Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 53 Pulang


__ADS_3

"Itu sebabnya kamu bolak balik mendatangi rumah kontrakannya?" Tanya ibu Ayu.


"Iya bu, ingin rasanya Rama menelpon tetapi nomor Sena yang dulu sudah tidak aktif lagi!" Kata Rama.


"Ya sudah kamu sabar aja dulu, mereka berempat pasti kembali kok! Secara semua perabotan mereka masih di sini kan? Jadi mereka pasti akan kembali, mungkin Sena hanya menghabiskan cuti tahunannya untuk berlibur ke desanya Said." Kata bu Ayu.


**************


"Pak Rudi, kapan sih Sena balik bekerja lagi? Kami sudah tak sanggup jika terus menghadapi gangguan para mahluk halus di hemodialisa itu, mereka menuntut Sena kembali dan bekerja lagi, mereka maunya Sena yang di sana dan bukan kami, pak Rudi tidak melihat apa?? Kepala kami benjol semua setiap hari ada aja benda melayang menimpuk kepala kami seperti kepala kami ini tempat pembuangan sampah aja!!" Gerutu Anto dan Amir yang sudah selama seminggu ini membersihkan ruangan hemodialisa menggantikan sementara Sena cuti.


"Kalau tidak botol plastik bekas air mineral lah, gumpalan kertaslah yang lebih ekstrem itu kejadian kemarin, masa kepala kami dilempar sama tahu isi dan tempe gembos?" Kata Amir kesal.


"Iya sabarlah kalian berdua, hari senin besok kan Sena sudah mulai kerja lagi!" Kata pak Rudi supervisor mereka yang rambutnya sedikit botak itu.


"Kami harus bekerja secepat-cepatnya pak agar kerjaan kami berdua cepat selesai, kami berdua tidak urus mau bersih ataupun tidak begitu kelar kami langsung mematikan lampu dan mengunci pintu lalu kabur dari sana!" Kata Anto.


"Tetapi kalian tergolong berani, sudah selayaknya kalian berdua dapat bintang!!" Kata pak Rudi mengacungkan dua jempol di depannya.


"Kami berdua tidak perlu dapat bintang, atau dapat bulan sekalipun atau bila perlu dapat bonus sekalipun kami tidak butuh, yang kami butuhkan adalah Sena cepat kembali dan bekerja di sana lagi sehingga tugas kami sudah selesai." Kata Anto.


"Mau dapat bonus berjuta-juta juga, jika nyawa kami menjadi taruhannya, ogah gue!! Hepeng bisa dicari tetapi nyawa cuma satu-satunya yang ada di badan doang, jika nyawa kami melayang apa gunanya itu duit, toh duit tidak dibawa mati juga!" Kata Amir menimpali perkataan sahabatnya itu.


"Iya, kalian yang sabar ya!! Ini Insya Allah hari terakhir kalian menggantikan Sena di sini sebab hari senin besok Sena sudah masuk dan bekerja kembali." Kata pak Rudi lalu pergi meninggalkan Anto dan Amir bekerja lagi.


"Lempeng benar ucapan si botak itu, coba para penghuni hemodialisa ini jangan hanya kepala kita doang yang ditimpuk, coba tuh timpuk kepala botaknya pak Rudi dengan telur busuk kek, dengan kotoran kek, biar dia tau rasa, sok berani padahal penakutnya setengah hidup!!" Gerutu Amir.


Rupanya apa yang menjadi keinginan keduanya terkabul juga, pada saat pak Rudi melewati kamar jenazah, tak disangka-sangka entah dari mana datangnya sebutir telur bebek dilempar kearah pak Rudi dan pecah di kepala botaknya serta menimbulkan aroma yang sangat tidak sedap.


Awalnya pak Rudi berteriak marah karena dia pikir ada seseorang yang berniat mengerjai dia, parahnya lagi dia berpikir bahwa Amir dan Anto lah yang melemparnya dengan telur maha busuk ini.


"Hoi...Amir, Anto!!! Kalian berdua mengerjai saya ya!" Teriak pak Rudi. Tetapi dia sadar tempatnya berdiri sekarang jauh dari ruangan Amir dan Anto.

__ADS_1


Semilir angin sore yang dingin di sekitar kamar jenazah yang sepi itu membuat pak Rudi baru sadar yang bahwa yang telah melempar dia barusan pasti bukan manusia biasa.


Tanpa dua kali di komando, pak Rudi ngacir mengambil langkah seribu lari tunggang langgang meninggalkan tempat dia berdiri tadi dengan wajah pucat pasi.


