
"Tapi kenapa setiap melihat wajah Bian ini aku seperti pernah melihatnya, tapi di mana ya??" pikir Sena.
"Aku seperti tidak asing dengan wajah si Febrian Atmajaya ini tapi aku lupa aku pernah melihatnya di mana!!!" Kembali Sena membatin.
"Pasti kamu berpikir di mana pernah melihat bocah tengil itu kan??" Tiba-tiba Anthony menyeletuk dari samping telinga kanan Sena.
"Astaghfirullah!! Kamu bikin kaget saja!!" Kata Sena.
"Dia kan hantu, nyatalah pekerjaannya selalu membuat kaget umat manusia seperti kita ini!!" Kata Bian mencibir pada Anthony.
"Tidak lama kuketok memang kepalamu itu bocah tengil??" Umpat Anthony menggerutu kesal.
"Kenapa sih kalian berdua ini kalau bertemu persis seperti anjing dengan kucing saja!!" Kata Sena pusing.
"Iya aku kucing, dia anjingnya!!" Tunjuk Anthony pada Bian.
"Aku kan imut seperti kucing dan dia gondrong seperti bulu anjing malamute!!" Kata Anthony bangga.
"Iya kucing garong, masih mending-mending anjing Malamute!!"Jawab Bian tidak mau kalah.
"Oh iya, benar!! Kenapa aku baru sadar ya?? Anthony ini mirip sekali dengan Bian pantas saja aku seperti pernah melihat Bian!!" Ucap Sena.
"Bian...Anthony, kalian berdua tidak sadarkah??" Kata Sena.
"Sadarlah, memang kami berdua sudah gila apa??" Kata Bian dan Anthony berbarengan.
"Cie, cie, kompaknya seperti saudara kembar saja, kembar lain generasi maksudnya!!" Kata Sena tertawa.
Bian dan Anthony terdiam lalu saling memandang satu sama lain.
"Kenapa kamu ikuta-ikutan mirip denganku sih??" Tanya Anthony kesal.
"Ngapain juga aku memiripkan diri dengan hantu seperti? Iihh najis aku!!" Balas Bian tak mau kalah.
"Kelahi lagi!!" Kata Sena lelah memisahkan dua tom and Jerry versi manusia dan hantu itu.
Tiba-tiba Sena berdiri lalu melangkah cepat menuju sesuatu yang bergerak di dekat semak-semak.
"Mbak mau kemana??" Tanya Bian menegurnya.
Anthony pun tak mau kalah dengan cepat dia melesat mendahului Bian menyusul Sena.
"Apa yang kamu lihat??" Tanya Anthony.
"Aku melihat seperti ada sesuatu yang bergerak di balik semak-semak itu!!" Ucap Sena.
Ketiganya mendekati semak belukar tersebut.
__ADS_1
"Kalian siapa??" Tanya Sena saat melihat dua orang bocah di balik semak-semak.
Kedua bocah yang duduk itu tiba-tiba berdiri lalu menyeringai menampakan giginya yang runcing dan tajam.
"Bocah hantu kah itu??" Bisik Bian pada Anthony di sebelahnya.
Sena memandang berkeliling. Rupanya hanya dia dan Bian saja yang masih terjaga itupun karena mereka bertiga tadi sedang bertengkar.
Kok semuanya tertidur seperti terkena sirep??" Kata Anthony.
"Kalian ya?? Semuanya tertidur dan kalian berdua yang masih terjaga, pasti karena pengaruh hantu bule ini!!" Tunjuk sepasang bocah itu.
"Siapa kalian sebenarnya dan mau apa??" Bentak Bian.
Keduanya menyeringai mengerikan.
"Awalnya kami berdua ingin menidurkan kalian semua supaya kami bisa memakan daging kalian yang lezat tapi kalian berdua sulit sekali tidur walaupun kami sudah meniupkan japa mantera kami dari sini ternyata tidak mempan!!" Jawab kedua mahluk itu.
"Rupanya kalian berdua bukan manusia sembarangan, tidak sembarang manusia mampu menahan mantera sepasang iblis kuntet!!" Kata kedua mahluk itu.
"Apa?? Iblis kuntet??" Tanya Bian lalu tertawa.
Hahahaha
"Kupikir kalian berdua tadi adalah bocah ternyata kalian berdua kuntet!!" Gelak Bian dan Anthony bersamaan.
"Ya kami menertawakan kamulah, siapa lagi coba!!" Kata Bian.
"Apa kalian bagian dari anak buah Piere??" Tanya Sena.
