Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 80 Bibi Palsu


__ADS_3

"Berarti benar berita yang aku dengar bahwa dia bukan wanita sembarangan, dan aku yakin itu dia!!" Gumam orang itu kemudian berlalu.


Sena tak mau gegabah dalam mengambil tindakan. Dia sengaja menunggu dahulu sampai benar-benar aman.


Dia berjalan dengan sangat hati-hati agar tidak terdengar oleh orang itu bisa saja orang itu masih ada di sekitarnya!!


Sena tiba di rumah lebih cepat dari pada bibinya tiba.


"Dari mana kamu sen?" Tanya paman Said saat berpapasan dengan Sena di dapur.


Tadi Sena kepingin beli kripik di ujung jalan yang biasa mangkal tapi nggak ada paman!!" Kata Sena.


"Kamu pengen makan kripik? Mas belikan ya?" Tiba-tiba Rama masuk ke dapur membawa sisa sampah makanan mereka.


"Nggak mas, tadi cuma pengen aja untuk ngemil!!" Kata Sena.


"Dasar tukang ngemil, kebiasaanmu tidak pernah berubah sejak dulu!!" Kata Rama seraya mengucek kepala mantan istrinya itu.


Sena diam saja tidak menyahuti perkataan Rama.


Tak lama bibinya muncul dari arah belakang.

__ADS_1


"Ini juga, dari mana kamu Sumi? Katanya mau ke jeding belakang tapi seperti pergi kesana naik angkot aja!!" Gerutu paman Said.


Bibi Sena diam saja tidak menyahuti perkataan suaminya tetapi diam-diam dia melirik Sena dengan tajam.


Sena tau sedang diawasi oleh bibinya tetapi dia pura-pura saja tidak tau agar bibinya tidak mencurigainya.


"Anak itu!! Apa benar dia yang mengikuti dan memata-matai aku dan sang ketua tadi?" Batin Bibi Sena.


"Benar apa yang dikatakan Anthony tadi agar aku berhati-hati pada orang di rumah, karena apa yang aku lihat oleh mata belum tentu itu adalah hal yang sesungguhnya!!" Kata Anthony tadi.


"Sudah berapa lama orang yang bernama Aminah ini menyamar menjadi Sumi istri dari paman Said?" Guman Sena pelan.


"Aku harus merembukan dengan ketiga anakku akan hal ini, terus terang kini aku tak lagi mempercayai siapapun lagi selain diriku dan ketiga anakku!!" Gumam Sena lalu seraya mencuci tangannya dia mengikuti Rama melangkah kedalam.


"Kamu kenapa dek? Kok kelihatannya murung begitu?" Tanya Rama pada Sena.


Sena mendengus.


"Nggak usah sok perhatian, perhatianmu itu sudah tidak aku perlukan lagi!!" Kata Sena sambil berlalu.


Rama berdiri termangu mendengar ucapan sang mantan itu. Dia baru tersadar saat sebuah tepukan menepuk pelan pundaknya.

__ADS_1


"Sabar Rama, tak ada sebuah perjuangan yang tidak menghasilkan apapun, kamu bersabarlah dan teruslah berusaha!!" Itu suara paman Said yang tersenyum bijaksana di belakangnya.


"Terima kasih paman, Rama tak akan pernah menyerah...demi mendapatkan maaf dari Sena dan anak-anak, Rama rela melakukan apapun!!" Ucap Rama.


"Bagus...itu namanya lelaki pantang menyerah!!" Ujar paman Said lagi.


Sementara itu...


"Beberapa tetes racun ini nampaknya sudah lumayan cukup, ini sudah kutambahkan dosisnya!!" Desis Aminah menyeringai.


Dia bersiap membawa tekoan teh beserta gelasnya ke ruang tamu untuk yang lainnya tapi dia tidak tau bahwa Sifa mengetahui semua rencana liciknya.


Gadis cilik itu sengaja berjalan sambil memainkan ponselnya agar neneknya tidak tau bahwa dia menabrak secara sengaja.


Krompyang...


***Bersambung....


Bagaimana Sifa bisa tau rencana nenek palsunya itu?


Mohon maaf ya reader, lama baru bisa up lagiπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2