Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 76 Jadi Sasaran


__ADS_3

"Astaghfirullah...suara siapa itu ya?? Kok menakutkan sekali tetapi tak ada orang satu pun di sana!!" Kata Rama perlahan dengan bulu badannya semakin meremang.


DDDDRRRTTT...DDDDRRTTT


"Aduh please deh mobilku jangan mogok di saat-saat yang tidak tepat begini!!" Kata Rama semakin tak tenang.


"Aduuuhhhh, mati lah aku mogok tepat di tengah bekas warung hantu itu lagi!! Apa yang harus aku lakukan?? Mana hari sebentar lagi mau menjelang maghrib!!" Rama sama sekali tidak berani turun dari mobilnya.


Jantung berpacu lebih cepat apa lagi dia melihat banyak bayang-bayang yang mendatangi mobil merahnya.


Sementara bau gosong semakin santar di sekitarnya semakin tercium pula di hidungnya.


"Cepat paman, Sena takut Rama akan celaka!!" Kata Sena pada paman Said.


"Lihat mobil merah itu paman!!" Tunjuk Sena.


"Haduh...apa kita datang terlambat ya??" Tanya Sena.


"Siapkan garam dapur yang sudah dibacakan oleh doa-doa itu Sena!!" Kata paman Said.


"Hai kalian!!" Teriak Sena dengan keras membuat bayangan hitam berbau gosong menyengat itu berhenti mendekati mobil Rama dan beralih mendatangi motor paman Said dan Sena.


Mereka berjalan kaku laksana zombie.


Sena dan paman Said sengaja menunggu mereka lebih medekat dan....


Seetttt....


Sena menabur garam dapur yang telah diberi doa kearah rombongan mahluk yang datang mendekat.


Terdengar raungan bersahutan mengerikan memecah senja menjelang maghrib itu.


Dengan cepat Sena turun dan mendekati mobil Rama fan segera mengetuk kaca jendelanya.


Dengan raut wajah masih ketakutan Rama membuka jendela.


"Tunggu apa lagi, cepat nyalakan mesin mobilnya." Teriak Sena mengingatkan Rama.


"Tapi tadi mesinnya tiba-tiba saja mogok!!" Teriak Rama dari dalam mobil.


"Coba lagi siapa tau ini bisa!!" Kata Sena.


"Ayolah jangan gugup mas Rama, kita tidak mempunyai banyak waktu lagi sekarang." Kata Sena berusaha menyemangati Rama.

__ADS_1


"Tarik napas lalu hembuskan mas dan coba lagi!!" Kata Sena memberi aba-aba dari luar mobil.


"Bismillahirrahmanirrahim...!!" Kata Rama dan memutar kunci kontak kembali.


DDDRRRTTTTTT....


"Alhamdulillah menyala juga!! Cepat mas, aku mau kembali berboncengan sama paman Said mengikuti di belakangmu!!" Kata Sena lalu cepat berbalik badan lagi.


Dengan cepat Rama melajukan mobilnya dan disusul oleh Sena dan paman Said yang berboncengan.


Benar saja, tak lama setelah pengaruh garam doa itu mulai hilang, para bayangan hitam yang berbau gosong itu kembali berjalan mencari korbannya.


Sena masih sempat menoleh ke belakang ke arah para mahluk zombe itu.


"Paman, sepertinya mereka dikendalikan oleh seseorang sehingga mereka bangkit dari kematiannya dan meneror mereka yang akan lewat di sini untuk dijadikan korban mereka!!" Kata Sena pada paman Said.


"Kamu benar Sen dan ini yang harus kita selidiki!!" Kata paman Said lagi.


Setelah dari sana Rama menghentikan mobilnya sambil menunggu paman Said dan Sena sampai.


"Langsung saja mas, berhenti saja nanti jika tiba dikontrakan!!" Kata Sena.


Setelah menempuh jarak kurang lebih sepuluh menit akhirnya mereka telah sampai dikontrakan Sena.


"Masuklah Rama, paman tau kamu juga mengalami syok berat karena berhadapan lagi


Akhirnya mereka bertiga masuk kedalam rumah dan duduk di ambal sambil mengambil napas dulu menenangkan diri.


"Mas, kamu kan sudah tau bahwa jalan di tempat itu tidak lagi bisa dilewati setelah maghrib tetapi masih saja berani lewat di sana!!" Gerutu Sena.


