Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Pantai


__ADS_3

sudah satu bulan pernikahan dira, kehamilan dirapun sudah masuk 4bulan. dimas sangat perhatian dengan dira dan janinnya.


hampir tiap malam dimas selalu membuatkan susu, dimas membeli beberapa rasa susu untuk dira supaya tidak bosan.


walaupun pernikahan dira tidak seperti pernikahan normal, tapi dira menghormati dimas, mengurus dimas dengan baik, dari makan, pakaian, rumah yang selalu rapih dan semua pekerjaan ibu rumah tangga dira lakukan dengan baik.


kecuali satu yang belum dira lakukan.


memenuhi kebutuhan biologis suaminya.


tapi dira sangat bersyukur dimas sangat mengerti dira.


hubungan mereka berjalan dengan baik.


seperti pagi itu, saat dimas sedang duduk dimeja makan untuk sarapan sebelum berangkat kerja, seperti biasa dira selalu mengambilkan makanan dan membuatkan susu untuk dimas.


"dir, aku lembur ya hari ini, aku pulang agak maleman, tapi ku usahain gak sampe jam delapan malam".


"iya kak, kakak jangan lupa makan malem ya kak, jangan sampai sakit perut".


"iya sayang"dimas menjawab sambil menyentuh hidung dira lalu melahap makanan yang diambilkan dira.


pipi dira memerah, dira merasa malu setiap kali dimas melakukan hal-hal kecil yang manis, membuat dira mulai mencintai dimas sedikit demi sedikit.


sebelum dimas berangkat, tidak lupa dira memberikan kotak makan siang untuk suaminya.


dimas melambaikan tangan lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.

__ADS_1


dira berdiri diteras sampai mobil dimas menghilng dari pandangannya.


"kamu baik banget kak sampai aku gak berani mencintaimu lebih jauh". ucap dira sambil membelai-belai perutnya.


***flashback***


Pulang dari pantai.


"ibu! kami pulang" rosi masuk rumah dengan membawa beberapa kantong oleh-oleh ditanganya.


"wah, beneran udah pulang ya, kirain bakalan kemaleman".


"gaklah bu, kan kak dimas janji pulang sore" dira menjawab lalu duduk merebahkan badanya di sofa yang ada diruang makan, diikuti dimas disampingnya.


"mandi dulu terus pada makan ya, dimas melly makan disini ya, ini tante bikinin teh dulu". bu nisa berbicara sambil menyeduh teh yang sudah diracik dari tadi.


Melly dan rosi tiduran di depan tv merebahkan tubuhnya yang kelelahan bermain air seharian.


"kak, dira mandi dulu ya, lengket badan dira"


"iya sono, biar cantikan" dimas tersenyum jail


"ish, gak mandi juga aku tetep cantik kali, udah takdir tuhan". saut dira sambil melangkah masuk kamar.


dimas tersenyum mendengar perkataan dira.


Rosi mengajak melly ke kamarnya untuk mandi lagi, air laut masih berasa sedikit lengket walaupun disana mereka sudah mandi.

__ADS_1


ibu nisa meletakkan teh hangat dan kue kering dimeja depan dimas lalu duduk disampingnya.


"gimana dim? kamu sudah bicara sama dira? "


"sudah tan, aku ingin menikahi dira tante, apakah boleh?"


"tante akan sangat bersyukur dimas kalau kamu mau menikahi dira" bu nisa menatap dimas sendu, tidak berani berharap banyak karena kondisi dira yang berbadan dua.


"tante, aku mencintai dira sudah lama, saat pindah kesinipun aku selalu memikirkan dira, aku fikir-fikir, mungkin ini cara tuhan menyatukan kami".


"semoga ya nak, tante cuma bisa mendoakan yang terbaik" ucap bu nisa sambil menepuk bahu dimas.


beberapa menit kemudian, dira keluar kamar dengan badan yang segar menambah kecantikannya. Rosi dan melly menyusul tidak lama.


bu nisa mengajak dimas, melly dan anak-anaknua untuk makan bersama dan setelah makan dimas pamit pulang.


pukul 19.00 ayah dira baru pulang dari kantor. dihari saat mau pulang, pak kris berkunjung kekantor ayah dira sampai mereka lupa waktu dan akhirnya kemalaman sampai rumah.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2