Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Keberanian


__ADS_3

Sesampainya dirumah, dira memesan makanan online lalu membereskan barang yang dibawanya saat kerumah orang tua mereka.


setelah selesai membereskan barang-barang, dira masuk kekamarnya hendak menyiapkan air hangat untuk dia dan suaminya mandi. dira berfikir mandi air hangat bisa menenangkan fikiranya yang rumit. ternyata, dimas sudah mandi, terlihat rambutnya yang masih basah. dia sedang membaringkan tubuhnya di ranjang kamar dira.


"sayang, apa aku sudah boleh tidur dikamar ini?"


ucap dimas ketika dira masuk kedalam kamar.


"tentu saja boleh" jawab dira sembari duduk disamping suaminya.


dimas menggeser tubuhnya mendekati dira, lalu memeluknya. menyandarkan kepalanya kebahu dira.


"sayang, kamu bau asem". ucap dimas


"ih kakak mah". dira ingin melepaskan diri dari pelukan dimas, tapi dimas justru mengeratkan pelukannya.


"tapi aku suka" dimas berucap sambil tersenyum lalu menciumi tengkuk istrinya membuat dira menggeliat kegelian.


"kak aku mau mandi dulu ah, badanku lengket. aku mau nyiapin air hangat dulu pengen berendem." dira berencana bangun dari duduknya untuk menyiapkan air hangat, namun dimas menghentikannya.


"aku aja yang nyiapin, kamu pasti capek hari ini" dimas lalu bergegas kekamar mandi menyiapkan air hangat untu istrinya.


tidak lama dimas keluar dan mengatakan ke dira kalau air hangatnya sudah siap.


dira masuk ke kamar mandi dan menutup Pintunya.


saat dira mandi, dimas mengeluarkan sebagian barang-barang yang ada dikamarnya, dan memindahkan ke kamar utama tempat dira tidur. mulai saat ini, dimas akan tidur bersama dira menjadi suami istri yang normal pada umumnya.


******


di sebuah hotel, seorang perempuan sedang mengetuk salah satu pintu kamar hotel.


tidak lama pintu terbuka dan terlihat seorang lelaki keluar dari kamar itu.


"ada apa kesini? " rama mengerutkan dahinya ketika melihat niken berdiri didepan pintu kamar hotel tempat dia menginap.


"boleh aku masuk?"


"kita ke kafe bawah aja, gak baik berduaan dikamar hotel, bisa jadi fitnah. " rama menolak halus permintaan niken. rama sudah tau kalau niken menaruh perasaan lebih padanya, sehingga rama membuat jarak supaya niken tidak salah mengerti.


niken dan rama duduk di kafe tempat pertama kali mereka bertemu waktu itu.


"kapan balik ke makasar? " niken membuka percakapan.

__ADS_1


"besok siang. tadinya hari rabu. tapi rabu ada meeting penting, jadi dimajuin."


"apa kamu sudah ketemu dira? " tanya niken penasaran.


"sudah, aku sudah ketemu dira, dimas dan ibunya, tapi belum ada hasil yang memuaskan, jangankan hasil, pembicaraan kami saja belum dimulai."


"buka lembaran baru rama, jangan merusak rumah tangga orang. " niken berusaha menasehati rama.


"aku tidak merusak rumah tangganya, justru dia yang merebut dira dariku." jawab rama kesal.


"tapi kenyataannya dira hamil kan? itu berarti mereka memang suami istri, kamu tidak bisa menyangkal hal itu rama! " niken berusaha menegaskan kebenarannya pada rama.


"dira tidak mengenaliku ken, dia hilang ingatannya. coba kamu fikir, lelaki itu menikahi kekasihku saat sedang amnesia. kalau kamu jadi aku, apa kamu bisa menerimanya!?"


niken membulatkan matanya saat mendengar bahwa dira mengalami amnesia.


"aku tidak tahu kalau dira mengalami amnesia, rasanya aneh juga kalau pak dimas menikahi dira dalam kondisi seperti itu. mungkin ada alasan lain. kamu sudah minta penjelasan sama dimas? niken menyampaiakan isi fikiranya


menurut niken, menikahi perempuan saat sedang menderita lupa ingatan tidaklah bijaksana.


rama berfikir mencoba menganalisa kejadia terahir saat dira bersamanya.


