruntuhkan bebatuan terjal di mulut goa agar mereka akan terkurung di sana selamanya!!" Kata Anthony memberi komando.


Tak lama tampak Paman Said berlari memutar arah dari para pengejarnya, tujuannya adalah pintu keluar.


"Cepat Paman!! Kita tidak punya waktu banyak!!" Teriak Anthony.


Begitu Paman.Said keluar dari mulut goa, seketika itu juga bebatuan besar runtuh menutupi mulut goa dan menyisakan para mahluk jahat pengikut raja iblis terkubur di dalammya.


Anthony dan Paman Said dengan cepat berlari menuju pulang kerumah menyusul Sena dan rombongannya yang telah pulang terlebih dahulu.


Sementara Bian dan yang lainnya yang tertinggal di dalam rumahpun tak luput dari gangguan para mahluk jahat itu.


"Bagaimana ini kak?? Jika para mahluk itu berhasil menembus pelindung yang dibuat oleh Embah, habislah kita semua!!" Kata Juan pada mereka semua yang ada di situ.


"Bang Bian dan kak Stella perbanyak doa dan dzikir kalian, untuk membantu Dini dan Juan mengusir mahluk itu!!" Kata Dini tegas.


"Tapi kita belum pernah mengeluarkan jurus yang telah diajarkan oleh kakek buyut kita itu, kita mempelajarinya hanya dalam.mimpi saja!!" Kata Juan agak ragu.


"Bismillah saja dek, kita ingin membela kebenaran dan membasmi kebathilan!!" Kata Dini.


Lalu kedua kakak beradik itu saling menempelkan telapak tangan mereka. Dan dari telapak tangan yang saling menempel itu keluar asap kelabu bergulung tipis menembus dinding rumah Paman Said mengelilingi seputar halaman rumah.


Asap itu seolah membuat serangan ganas para mahluk itu mental tak bisa menembusnya.


"Stop!!" Kata Sena pada rombongan yang dia bawa.


"Lihatlah, banyak sekali mahluk berjubah mengelilingi di luar halaman Paman Said, bagaimana caranya agar kita bisa masuk kedalamnya??" Gumam Sena.


"Kita tunggu sebentar Embah dan Om Anthony, Mak!! Dengan empat kekuatan ditambah kekuatan dari Mbak Dini dan Kak Juan, Insya Allah kita bisa mengalahkan mereka semua yang berkumpul di situ.


Sementara itu Piere yang datang bersama kaki tangannya ketempat kediaman pak RT Tabrani terkejut dan juga sangat murka melihat kematian ketiga orang kepercayaannya itu!!

__ADS_1


"Jaha*nam, ini pasti ulah Said dan teman-temannya.


Lalu mereka melesat menuju goa tempat para tawanan yang akan dijadikan tumbal.


Kembali Piere mengumpat marah saat pintu goa telah tertutup dan tertimbun bebatuan besar.


"Malam ini anak buahku banyak yang musnah, awas kalian semua, tunggu pembalasan dariku!!" Gigi pemimpin mahluk kegelapan itu sampai bergemeletuk menahan kemarahannya.


"Anthony lihatlah, Sena dan orang-orang itu mau masuk tapi seperti dihalang oleh sesuatu." Kata Paman Said.


"Paman lihat rumah Paman Said dipenuhi oleh para mahluk berjubah hitam, jadi bagaimana Sena dan yang lainnya bisa melewati mereka??" Tanya Anthony.


"Rupanya mereka inilah yang menghalangi, Paman!!" jawab Anthony.


"Secepatnya kita harus memusnahkan mereka semua sebelun pimpinan mereka tiba di tempat ini!!" ucap Paman Said.


"Kalian sudah sampai juga rupanya!!" Kata Sena lagi.


"Ayo kita gabungkan kekuatan kita, paman dan cepat musnahkan para pengikutnya sebelum pimpinan mereka datang kemari." Jawab Anthony.


Lalu Paman Said, Sena, Anthony dan Sifa segera menggabungkan kekuatan mereka berempat.


"Arahkan pukulan kita pada para mahluk itu!!" Perintah Paman Said.


Selarik sinar kelabu keluar dari telapak tangan keempatnya berbagi serangan mengarah kepada para mahluk berjubah yang mengurung rapat di luar pagar halaman Paman Said.


Suara teriakan mengenaskan dan mengerikan mereka terdengar membelah malam.


Mahluk yang terkena pukulan asap kelabu itu berubah menjadi gosong dan bau sangit seperti daging terbakar.


Sena bergidik ngeri melihat pemandangan di depannya matanya.


Perlahan sedikit demi sedikit tubuh sangit dan gosong itu berubah menjadi debu yang kemudian hilang ditiup angin malam.


*


*


***Bersambung...


Akankah selesai petualangan mereka di desa Pinus yang mengerikan itu??


Yuk, jangan lupa untuk selalu mengikuti kisah mereka ya!!

__ADS_1


__ADS_2