"Iya...tuanku mengatakan kami boleh menyantap semua orang di sini kecuali kamu!!" Tunjuknya pada Sena.
"Enak betul hidupmu!! Kamu pikir aku akan membiarkanmu??" Kata Anthony lagi.
"Memang kamu bisa apa hantu bodoh" Tanya kedua mahluk itu.
"Betul-betul meremehkan sekali kedua mahluk ini!! Belum tahu rupanya dia!! Geram Anthony.
Kedua mahluk itu menatap menyorot pada Bian.
"Kau!!" Tunjuknya tepat di depan Bian.
"Kamu manusia pertama yang akan kami santap!!" Ucap mahluk itu menyeringai buas.
Lalu tanpa dikomando lagi mereka menyergap Bian membuat pemuda itu berteriak panik. Tapi tak diduga dari samping Anthony mendorong telapak tangannya maka menghembuslah angin keras menerpa kedua mahluk kuntet itu.
"Jaha*nam kamu hantu bule!! Kamu ingin bermain-main dengan kami rupanya.
__ADS_1
Seolah tidak menghiraukan serangan Anthony, kedua mahluk itu meneruskan penyerangannya pada Bian yang sempat tertunda tadi.
"Mundurlah Bian, biar aku dan Anthony yang menghadapi dua mahluk buas haus daging dan darah ini!!" Lalu Sena mendorong tubuh Bian kesamping.
"Hati-hati, wanita itu memiliki cincin permata merah delima yang sangat sakti!! Kata Mahluk yang tubuhnya paling kecil.
"Oohh jadi kalian rupanya sudah tau, kalau begitu majulah mendekat kemari biar kubuat tambah pendek kalian berdua!!" Kata Sena bersiap.
Kedua mahluk itu menjerit keras menyerang Anthony dan Sena. Tapi belum sempat keduanya menyerang dari arah kegelapan mencuat dua larik sinar berwarna putih menghantam kedua mahluk kembar itu tanpa mereka sempat mengelak lagi.
Tubuh keduanya terpotong-potong mengerikan tanpa mereka berdua sempat mengeluarkan jeritan lagi.
Bian yang tepat berada di depan mahluk itu hanya bisa memejamkan mata melihat kengerian yang berlangsung di depan matanya.
"Sinar dari mana itu??" Tanya Sena pada Anthony.
"Itu adalah sinar yang ditakuti para mahluk kegelapan dari hutan Pinus yang dikatakan Paman Said tadi pagi." Kata Anthony.
Sinar itu muncul karena memcium bau ada mahluk berbahaya lain di sekitar wilayah mereka.
Makanya mahluk penyembah iblis itu tak ada yang berani mendekat sampai kemari, itu sebabnya tadi aku terus berupaya memancing mahluk itu untuk menyerang kita agar gerakan mereka terlihat oleh penguasa putih penjaga tempat ini!!" Kata Anthony.
"Terima kasih siapapun kalian telah menolong kami dan memperbolehkan kami menginap semalam di sini!!" Teriak Sena.
"Syukurlah kalau di muka bumi ini masih ada mahluk baik seperti penghuni tempat ini!!" Ucap Bian.
"Di muka bumi ini antara hitam dan putih saling bertentangan, jika hitam sering mengganggu tetapi putih tidak mau mengganggu dan tidak mau diganggu, sama seperti kita berdua bocah tengil!!" Kata Anthony dengan ketus.
"Tidak usah pakai kata bocah tengil juga kali hantu sok imut!!" Cibir Bian.
"Mulai lagi kan, aku mau tidur aja!! Silakan kalian berdua ribit di situ sampai pagi!!" Kata Sena melenggang pergi meninggalkan Bian dan Anthony.
"Kan kekasihku pergi, kamu sih bawaannya cari ribut melulu!!" Kata Bian kesal.
"Enak aja kekasihmu, sejak kapan kalian jadian??" tanya Anthony bertambah kesal.
"Tau ah, aku juga mau tidur!!" sahut Bian sambil berlalu menyusul Sena.
"Iisshhh, enaknya jadi manusia bisa makan, bisa tidur!! Aku sampai lupa bagaimana rasanya tidur nyenyak dan makan enak itu ya??" Gumam Anthony dengan pandangan menerawang menembus malam.
"Yang aku ingat dulu sekali aku punya mami dan papi juga seorang adik perempuan yang cantik dan juga punya seorang kekasih, tetapi aku sudah lupa siapa nama-nama mereka semua!!" Desis Anthony kembali menerawang sedih.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Lanjut ke next episode ya reader dan jangan lupa dukungannya🙏🙏