"hal lain apa yang bikin dira mau nikan sama dimas? apa dia sedang hamil? terahir kali waktu kami bertemu dan melakukan hubungan itu sekitar enam bulan yang lalu. kalau dira hamil mungkin usia kehamilanya baru 6/7bulanan." batin rama


"kalau melakukan hubungan satu kali apa bisa langsung hamil?" rama mencoba bertanya.


"tapi sepertinya dimas bukan laki-laki seperti itu, dia terlihat bertanggung jawab dan berwibawa."


"apa anak itu anakku? apa dira menikahi dimas karna dia hamil anakku? " batin rama menambah kekacauan fikirannya.


"atau mungkin dira dijodohkan sama dimas ya ram? pak dimas sangat tampan, wanita mana si yang menolak dijodohin sama pria seganteng itu. saat dira periksa hamil, pak dimas juga manis sekali memperlakukan dira. " niken bicara seperti itu supaya rama membenci dira sambil menerka-nerka kebenarannya.


"entahlah! aku ke kamar dulu deh. kamu pulang aja ya, aku capek bnget hari ini." rama berdiri meninggalkan niken.


"ada yang gak beres ini. aku cari info dulu deh. rama... rama... istri orang aja masih kamu kejar-kejar. padahal yang suka sama kamu itu banyak. " batin niken sambil tersenyum masam.


********


Dirumah dimas


saat dira sedang mandi, makanan yang dipesan dira sudah datang, dimas menerima pesanan itu lalu membayarnya.


dimas menyiapakan makanan yang dipesan dira diatas meja lalu membuatkan air lemon hangat dengan madu untuknya dan dira.

__ADS_1


masalah tentang rama sangat menguras emosi mereka, minum lemon madu setidaknya sedikut menyegarkan badan.


dira keluar kamar setelah selesai mandi dan berganti pakaian.


"ayo makan dulu" dimas langsung mengajak dira makan saat melihat dira keluar dari kamar.


waktu masih menunjukkan pukul tiga sore, tapi karena tadi dirumah bu nisa mereka kehilangan selera makanya, jadi mereka melewatkan jam makan siang sehingga keduanya merasa sangat lapar.


"seger banget kak lemon madu nya? " dira menyeruput air lemon madu yang masih sedikit panas.


"makan dulu dira, nanti baru diminum lemon madunya. "


dira mengambil piring yang berisi ayam geprek pedas level 2 yang tidak terlalu pedas, dan dimas makan ayam bakar manis dengan sambal kecombrang.


saat makan ayam geprek itu, dira tiba-tiba mengingat sesuatu yang membuat kepalanya berdenyut seperti berbunyi di kedua telingnya.


bayangan-bayangan seperti dejavu muncul dikepala dira, kali ini bayangan itulebih jelas dari biasanya.


dira meletakkan piringnya lalu meminum air lemon yang sudah lebh hangay dari sebelumnya.


"kenapa? sakit lagi kepalanya?" dimas berpindah tempat duduk kesamping dirasaat melihat dira seperti tidak nyaman.


"iya kak, mungkin mengingat sesuatu, tapi belum terlalu jelas. "


"yaudah makan dulu aja nanti sehabis makan kita bahas lagi. sini aku suapin aja".


dimas mengambil piring makan dira lalu menyuapi istrinya. dira tersenyum manja diperlakukan dimas semanis ini. hal-hal kecil yang membuat dira makin mencintai dimas.


dimas makan sambil menyuapi istrinya sampai selesai.


setelah selesai makan, dimas dan dira duduk diruang tv menonton acara televisi sambil bersantai.


"sayang, besok kita ke dokter psikologi aja ya buat periksain keadanmu? mungkin itu bisa membantu mulihin ingatanmu."


dira hanya diam beberapa saat lalu mngela nafas panjang.


"kak, kalau aku ingat lagi, aku takut aku akan mengecewakan mu?."


"keadaan kita memang cukup rumit dira. tapi percayalah padaku. tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. kita hanya harus cukup berani menghadapinya"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2