Ditengah koridor belakang, dia bertemu dengan Nurlina yang membawa troli sampahnya.


"Pak, pak Rudi ada apa?? Mengapa berlari ketakutan seperti itu? Apa ada yang mengejar pak Rudi?" Tanya Nurlina.


Tiba-tiba Nurlina menutup hidungnya saat mendekat pada pak Rudi.


"Bapak tadi habis berak lupa cebok ya? Bau banget seperti busuknya air comberan." Kata Nurlina seraya menutup kedua hidungnya.


Huek...


"Sumpah bau banget pak!! Saya buang sampah aja lah!!" Kata Nurlina lalu bergegas meninggalkan pak Rudi di sana sendirian yang tengah memaki panjang pendek.


"Sialan!!!!! Benar-benar hari paling sial dan paling memalukan sepanjang hidup dan karierku!!" Umpat pak Rudi.


*************


"Semoga kita masih diberikan umur panjang hingga kita dapat bertemu lagi suatu hari kelak."


"Kita hidup bertetangga sudah belasan tahun, hari ini kita akan meninggalkan desa kita tercinta semoga kita masing-masing bisa selamat sampai tempat tujuan." Kata paman Said.


Lalu mereka semua terpisah naik angkutan dengan jurusan kota yang berbeda.


Paman Said dan istrinya beserta Sena dan ketiga anaknya, Naomi, Bian dan Stella semua ada di dalam angkutan yang sama.


"ini adalah angkutan terakhir menuju ke kota!!" Kata Paman Said.


"Paman desa sebelah hutan pinus ini juga tergolong sepi ya??" Kata Sena.

__ADS_1


"Tapi desa ini punya terminal untuk angkutan umum seperti ini!! Yah, namanya juga desa perbatasan!!" Kata bibi Seba menimpali.


"Apa penduduk desa perbatasan ini tidak takut ya embah?" Tanya Sifa.


"Yah mungkin mereka sudah terbiasa, lagian penduduknya juga sedikit yang tinggal di sini, paling jika pagi hari sampai lewat tengah hari tempat ini hanya dijadikan pasar kecil, banyak penduduk dari desa seberang yang berbelanja di sini, makanya tempat ini ada terminal pemberhentian angkotnya." Jelas paman Said lagi.


Mereka bersembilan terus mengobrol sehingga satu jam kemudian mereka telah tiba di kota kembali.


"Akhirnya kita sampai juga di kota, ya?" Kata Bian.


Lalu mereka berpisah tujuan. Bian masih mencari angkutan untuk pulang keperkebunan ayahnya, Stella dan Naomi pulang kerumah mereka masing-masing, sementara rombongan Sena masih mengambil angkutan umum untuk sampai ke kota mereka.


"Benar-benar pengalaman yang mengerikan sekaligus menegangkan!!" Kata Juan, Dini dan Sifa.


"Tetapi jika kita semua tidak mengalami ini maka hingga detik tahun jebrot kita tidak akan tahu jika kita memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain." Kata Sena pada ketiga anak-anaknya.


"Kemampuan yang kalian miliki adalah kemampuan yang istimewa, kalian adalah orang-orang yang dipilih di antara yang terpilih, gunakan kekuatan kalian untuk membela yang benar dan memberantas kebathilan!!" Kata paman Said pada ketiga anak-anak Sena.


"Iya mbah, kami akan selalu ingat itu!! Kakek buyut dalam mimpi kami waktu itu saat beliau melatih kami bagaimana cara menggunakan kekuatan juga berpesan hal yang sama supaya kami lebih bisa menjaga dan mengontrol emosi kami!!" Kata Dini.


"Baguslah jika kalian telah mengerti! Paman hanya bisa berpesan bahwa kalian bukanlah dari keluarga orang biasa pada umumnya!! Setiap masa seratus tahun sekali generasi penerus kekuatan kalian itu akan lahir yaitu jatuh pada kalian bertiga sedangkan mamak kalian dan paman hanya memiliki setengah dari kekuatan kalian!! Kalian bertigalah sumber kekuatan yang menentukan karena di setiap seratus tahun sekali di mana lahir orang-orang yang memiliki kemampuan di saat itu pula lah kejahatan pun ikut lahir sebagai penyeimbang dunia." Kata Paman Said berpanjang lebar.


*


*


**** Bersambung....


Kekuatan ketiga anak Sena terus terasah untuk melawan raja kegelapan nantinya.


Ikuti terus kisah selanjutnya di next episode ya reader🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2