"Untung tadi Sifa mempunyai penglihatan bahwa kamu akan mendapat masalah di sana sehingga dengan cepat dia memberitahukan aku dan paman untuk menyusulmu, jika tidak bagaimana sudah nasibmu??" Kata Sena.


"Aku juga sadar pada peringatanmu tempo hari dek, tetapi entah mengapa aku seperti lupa pada peringatanmu itu lalu mobilku seperti diarahkan oleh sesuatu yang tidak kelihatan untuk mengambil jalan pintas itu lagi supaya bisa cepat sampai di sini!!" Kata Rama.


"Bapak memang sudah menjadi incaran mereka mak, dan tampaknya para mahluk itu sengaja untuk menjebak bapak di sana!!" Kata Sifa.


"Apa sebenarnya yang telah kamu perbuat mas sehingga mereka mengincarmu??" Tanya Sena.


"Aku nggak tau dek, kenal mereka dulu semasa hidup hanya sebatas sering makan nasi goreng di sana, itu aja...mereka ada soal sangkut paut hutang piutang kan dengan ibuku tapi mengapa aku yang menjadi sasarannya??" Tanya Rama lagi.


"Paman merasa ini semua bukan masalah hutang piutang, tetapi juga ada sangkut pautnya denganmu, Sena!!" Kata paman Said.


"Hadeuh....lagi-lagi aku yang terkena imbasnya, sial banget sih nasibku ini!!" Kata Sena lagi.

__ADS_1


"Lalu kira-kira siapa yang telah mengendalikan mereka ya??" Tanya paman Said.


"Sifa nggak tau mbah, semua hanya terlihat samar-samar dan setiap Sifa mencoba untuk membuatnya menjadi terang, setiap itu juga kepala Sifa langsung sakit sekali!!" Kata Sifa lagi.


"Ada apa ini?? Oh ada kamu toh Rama??" Sapa bibi Sena yang baru keluar dari kamarnya.


"Ya sudah kita makan saja dulu, mumpung makanannya masih hangat!!" Kata Bibi.


"Ayo Sen kita siapkan makanannya yang lain gelar tikarnya dulu ya!!" Kata bibi lagi.


"Mas tadi kemari ada perlukah atau hanya sekedar mampir??" Tanya Sena pada sang mantan suami.


"Mas tadi sengaja kemari, bukankah hari ini tanggal ulang tahunmu juga sekaligus ulang tahun pernikahan kita??" Kata Rama pelan karena dia melihat wajah Sena berubah kecut mendengar kata ulang tahun pernikahan.


"Ouh...!!" Jawab Sena singkat lalu masuk kedalam untuk membantu bibinya.


"Mestinya bapak itu nggak usah repot-repot membawakan hadiah segala lagian ngapain sih bapak masuk lagi di dalam kehidupan kita?? Bukannya bapak selama ini juga tidak pernah mengingat kami?? Sekali kami semua sudah pada besar-besar, baru bapak mau merepotkan diri untuk bersama kami!!" Kata Dini menatap Rama sinis.


"Dini, nggak boleh bicara begitu pada bapakmu nanti kualat lho!!" Kata paman Said.


"Nggak apa-apa paman, apa yang dikatakan Dini itu semuanya benar adanya!! Rama memang bukan sosok bapak yang baik untuk mereka!!" Terang Rama sambil merasakan hatinya yang pedih atas penolakan putrinya sendiri.


"Sudah, ayo kita makan dulu...Rama sudah datang jauh-jauh sampai dikejar mahluk karena bela-belain datang kemari!! Ayo kita makan!!" Kata paman Said.


Mereka asyik makan sambil bercerita.


"Sen!!" Sebuah bisikan samar di telinga Sena dan dia tau itu suara Anthony.


"Maaf ya aku mau keluar sebentar ada yang mau kubeli, pengen ngeteh tapi gulanya habis!!" Alasan Sena.


"Aku temani ya dek!!" Tawar Rama pada Sena.


"Nggak usah, mas selesaikan makanannya aja dulu!! Aku mau pergi beli teh sebentar!! Lagi pula warung nya juga nggak jauh kok!!" Jawab Sena.


"Ya sudah sekalian kopi nya juga ya!!" Kata paman Said.


"Oke paman!!" Jawab Sena.


Sena lalu mengambil sandal ditumpukan rak dan pergi untuk menemui Anthony.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Mohon dukungannya selalu ya reader, like, komen, vote, favorit dan rate nya ya🙏🙏


__ADS_2