
setelah dira sudah lebih tenang, dimas mengajak dira untuk pulang.
dimas membantu dira mengemasi bawaan mereka kemudian memasukkan semuanya kedalam mobil.
"bu, kami pulang dulu ya"
"hati-hati dijalan ya, kejadian hari ini fikirkan baik-baik nak, kamu harus selalu ingat bahwa kamu sudah bersuami, walaupun ingatan kamu belum pulih, tapi pernikahan bukan hal yang bisa dipermainkan."
"iya bu" dira hanya mengiyakan nasihat ibunya, saat ini, dira sedah merasakan menjadi istri dimas seutuhnya sehingga tidak terfikirkan bagi dira untuk meninggalkan dimas.
****
mobil dimas sudah melaju beberapa menit lalu meninggalkan kediaman orang tua dira.
HP dira berdering singkat. menandakan ada pesan masuk.
dira mengambil HPnya didalam tas.
ada pesan masuk dari nomer yang belum bernama.
SAYANG, AKU AKAN MENEMUIMU BESOK, AKU DATANG KERUMAHMU ATAU KETEMU DILUAR.
(RAMA)
dira mengerutkan dahinya membaca pesan singkat itu. wajah dira berubah sepeti sedang gelisah.
"pesan dari siapa sayang? " dimas bertanya ketika melihat wajah dira yang tdak terlihat baik.
__ADS_1
"dari rama kak, dia mau menemuiku besok."
dimas menghela nafasnya. "temui saja dira, tapi jangan dirumah. aku percaya kepadamu, tapi jangan pernah bilang kalau kamu sudah hamil sebelum menikah denganku. dari awal menikah aku sudah menjadi papahnya apapun yang tejadi."
dira mengangguk. dira sadar bahwa dira tidak bisa mengambil kesimpulan kalau rama adalah ayah dari anak yang dikandungnya.
dira takut jika sudah terjadi sesuatu yang buruk kepadanya sebelum kecelakaan itu.
****flashback****
dua hari setelah kepergian rama, dira pulang kerja mengendarai sepeda motor seperti biasanya.
Hari ini dira bekerja tidak drngan mood yabg baik. jam yang berlalu berasa sangat lama karena tidak ada rama dikantor.
pada jam makan siang, dirapun tidak makan dan hanya minum jus strobery susu kesukaanya. dira tidak beranjak dari kursinya saat istirahat dira hanya membuka-buka gadgetnya melihat foto rama.
HP dira bergetar, ada notifikasi pesan diwatap dari rama
dira: "lagi di kantor aja kak, bete banget gak ada kakak di kantor"
"hemmm, ada juga aku cuma dicuekin sama kamu"
rama adalah pria tampan yang banyak diidolakan oleh rekan-rekan kerja dira sehingga dira meminta rama untuk menyembunyikan hubungan mereka, dira tidak mau di musuhi oleh rekan kerjanya karena merebut idola mereka.
hanya dela yang tau bahwa mereka berpacaran karena dari awal masuk dira sudah dekat denganyya. bahkan dela yang memberikan nomer HP dira dan mendekatkan merwka berdua.
"dicuekin kan kalo dikantor aja kak, kalo diluar kaka nomer satu"
__ADS_1
"gombal"
obrolan dira berhenti saat rekan-rekan kerja dira mulai masuk ke ruangan. jam kerja dimulai lagi sampai waktu menunjukkan pukul tiga sore.
"sayang, aku udah pulang kantor ni. kakak udah pulang belum? " sambil jalan, dira mengirim pesan di aplikasi watap.
"lagi mau meeting, hati-hati dijalan ya, kalau udah sampe rumah watap aku. emmuah"
"oke" dira melangkah keluar ruangan menuju area parkir mengambil sepeda motornya.
dira memasukkan HPnya ke kantong jaket dira saat sudah mau mengendarai sepeda motornya.
dira mengendarai sepeda motornya perlahan, perutnya mulai berbunyi minta diisi, dira ingat bahwa dari siang dira belum makan.
"nanti aja ah dirumah tanggung udah ditengah jalan" batin dira.
dira tetap melajukan motornya, udara siang ini begitu panas ditambah jalanan jakarta yang selalu macet.
pandangan dira mulai kabur, kepala terasa sedikit sakit dan mual.
didepan ada pohon besar yang sedikit teduh, dira berniat menepikan motornya disana untuk istirahat sejenak, tanpa dira sadari, ada mobil yang melaju kencang dikiri jalan, dira tidak menghidupkan lampu sen kiri saat mau menepikan motornya dan BRAKKKKKKK!!!!! kecelakaan pun tidak bisa dihindari.
.
.
.
__ADS_1
.
.